<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478</id><updated>2011-07-30T22:13:34.554-07:00</updated><category term='cerita hot'/><category term='cerita gag bgt'/><category term='Obat MujaraB'/><category term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><category term='3 in One lawan istri tetangga'/><category term='cerita puanas'/><category term='cerita gile'/><category term='crita mesum'/><category term='cerita sex'/><category term='cerita Guile'/><category term='cerita Hot dee'/><category term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category term='berciNta dengan Istri TeMan'/><title type='text'>Story Of Live and Forbidden Love</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Invisible</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_lLKUrM-l6Do/S_DziaA7-AI/AAAAAAAAALY/ySXY56a8YKQ/S220/Foto+Arumi+Bachsin.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>89</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-8804900943329565971</id><published>2010-08-08T12:03:00.007-07:00</published><updated>2010-08-08T12:17:10.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita puanas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Hot dee'/><title type='text'>Sex EduCation</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8Cmf1zU6I/AAAAAAAAB2I/8IuhBxmPQZA/s1600/sex+education.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 439px; height: 329px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8Cmf1zU6I/AAAAAAAAB2I/8IuhBxmPQZA/s400/sex+education.jpg" alt="sex education" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503120130075480994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kami kehilangan keperjakaan dan keperawanan kami bersama-sama. Hal itu terjadi ketika usiaku baru menginjak 11 tahun, pada akhir sekolahku di kelas 5. Memang tidak terlalu mengejutkan kalau dipelajari karena pasanganku adalah tetanggaku Kathy, yang usianya setahun diatasku, dan duduk dikelas 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berdua satu sekolah di pinggir kota Chicago dan kami sudah bersahabat sejak tiga tahun sebelumnya. Sampai kemudian aku menganggapnya lebih dari sahabatku lainnya. Kathy agak tomboy, dia biasa bermain mainan yang biasanya dikerjakan anak laki-laki. Sampai kemudian tubuhnya berkembang seperti selayaknya seorang gadis, dan akupun mulai kikuk kalau sedang bersamanya, tanpa kuketahui dengan jelas apa sebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Kathy telah cerai dan harus bekerja siang hari pada suatu rumah makan. Keadaan ini semakin menyenangkan buat kami, karena kami berdua biasa ditinggalkan sendirian berjam-jam pada siang hari. Biasanya kami hanya sebatas duduk bersama sambil berbincang-bincang seperti anak-anak lain pada umumnya. Tapi sore ini terjadi keadaan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kami baru mendapatkan pelajaran pendidikan-sex di sekolah. Pada jaman itu, setahun sekali anak laki-laki dan perempuan dipisahkan untuk mendapatkan ‘pendidikan seks’. Sebenarnya pelajaran itu berupa pelajaran biologi dengan sedikit tambahan informasi tentang masalah sex. Informasi tersebut cukup rinci dengan dilengkapi pula dengan buku saku dengan judul ‘Apa yang harus diketahui anak laki-laki’ atau ‘Apa yang harus diketahui anak perempuan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana tidak dijelaskan secara gamblang tentang aktivitas sex. Secara alami anak laki-laki selalu ingin tahu apa yang telah diajarkan kepada teman-teman perempuannya, demikian pula sebaliknya anak-anak perempuan ingin tahu apa yang telah diajarkan ke teman-teman laki-lakinya. Demikian pula yang kami perbincangkan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berdua berada di dalam kamar Kathy, di atas tempat tidurnya yang berukuran besar, terbuat dari kayu jati yang nyaman. Kami duduk berhadapan, Kathy membaca buku sakuku sedang aku membaca buku sakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kathy, kamu mendapatkan bahan banyak banyak dari yang kuperoleh. Contohnya lihat ini, ada proses haid dan Kotex!”&lt;br /&gt;“Tapi mereka tidak benar-benar menceritakan secara jelas. Aku pikir kita telah memiliki gambar atau semacam anu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar sangat mengharapkan, karena aku belum pernah melihat tubuh perempuan yang telanjang dan seperti apa bentuk anunya dibawah sana. Kathy memakai T-Shirt dan celana pendek, aku bisa melihat betuk lengkungan bukit dadanya yang kecil, dan samar-samar aku juga bisa melihat garis celah-celah diantara pahanya yang tertutup oleh celana ketatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak mengetahui mengapa mereka menyebutnya pendidikan-seks. Padahal disini tidak menerangkan bagaimana cara melakukannya.”&lt;br /&gt;“Siapa bilang? Mari kutunjukan kepadamu,” kata Kathy sambil membungkukkan punggung dan meletakkan buku dihadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucium keharuman shampo rambutnya yang membuatku terangsang. Aku pun merasakan ketegangan anuku didalam celanaku. Tapi aku mengharapkan semoga dia tidak menyadari apa yang sedang kurasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihat! Disini dikatakan penis laki-laki akan tegang kaku dan keras. Sehingga bisa dimasukkan ke vagina perempuan, yang lembut dan mudah mengembang. Ketika dia ejakulasi, cairan sperma yang berisi jutaan sel masuk ke vagina perempuan dan membuahi telur.”&lt;br /&gt;“Itu sudah ceritakan banyak kepadaku,” katanya dengan menyindir,”Seperti dimana letak liang vagina itu? Bagaimana cara penis memasukinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku agak malu mendengar secara fulgar kata-kata itu di depan seorang gadis, sehingga wajahku menjadi merah padam dan penisku semakin menonjol keluar celanaku. Kathy membuka lagi lembar lainnya dan menunjukkannya kepadaku suatu baris gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disini tempatnya,” katanya sambil menunjuk kesuatu gambar.&lt;br /&gt;“Sudah jelas apa yang kumaksudkan? Tidakkah sudah cukup jelas yang kamu cari?” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebuah ide masuk keotakku dan aku harus memutuskan untuk mengambil resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana milikmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir tidak percaya bahwa aku benar-benar berani mengucapkannya. Aku tahu aku telah melakukan sesuatu yang bodoh, yang bisa diceritakan Kathy kepada teman-temanku disekolah.&lt;br /&gt;Kathy melirikku dengan ekor matanya beberapa saat. Dia kibaskan rambutnya kebelakang dan menyisihkan rambut yang menutupi wajahnya. Kemudian merebahkan punggungnya dan tangannya digerakkan ketempat diantara kedua pahanya. Aku hampir tidak berani memandang ke arah bagian tersebut. Kemudian disusupkannya disuatu tempat di celananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disini tempatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan dengan cepat dan aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Aku Cuma tertawa dan berkata, “Itu bukan sangat dekat seperti apa yang dikatakan di buku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy juga tertawa, dan aku bisa merasakan ‘anuku’ semakin membesar. Kami berdua melanjutkan membuka lembar lainnya sambil memperbincangkan lebih lanjut. Aku jadi grogi ketika Kathy kemudian berkata,”Jadi bagaimana penis bisa muat kalau dimasukkan kesana? Seperti yang dikatakan buku ini. Apa betul?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampun! Dia sedang memperbincangkan ‘anuku’! Aku menelan ludah beberapa kali sambil berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecuali, ketika penis sudah keras dan tegang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa jantungku berdebar semakin keras. Aku hampir tidak percaya apa yang sedang terjadi! Itu tidak seperti yang sering aku impikan. Aku belum mulai onani, dan proses ke arah sana terus berlangsung dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku masih tidak paham bagaimana caranya penis bisa masuk kesana. Si perempuan mestinya tidur di atas meja atau apa saja sedang laki-laki dalam posisi berdiri.”&lt;br /&gt;“Aku sempat menyaksikan ‘Wild Kingdom’ semalam dan melihat dua singa melakukan itu. Cukup menarik.”&lt;br /&gt;“Bagaimana cara mereka melakukan itu?” Tanya Kathy penasaran.&lt;br /&gt;“Singa betina duduk sana dan singa jantan duduk dibelakangnya. Kukira ia menaruh penisnya dari belakang.”&lt;br /&gt;“Mana bisa?” kata Kathy dengan nada meremehkan yang membuatku marah. Kami memang selalu bersaing dan saling mencintai.&lt;br /&gt;“Benar, Aku melihatnya dengan jelas.”&lt;br /&gt;“Tidak masuk akal, lihat” kata Kathy sambil tubuhnya memberangkang dengan perut menyentuh kasur.&lt;br /&gt;“Dengan posisi seperti ini bagaimana bisa masuk?”&lt;br /&gt;“Singa betina bukan berbaring seperti itu. Kakinya ada dibawahnya,” kataku sambil memperagakan posisi singa betina setengah berjongkok dengan tangan bertumpu pada kasur.&lt;br /&gt;“Sama saja tetap tidak bisa. Lihat?” Kathy memposisikan kakinya dan sikutnya berada dibawah dadanya. Pantatnya diangkat, sehingga bulatan pinggulnya nampak jelas dibungkus celananya yang ketat.&lt;br /&gt;“Vaginaku tepat disini.” Tangannya digerakkan diantara kedua pangkal pahanya dan kulihat cembungan ditempat tersebut.&lt;br /&gt;“Jika penis ditusukkan kesini, tidak akan bisa menjangkaunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin bahwa aku yang benar, dan aku harus membuktikannya.&lt;br /&gt;“Kenapa tidak, coba lihat,” kataku sambil memposisikan tubuhku dibelakang Kathy seperti singa jantan, dan penisku kutempelkan dibulatan pantatnya.&lt;br /&gt;“Hey, apa yang kau lakukan??” tanya Kathy dengan wajah merah padam.&lt;br /&gt;“Membuktikan bahwa aku benar. Begini.” kataku sambil mendorong dan menggesekan tonjolan penisku pada bulatan pantatnya. Kurasakan sensasi kehangatan menyentuh bagian tonjolan penisku.&lt;br /&gt;“Penis akan ditusukkan dari sini, begini.” Kuletakkan jari telunjukku mengacung diposisi penisku, kemudian kugerakkan pinggulku kedepan sehingga ujung telunjukku menusuk kepangkal pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, tapi tetap saja tidak bisa,” kata Kathy tidak puas.&lt;br /&gt;“Hey, aku tahu! Tunggu, jangan bergerak. Pindahkan posisi kakimu diantara kakiku, nah sekarang gerakkan maju.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlandaskan lutut aku berdiri diantara kedua paha Kathy, kugerakkan pinggulku kedepan sehingga ujung jari telunjukku menyentuh cembungan dipangkal paha Kathy.&lt;br /&gt;“Ohh,” desah Kathy. Pinggulnya terjungkit ketika ujung jariku menusuk tepat di vaginanya.&lt;br /&gt;“Begitu sudah tepat di vaginanya, singa jantan kemudian menindih tubuh singa betina, sambil menusukkan penisnya kedepan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurebahkan tubuhku dipunggung Kathy sambil menggerakkan pinggulku maju mundur. Jariku kutusuk-tusukkan ke vagina Kathy. Aku hampir tidak percaya dengan apa yang kulakukan, kenyataannya jari telunjukku sedang menusuk dan menggosok bagian paling rahasia Kathy! Penisku jadi semakin tegang dan kalau diteruskan lagi sepertinya aku bisa orgasme. Aku tak tahu apa yang Kathy rasakan, yang pasti tubuhnya ikut menggeliat-geliat setiap kali kusentuh vaginanya. Akhirnya Kathy sadar akan keadaan kami, tubuhnya kemudian dibalikkan dan menjauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK, aku tahu yang kau maksudkan. Kau mungkin benar. Tapi kupikir manusia tidak melakukan dengan cara seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terduduk dengan wajah merah padam, sejenak kutenangkan diriku agar Kathy tidak tahu apa yang sedang bergolak pada diriku.”Aku tidak mengatakan begitu, aku hanya mengatakan bahwa dengan cara seperti itu bisa dilakukan. Disamping itu apa ada cara lain untuk melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah melihat sesuatu di TV dengan Mamaku, tapi dia segera merubah channel sebelum aku sempat melihatnya dengan jelas.” kata Kathy&lt;br /&gt;“Apa itu?”&lt;br /&gt;“Mereka berada dibawah selimut sehingga aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi perempuannya jelas sedang berbaring terlentang, seperti ini,” kata Kathy sambil berguling terlentang, dengan kedua pahanya direnggangkan.&lt;br /&gt;“Dan ada seorang laki-laki menindihnya dari atas.”&lt;br /&gt;“Tidak, dia tidak akan bisa berbuat sesuatu!” kataku penasaran.&lt;br /&gt;“Kenapa tidak? Mari kita coba!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar khawatir. Aku tidak ingin melukai Kathy. Tapi aku ingat katika bermain bola, kathy pernah ditindih beberapa anak laki-laki yang ternyata tidak apa-apa. Tapi ada sesuatu yang membuatku berdebar-debar, dengan posisi itu aku akan bisa bergesekan lebih banyak dengan gundukan kecil di pangkal paha Kathy. Daerah itu terasa hangat dan telah menghipnotisku sehingga sempat bembuatku hampir orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang berbaringlah di atasku,” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merebahkan diri menindih tubuhnya dengan bertumpu pada kedua tanganku. Kurasakan sepasang bukit di dadanya menusuk dadaku! Desah nafasnya menyapu wajahku dan kucium keharuman rambutnya, demikian juga kehangatan yang terpancar dari pangkal pahanya. Aku benar-benar terangsang berat, apalagi ketika kedua tangannya merangkul leherku sehingga tubuh kami berhimpitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu menyukai posisiku seperti ini?” bisikku dengan suara bergetar.&lt;br /&gt;“Yeah. Sepertinya nyaman,” bisik Kathy. Mata kami saling pandang, 1001 perasaan bercampur aduk. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan sampai Kathy berbisik,&lt;br /&gt;“Kamu pernah mencium seorang gadis?”&lt;br /&gt;“T.. Tidak pernah,” jantungku berdebar keras, aku tidak pernah sedekat ini dengan Kathy. Wajahnya yang manis sekali tampak merah padam, tapi malah kelihatan semakin cantik. Tubuhnya yang harum, padat tapi lembut sekali.&lt;br /&gt;“Aku juga,” kata Kathy, kemudia kita tertawa bersama.&lt;br /&gt;“Maksudku aku tidak pernah mencium seorang laki-laki, tapi..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Kathy menarik wajahku dan.. Bibirku bersentuhan dengan bibirnya.. Kami berciuman sambil menutup mata, bibir kami saling bergesekan, saling menghisap dan lidah kami saling menyentuh dan membelai.. Wow, sesuatu yang sangat luar biasa!! Getaran sentuhan bibir kami sampai terasa kesekujur tubuh kami, terasa niimaat sekali, sulit kami gambarkan dengan kata-kata. Ciuman itu terhenti karena kami kehabisan napas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohh, luar biasa, manis sekali,” desahku.&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba aku terkejut ketika Kathy malah tetawa genit.&lt;br /&gt;“Mnn.. Mmmhmm.” tawanya yang genit lagi.&lt;br /&gt;“Apa yang sangat lucu?” tanyaku penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;“Aku dapat merasakan kamu.” kata Kathy sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;“Tapi? Aku dapat merasakan kamu juga.” kataku masih bingung.&lt;br /&gt;“Tidak, maksudku aku dapat merasakan anumu.. Um.. Penismu. Aku merasakan benar-benar sangat keras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh! Aku benar-benar telah melupakan! Aku benar-benar bodoh luar biasa, dan Kathy bisa ceritakan teman-temanku! Aku bisa sangat malu, tapi hal itu terjadi tanpa dapat kukendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh.. Aku.. Minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja, itu terjadi dengan sendirinya, tanpa dapat kucegah.” kataku terbata-bata, sambil bergerak mengangkat pinggulku.&lt;br /&gt;“Hey, Aku tidak keberatan koq.” kata Kathy, sambil melipat kakinya memeluk pinggulku, sehingga aku tidak bisa bangun, dan kurasakan tonjolan penisku semakin merapat erat dengan cembungan vaginanya.&lt;br /&gt;“Aku.. Aku tidak tahu. Itu kadang-kadang terjadi dengan sendirinya.” kataku mencoba untuk menerangkan keadaanku.&lt;br /&gt;“Benar? Bagus sekali.” kata Kathy sambil menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga aku semakin terangsang.&lt;br /&gt;“Seberapa besarnya?” bisik Kathy.&lt;br /&gt;“Apanya?!” tanyaku agak panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy tertawa genit, dia senang melihat kebingunganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seberapa besarnya mm penismu? Aku merasakan cukup besar. Aku hanya tidak bisa memahami apakah anunya seorang gadis bisa dimasuki yang sebesar itu?&lt;br /&gt;“Aku tidak tahu, aku juga tidak pernah memikirkan seberapa besarnya.”&lt;br /&gt;“Coba kulihat,” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku semakin berdebar-debar, Kathy ingin melihat penisku! Apakah aku harus telanjang bulat di depan seorang gadis? Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah, biarkan aku melihatnya, please?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu dulu. Ini adalah kesempatanku untuk melihat seorang gadis telanjang. Ini benar-benar sesuatu yang luar biasa! Tapi aku tidak yakin Kathy membolehkan aku melihatnya. Tapi ternyata Kathy mau! Kathy juga benar-benar ingin melihatku telanjang. Hanya untuk melihat, tanpa berbuat apa-apa lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OK, kamu dulu.” kataku.&lt;br /&gt;“Tidak, kita sama-sama.” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang adil. Aku segera membuka bajuku, demikian pula Kathy. Detak jantungku terasa semakin cepat. Aku pernah melihat Kathy dalam pakaian renang, tapi ini benar-benar luar biasa. Sambil melepas bajuku, mataku tidak pernah lepas dari bra-nya yang berwarna putih, dan juga kulit tubuhnya yang kuning mulus. Aku benar-benar tidak pernah membayangkan begitu luar biasa, apalagi ketika Kathy membuka kaitan bra-nya dan melepaskannya.. Jantungku seakan berhenti bertetak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku benar-benar melihat buah dada seorang gadis!! Bulat, putih bagai cream, puting kecil berwarna pink yang mencuat indah sekali. “Mmm.” Guman Kathy menyadarkanku. Kathy tersenyum-senyum malu melihatku terbengong-bengong melihat kemulusan buah dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera melepaskan sabukku, Kathy menyusupkan jarinya memegang elastik celana pendeknya dan berhenti menungguku. Aku segera melepaskan kancing celana dan terus melepas celana jeanku. Penisku yang tegang langsung tampak mencuat dari dalam celana dalamku. Tiba-tiba mukaku merah padam, ternyata Kathy belum melepas celana pendeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey! Ayoi! Kamu kan janji bersama-sama!”&lt;br /&gt;“Oh, maaf. Aku lupa,” kata Kathy sambil sorot matanya tidak lepas dari tonjolan penisku di celana dalamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy kemudian berbaring sambil melepas celena pendeknya melewati pinggulnya yang bulat indah. Tubuh kami berdua sekarang tinggal dibalut oleh celana dalam. Aku benar-benar kagum dengan kemulusan kulit tubuhnya bagaikan kulit bayi, kuning kemerahan dan halus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap,” kata Kathy.&lt;br /&gt;“OK,” kataku mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar sudah tidak sabar lagi melihat tubuh seorang gadis yang telanjang bulat di depanku. Dan.. Hal itu benar-benar menjadi kenyataan ketika Kathy pelahan-lahan melepas celana dalamnya, bersamaan dengan kuturunkan celana dalamku melewati kakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian kami berdua sama-sama terbengong-bengong melihat tubuh telanjang di depannya. Kulit tubuh Kathy benar-benar mulus, lekukan tubuhnya benar-benar mempesona. Ketika sudut mataku melihat ke Kathy, kulihat wajahnya merah padam dan sorot matanya menjelajahi seluruh tubuhnya. Sepertinya wajahnya jadi semakin cantik dan oohh.. Sepasang bukit dadanya benar-benar mengagumkan dan menggetarkan hatiku, tapi.. Bagian bawahnya.. Kulihat rambut kecil-kecil halus berwarna pirang menutupi cembungan dipangkal pahanya. Tapi tidak ada lagi yang bisa kulihat, sepertinya semuanya tersembunyi dibalik rambut halus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow,” seru Kathy.&lt;br /&gt;“Berbaringlah terlentang, aku ingin bisa melihatnya dengan jelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa menolaknya, aku terlentang sambil memperhatikan Kathy. Dia bergeser mendekati diriku. Sepasang bukit dadanya ikut bergoyang, pemandangan yang menakjubkan sekali. Aku tidak memperhatikan tangannya sampai ketika jari-jarinya mengelus batang penisku dengan lembut.”Oh besar sekali, keras, tapi kulitnya lembut sekali.” kata Kathy sambil tangannya menjelajahi seluruh bagian penisku, meremas dan mengusap-usapnya dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ouchh!” erangku. Sepertinga tubuhku melambung tinggi..&lt;br /&gt;“Benar-benar luar biasa,” desis Kathy benar-benar terpesona menyaksikan penisku yang tegang kukuh dan keras. Kurasakan jari-jari Kathy mengocok-kocok batang penisku naik turun dengan penuh gairah. Aku tidak pernah melihat penisku menjadi sebesar itu, sepertinya penisku telah mengembang secara maximum. Mataku tertutup rapat-rapat.. Mulutku mendesah-desah tanpa dapat kukendalikan lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooohh.. Aaahh..” aku benar-benar tidak pernah merasakan senikmat ini.&lt;br /&gt;“Kau senang aku beginikan?” bisik Kathy dengan suara genit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan tangannya naik-turun semakin cepat sampai pinggulku terangkat-angkat menahan nikmat dan geli luar biasa. Akhirnya aku tak dapat menahan lagi, dengan diiringi teriakkan nyaringku, spermaku meledak dan menyembur kuat keudara beberapa kali. Inilah untuk pertama kalinya aku mengalami orgasme. Kathy juga berteriak tertahan dan meloncat menjauhiku, gadis ini benar-benar terkejut melihat spermaku yang begitu dasyat menyembur keudara dan sebagian jatuh menimpa tangan, paha dan dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat aku terkulai lemas. Sepertinya aku sempat tak sadar beberapa detik. Begitu pula Kathy, gadis ini terbengong-bengong melihat kejadian yang benar-benar tak pernah terbayangkan olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa.. Apa yang terjadi??” kata Kathy terbata-bata.&lt;br /&gt;“A.. A.. Aku tidak tahu. Aku tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya.” kataku tergagap-gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir beberapa saat Kathy berkata pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu. Kau mengalami orgasme.” katanya sambil mengusap-usap cairan kental spermaku yang berhamburan kemana-mana.&lt;br /&gt;“Ini adalah sperma. Tapi aku benar-benar tidak menduga proses keluarnya begitu luar biasa.”&lt;br /&gt;“Yeah, memang sangat luar biasa. Aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dan sulit kugambarkan.” kataku.&lt;br /&gt;Kathy tertawa genit.&lt;br /&gt;“Itu karena aku! Aku yang membuatmu sampai orgasme! Tadinya aku khawatir, kau mengerang-erang seperti kesakitan.”&lt;br /&gt;“Yeah. Benar-benar luar biasa. Jari-jari tanganmu juga luar biasa” kataku sambil melihat tubuh moleknya yang telanjang bulat. Dan akupun tak ingin membuang tempo lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey. Sekarang gantian aku!! Cepat kamu berbaring” kataku.&lt;br /&gt;“Tapi.. Tapi kau pelan-pelan ya??” kata Kathy.”Aku takut.”&lt;br /&gt;“OK, jangan khawatir, aku tak akan menyakitimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan, inilah hari bersejarahku sebagai seorang laki-laki. Dihadapanku berbaring terlentang sesosok tubuh gadis yang luar biasa cantiknya telanjang bulat. Mataku benar-benar termanjakan dengan pemandangan yang benar-benar menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelahan-lahan kuusap cairan spermaku yang menempel di bukit kecil di dada Kathy. Tanganku sampai gemetaran meraba kulit kenyal dan halus di sepasang bukit indah itu. Puttingnya yang kecil jadi mengeras ketika tanganku mengelus-elusnya. Apalagi ketika puting itu kepegang dan kupilin-pilin lembut, Kathy mengerang lembut. Hatiku sampai berdesir mendengar erangan aneh itu. Sepertinya mengandung kekuatan magis yang membangkitkan kembali gairahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuturunkan tanganku menelusuri perutnya kebawah sampai daerah pangkal pahanya. Kuusap-usap rambut halus pirang disana. Rambut yang panjangnya sekitar 1/4 inci itu sangat lembut. Aku tidak menduga didaerah itu bisa tumbuh rambut. Ujung jariku kususupkan ke celah-celah yang membelah vertikal gundukan kecil di pangkal pahanya. Daerah itu ternyata basah oleh cairan lendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buka lagi pahamu, aku tidak bisa melihat apa-apa disini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kathy membuka lagi pahanya, tampaklah celah-celah yang berwarna pink yang mengkilat basah oleh cairan lendir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wow!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar pemandangan yang luar biasa, aku tidak pernah membayangkan seperti itu bentuk vagina seorang gadis. Kudekatkan wajahku agar bisa melihat lebih jelas daerah misterius yang sudah lama ingin kulihat. Kucium aroma khas yang segar dan juga cukup harum. Kukita Kathy sangat rajin membersihkan daerah itu. Tapi kembali aku tak bisa melihat apa-apa selain celah vertikal yang tertutup. Dengan hati-hati kususupkan jari-jariku kebibir vertikal yang cukup tebal itu, kurasakan kebasahan dan kehangatan didaerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinggul Kathy terjungkit-jungkit setiap kali kugosok celah-celah itu, bibirnya setiap kali juga mengeluarkan desahan-desahan aneh yang merangsang pendengaran, apalagi ketika ujung jariku menyentuh tonjolan clitorisnya. Sepertinya daerah tersebut sangat sensitif seperti juga sulit penisku, dan Kathy juga merasakan nikmat yang tak kalah bebatnya seperti ketika Kathy mengusap penisku. Aku jadi semakin bersemangat menggerakkan jariku menyusuri celah-celah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mataku melihat lubang kecil berwarna merah muda dibawah tonjolan clitorisnya. Dari lubang itulah cairan bening itu keluar. Lubang itu cuma sebesar ujung jari kelingkingku. Aku yakin itulah yang disebut vagina yang tadi ditunjuk oleh Kathy, dan di buku dikatakan bahwa penis dimasukkan ke lubang itu. Tapi koq begitu kecil? Kumasukkan ujung jariku ke lubang itu, terasa hangat dan ketika kugerak-gerakkan tiba-tiba aku sangat terkejut, sepertinga ujung jariku terhisap oleh lubang itu. Aku jadi penasaran sekali, ketika akan kumasukkan lagi tiba-tiba Kathy membentakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey! Apa yang kamu lakukan?!” katanya sambil melompat ketika ujung jariku kumasukkan lebih dalam.&lt;br /&gt;“I just want to see what it feels like.”, I said, still pushing. Now, it was past the first knuckle.&lt;br /&gt;“Aku hanya ingin tahu lubang apa itu.”, kataku sambil terus mau memasukkan ujung jariku lagi.&lt;br /&gt;“Cut it out!” she was squirming. I kept pushing. She moaned and said again, but more softly,&lt;br /&gt;“Keluarkan cepar keluarkan.” kata Kathy panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung jariku seperti menabrak suatu dinding dan ketika kudorong lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auw.. aduh stop!!” Jerit Kathy kesakitan. Dengan gugup kutarik ujung jariku keluar lubang kecil dan sempit itu.&lt;br /&gt;“Itukan lubang dimana penis dimasukkan bukan??” kataku mencari kepastian.&lt;br /&gt;“Mungkin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I started pushing my finger into her again,”Does it feel like a penis?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memulai mendorong lagi jariku ke dalam lubang itu,&lt;br /&gt;“Apakah seperti dimasukkan penis?” tanyaku lagi. Pinggul Kathy kembali menggeliat-geliat.&lt;br /&gt;“Aduuhh stop, stop please!” Rintih Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat ketika singa jantan memasukkan penisnya kevagina singa betina. Tapi Kathy sepertinya merasa kesakitan dan keenakan sekaligus. Kini jariku kugerakkan keluar masuk. Lubang itu begitu sempit dan ketat menjepit ujung jariku. Cairan lendir semakin banyak keluar. Kulihat Kathy tidak lagi kesakitan, cuman mulutnya tak henti-hentinya mendesis keenakan dan tubuhnya menggeliat-geliat begitu menggairahkan.. Sampai tiba-tiba tubuhnya menggigil dan mengejang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahh.. Ooohh,” jeritnya nyaring sambil menarik tanganku dari liang itu.&lt;br /&gt;“Apa yang terjadi??” tanyaku keheranan.&lt;br /&gt;“Entah, ahh.” Desah Kathy dengan nafas tersegal-segal.&lt;br /&gt;“Mungkin aku orgasme,” bisik Kathy sambil tersenyum manis sekali.&lt;br /&gt;“Ohh, kupikir memang benar penis harus dimasukkan ke lubang itu,” kataku, “Tapi aku tidak yakin lubang itu terlalu kecil untuk ukuran penis.”&lt;br /&gt;“Kenapa tidak?” kata Kathy sambil melihat penisku yang mulai membesar dan menegang lagi.&lt;br /&gt;“Penis terlalu besar. Ujung jariku saja sudah sulit masuk, apalagi penis yang ukurannya jauh lebih besar dan panjang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy meraih kembali penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yeah aku tahu maksudmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia memperhatikan penisku dengan seksama sambil mengusap-usapnya. Sepertinya dia sangat sangat tertarik dan menyukai penisku itu, seperti barang antik yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika tidak cukup, paling tidak kita bisa mencobanya untuk meyakinkan samapi sejauh mana.” kata Kathy sambil melirik ke arahku, senyuman genis tersungging dibibirnya.&lt;br /&gt;“Apa kau pikir cukup aman?” tanyaku ragu-ragu. Tentunya aku sangat senang melakukannya, tapi aku khawatir Kathy akan kesakitan.&lt;br /&gt;Kathy kembali berbaring terlentang dan pahanya dibuka lebar.&lt;br /&gt;“Yakin. Bila tidak muat dimasukkan ke dalam milikku, maka kita akan mencari cara lainnya. Apapun juga kamu bisa ejakulasi, dan itu tidak akan menbuatku hamil karena tidak masuk ke dalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera menempatkan pinggulku diantara kedua pahanya. Terasa hangat, basah dan lembut. Kugerak-gerakkan ujung penisku untuk menemukan lubang itu, begitu menyentuh lubangnya, kutekan sedikit, kemudian kugerakkan pinggulku sambil terus menekan. Sepasang bukit dadanya mengeras, putingnya menusuk dadaku. Kedua tangannya merangkul leherku. Kami kembali berciuman. Tubuh kamu saling menekan dan menggesek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kathy ketawa genit sambil berbisik, “Aku sangat senang kamu ada disini, dalam posisi seperti ini,” katanya sambil memelukku dengan mesra sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus saling menggesek dan menekan, tangan kami juga saling mengelus dan meremas-remas. Nafas kami semakin cepat dan tubuh kami juga semakin panas, peluh kami mulai membasahi tubuh kami. Ini benar-benar luar biasa. Gesekan-gesekan itu demikian nikmatnya. Tapi usaha penisku untuk masuk ke lubang itu selalu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih belum bisa masuk?” Bisik kathy.&lt;br /&gt;“Coba kutekan agak keras lagi,” kuangkat sedikit pinggulku, kemudian kutekan keras, tapi ternyata malah meleset kesamping.&lt;br /&gt;“Uhh..” desis Kathy.&lt;br /&gt;“Coba kubantu,” bisik Kathy sambil tangannya meraih batang penisku, kemudian ditempatkan tepat di gerbang liang vaginanya.&lt;br /&gt;“Tekan!!” kata Kathy.&lt;br /&gt;“Yeah,” kataku sambil menekan pinggulku cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat sedikit lagi, kembali kutekan lebih keras sambil tangan Kathy mengarahkan penisku. Kurasakan liang itu semakin mengembang dan tiba-tiba sebagian ujung penisku berhasil melesak ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Stop!” teriak Kathy.&lt;br /&gt;“Ohh..” keluhku, sambil menghentikan gerakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala penisku yang bulat sudah berhasil masuk keliang vagina Kathy. Begitu ketatnya liang itu seperti mengunci ujung penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ujung penisku sudah berhasil masuk,” bisikku.&lt;br /&gt;“Ya, aku tahu. Aku dapat merasakannya.” kata Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelahan kutarik sedikit penisku pelan-pelan, kemudian kutekan lagi dengan tekanan lebih kuat. Begitu kulakukan berulang-ulang sampai ujung penisku tiba-tiba menabrak kuat dinding penghalang disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh, stop, kita sebaiknya berhenti, ohh jangan!” kata Kathy terbata-bata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mulutnya mengatakan jangan, tapi kurasakan pelukan Kathy malah semakin erat, dan pinggulnya pun bergerak mengimbangi tusukannku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sebaiknya berhenti.. Kita, ohh stop!” rintih Kathy.&lt;br /&gt;“Yeah.” kataku, tapi penisku tidak mau berhenti. Tekanan pinggulku makin lama makin kuat sehingga akhirnya..&lt;br /&gt;“Aaahh.. ADUH!! Ohh.. Aaahh,” jeritan Kathy melengking kuat ketika penisku berhasil menembus benteng penghalang itu. Batang penisku tenggelam seluruhnya ke dalam liang yang sudah tidak perawan lagi, sampai bola testicle-ku menekan pangkal pahanya. Jeritan Kathy dan cengkeraman kukunya mencengkeram kuat di pundakku dan pahanya memeluk kuat kuat pinggulku membuatku benar-benar terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh! stop, stop!” jerit Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan jepitan liang vagina Kathy yang begitu kuat dan ketat sekali, kurasakan juga denyutan-denyutan dinding liang itu seperti menyedot penisku, dan kurasakan kehangatan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kathy. Penisku sudah masuk semua.” kataku sambil terengah-engah.&lt;br /&gt;“I can tell. It hurt. A lot.”&lt;br /&gt;“Aku bilang stop! Sakit sekali tahu!” bentak Kathy. Kulihat wajahnya merah padam dan air matanya mengalir membasahi pipinya.&lt;br /&gt;“Maafkan aku Kathy. Aku tidak bisa mengendalikan diriku.”&lt;br /&gt;“OK. Bisa kamu tarik keluar sekarang?”&lt;br /&gt;“OK..” Aku cabut penisku pelan-pelan, Kathy merintih, kutekan lagi pelan-pelan dan kembali kutarik lagi sedikit. Kurasakan sesasi gesekan antara penisku dan dinding liang vagina Kathy begitu luar biasa nikmatnya. Tubuhku sampai menggigil menahan geli dan nikmat yang teramat sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kathy, sebaiknya jangan dilepas,” bisikku.&lt;br /&gt;“Ya, aku tahu..” desah Kathy sambil menggerakkan pinggulnya keriri-kanan mengikuti gerakan pinggulku. Tangan Kathy kembali memelukku erat-erat. Seperti juga aku, sepertinya Kathy juga merasakan sensasi kenikmatan yang sangat luar biasa. Dia ingin menghentikannya, tapi kenikmatan itu sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Dan tiba-tiba kembali tubuh Kathy mengejang sambil mengerang cukup keras, ketika Kathy mencapai orgasmenya yang kedua kali. Kathy sepertinya mengatakan sesuatu kepadaku, tapi tidak jelas, akhirnya ia menggigit pundakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diding liang vaginanya berdenyut-denyut kuat, membuat penisku tersedot-sedot dan sepertinya aku juga tidak kuat lagi menahan diri. Kutekan penisku dalam-dalam dan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaahh..” spermaku menyembur kuat berkali-kali didasar liang vagina Kathy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa lama kami terkulai sambil berpelukan, penisku masih tertanam diliang vagina Kathy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami sadar, segera kutarik penisku yang sudah mengecil itu. Kulihat cairan spermaku bersama cairan vagina Kathy berhamburan dimana-mana. Dan cairan itu berwarna merah.. Memang benar-benar darah Kathy yang bercampur cairan sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya ampun, Kathy, aku benar-benar melukaimu, maafkan aku Kathy,” seruku panik.&lt;br /&gt;“Ohh tidak!” jerit Kathy sambil melihat ke vaginanya.&lt;br /&gt;“Kamu ejakulasi di dalam lubang vaginaku!! Kau masukkan spermamu di dalam! Aduh, kamu bisa membuatku hamil!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat-cepat kuperiksa vagina Kathy. Tidak kelihatan ada luka disana, tapi darah keluar dari liang vaginanya. Aku yakin, pasti bagian dalam liang vagina itu ada yang luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menceritakan kepada orang lain kalau Kathy sembuh nanti. Kami cuman bisa menunggu untuk melihat apakan Kathy hamil atau tidak. Kami segera berpakaian dan aku segera lari pulang kerumah. Sampai beberapa minggu kami berdua dihinggapi perasaan takut. Dan Kathy pun sepertinya takut untuk menemuiku. Dia selalu menghindar kalau melihatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada orang lain, dan kami juga tidak pernah melakukan hubungan sex lagi, tapi kami masih berteman sampai beberapa tahun, sampai akhirnya aku pindah ke Denver. Tapi aku tidak pernah melupakan hari bersejarah yang sangat menakjubkan itu!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-8804900943329565971?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/8804900943329565971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/sex-education.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/8804900943329565971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/8804900943329565971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/sex-education.html' title='Sex EduCation'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8Cmf1zU6I/AAAAAAAAB2I/8IuhBxmPQZA/s72-c/sex+education.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-1519883191297931300</id><published>2010-08-08T12:03:00.006-07:00</published><updated>2010-08-08T12:14:50.206-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita puanas'/><title type='text'>Mbak Tiyah yg Cantik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8CGqxhNOI/AAAAAAAAB2A/BCvW9hq8kU8/s1600/Mbak+Tiyah+yg+Cantik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 463px; height: 347px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8CGqxhNOI/AAAAAAAAB2A/BCvW9hq8kU8/s400/Mbak+Tiyah+yg+Cantik.jpg" alt="Mbak Tiyah yg Cantik" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503119583254492386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya aku pikir bersetubuh dengan wanita adalah hal yang biasa-biasa saja, atau kenikmatannya sama saja dengan waktu kita beronani dikamar mandi saat kita lagi butuh kepuasan, itu pendapatku waktu itu. Kebiasaanku beronani atau kata orang ” nyoli ” dimulai waktu usiaku masih 15 tahun ketika aku duduk dikelas tiga S M P. Telah menjadi kebiasaanku sepulang sekolah aku harus pergi kesawah untuk mencari sekarung rumput makanan dua ekor kambingku saat masih dikampung, kini aku tinggal di Jakarta bersama budeku. Memang kedua orang tuaku adalah peternak yang kurang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terbentur utang yang tak kunjung lunas akhirnya hewan perliharaanya tersisa dua ekor lagi. Teman setiaku adalah wawan, rumahnya persis didepan rumahku hanya dibatasi sebuah jalan kecil yang menghubungkan kesebuah danau diantara rumah kami berdua. Waktu itu hari menjelang sore, aku bergegas berganti pakaian sehabis makan sore sepulang sekolah lalu ku ambil sabit yang terselip didinding dapur rumahku yang terbuat dari anyaman bambu, serta tak lupa kutarik karung yang tergeletak dibawah meja makan, kemudian kutaruh keduanya diatas sadel belakang sepeda kesayanganku sambil makan pisang aku bergegas kerumah wawan untuk meminjam asahan menajamkan sabitku supaya mudah menebas rumput, setelah sampai didepan pintu aku masuki rumahnya lalu kupanggil dia ” wan..” iya..jawab wawan dari kamar. ” pinjam asahnya dong wan “, sembari trus berjalan ” dibelakang ko, di kamar mandi, ambil aja, saya lagi ganti pakaian” jawab wawan dari kamar. ” cepatan wan..udah sore nih..” Pintaku ke wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lalu kedapur karena memang kamar mandinya ada diluar, dibelakang rumah. Kamar mandi dikampungku umumnya hanya terbuat dari terpal yang dililitkan diempat tiang yang terpancang ditanah, itupun hanya sepatas pinggul, pendek. Pabila kita mau mandi ya harus duduk supaya nggak kelihatan. Pintu kamar mandinya pun hanya di tutupi dengan handuk, sebagai simbol menandakan kalo didalam kamar mandi ada yang sedang mandi. Kubuka pintu dapur yang menuju keluar – kekamar mandi, memang kamar mandinya di keliling pohon pisang dan rambutan jadi kurang begitu jelas kalo terlihat dari pintu dapur rumah wawan. Setelah beberapa langkah mendekati kamar mandi byur..suara orang sedang mandi betapa kagetnya ketika kulihat kearah kamar mandi, aku pikir tak ada orang dikamar mandi karena tak ada handuk yang terjuntai dipintunya. Sungguh pemandangan yang spektakuler waktu itu, betapa tidak Mbak tiyah kakaknya wawan yang masih kelas 3 SMU Negeri 1 di kampungku itu sedang asik mandi tanpa sehelang benangpun yang menutupi indah tubuhnya. Dibawah kuncuran air yang tertampung dalam kotak segi empat terbuat dari semen yang digantung diatas kamar mandi ia asik membersihkan pantat dan pinggangnya yang ramping, karena ia membelakangiku ia tak tahu kehadiranku aku tertengun kuperhatikan dari ujung kakinya lalu naik kepahanya mulus, putih gempal ditumbuhi bulu lembut diatas lututnya, aku tak tahan pandanganku trus naik kearah pantat luar biasa padat dan berisi ujung pantatnya yang menyembul bergoyang ? goyang ketika Mbak tiyah mengoyangkan kepalanya yang sedang ia keramasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membalikkan badannya, semetara aku telah bersembunyi dilebatnya pohon pisang kulihat payudaranya membusung keatas indah dan sekal berjuntai kesana kemari seperti balon yang terisi air, diujung payudara sebelah bawah ada daging kecil warna coklat muda yang agak menonjol dan astaga..!! pandanganku turun kebawah perutnya, ramping sekali dan pusarnya indah serta bersih ..apa itu.. disela-sela kedua panggkal pahanya ada tonjolan daging yang belah ditengahnya ditumbuhi bulu ? bulu halus hampir sampai lubang pusarnya. Aku tetap diam dibalik pohon pisang sembari mataku tak lepas dari pandangan kearah kamar mandi. Aku nikmati pemandangan itu sampai Mbak tiyah selesai mandi, baru aku mengambil asahan kemudian mengajak wawan pergi kesawah untuk mencari rumput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam harinya pikiranku nggak bisa tenang, selalu terbayang dengan busungan kedua payudara dan bulu-bulu halus diselangkangan Mbak tiyah, sambil terbaring dikamar yang telah kukunci kucoba untuk memejamkan mata tetap saja terbayang, akhirnya pikiranku tak bisa tenang perlahan kumasukan jari-jari tangan kananku dibalik sarung, trus kebawah diantara kedua panggkal pahaku lalu tanganku kususupkan kebalik celana dalam merk Sony yang sedang kukenakan, kupegangi bulu-bulu dipangkal kemaluanku, walau baru tumbuh sedikit namun terasa kasar kutarik-kutarik perlahan-lahan bulu yang tumbuh disekitar pangkal penis, penisku menegang beberapa urat terasa menyembul dipinggir batang kemaluanku, kutarik tanganku kemudian kuludahi permukaan tanganku lalu kumasukan kembali kebalik sarung sementara celana dalamku telah kulepas tapi masih tersangkut dimata kakiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku urut pelan-pelan sembari kuremas-remas penisku, makin lama terasa nikmat sekali. Namun baru beberapa urutan genggaman tanganku pada penis terasa mulai seret dan panas karena ludahku mengering. Disamping ranjangku diatas meja belajar ada sebotol handbody lotion yang selalu kupakai sehabis mandi, ku ambil dan kutuangkan dipermukaan tanganku, ku oleskan diseluruh batang kemaluanku setelah itu ku genggam seraya kemudian posisi tubuh kuberbalik dan sekarang aku tengkurap sembari menggenggam batang kemaluanyang makin membesar kupejamkan kedua mataku seolah ? olah aku sedang menindih Mbak tiyah, kutekan perlahan-lahan pantatku sangat teratur naik turun, tanganku kubiarkan saja menempel dikasur sembari tetap menggenggam batang penisku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napasku mulai tersengal gerakanku semakin cepat ku kuremas ? remas batang kemaluanku kubayangkan kalau kemaluanku terjepit diantara selangkangan Mbak tiyah yang berbulu halus itu makin lama kurasakan makin “nikmat oughh.. Mbak tiyah.. enaakk..” desahku ada sesuatu yang terasa makin memuncak makin dekat kelubang penisku dan akhirnya “oughh..croott.. crott.. enakk Mbak tiyahh..”segumpal cairan warna kuning-kecoklatan agak kental keluar mengalir dari ujung penisku, aku terkulai lemas, kubalikkan tubuhku sekarang aku terlentang keringat mengucur disekitar dada dan wajahku, pelan ?pelan ku urut batang kemaluanku ke arah atas ku peras sisa ? sisa buih kenikmatan yang masih tersisa, mungkin aku lelah karena kegiatan itu ku ulangi sampai tiga kali malam itu sampai-sampai handbody lotionku habis..akhirnya ku tertidur pulas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya malam tanggal 17 Agustustus 1995 wawan datang kerumahku, lalu mengajakku main kerumahnya tujuannya untuk menyelesaikan pe-er bahasa inggris dari Bu guruku, memang pelajaran yang paling kusuka disekolah adalah bahasa inggris. Sesampai dirumahnya kulihat diruang tamu Mbak tiyah sedang tidur terlentang sambil menonton TV, ” kok sendiri mbak, Bapak sama Ibu pada kemana?? tanya ku kepadanya sembari kulirik buah dadanya menonjol dibalik t-shirt warna ungu yang sangat ketat melekat ditubuhnya serta memperlihatkan lubang pusarnya. ” lagi ke rumah saudara ko, ada yang nikahan di Jakarta ” ujarnya ” ada pe-er malem ini ko?”, tanya dia” iya mbak, pe-er bahasa inggris, Mbak mau bantuin??, ku pancing dia. ” nggak ah, filmnya bagus entar aja ko, coba aja dulu entar kalo nggak bisa Mbak bantuin deh ” jawab Mbak tiyah, ” iya deh mbak, saya permisi dulu kekamar wawan nggak enak sama wawan udah nungguin” kataku, padahal aku masih ingin mengobrol bersamanya. Dikamar aku sibuk menyelesaikan pe ?er dimeja belajar wawan sementara wawan malahan baca majalah diatas ranjang yang terbuat dari papan tapi diatasnya ada kasur busanya, pe-er kali ini membuat kepalaku benar-benar pusing, akhirnya setelah pukul 11 malam baru pe-er itu dapatku selesaikan, karena asiknya membuka dan menutup kamus sampai-sampai aku lupa pada wawan, kutengok kearah ranjang kulihat ia telah terlelap tidur. Kututup kamus dan kurapikan meja belajar wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuselimuti dia, ahh lebih baik aku kedapur cari makanan pikirku karena rumah wawan sudah seperti rumahku sendiri, ketika ku melintas ruang tamu kulihat Mbak tiyah masih tidur terlentang didepan TV, hanya saja kini ia telah berganti pakain memakai baju tidur longgar bercorak bunga-bunga. ” Mbak belum tidur “, tanyaku ” belum ko, habis filmnya bagus, udah beres pe-ernya?” Mbak tiyah balik bertanya seraya ku duduk disampingnya tetapi aku menghadap ke TV sementara ia masih tidur-tiduran. ” mana wawan? “, tanya Mbak tiyah ” udah tidur dari tadi mbak, mungkin capek?” jawabku. ” ko kata wawan kamu pintar ngurut kepala ya?”, sembari Mbak tiyah menekan kepalanya seolah ? olah sedang pusing, atau memang pusing beneran aku tak tahu waktu itu. ” tolong pijitan kepala Mbak ko ” pintanya ” bisa sih sedikit mbak, kenapa?, kepala Mbak sakit, yang sebelah mana yang sakit Mbak ” sembari mulai kupegang kepalanya tepat diatas jidatnya, kutekan perlahan-perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pandanganku tetap ke arah TV, tapi sumpah enggak tahu pikiranku mulai porno, sementara dibalik celana hawaiku, penisku nggak bisa diajak kompromi makin menegang. Aku tetap memijat disekitar kening Mbak tiyah, kulirik ia ternyata matanya tertutup mungkin menikmati pijitan tanganku. ” enak ko, kamu pintar mijatnya” kata Mbak tiyah. Aku hanya tersenyum. ” udah ko, pijitin pinggang Mbak iya” tanpa menunggu persetujuan dari ku kemudian ia membalikan tubuhnya. ” sebelah sini ko ” Mbak tiyah memegang pinggangnya menjelaskan letak yang harus ku pijat. Ku pegang pigangnya, ku urut dari mulai dari atas kebawah sambil ku tekan perlahan-lahan permukaan pigangnya tapi hanya sebatas pinggulnya tak lebih dari itu, aku takut dibilang kurang ajar. Tapi beberapa kali tanganku tersangkut baju tidurnya. ” susah ya ko, kamu ngurutnya, sebentar ko biar bajunya Mbak angkat keatas ” Mbak tiyah pegang ujung bajunya yang menutupi punggungnya hingga pinggulnya kemudian ia tarik hingga sebatas tali branya, tapi Mbak tiyah masih dalam posisi tengkurap. Ia letakkan tangan yang sebelah kiri diatas punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar terpesona melihat permukaan kulit pinggul Mbak tiyah yang kamarin lusa hanya mampu kupandangi dari jauh kini ada di depan mataku, dapat ku sentuh dan kuraba. ” cepatan ko ” suara Mbak tiyah mengagetkanku. ” iya Mbak ” aku tergagap, kucoba tetap bersikap wajar ku tekan sebisa mungkin pikiran pornoku setelah sekian menit aku dan Mbak tiyah hanya diam sementara aku hanya mengurut dan Mbak tiyah sesekali mengeluh menahan tekanan tanganku, kucoba membuka pembicaraan ” kulit Mbak putih ya ” pujiku tetapi aku tetap mengurut dibagian pinggang Mbak tiyah pelan-pelan. Pijatanku kuarahkan kebagian bawah pertama kuberanikan memijat gundukan daging pantatnya, rasanya padat dan kenyal lalu kupegang dengan kedua tanganku kuremas-remas, aku hampir nggak bisa menguasai diri sepertinya Mbak tiyaHPun menikmati pijatan-pijatanku, desahan nafas Mbak tiyah makin jelas kudengar iramanya seperti orang sehabis lari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Mbak tiyah berbalik kini ia terlentang. Aku kaget setengah mati, mati aku..pikirku aku pasti akan dicaci oleh Mbak tiyah atas ulahku yang kurang ajar. Tapi aneh Mbak tiyah justru tersenyum melihatku. Mbak tiyah bangun dari tidurnya, kulihat matanya sayu, dan bibirnya setengah terbuka dan basah sangat mengoda. ” sini tanganmu ko ” Mbak tiyah meraih kedua tanganku, aku diam saja aku bagai terhipnotis hanya desah napasku makin tak teratur. Diletakkannya kedua tanganku diatas payudaranya, ia bimbing kedua tanganku untuk meremas kedua payudara dibalik bajunya. Aku tak tahan ku angkat ujung bajunya lalu aku berdiri dan kutarik keatas melewati kepalanya hingga akhirnya bajunya terlepas dari tubuhnya, aku duduk lagi dihadapannya kupeluk dia, kupegang tali pengait BH warna ungu dipunggungnya, kutarik secara paksa, “aduhh, pelan-pelan ko sakit” ketika tali BH itu terlepas secara paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini payudara itu menyembul keluar, membusung indah ku pegang perlahan-lahan lalu kuremas-remas, “aughh..geli..enak..ko, auhghh pelan-pelan ko..” Mbak tiyah memegang lenganku semakin kecang pegangannya, mata Mbak tiyah kadang terbuka kadang tertutup. Ku pegang bagian bawah payudaranya kuangkat lalu kuarahkan mulutku kebagian puting payudara Mbak tiyah sebelah kiri, kumasukan kemulutku lalu ku gigit pelan-pelan, ” auhghh..enakk..ko..geli..ko, terus teruss enakk koo “, Mbak tiyah memeluk kepalaku, ia tarik rambutku sementara tangan kanannya membuka kancing celanaku lalu trus kebawah hingga masuk kebalik celana dalamku dan..auhh..ia pegang batang kemaluanku yang dari tadi telah menegang. Ia tarik kebawah celana hawaiku hingga terlepas, akupun tak tinggal diam ku pegang celana tidur Mbak tiyah kutarik hingga terpelorot sampai bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku baringkan Mbak tiyah diatas tilam warna ungu kemudian kepalanya kuangkat lalu kuselipkan bantal dibawah kepalanya. Tubuhku merosot kesebelah bawah sementara kini posisiku diatas Mbak tiyah sedangkan kedua pahanya mengapit pinggangku, tubuhku makin kebawah. Kusentuh bagian vital Mbak tiyah trus kubelai rambut ? rambut halus disekitar lubang kewanitaanya kucium perlahan lalu kugigit bagian daging yang menyembul keluar sebesar biji sirsak berwarna merah, Mbak tiyah merintih..uaghh..kamu pintar koo.. sementara kedua pahanya mengapit kepalaku menahan geli bercampur nikmat, kurasakan kini liang yang ada dipangkal Mbak tiyah itu makin lama makin mengeluarkan cairan yang memenuhi lubang kemaluanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisiku kini berubah perlahan aku duduk didepan selangkangan Mbak tiyah ku pegang kedua pahanya Mbak tiyah kutaruh diatas lututku, kini didepanku terlihat jelas belahan liang kemaluan Mbak tiyah makin membelah hingga didalamnyapun terlihat jelas olehku karena terpaan sinar lampu diruang tengah itu, perlahan-lahan kumasukan jari tengahku kedalam lubang kemaluan Mbak tiyah baru kira ? kira satu cm ku putar ? putar jari tengah ku didalam kemaluan Mbak tiyah tepat diatas daging yang menonjol didalam liang itu.” Aughh..truss..ko..enak sekali..koo”,&lt;br /&gt;Mbak tiyah merintih-rintih semetara kedua tangannya berputar kesana kemari meraih apa yang bisa ia pegang, ku lihat Mbak tiyah bagai cacing kepanasan menggeliat kesana ? kemari. Ia berusaha meraih batang kemaluanku. ” Jokoo masukin punyamu ko” suara Mbak tiyah terdengar parau akibat tekanan birahi yang kian memuncak. Ku genggam batang penisku yang sudah mengencang dari tadi lalu tanganku yang sebelah kiri merenggangkan paha Mbak tiyah, terlihat jelas liang kemaluan Mbak tiyah makin menganga, batang kamaluanku makin dekat dengan lubang selangkangan Mbak tiyah lalu kuarahkan tepat ditengah dan bluuss..” aauu..sakit koo jangan kuat ?kuat nekannya,” teriak Mbak tiyah.&lt;br /&gt;” enaakk mbak, aughh punya Mbak tiyah enakk.. aku tak menghiraukan lagi teriakan Mbak tiyah. Awalnya lubang kemaluan Mbak tiyah terasa serat tapi lama ? kelamaan ada cairan yang mengalir hangat mengalir keluar dari rahim Mbak tiyah, hingga kini batang penisku dapat lancar keluar masuk kedalam lubang kenikmatan itu.&lt;br /&gt;Cepat..koo..tekan yang kuat punya Mbak mau keluar.. rintihan Mbak tiyah makin menjadi-jadi..sementara dekapannya dipunggungku makin kecang auhghh cepatt koo yang kuat nusukk nya..” rintih Mbak tiyah..”. “aughh..mbak punya saya mau keluaarr ..enaakk..enaakk..mbakk,..saya ..sayang..mbak..auhghh..mbak kerluarr..enakk..enakk..mbak.. ”kugigit payudara Mbak tiyah, lalu ku sedot-sedot puting Mbak tiyah..ada sesuatu yang kian memuncak mendekati..” enaakk koo truss koo Mbak sayang joko juga..” dan akhirnya crott..crott..air maniku tumpah diatas perut Mbak tiyah..aku terkulai lemas ku kecup lembut bibir Mbak tiyah..mbak tiyah hanya diam dan tersenyum..puas walau disela matanya kulihat ada air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulirik jam dinding ternyata tengah malam telah terlewati, ku kenakan kembali celanaku, sementara Mbak tiyah habis membenahi pakaian dan rambutnya yang acak-acakan lalu menuju makar mandi. Ku langkahkan kaki menuju kamar dan aku tidur disamping sahabat karibku wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah kejadian itu Mbak tiyah lulus sekolah kemudian atas saran kedua orang tuanya ia melanjutkan kuliahnya di Yogyakarta. Salam sayang ku buat Mbak tiyah yang cantik jika sempat baca cerita ini semoga engkau tetap sayang padaku “melati”mu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-1519883191297931300?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/1519883191297931300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/mbak-tiyah-yg-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/1519883191297931300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/1519883191297931300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/mbak-tiyah-yg-cantik.html' title='Mbak Tiyah yg Cantik'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8CGqxhNOI/AAAAAAAAB2A/BCvW9hq8kU8/s72-c/Mbak+Tiyah+yg+Cantik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-7264777911244075732</id><published>2010-08-08T12:03:00.005-07:00</published><updated>2010-08-08T12:12:55.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita puanas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Guile'/><title type='text'>Pengalaman di Mess</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8BoG34cmI/AAAAAAAAB14/QijcfeG_14k/s1600/Pengalaman+di+Mess.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 362px; height: 482px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8BoG34cmI/AAAAAAAAB14/QijcfeG_14k/s400/Pengalaman+di+Mess.jpg" alt="Pengalaman di Mess" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503119058221429346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini terjadi sekitar satu setengah tahun yang lalu. Nama saya Anton (bukan nama sebenarnya) dan bekerja di sebuah perusahaan nasional di Jakarta. Saya mengepalai bagian penjualan, dan otomatis saya sering pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, apalagi bila ada peluncuran produk baru. Sekitar satu setengah tahun yang lalu, saya ditugaskan ke Manado. Di sana kebetulan perusahaan kami mempunyai mess yang biasa digunakan oleh tamu-tamu yang datang dari kota lain. Mess-nya sendiri cukup besar, dan di halaman belakang ada kolam renangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Manado saya ditemani oleh Lulu (nama samaran) yang juga mengepalai bagian penjualan di sana. Sebagai gambaran, Lulu tingginya sekitar 165 cm, berat sekitar 54-55 kg dan kulitnya putih mulus. Umurnya sekitar 28 tahun, dan menurut saya orangnya sangat menarik (baik dari segi fisik maupun personality). Beberapa hari di sana, kami pergi mengunjungi beberapa distributor di Manado, dan Lulu juga sempat mengajak saya jalan-jalan seperti ke danau Tondano ditemani beberapa rekan kantor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan saya dengan Lulu menjadi cukup dekat, karena kami banyak menghabiskan waktu berdua walaupun sebagian besar adalah urusan kantor. Lulu sangat baik pada saya, dan dari tingkah lakunya saya dapat merasakan kalau Lulu suka pada saya. Pertama-tama saya pikir kalau mungkin itu hanya perasaan saya saja. Walaupun dalam hati saya juga suka dengan dia, saya tidak berani untuk mengatakan atau memberi tanda-tanda kepada dia. Toh, saya baru beberapa hari kenal dengan dia dan memang untuk urusan wanita saya tergolong pemalu. Bagaimana kalau dia ternyata tidak ada perasaan apa-apa ke saya? Wah, bisa hancur hubungan baik yang telah saya bina dengan dia beberapa hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore setelah pulang kerja, Lulu seperti biasa mengantar saya pulang ke mess. Saya menanyakan apakah dia mau mampir dulu sebelum pulang. Lulu setuju dan masuk ke dalam mess bersama saya. Kami ngobrol-ngobrol sebentar, dan saya ajak Lulu ke halaman belakang untuk duduk di kursi panjang dekat kolam renang. Kolam renangnya sangat menggoda, dan saya tanya Lulu apakah dia mau menemani saya berenang. Dia bilang kalau sebenarnya dia mau, tapi tidak bawa baju renang dan baju ganti sama sekali. Saya menawarkan untuk memakai celana pendek dan kaos saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti sekalian mandi di sini saja sebelum kita pergi makan malam..” kata saya.&lt;br /&gt;Lulu setuju dan saya ke kamar untuk mengambil kaos dan celana pendek untuk dipinjamkan ke Lulu. Saya sendiri juga berganti pakaian dan mengenakan celana pendek saya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berganti pakaian, kami pun berenang bersama. Karena baju kaos yang saya pinjamkan berwarna putih dan bahannya cukup tipis, buah dada Lulu yang ukurannya di atas rata-rata tercetak cukup jelas walaupun dia masih memakai bra. Kami berenang sekitar 20 menit, dan setelah selesai saya pinjamkan Lulu handuk untuk mandi di kamar saya yang kebetulan lebih bersih dari kamar mandi yang ada di ruang depan. Saya sendiri mandi di ruang depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu selesai mandi, saya ke kamar saya untuk melihat apakah Lulu sudah selesai atau belum. Ternyata Lulu masih di kamar mandi, dan beberapa menit kemudian keluar dengan hanya memakai handuk yang dililitkan di badannya. Handuk yang saya pinjamkan tidak terlalu besar, sehingga hanya mampu menutupi sebagian buah dada dan sedikit pahanya. Belahan dadanya terlihat jelas dan mungkin sedikit lebih turun lagi putingnya akan terlihat. Dengan rambut yang masih basah, Lulu terlihat sangat seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu berdiri di depan pintu kamar mandi dan bilang kalau dia harus mengeringkan bra dan CD-nya yang masih basah. Waktu Lulu mengangkat kedua tangannya untuk menyibakkan rambutnya, handuknya terangkat dan kemaluannya terlihat. Saya tidak tahu apakah Lulu sadar atau tidak kalau handuknya terlalu pendek dan tidak dapat menutupi kemaluannya. Rambut kemaluan Lulu lumayan lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu kemudian duduk di ranjang saya dan menanyakan apakah dia boleh menunggu sebentar di kamar saya sampai pakaian dalamnya kering. Tentu saja saya membolehkan, dan setelah mengobrol beberapa saat, Lulu menyandarkan badannya ke sandaran ranjang dan menjulurkan kakinya ke depan. Kakinya yang panjang terlihat mulus. Melihat itu semua, kemaluan saya mulai menegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya dia, “Sambil nunggu celana kamu kering, mau aku pijitin nggak..?”&lt;br /&gt;“Mau dong, asal enak yah pijitannya..”&lt;br /&gt;Saya minta dia membalikkan badannya, dan saya mulai memijati kakinya. Beberapa saat kemudian saya mulai memberanikan diri untuk naik dan memijat pahanya. Lulu sangat menikmati pijatan saya dan sepertinya dia juga sudah mulai terangsang. Hal ini terbukti dengan dibukanya kedua kakinya, sehingga kemaluannya terlihat dari belakang, walaupun tubuhnya masih dibalut handuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun mulai memijat pahanya bagian dalam, dan terus naik sampai ke selangkangannya. Lulu diam saja, dan saya memberanikan untuk mengelus kemaluannya dari belakang. Juga tidak ada reaksi selain desah nafas Lulu tanda bahwa dia sudah terangsang dan menikmati apa yang saya lakukan.&lt;br /&gt;“Lulu, buka yah handuknya biar lebih mudah..” kata saya.&lt;br /&gt;Tanpa diminta lagi, Lulu membalikkan badannya dan melepaskan handuknya, sehingga tubuhnya sekarang telanjang bulat di depan saya. Buah dada Lulu ternyata lumayan besar dan sangat indah. Ukurannya mungkin 36C dan putingnya berwarna kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ton, buka dong celana pendek kamu..!” pintanya.&lt;br /&gt;Saya berdiri dan melepaskan celana yang saya kenakan. Kemaluan saya sudah sangat menegang dan saya pun naik ke ranjang dan tiduran di sebelah Lulu.&lt;br /&gt;“Kamu diam saja di ranjang, biar aku yang buat kamu senang..,” katanya.&lt;br /&gt;Saya pun tidur telentang, dan Lulu naik ke badan saya dan mulai menciumi saya dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian ciumannya dilepaskan, dan dia mulai menjilati badan saya dari leher, dada dan turun ke selangkangan saya. Lulu belum menjilati kemaluan saya dan hanya menjilati selangkangan dan paha saya sebelah dalam. Saya sangat terangsang dan meminta Lulu untuk memasukkan kemaluan saya ke dalam mulutnya. Lulu mulai menjilati kemaluan saya, dan sesaat kemudian memasukkan kemaluan saya ke dalam mulutnya. Ternyata Lulu sudah sangat ahli. Pasti dia sudah sering melakukannya dengan bekas pacarnya, pikir saya. Memang sebelum itu Lulu pernah berpacaran dengan beberapa pria. Saya sendiri saat itu masih perjaka. Saya memang juga pernah berpacaran waktu kuliah, tetapi pacaran kami hanya sebatas heavy petting saja, dan kami belum pernah benar-benar melakukan hubungan seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya minta Lulu untuk membuat posisi 69, sehingga selangkangannya sekarang persis di depan hadapan wajah saya. Sambil Lulu terus mengulum dan menjilati kemaluan saya, saya sendiri juga mulai menjilati kemaluannya. Ternyata kemaluannya berbau harum karena dia baru saja selesai mandi. Rambut kemaluannya juga lebat, sehingga saya perlu menyibakkannya terlebih dahulu sebelum dapat menjilati klitorisnya. Kami saling melakukan oral seks selama beberapa menit, dan setelah itu saya minta Lulu untuk tiduran. Dia merebahkan badannya di ranjang, dan saya mulai menjilati buah dada dan putingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu sudah sangat terangsang, “Hmm.. hmm.. terus Ton.. terus..!”&lt;br /&gt;Saya terus menjilati tubuhnya sampai ke kemaluannya. Rambut kemaluannya saya sibakkan dan saya jilati bibir kemaluan dan klitorisnya. Cairan kemaluannya terasa di lidah saya. Tubuh Lulu menggelinjang hebat dan pantatnya diangkat seolah-olah ingin saya menjilatinya lebih dalam lagi. Tangannya menekan kepala saya sampai hampir seluruh wajah saya terbenam di kemaluannya. Saya semakin bersemangat memainkan ujung lidah saya yang menyapu kemaluan Lulu, dan kadang-kadang saya gigit perlahan klitorisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulu benar-benar menikmati apa yang saya lakukan, dan semakin membuka pahanya lebar-lebar. Dia terus menekan kepala saya dan menaik-turunkan pinggulnya.&lt;br /&gt;“Ah.. ah.. ah.. I’m coming, I’m coming..!” teriaknya.&lt;br /&gt;Saya terus menjilati klitorisnya dengan lebih cepat, dan sesaat kemudian dia berteriak, “Ahh.. Ahh.. Ahh..” tanda kalau dia sudah orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaluannya sudah sangat basah oleh cairan kemaluannya.&lt;br /&gt;Lulu melenguh sebentar dan berkata, “Ton, masukin dong, saya mau nih..!”&lt;br /&gt;Saya bilang kalau saya belum pernah melakukan ini, dan takut kalau dia hamil.&lt;br /&gt;“Jangan takut, saya baru saja selesai mens kok, jadi pasti nggak bakalan hamil..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu di atas yah..!” kata saya.&lt;br /&gt;“Ya udah, tiduran sana..!”&lt;br /&gt;Saya tiduran dan Lulu duduk di atas saya dan mulai memasukkan kemaluan saya ke vaginanya dengan perlahan. Wah, nikmat sekali.. ternyata begitu rasanya berhubungan seks yang sesungguhnya. Lulu mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya dan kedua tangannya diangkat ke atas. Saya memegang kedua buah dadanya sambil Lulu terus bergoyang, makin lama makin cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian saya sudah tidak tahan lagi dan ejakulasi sambil memeluk tubuh Lulu erat-erat. Belum pernah saya merasakan kenikmatan seperti itu. Kami pun berciuman dan kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan badan yang penuh dengan keringat. Di kamar mandi saya menyabuni tubuh Lulu dari atas ke bawah, dan hal yang sama juga dia lakukan ke saya. Khusus untuk kemaluannya, saya memberikan perhatian khusus dan dengan lembut menyabuni klitorisnya dan memasukkan jari saya untuk membersihkan vaginanya yang basah oleh air mani saya. Kelihatan kalau Lulu sangat menikmati itu, dan kakinya pun dibuka lebar-lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi, kami kembali ke kamar dan membicarakan apa yang baru kami lakukan. Terus terang saya tidak pernah berpikir untuk melakukan hubungan seks dengan Lulu secepat itu, karena kami belum lama kenal dan semuanya juga terjadi dengan tiba-tiba. Lulu bilang kalau sebenarnya dia suka dengan saya dari awal, dan memang sudah mengharapkan untuk dapat melakukan ini dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian itu, kami beberapa kali melakukan hubungan seks di mess sepulang dari kantor. Karena di mess tidak ada pembantu (pembantu hanya datang di pagi hari untuk membersihkan rumah atau mencuci baju), kami bebas melakukannya di luar kamar baik di ruang tamu, halaman belakang dan juga kolam renang. Benar-benar beberapa hari yang tidak dapat saya lupakan. Sayang hubungan kami tidak berlanjut setelah saya kembali ke Jakarta karena jarak yang memisahkan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya pernah minta Lulu untuk pindah kerja ke Jakarta, tapi dia tidak mau dengan alasan orang tuanya tidak mengijinkan, karena dia anak satu-satunya. Juga mungkin bagi Lulu saya hanyalah salah satu pria yang lewat dalam hidupnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-7264777911244075732?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/7264777911244075732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/pengalaman-di-mess.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/7264777911244075732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/7264777911244075732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/pengalaman-di-mess.html' title='Pengalaman di Mess'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8BoG34cmI/AAAAAAAAB14/QijcfeG_14k/s72-c/Pengalaman+di+Mess.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-2757970552712503833</id><published>2010-08-08T12:03:00.004-07:00</published><updated>2010-08-08T12:10:05.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><title type='text'>Mona NamaNya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8A7_cobkI/AAAAAAAAB1w/SQ03fpaG3YE/s1600/Mona+Namanya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 448px; height: 335px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8A7_cobkI/AAAAAAAAB1w/SQ03fpaG3YE/s400/Mona+Namanya.jpg" alt="Mona NamaNya" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503118300313841218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cerita ini bermula dari waktu saya masih berumur kurang lebih 10 sampai 13 tahun. Persisnya saya sudah lupa. Waktu itu saya mempunyai teman bernama Alex. Alex tinggal dengan keluarganya tidak jauh dari tempat saya tinggal. Alex mempunyai seorang kakak perempuan bernama Mona. Umurnya 4-5 tahun lebih tua dari kami, jadi waktu itu saya dan Alex masih SD kelas 5, sedangkan dia sudah SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mona ini orangnya seksi sekali. Bukan berarti dia sering pakai baju seksi atau bicara yang nyerempet-nyerempet hal begituan, tapi tidak tahu kenapa kalau saya sedang berada dalam satu ruangan dengan dia, selalu pikiran saya membayangkan hal-hal yang erotik tentang dia yang saya tidak pernah terpikirkan sama wanita lain. Tubuhnya sebetulnya biasa-biasa saja, tidak terlalu tinggi, tapi proporsional. Dan kalau orang sekarang bilang, body-nya bahenol dan tetap jelas lekuk-lekuk tubuhnya tampak bila dia berpakaian. Rambutnya panjang sebahu dengan payudara yang sedikit lebih besar dari rata-rata, dan mengacung ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saya sedang main ke rumah Alex, Ayah Mona sedang membetulkan mobilnya di kebun depan rumah Mona. Kami semua berada di situ melihat ke dalam mesin mobil tersebut. Saya berdiri persis kebetulan di sebelah Mona. Dia berada di sebelah kanan saya. Pada waktu itu Mona memakai baju jenis baju tidur, berbentuk celana pendek dan baju atasan. Warnanya biru muda sekali sampai hampir putih dengan gambar hiasan bunga-bunga kecil yang juga berwarna biru muda. Lengan bajunya lengan buntung, dan pas di pinggir lengan bajunya di hiasi renda-renda berwarna putih manis. Bajunya karena itu pakaian tidur jadi bentuknya longgar dan lepas di bagian pinggangnya. Bagian bawahnya berupa celana pendek longgar juga, sewarna dengan bagian atasnya dengan bahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua melihat ke dalam mesin mobil sehingga tidak ada yang melihat ke arah saya. Pada saat itu lah saya melirik ke arah Mona dan melihat payudara Mona dari celah bawah ketiaknya. Perlu diingat bahwa tinggi badan saya pada umur itu persis sepayudara Mona. Dia tidak menggunakan BH waktu itu. Puting susunya yang coklat dan mengacung kelihatan dengan jelas dari celah itu karena potongan lengan bajunya yang kendor. Hampir seluruh payudara Mona yang sebelah kiri dapat kelihatan seluruhnya. Tentu saja dia tidak sadar akan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ada juga saat dimana kami sedang bersama-sama melihat TV di ruang tamu. Saya duduk di sofa untuk satu orang yang menghadap langsung ke TV. Dan Mona duduk di sofa panjang di bagian sebelah kiri dari TV di depan kiri saya. Saya dapat langsung melihat TV, tapi untuk orang yang duduk di sofa panjang itu harus memutar badannya ke kiri untuk melihat TV, karena sofa panjang tersebut menghadap ke arah lain. Mona akhirnya memutuskan untuk berbaring telungkup sambil melihat TV karena dalam posisi tersebut lebih mudah. Dia memakai baju tidur berupa kain sejenis sutera putih yang bahannya sangat lemas, sehingga selalu mengikuti lekuk tubuhnya. Baju tidur ini begitu pendek sehingga hanya cukup untuk menutupi pantat Mona. Bagian atasnya begitu kendor sehingga setiap kali tali bahunya selalu jatuh ke lengan Mona dan dia harus berulang-ulang membetulkannya. Dalam posisi telungkup begitu baju tidurnya pun tersingkap sedikit ke atas dan menampakkan vagina Mona dari belakang. Kebetulan saya duduk di bagian yang lebih ke belakang dari pada Mona, jadi saya dapat melihat langsung dengan bebasnya. Semakin dia bergerak, semakin bajunya tersingkap ke atas pinggulnya. Mona pada saat itu tidak memakai pakaian dalam sama sekali, karena kebetulan rumah sedang sepi dan sebetulnya itu waktu tidur siang. Kadang-kadang pahanya merenggang dan vaginanya lebih jelas kelihatan lagi. Mona agaknya tidak perduli kalau saat itu saya sedang berada di situ juga. Sesekali dia bangun untuk ke dapur mengambil minum, dan sekali ini tali bajunya turun lagi ke lengannya dan menampakkan sebagian payudara kiri Mona. Kali ini dia tidak membetulkannya dan berjalan terus ke arah dapur. Karena banyak bergerak dan membungkuk untuk mengambil sesuatu di dapur, akhirnya payudara kirinya betul-betul tumpah keluar dan betul-betul kelihatan seluruhnya. Sambil berjalan balik dari dapur, Mona tidak kelihatan perduli dan membiarkan payudara kirinya tetap tergantung bebas. Sesekali dia betulkan, tapi karena memang baju tidurnya yang belahan dadanya terlalu rendah, akhirnya turun lagi dan turun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap kali payudaranya selalu meledak keluar dari balik bajunya, kalau tidak yang sebelah kanan yang sebelah kiri. Mona tetap kelihatan seperti tidak terjadi apa-apa, walaupun satu payudara terbuka bebas seperti itu. Mona kembali berbaring telungkup di sofa panjang melihat ke arah TV. Sekarang payudara kanannya yang tergantung bebas tanpa penutup. Setelah beberapa lama dan menggeser-geser posisinya di atas sofa, sekarang baju tidurnya sudah tidak rapi dan terangkat sampai ke pinggulnya lagi. Karena posisi pahanya yang sekarang tertutup, saya hanya dapat melihat sebagian bawah pantat Mona yang mulus dan sexy. Mona menggeser posisinya lagi, dan sekarang tali baju yang sebelah kiri turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kedua payudaranya bebas menggantung di tempatnya tanpa penutup. Dari posisi saya tentunya hanya dapat melihat yang bagian kanannya karena saya duduk di bagian kanan. Mona balik lagi ke dapur untuk yang kesekian kalinya mengambil minum dan tetap membiarkan payudaranya terbuka dengan bebas. Dan balik lagi telungkup melihat TV. Saya mencoba mengajaknya mengobrol dalam posisi itu. Tentu saja tidak mungkin karena dia menghadap ke arah TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama dia ketahuan sedang malas diajak ngobrol dan hanya terlihat ingin melihat TV. Karena saya tetap bertanya-tanya ini itu ke dia, akhirnya dia pun mulai menanggapi saya. Suatu ketika karena dia harus menghadap saya tetapi malas duduk, akhirnya dia membalikkan diri ke arah kanan untuk menghadap ke saya. Pada saat itu lah vaginanya terlihat dengan sempurna terpajang menghadap saya. Perlu diketahui, payudara Mona masih tetap tergantung bebas dan padat tanpa penutup karena dia tidak repot-repot lagi membetulkan letak tali bajunya. Baju tidur Mona terangkat lagi sampai ke pinggul. Dan dia tetap ngobrol seperti seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Cukup lama juga kami ngobrol dengan posisi dia seperti itu. Kadang-kadang malah kakinya mengangkang menampakkan vaginanya. Dan dia tetap bersikap seakan-akan tidak ada apa-apa dan tetap berbicara biasa. Akhirnya saya tidak kuat lagi. Suatu saat, pada saat dia mengambil makanan dari atas meja dan posisinya membelakangi saya, vagina Mona mengintip dari celah pahanya dari belakang tepat 1-2 meter di depan wajah saya. Saya buka retslueting saya yang dari tadi sudah berisi penis yang sudah keras tidak kepalang tanggung, dan mengeluarkannya dari celana dalam saya. Dari belakang saya menghampiri Mona perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini dia masih belum tahu dan masih tetap memilih-milih makanan, sampai terasa ada tangan yang memegang kedua payudaranya dari belakang dan merasakan ada benda panjang, besar dan hangat menyentuh-nyentuh di sela-sela paha dan belahan pantatnya. Mona terkejut. Saya tetap meremas dan memainkan kedua payudara Mona dengan kedua tangan saya dan mulai perlahan-lahan menyelipkan penis saya ke dalam vaginanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vagina Mona selalu basah dari pertama karena dia dapat menjaga situasi dirinya sehingga tetap basah walaupun pada saat-saat dia tidak nafsu untuk bermain sex. Penis saya masuk ke dalam Vagina Mona dari belakang. Mona melenguh tanpa dapat berbuat apa-apa karena semuanya berlangsung begitu cepat. Tangannya bertumpu ke atas meja makan. Mungkin dia bertanya-tanya juga dalam hati, ini anak SD tapi nafsunya sudah seperti orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai membuat gerakan maju mundur sambil tangan saya masih meremas-remas payudaranya. Mona terdorong-dorong ke meja makan di depannya, payudaranya bergoyang-goyang seirama dengan dorongan penis saya ke dalam vaginanya. Kaki Mona dalam posisi berdiri mengangkang membelakangi saya. Akhirnya saya klimaks. Sperma demi sperma menyemprot dengan kuatnya ke dalam vagina Mona, sebagian meleleh keluar dari dalam vagina ke bagian paha dalam Mona yang masih berdiri mengangkang membelakangi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semprotan terakhir di dalam vagina Mona, kami masih berdiri lemas tanpa merubah posisi. Kepala saya lunglai ke depan, kepala Mona juga, napas kami terengah-engah, dan keringat banjir membasahi tubuh kami. Akhirnya saya menarik penis saya keluar dari vagina Mona, dan kembali memasukkannya ke dalam celana dalam dan menarik kembali retslueting ke atas. Mona masih terengah-engah dalam posisi yang belum berubah bertumpu dengan kedua tangan ke atas meja makan. Vagina dan belahan pantatnya masih terpajang bebas bergerak seirama dengan desah napasnya. Saya kembali duduk di depan TV, dan Mona kembali ke sofa panjang tempat tadi dia berbaring, tapi sekarang dia tidak telungkup, melainkan duduk tanpa membetulkan letak dan posisi bajunya atau membersihkan bekas-bekas sperma dan keringat yang ada di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mona duduk bersandar rileks dan vaginanya terlihat terpajang dengan jelas karena posisi duduknya yang terbuka lumayan lebar. Matanya setengah terpejam tergolek di atas sandaran sofa. Tangannya lunglai di samping badannya. Napasnya masih terengah-engah. Dia melirik sedikit ke arah saya dan tersenyum. Saya pun tersenyum nakal padanya bagaikan normalnya anak umur 13 tahun. Dan dia berdiri berjalan masuk menuju ke kamar tidurnya. Mona ini kalau lagi merasa sendirian di rumah memang betul-betul cuek. Pada saat lain dimana saya sedang main ke rumah Alex tapi Alexnya belum pulang sekolah, Mona kerap kali memakai baju semaunya dan sangat minim tanpa repot-repot pakai pakaian dalam. Kadang-kadang hanya memakai T-shirt sebatas pantat yang kebesaran dan longgar tanpa pakai apa-apa lagi, dan sudah kebiasaan Mona kalau duduk posisinya tidak rapi, sehingga pinggul dan selangkangannya seringkali merenggang dan menampakkan vaginanya yang segar dan basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang dia hanya memakai gaun tidur putih ‘backless’ tipisnya yang mini dengan belahan dada rendah sebatas puting, sehingga puting susunya seringkali nampak mengintip keluar. Atau mondar-mandir hanya memakai kimono handuk hijau mudanya sebatas paha. Dan kalau pakai kimono begitu dibiarkannya tali pinggangnya tidak diikat hingga bagian depannya tubuhnya terbuka. Jalan ke dapur atau duduk nonton TV di sofa tanpa membenarkan letak kimononya, atau makan siang setengah telanjang. Dan Mona sudah biasa begitu jika merasa tidak ada orang di rumah. Vaginanya selalu bebas tanpa penutup. Ada kalanya dimana dia baru pulang sekolah dan masih berbaju SMA putih abu-abu. Semasuknya di rumah yang pertama dilepas adalah celana dalam dan BH-nya dulu. Dan itu dilakukannya dengan ekspresi seperti dia sedang melepas sepatu dan kaos kakinya, yaitu di ruang tamu, dan di depan mata saya. Pernah celana dalam dan BH-nya dilempar ke arah wajah saya sambil dia tertawa bercanda, atau biasanya dilemparkan saja semaunya di lantai. Terus biasanya dia kemudian makan siang sambil nonton TV dengan baju OSIS SMA-nya ditambah payudaranya yang montok padat berisi dan terkocok-kocok jika Mona bergerak dengan puting susunya yang tercetak jelas. Biasanya penis saya perlahan-lahan mengeras. Kalau lagi tidak tahan, tanpa basa basi saya buka retslueting celana, keluarkan penis, angkat rok SMA-nya sampai ke pinggang, tidak perduli dia sedang melakukan apa dan memasukkan penis saya tanpa minta ijin dia dulu. Biasanya sih dia kaget, tapi tidak berkata apa-apa sambil mulai menikmati gerakan penis saya mengaduk-ngaduk vaginanya. Setelah sperma saya tumpah di dalam, dia pun kembali meneruskan apapun aktivitasnya yang sempat terhenti oleh sodokan penis saya. Malah seringkali sepertinya aktivitas Mona tidak terganggu dengan adanya gesekan penis tegang dalam vaginanya. Karena pernah suatu waktu dia masak di dapur dengan telanjang bulat karena mungkin pikirnya tidak ada orang di rumah. Selagi dia masih menghadap ke arah kompor, pelan-pelan dari belakang saya menghampiri dengan penis teracung. Perlahan-lahan saya selipkan penis berat saya yang sudah keras di antara celah selangkangannya dari belakang. Dia kaget dan menengok sebentar, dengan suaranya yang khas dan nada cuek biasanya dia hanya bilang, “Eh kamu..!” Kemudian secara refleks dia melebarkan posisi antara kedua kakinya, sedikit menunggingkan pantatnya dan membiarkan saya bermain dengan payudaranya dan melanjutkan memasukkan penis saya dari belakang dan menyantapnya sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang karena badan saya yang masih setinggi bahunya, setiap kali saya harus naik ke kursi agar dapat memasukkan penis saya ke dalam vagina Mona. Dan itu saya lakukan ‘anytime-anywhere’ di rumahnya selama hanya ada Mona sendiri di rumah. Sepertinya Mona begitu merangsang karena pakaiannya dan cara dia menempatkan posisi tubuhnya yang seakan-akan selalu menyediakan vaginanya yang segar, bersih, sehat, basah dan berlendir itu 24 jam buat limpahan sperma dari penis saya yang bersih, besar, berat dan panjang (walaupun waktu itu saya masih di bawah umur) ini di dalamnya. Mungkin ini yang membedakan dia dengan remaja-remaja perempuan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-2757970552712503833?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/2757970552712503833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/mona-namanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/2757970552712503833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/2757970552712503833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/mona-namanya.html' title='Mona NamaNya'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8A7_cobkI/AAAAAAAAB1w/SQ03fpaG3YE/s72-c/Mona+Namanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-3667229383051470850</id><published>2010-08-08T12:03:00.003-07:00</published><updated>2010-08-08T12:09:04.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berciNta dengan Istri TeMan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita gag bgt'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Hot dee'/><title type='text'>Supir Yang Beruntung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8AtSKeuNI/AAAAAAAAB1o/adTAqaZ0Jv0/s1600/Supir+yang+beruntung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 302px; height: 325px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8AtSKeuNI/AAAAAAAAB1o/adTAqaZ0Jv0/s400/Supir+yang+beruntung.jpg" alt="Supir Yang Beruntung" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503118047639943378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kadang aku bingung memahami kehidupan ini. Dulu waktu di desa sebagai bujang ngejar-ngejar wanita desa aja banyak yang menolak. Eh giliran sekarang jadi sopir pribadi malah dapat rejeki nomplok. Bisa numpaki dan ngeloni nyonya majikanku yang cuantiik buanget biar usianya sudah 35. Badan masih bagus, singset, kulit kuning mulus. Hidung mancung dan di bibirnya suka muncul bintik-bintik kayak keringat. Syeddapp. Dulu sebelum numpaki nyonya aku sering curi-curi pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi melihat hidung dan bibirnya itu. Dia tahu, tapi cuek. Pura-pura kali ya. Wanitakan suka ditatap penuh nafsu oleh laki-laki. Meskipun oleh sopirnya kayak aku ini. Memang sih suka menampakkan tampang tidak suka kayaknya sebal gitu lho, duluu kala, tapi aku nggak percaya kalau dia sama sekali nggak senang dan tersanjung. Naluri wanitakan sama. Mau babu, mau model iklan, kalau ada laki-laki yang memperhatikan berarti dirinya masih dinilai cantik. Wanita kalau nggak ada yang memperhatikan padahal sudah dandan habis-habisan bisa bete seharian deh. Merana. Mikirin dirinya yang sudah tidak menarik lagi (meskipun hanya sopir tapi saya pernah belajar psikologi wanita, dari buku yang kubaca di tukang loak ketika sambil menunggu tuan belanja waktu itu. He… he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyonyaku katanya eks primadona kampus. Tapi namanya manusia, biar mantan primadona atau mantan pramuniaga kalau sudah digigit kesepian yang amat sangat sekali dan sudah tak tertahankan ya harus mencari solusinya. Boleh jadi orang disekitarnya bisa digoda pula. Ingat kasus nyonya muda Pondok Indah yang beradu syahwat sama pembantunya yang sudah tua? Awalnya suka membentak-bentak memarahi sang bapak pembantu rumah tangga itu eh lama-lama malah suka dan ketagihan dihentak-hentak oleh si bapak itu dalam gairah asmara yang ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dunia erotis, susah dicerna tetapi sebenarnya mudah diterima dengan suatu sudut pandang yang polos. Jadi teorinya sederhana saja sesungguhnya, bahwa yang namanya syahwat itu adalah suatu naluri dasar. Naluri yang dibawa manusia sejak lahir ke dunia ini. Dia belum mengenal adat, tata krama, hukum, dsb. Benar-benar murni. Setelah mulai menjadi dewasa maka manusia menjadi milik lingkungannya. Harus peduli sama lingkungan sonya. Padahalkan awalnya nafsu itu nggak ada kaitannya dengan ideologi, so, ekonomi, politik, budaya dan hankam segala deh (inget pelajaran SMP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lebih-lebih bila nafsunya itu ternyata memberi pengalaman kenikmatan yang tiada tara yang tidak didapatkan dari pasangan resminya. Wah tambah ketagihan deh. Lha yang awalnya diperkosa aja ada yang akhirnya bisa menikmati, apalagi bagi yang didasari sama-sama butuh. Para pelaku yang sudah pengalaman merasakan nikmatnya bersenggama pasti pusing deh kalau lama nggak digauli lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sumpah nggak kepikir di benakku kalau aku orang yang jelek dan kampungan ini ternyata kebagian juga mendapat anugerah dalam bentuk wanita cantik. Yaitu bisa menikmati seluruh lekuk tubuh dan khususnya memiaw sang eks primadona yang wangi itu. Hehehe. Enak gila. Sudah gratis eh malah dihadiahin lagi. Nggak usah maksa. Nggak usah merayu. Nggak usah mikirin kasih makan. Nggak usah rebutan segala. Kebayang dulu ketika beliau masih mahasiswi, wah pasti seru ajang kompetisinya. Kayak AFI kali. Yang ngrebutin pastilah ada anak orang kaya, yang ganteng, yang bonafid, yang playboy, yang aktivis, yang jagoan olah raga, dan seterusnya. Tereliminasi semua bleh. Rugi mereka. Mending jadi sopir kayak aku ini nggak usah modal kuliah segala. Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku kadang suka melamun (melamun adalah satu-satunya harta kekayaanku) mencari pemahaman mengenai keadaan ini. Siapa yang salah ya? Tuanku yang terlalu sibuk cari duit demi menyenangkan hati nyonya, atau nyonya yang nggak punya kesibukan (emang dari dulu dilarang tuan kerja karena bisnis tuan masih berjalan dengan baik bahkan cenderung meningkat pesat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet juga aku juga merasa kasihan sama tuanku kalau dia hanya mikirin bisnisnya melulu. Cari duit banyak-banyak maunya demi kebahagiaan istri eh malah istri jarang dinikmati alias banyak dianggurin aja. Tahu deh kalau di luar suka jajan atau nyimpen WIL. Tetapi kalau sampai nyimpen WIL segala apa ya maksimal pemakaiannya. Paling dipakainya pas lagi refreshing, itupun kalau sempet. Bisnismen itu pasti lebih banyak sibuk ke bisnisnya ketimbang ngurusin lain-lainnya. Gitu kali. Tapi yang penting prinsipku: urusan atas adalah kewajiban tuanku (mulut yang dikasih makan), urusan bawah (vegy yang dikasih semprotan) adalah jatahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adilkan? Menurut kaca mataku sih orang-orang sibuk kayak tuanku itu mending memperistri babu. Kalau capek pasti dengan suka rela mau mijitin. Nggak banyak protes. Siap mendengar keluh kesah setiap saat tanpa berani menyela. Menurutku lhoo. Nah yang cantik-cantik kayak nyonya dan mudah kesepian itu jodohnya ya laki-laki yang punya banyak waktu luang untuk memperhatikan dan siap sedia setiap saat kalau dibutuhkan. Misalnya sopir kayak aku ini. Huahahaha. Tapi masuk akalkan? Gimana nggak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seelite tuan pasti sudah biasa ketemu wanita kelas tinggi yang cantik-cantik. Karena sudah biasa maka ya jadi biasa. Lha orang kayak aku ini kan selalu melotot dan melongo melihat wanita-wanita sekelas nyonya. Pasti bawaannya kagum dan kagum melulu. Melamun sepanjang hari gimana bisa ngent*t dengan wanita-wanita kelas ini. Sama halnya dengan nyonya, bergaul sama laki-laki berkelas pasti sudah biasalah. Yang jarang adalah bergaul dengan laki-laki kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti menimbulkan khayalan erotis untuk bersenggama dengan para lelaki kasar, yang berotot, ngomong sembarangan, berpeluh kalau bekerja, hidupnya cuma untuk hari ini, dan bla-bla. Pastilah menimbulkan empati campur sensasi begitu. Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah gara-gara sering diminta melayani nyonyaku yang hobi kesepian itu aku dimanjain dengan hadiah-hadiah mahal. Kadang-kadang sih. Misal dibeliin baju, sepatu, minyak wangi dan sebagainya yang bermerk. Sekarang aku kenal baju merk Arrow, kata orang sih harganya ratusan ribu. Tapi aku nggak berani pakai kalau lagi ada tuan, nanti ditanya kok bisa beli baju mahal. Masak mau nggak makan setengah bulan demi beli baju semahal itu. Kan bisa ketahuan, kasihan nyonya. Aku sih paling dipecat. Lha kalau nyonya dicerai? Apa ya mau ikut aku jadi istri keduaku. Pasti enggak mau. Memang lucu juga ya. Urusan perut sama bawah perut bisa demikian jauhnya. Tapi nggak apa-apa. Mendingan begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh lebih menguntungkan bagiku. Dikasih tapi nggak dituntut. Kayak bintang sinetron yang dituduh memperkosa seorang cewek, disebarluaskan di media massa. Coba kalau yang memperkosa cuma tukang ojek, preman, kuli, atau sopir nggak bakalan diberita-beritain besar-besaran sama korban. Nggak usah dituntut kawin cukup laporin polisi aja (atau malah dipetieskan aja kasusnya). Lha, apa malah nggak enak. Kalau mau dipenjara ya nggak masalah. Nggak punya apa-apa ini kecuali kolor. Dibiarkan bebas ya lebih asyik bisa cari yang lebih ranum lagi. Enak juga sebenarnya yah kaum ‘nothing to lose’ alias kaum yang cuma bermodal nafas ini. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba lamunanku dibubarkan secara sepihak oleh nyonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rusmiin.. Hayo sore-sore gini sudah bejo (bengong jorok) ya. Kebeneran, sini masuk kamar, Dear”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas sampingan sudah memanggil-manggil. Syeddaapp. Kebetulan kami dua hari ini lagi nginep di villa keluarga di daerah puncak. Tuan seperti biasa lagi urusan ke luar kota. Anak-anak nyonya pada mau ujian jadi mereka harus belajar di rumah. Ibunya beralasan mau menengok villa-nya dan kebun buah-buahannya. Berdua saja kami ini. Makanya nyonya berani teriak-teriak semaunya ketika mau ngajak ML. Kulihat nyonya sudah pakai daster tipis putih dan sedang duduk di pinggir ranjang. Kaki kanan diangkat di bibir ranjang sementara yang kiri menyentuh lantai. Waduh seksi sekali Yayangku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah sudah nggak sabaran yah Yang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya tahu, mau cepetan dirudal ama penismu yang nggak kira-kira gedenya itu. Ayyoo cepetan sinnii. Jangan sok maless gitu aah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku emang kadang suka menggodanya dengan berlagak malas melayaninya. Kalau udah gitu kemanjaan nyonya suka muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya deh, mau apa dulu nih Say?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jilatin seluruh tubuhku tanpa tersisa. Ini perintah..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dasternya telah merosot ke bawah secara kilat. Seperti biasa kalau sudah siap tempur nyonyaku nggak pakai CD dan Bra. Sudah polos total. Dia tengkurap. Aku mendekat. Kumulai jilatan dari ujung jari kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum apa-apa. Pelan-pelan sekali kujilat dan kuhisap jari-jarinya satu per satu. Telapak kakinya. Betisnya yang berbulu agak jarang dan panjang-panjang. Bikin naik darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emh..” Mulai ada reaksi. Pindah ke kaki satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emh..” Lagi ketika tiba di betis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteruskan ke arah paha belakang. Permainan semacam ini memang perlu kesabaran tersendiri. Di samping itu juga membantuku untuk tidak cepat naik selain membantunya untuk mulai warming up duluan. Oh ya perlu kuberitahu, sejak aku didayagunakan begini jadi rajin minum jamu kuat kalau enggak wah bisa remuklah aku. Kuat banget dan tahan lama sih nyonya mainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahh.. Hemhh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu bunyi mulutnya ketika lidahku mulai mengusap pangkal pantatnya (Mau enggak ya tuan disuruh begini ama nyonya? Mungkin inilah kelebihanku mau apa aja. Biarin, gratis dan ueennakk ini. Hehehe.) Kubikin lama dalam melulurin area x, kubikinnya libidonya memuncak lebih cepat. Kupercepat sapuanku. Kuselingi dengan sodokan-sodokan memasuki celahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aauuhh.. Auuhh.. Auuhh.. Ruuss..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai kepanasan dia. Basah. Kuremas-kuremas pantatnya yang montok putih mulus. Lalu kujulurkan tangan kananku menuju punggung. Kuusap sejenak terus menukik melesak ke bawah, teteknyalah sekarang sasaran sentuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buussyyeet.. Ruuss.. Pentil.. Ooh.. Ya.. Yaa.. Pentilku diusap.. Ussaaph.. Ahh “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merambat naik dan kukangkangi dengan sedikit merapat. Tidak kontak ketat. Gesekan-gesekan burungku yang masih dalam sangkar celana sengaja kuarahkan ke pantatnya. Kujilati pinggang, punggung, pundak, leher, belakang telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, “aahh balikk..” Nyonya membalikkan badannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku sudah enggak tahan mengulum bibirnya. Penisku sudah demikian kencangnya. Tapi ya sabar dah. Belum ada perintah selain menjilat sih. Kumulai menjilati leher depan, turun ke ketiak yang licin, ke lengan, telapak tangan, jari, ke dada. Di sekitar itu aku berlama-lama. Kuputari gunung kembarnya bergantian. Kiri-kanan. Kiri-kanan. Diselingi mengisep pentilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Auh.. Auh.. Auhh.. Ah.. Ahh”, tangannya mulai menjambak rambutku dan kadang ditekan-tekannya kepalaku agar teteknya mendapat kenikmatan paripurna. Sesek napas juga sih kalau kelamaan. Kucek selangkangannya. Woow, tambah basah. Kupegang tangan satunya lalu kuarahkan untuk mulai mengusapi dan memencet rudalku. Menurut dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kulum, Dear” Dengan menjatuhkan berat badanku sementara kakinya sudah mulai mengangkang, tangan kiriku keselipkan dibawah punggungnya, tangan kananku memegang tetek kanannya, maka kuserbu bibirnya tanpa ampun. Saling memilin lidah kami. Saling tumpah ludah kami. Sambil kusodok-kusodokkan burungku yang masih tersimpan dalam sangkarnya tepat di area tempiknya (memiawnya). Gemes aku ingin memasukkan. Tapi ada kenikmatan juga ketika menyodok namun terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun agak sakit juga. Sensasi begini kadang lebih mengasyikkan ketimbang main masuk langsung. Terus kukulum, kuhisap, kujilat, ambil napas, lalu serbu lagi. Seperempat jam kami beradu mulut dan bibir. Setelah mengambil nafas sebentar kukulum hidung bangirnya. Kujilati. Aku hobi juga mengulum dan menjilati hidung-hidung yang mancung begini. Kadang kumasukkan (tentu saja tidak masuk, bego) lidahku ke lobang-lobangnya. Kakinya yang kanan mulai membelit, menumpangi kaki kiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lepass baaju dann celanamuu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulepaskan ikatan ragawi kami. Turun dari ranjang untuk menelanjangi diriku. Polos. Kunaiki ranjang lagi. Kutempelkan penisku mengarah ke bawah memiawnya sehingga dalam posisi masih bebas di luar liangnya. Kutindih lagi. Kunikmati setiap inchi tubuh halus mulusnya melalui kontak tubuh kami yang penuh. Kalau bisa tidak ada yang lolos. Kulanjutkan dengan adu ciuman. Kujilati dagunya, pipinya, kukulum kupingnya. Mendongak-dongak dia. Desahnya semakin kacau. Jepitan kakinya sudah dua sekarang. Tiba-tiba tangannya merogoh burungku. Ditekan-tekannya ke arah bibir liang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, “slep..” Masuklah burungku. Kubiarkan berdiam diri dulu. Aku masih menikmati kontak total begini sambil menggeliat-geliat. Kuingin menikmati tekanan tetek-teteknya di dadaku lebih lama. Kuingin menikmati gesekan-gesekan antar paha, gesekan-gesekan antar perut, gesekan-gesekan antar kulit. Kupejamkan mataku agar indera sentuhku bekerja dengan sempurna dalam memberikan sarafku kenikmatan sebuah persetubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sooddook..” Tanpa rela kumelepaskan belitanku mulai kupompa memiawnya dengan melengkung-lengkunkan pinggulku. Tangan kiriku menyusup di bawah punggungnya menggapai pinggir luar tetek kanannya, tangan kananku menyusup ke bawah menjangkau ujung memiaw belahan belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujawil-jawil. Kaki-kakinya merangkul kaki-kakiku semakin erat. Digoyang naik turun pantatnya seirama dengan maju mundurnya sodokanku. Nafas-nafas kami dalam dan berat dalam mendukung kerja persetubuhan. Erangan-erangannya meningkahi sodokanku yang kubikin dalam-dalam. Sedalam mungkin. Suara kecipak cairan memiawnya mengiringi maju mundurnya penisku yang memenuhi liang memiawnya. Penuh. Diameter rudalku tak menyisakan sela. Padat dan kesat. Itulah mengapa nyonyaku jadi keranjingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cepetin.. Cepetin.. Nyoddookknyaa.. Aah.. Ahh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus menghujaminya bagaikan antan penumbuk padi yang terus bertalu-talu berirama konstan. Kuingin melesak lebih dalam lagi. Lebih jauh lagi. Urat-urat rudalku pasti sebesar-besar kabel listrik kalau bisa dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Edaann.. Teruss.. Banggsaatt.. Jembbuut.. Konttoll.. Aahh.. Aahh.. Aahh.. Ayoo.. Genjott.. Teruss.. Teruss “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejorokan nyonyaku sudah tidak asing lagi di telingaku ketika persenggamaan sedang mendaki puncak. Akan menambah daya hentak dan meluapkan sensasi-sensasi paling primitif sang nafsu yang dimiliki makhluk hidup. Dengan cepat dan kasar kubalikkan tubuhnya tengkurap lalu buru-buru kusodokkan lagi rudalku ke memiawnya melalui belakang. Kubelit lagi dirinya. Kususupkan kembali kedua tanganku menjangkau tetek-teteknya secara menyilang. Kuremas-kuremas dengan kasar. Kususupkan kepalaku di samping lehernya. Kuendus dan kuhisap leher jenjangnya yang wanginya telah pudar karena leleran keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Plak.. Plok.. Plak.. Plok..” bunyi pantatnya beradu dengan selangkanganku. Kurangsak. Klitorisnya lebih mudah kugasaki dari belakang. Kupercepat tonjokan-tonjokan ke klitorisnya. Semakin menggila dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bajingann.. Sopirr.. Dassarr.. Teruss.. Yah.. Yah.. *******.. Kamuu.. Adduh.. Ennakk.. Uahh.. Uahh.. Auhh.. Ahh.. Eaarghh.. Mmpphh.. Ooh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin cepat kedut-kedutan memiawnya memijiti rudalku. Dan, “aahh.. Hh.. Aku keluaarhh.. Russ.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejang dia dan terangkat pantatnya kuat-kuat. Namun masih saja kugasaki sampai beberapa detik akhirnya menyemburlah pancaran magma dari rudalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jrrott.. Jroott.. Crrott ” Liangnya kupenuhi dengan semburan-semburan maniku. Lemas. Masih kutumpangi dia. Tersengal-sengal nafas kami. Kugesek-kegesekin hidungku ke lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal bagaimana akhirnya kami memadu asmara begini yaitu ketika setelah mengantar anak-anaknya sekolah. Ketika berangkat mengantar anak-anaknya sekolah nyonya duduk sama yang kecil di belakang. Yang gede di depan di sampingku. Mereka kelas 5 dan kelas 2. Cewek semua. Pada jalan pulang nyonya duduk di depan. Dia memintaku untuk tidak langsung pulang. Dimintanya aku masuk tol dalam kota. Kami berputar-putar beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya sudah agak lama dia sebenarnya ingin curhat. Berhubung nyonyaku membatasi pergaulannya sejak menikah demi suaminya, maka pergaulannya jadi amat terbatas. Sebatas keluarga dan para pembantu-pembantunya, termasuk aku sebagai sopirnya. Sehingga ketika nggak tahan untuk bercurhat maka akulah yang tersedia untuk menjadi sasaran tumpahan emosinya. Lebih mudah dan lebih terjaga kerahasiaannya karena dilakukan di luar rumah, sambil keliling-keliling seperti sekarang ini. Rupanya jatah dari tuan baik dalam bentuk perhatian maupun keintiman dirasanya kurang. Nyonya memaklumi kesibukan tuan, namun sebagai wanita yang masih kuat kebutuhan emosi dan biologisnya menuntut jatah yang normal ketimbang cuma sebulan sekali atau paling banter 2 kali. Tidak terus terang sih ngomongnya, tapi diserempetin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu sama isterimu berapa kali dalam sebulan berkasih-kasihan, Rus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seminggu sekali atau ya bisa dua tiga kali, Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah bahagia sekali dong isterimu ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya namanya kewajiban suami untuk membahagiakan isteri mau gimana lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu diam seperti melamun. Waktu aku mau oper gigi persneling rupanya tanpa sengaja tanganku menyinggung pahanya. Baru kusadari rupanya nyonya duduknya agak mepet ke tongkat persneling. Aku minta maaf. Nyonya diam saja. Seerr juga aku sebenarnya. Tapi aku mana berani memikirkan kejadian barusan. Entah ini sudah putaran yang ke berapa tapi nyonya masih minta diputerin lagi. Kalau ada yang tahu berapa kali kami muterin Jakarta pasti mikir ini orang mau jalan-jalan tapi maunya irit ya. Sekali bayar tol tapi puas muter-muter. Ketika mau pindah gigi lagi aku sebenarnya sudah agak sungkan-sungkan tapi harus kulakukan karena aku sudah mengurangi kecepatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sudah geser duduknya. Eh lhadalah, kesenggol lagi. Busyet ini nyonya kayak nggak peduli atau sengaja. Sempet kurasakan tadi kalau yang kesenggol bukan kain, lebih halus dari itu, pura-pura nengok spion sebelah kiri maka dengan sudut mataku kucoba cari info apa yang sebenarnya kusenggol tadi apakah benar kulit manusia. Nyonyaku ikut nengok melihat spion kiri. Kesempatan dalam waktu sedetik kulihat ke lokasi persenggolan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Deg. Ternyata pahanya yang kesenggol tadi. Wah rok nyonya kok telah tersingkap. Sadar nggak ya dia. Kubiarkan. Ternyata rok yang dipakai ada belahan tinggi di sisi kanan, dan kini belahannya ternyata telah menyibakkannya diri sedemikian rupa sampai.. Pangkalnya. Deg. Deg. Wah. Eh secepat kilat nyonya membalikkan kepalanya ke arahku dan ada senyum tipis. Matanya menatapku tanpa sepatah katapun. Terus kembali lurus menatap jalan di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa kok” Modar kowe. Meriang panas dingin sekarang hawa tubuh yang kurasakan. Sebagai lelaki bangkitlah keberanianku mencandainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa gimana, Nya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nyenggol-nyenggolnya tadi itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf gak sengaja, Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sengaja juga nggak apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah nyonya, mana berani.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, inikan dikasih ijin. O enggak mau ya sama aku? Ya sudah kalo gitu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wadduh Nya, mana ada lelaki yang sebodoh itu. Nyonya itu cantik banget. Saya minder di dekat nyonya, sungguh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah masak sih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba tangan kiriku diraihnya dan disentuhkan ke pahanya. Yang kesenggol tadi, ingat? Ehhm, kutatapnya dia. Saya balasannya. Mulai berani kugerakkan tangan kiriku yang beruntung itu, lebih menyerupai mengelus. Nyonyaku mulai bersandar. Agak dimajukan duduknya sehingga pahanya semakin mudah kujangkau. Coba kutelusuri menuju pangkal. Merem dia. Agak ke dalam lagi. Lalu sampai pangkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah.” Lenguhan pendeknya keluar. Kuusap-usapnya pangkal pahanya, tempat sang memiaw bersemayam. Mendesah dia. Tiba-tiba tangan kanannya menerobos ke pangkalanku juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, gede punyamu, Min.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagilah dirimu denganku selain istrimu, maukan Rus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam. Semua ini terjadi mendadak. Lalu aku nafsu dan mengangguk. Dan kami terus saling mengusap sampai bocor bersama. Sebenarnya sejak kejadian itu dia menyatakan menyesal karena telah berbuat sejauh itu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dia berjanji untuk tidak mengulanginya karena akan menyakiti hati suaminya dan isteriku kalau ketahuan nanti. Aku setuju. Tapi waktu jua yang akhirnya mengalahkan kami sesuai kodrat alam yang minta dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami mengulanginya dan mengulanginya lagi sampai akhirnya benar-benar alat vital kami beradu. Pernah aku sarankan untuk mencari gigolo-gigolo saja yang tampan dan keren daripada aku yang hanya bagian dari kumpulan manusia kasar, jelek dan rendah. Dia hanya menggeleng. Mungkin dia ingin kerahasiaannya lebih terjaga kalau berhubungan dengan satu orang saja. Orang terdekatnya. Apakah demi status sonya atau martabatnya atau nama baiknya. Entahlah. Atau takut menjurus ke arah kecanduan, cenderung ingin mencoba-coba berbagai jenis pria. Entahlah. Atau memang sudah tercukupi kebutuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah. Atau memang bagian dari fantasinya, mencoba ekstrimitas, menikmati dunia-dunia kasar. Entahlah juga. Kalau aku jelas, sulit menghindari daya pikat wanita dari kelas yang jauh di atasku dan memiliki kecantikan yang bagaikan putri dari langit. Lalu kapan lagi. Hehe…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-3667229383051470850?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/3667229383051470850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/supir-yang-beruntung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3667229383051470850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3667229383051470850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/supir-yang-beruntung.html' title='Supir Yang Beruntung'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8AtSKeuNI/AAAAAAAAB1o/adTAqaZ0Jv0/s72-c/Supir+yang+beruntung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-3437670198327217687</id><published>2010-08-08T12:03:00.002-07:00</published><updated>2010-08-08T12:08:00.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita puanas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Guile'/><title type='text'>Baby Siter yang sexy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8AeiHMuPI/AAAAAAAAB1g/UYVbOxuJGhg/s1600/Baby+Siter+yang+sexy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 345px; height: 460px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8AeiHMuPI/AAAAAAAAB1g/UYVbOxuJGhg/s400/Baby+Siter+yang+sexy.jpg" alt="Baby Siter yang sexy" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503117794223110386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku pernah kost disebuah rumah mewah di Makassar, pemilik rumah tergolong elite dan termasuk sibuk dengan bisnisnya. sedangkan si isteri kerja disalah satu bank swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari setelah 1 bulan si nyonya melahirkan panggilannya mBak Wulan, maka datanglah seorang baby sitter yang melamar pekerjaan sesuai iklan dari koran, setelah bercakap-cakap dengan wulan, maka baby sitter tsb yang bernama Ani diterima sebagai pengasuh bayi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pandangi terus itu baby sitter, wah…setelah pakai baju putih kelihatan sexy banget, guratan celana dalamnya tampak samar-samar….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esoknya, ketika aku mau berangkat kekantor, tiba-tiba ibu kost ku mengenalkan si ani kepadaku, sekilas kulihat buah dadanya yang terbungkus bajuputih dibalik BH wow…seru…kira-kira 36 lah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ani berumur sekitar 40 tahun, sedangkan ibu kost ku (ibunya si bayi baru sekitar 26 tahun, suaminya kira-kira 30 tahun). Bang…totlong ya..ikut awasin rumah karena ada penghuni baru ( maksudnya baby sitter) sementara aku sudah harus masuk kerja lagi, maklum kerja di swasta cutiku melahirkan cuma 1 bulan, ucapnya kepada ku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik mBa, saya jagain lah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah sekitar 1 minggu si Ani tinggal di rumah kost bersama aku dan pemilik rumah, aku mulai curiga dengan gerak-gerik suami wulan beberapa hari terakhir ini, Aku sering melihat dari sela pintu kamar kost ku, sang suami panggilannya mas Adi suka mencuri pandang badan si Ani yang sedang ngurus bayi di Box bayi, tentunya badannya membungkuk posisi hampir nungging sehingga guratan CD nya semakin tampak jelas dan bentuk pinggul serta betis yang bikin mupeng semua laki-laki, ternyata di usia 40 tahun, si Ani justru bikin gairah lelaki meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, wulan tidak pulang, dia tugas ke jakarta untuk 3 hari, mas adi kelihatannya seneng banget ditinggal isterinya, semakin saja dia menggoda si Ani, dan sempat mengelus punggung si ani sambil berkata ” emh kasihan mbak ya…kok masih cantik jadi janda…” si Ani cuma menjawab ” ya nasib mas…” sambil tersenyum. aku terus mengintip dari celah pintu kamar kost ku apa yang dilakukan mas adi, dia mulai melakukan jurusnya karena sudah ber bulan2 tidak ketemu lobang vagina wulan, maklum hamil besar dan baru melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” mbak ani anaknya berapa? tanya mas adi, 1 mas…jawab Ani. sudah berapa tahun menjada..? tanya adi lagi, yah sudah 3 tahunan lah mas…. jawab Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Adi duduk di sofa dekat box bayi anaknya, sementara tangan kanannya mulai menggosok-gosok batang kemaluannya dibalik training spak yang dia gunakan, sementara si Ani masih tetap membungkuk membelakangi mas adi memberi susu botol kepada sang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara mas adi memanggil aku,seakan mengajakku untuk nonton TV seperti biasanya, aku pura-pura tidur dengan pintu tetap ku buka satu senti untuk mengintai apa yang terjadi, lalu mas Adi manggil si-mbok pembatunya yang sudah diatas 50 tahun, ya…den..kata simbok, bikinkan saya kopi terus mbok tidur aja ya istirahat, ya..den…jawab simbok. setelah kopi dihidangkan, kembali Adi menggosok-gosok batang penisnya dibalik training spaknya, aku terus mengintai dengan lampu kamar yang aku matikan, setelah si bayi tertidur, adi ngajak ani untuk duduk disofa sambil lihat TV, si Ani menolak, malu mas…kata si Ani, gak apa-apa ….kata Adi, kamu kan ngerti dong saya sudah 3 bulan tidak bersentuhan dengan wanita, sini…..ajak adi lagi. dengan ragu-ragu si Ani mulai duduk dilantai dekat sofa tempat adi duduk, aku semakin nilik-nilik mereka, Ani…sususmu kok masih kencang ya…ucap Adi, ah…masa mas, masih bagus punya mbak wulan dong…jawab Ani, kenapa mas bilang begitu…? tanya Ani. ah…enggak cuma pingin tau aja kalau susu yg sudah pernah di isep bayi berubah bentuk atau tidak…? kilah Adi. ya..tergantung perawatan…kata Ani. boleh aku raba susumu ni…tanya adi. ah…jangan mas…saya kan sudah tua, juga saya malu….jawab Ani. aku mulai yakin pasti jurus si Adi mengena. sini geser duduknya…kata adi, ah…sudah disini saja mas… kata ani.gak apa-pa…sini… saya penasaran dengan susu yang sudah di isep bayi, pingin lihat…kata adi lagi, jangan mas ah… malu, nanti mbak wulan tau aku dimarahin… kata ani, tidak ada yang tau, semua sudah tidur. kata adi, lalu adi menarik lengan si Ani, dan mulai meraba susu ani denga halus, si ani kelihatan berigidig-an, adi terus gencar berusaha memegang susu ani, sementara ani terus menangkis tangan adi, ketika si ani sibuk menangkis tangan adi, aku melihat kedua paha si Ani yang kadang terkangkang karena sibuk menangkis tangan adi, wow…mulus pahanya, aku mulai jreng juga, karena ruang tengah cukup terang sehingga sering banget aku melihat CD ani yang berwarna ungu muda, dan gundukan vagina dibalik CD yang begitu menggiurkan membuat aku jadi keasyikan nonton dar celah pintu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya si Ani menyerah di tangan Adi, dan membiarkan tangan adi meng-griliya susunya, dan si ani pun mulai kegelian sehingga pahanya semakin jelas kulihat karena ani sudah tidak kontrol cara duduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mulai terangsang melihat tangan adi dibalik baju putih ani bergerak-gerak, kebayang empuk dan halus susu yang sedang diobok. penis ku mulai tegang, si Ani semakin meringis dengan sesekali membungkukkan punggunya, kegelian. adi mulai memetik kancing baju si ani, maka terlihat susu si ani dibungkus BH warna merah jambu karena si Ani menghadap kamarku dan Adi dibelakang si ani. tangan adi kemudian mengeluarkan sebelah susu Ani dari BHnya, aku semakin tegang karena aku melihat susu yang begitu mulus, puntingnya coklat muda, bahkan aku lebih terfokus ke celah paha si Ani yang sudah semakin jelas karena rok putihnya sudah sediki demi sedikit tersingkap. kelihatannya si Ani sudah mulai terangsang karena aku melihat bagian celah vagina pada CD si ani sudah mulai berwarna ungu tua, berarti sudah basah. ketika si Ani agak bergeser duduknya aku melihat tangan Adi yang kiri memegang penisnya yang sudah tegang banget, sementara tangan kanannya mulai meremas halus susu Ani, kelihatannya adi bukan pemain sex brutal, dia mempermainkan susu si Ani begitu lembut sehingga si Ani mulai mendesah dan tangannya mulai mencengkram tangan Adi yang sedang mengelus susu nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah mas…aku sudah gak tahan…kata si Ani. aku juga sudah gak tahan Ni…kata si Adi, bantu saya dong Ni…saya pingin keluarkan Sperma yang sudah mengental nih….kata adi dengan nada merayu…jangan mas…aku gak mau, takut hamil….kata ani. tidak ni…kita jangan bersetubuh, saya gesek aja ya di antara celana dalam dan vagina mu….rayu adi, si ani pun sudah kelihatan sangat terangsang, tapi dia tidak menjawab. sementara aku sudah semakin tegang aja nih si ujang…dibalik pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adi akhirnya turun dari sofa, dan duduk disebelah si Ani di atas karpet, tangan adi mulai mengarah ke vagina si Ani, kembali si Ani meronta, jangan mas…nanti aku gak tahan…kata si Ani, tenang aja…nanti kita sama-sama enak…kata Adi sambil mulai mengelus CD pas di vagina si ani , ani mulai kelihatan kejang-kejang kedua kakinya merasakan nikmat, adi terus mengelus vagina ani dari luar CDnya sementara bibirnya mulai menciumi susu kiri si ani, adegan ini terus berlangsung sekitar hampir 10 menit, kemudian adi melepas training spaknya, dan kelihatan ujang nya si adi yang sudah tegak lurus, tapi si Ani malah membuang pandangannya ke TV, lalu Adi menyingkap rok putih Ani semakin keatas, dan si Ani direbahkan dikarpet, jangan mas…kata si Ani. nggak kok cuma mau dijepitin diantara CD dan Vagina kamu…gak dimasukin kok…kata Adi sambil terus menggosok penisnya. janji ya..mas…kata Ani. bener kok saya janji kata Adi, kemudian adi berbaring disebelah kiri si Ani, dan benar saja, adi julai menaiki separuh badan ani dan paha sampai kaki kirinya adi menindih paha dan kaki kiri si ani dan penis adi diselipkan dari samping CD basahnya ani dekat pangkal paha Ani sementara si Ani tetap terlentang, aku mulai gak tahan lihatinnya, akupun mulai meraba-raba penis ku, terus adi mulai mengesek-gesekan penisnya diantara CD dan Vagina Ani secara perlahan, ani mulai kelihatan menikmati, sambil mengisap punting susu si ani yang sebelah kiri dan meremas susu ani yang sebelah kanan adi terus menggesek penisnya dicelah CD dan Vagina si Ani, ani mulai mengerak-gerakkan pinggulnya keatas kebawah mengikuti gerakan Adi, aku yakin bahwa kelentitnya si ani sudah tersentuh oleh ujung penis si adi, aku pun tambah terangsang melihatnya, aku mulai mempercepat kocokan tangan di penisku, dadaku terasa semakin dag-dig-dug….semakin lama si Adi semakin mempercepat gerakannya, terus menggesek vagina si ani dengan penisnya yg sudah semakin keras, dan si ani pun mulai mengeluarkan suara desahannya, mas…mas…mas…aduh geli sekali…mas….aduuuuh… enak sekali mas….lirih si Ani, tekan sedikit mas…biar ujung nya kena anuku…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adi mulai merubah gerakannya, dari menggesek menjadi agak menekan vagina si ani, tangan kanan si ani mencengkram tangan adi yg sedang meremas susu kanannya, berarti si ani sudah begitu menikmati gesek-tekan penis si adi. teruuuus… mas…aku nikmat sekaaaaali…. desah si ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iyaaa…saya juga Ni….nikmat sekali, punyamu begitu licin dan hangat….adi terus melakukan gesek-tekan…hingga kurang lebih 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah mau keluar…nih…kata si Adi dengan suara tersendat-sendat, jangan keluarkan dulu mas….tahaaaann…tahan….kata si ani sambil terus menggerakan pinggulnya…..aduuuh…mas…saya mau keluar juga mas…..kata si ani (maksudnya mau orgasme). mas..masukin sedikit ujungnya….kata si ani memohon, terus adi agak menaikin lagi tubuh si ani hampir menindihnya, dan tangan kanannya menuntun penis menuju lubang vagina si ani, dan ah…aaaahh…jangan dimasukin semua mas…aku lebih geli kalau ujungnya saja….kata si ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adi terus menggesek-tekan, dan kelihatan si adi mulai menekan-nekan pantanya dan si ani semakin bergoyang kekiri dan kekanan dan kadang-kadang menaikan pinggulnya keatas..lalu ani mulai agak menjerit kecil…Mas…aku mau keluar mas….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya..ya…keluarkan saja ni…biar tambah licin sahut si Adi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa penis ku juga mulai mengeluarkan cairan kental sedikit diujungnya….aku terus menyaksikan gesekan penis adi di celah antara CD dan Vagina si Ani, pinggul ani semakin cepat bergerak keatas kebawah, bahkan sesekali diangkatnya cukup tinggi…dan…ah..aaaahh…aaaaaaaahhh….mas aku ke..ke..ke…luaaaaarr…mas….ah….aduuuuuh…m as enak sekaliiiiii……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku juga ni….aku juga mau keluar…ni…sambil semakin memepercepat gerakan gesek-geseknya, …aduhh..ni…saya keluar ni….oh…oh…oh….adi menyentak-nyentakkan gesekannya sampai lebih dari 3 kali, aduuuh…mas….hangat sekaliiiii….mas.., gerakan adi mulai semakin pelan dan akhirnya adi tertelungkup diatas badan si Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun mulai terasa gatal diujung penis ku…dan akh….croooot…croooot….sperma kupun muncrat ke daun pintu. aku jadi lemes..dan mulai aku berbaring di tempat tidurku sambil tetap membayangkan sejoli main adu gesek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sememtara Wulan belum tiba, kebetulan Adi tugas ke Manado, so…di rumah hanya tinggal siMbok, si Ani, si orok dan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat si orok tidur, aku coba godain Ani, hem..ehem…Ni…kelihatannya kamu kesepian yah..ditinggal Mas Adi…? Tanyaku. Ah…enggaaaaakk…biasa aja…..jawab Ani sambil agak malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memangnya kenapa Mas….? Tanya balik Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya kamu sama mas adi kok semakin mesra sih…? Tanya ku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihaaannn..mas adi kan sudah lama…eh…maksud saya ditinggal mBak Wulan, gak apa-apa kok….jawab si Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai merasa si ani agak khawatir kalau aku mengetahui affairnya dengan Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil baca majalah dan nonton TV, aku pandangi badan si Ani. Mulai dari kulit lengan, susu, perut, bentuk pinggul, paha dan betis. Wow….memang segar dan cukup bikin mupeng, apalagi karena gak ada bos, si Ani gak pake baju Putih Seragam Baby Sitter, dia Cuma pakai baju tidur kulot dan blus bahan katun biasa, jadi aku bisa melihat samar-samar lekuk tubuh dan bayangan bra and CDnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ani duduk dekat Box bayi sambil menggoyang box, sesekali dia curi pandang kepadaku seperti ada rasa cemas takut ketahuan affairnya. Dia agak gelisah. Dalam pikiranku, baikan di “selok” aja dech…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni, aku mau pindah kost, kata ku…., lho kenapa mas…..kan Mas adi dan Mbak Wulan orangnya baik, dan Mas sudah diakui seperti keluarganya, juga ini rumah bagus dan harga kost nya katanya kekeluargaan…. Jawab si Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya…Ni, tapi aku gak tahan lihatin kamu ama mas Adi, kok akrab banget…..kata ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akrab gimana……? Tanya Si Ani agak ketus, ya lah….emang aku gak tahu kalau kamu sering tiduran di karpet ama mas adi, dan kalau gak salah kamu pernah jalan ama mas adi bawa bayi, ya kan….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ani gelagapan, dan dia langsung berdiri dari duduknya menghampiriku, aku melihat bentuk perut yang sudah agak kendur tapi malah terkesan sexy, kemudian dia duduk disebelahku. Dia bilang : Mas…tolong jangan bilang mBak wulan, aku kasihan mas Adi dan aku juga terpengaruh karena aku sudah lama tidak disentuh laki-laki, tolong ya mas…. Jawab si Ani memelas. Aku sementara pura-pura terus baca majalah tapi mata terkadang ngincer-ngincer juga tuh susu yang masih sintal dan kelihatan mulus walau baru tampak separuhnya karena tertutup BRA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…kamu harus ingat Ni, karena nila setitik rusak susu dua-dua-nya. Jawabku sambil godain. Yeee si mas, rusak susu sebelanga…ah…jawabnya sambil menyembunyikan malunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…dua-dua-nya Ni…..kalau terus di-uwel-uwel mah….jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ani mencubit perutku, ah..si mas bisa aja. Nih tak cubit…..hayoooo kapok…!!! Si Ani kayak yang greget campur kesel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mas, walaupun bagaimana, aku belum pernah kok bersetubuh dengan mas Adi, yah….hanya sekedar begitu-begitu aja, yang penting mas Adi bisa “keluar”……bener mas aku gak bohong. Kata si ani agak serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho….sudah apa belum bagi saya gak masalah Ni, jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas kok gitu sih….? Jawab si Ani sambil meraba-raba kedua susunya. Belum mas belum rusak nih…jawab si Ani sambil mengusap kedua susunya. Ya….percaya deh….jawabku. setelah terdiam beberapa saat lalu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni…pijitin dong pundak saya, tadi saya main golf 18 hole, cukup capek juga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Weee…maaf ya…aku bukan tukang pijat kok….jawab si Ani agak sengit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah…sudah gak apa-apa, tapi saya juga bukan tukang yang pintar nyimpen rahasia lho…..jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eeeemmmm….si mas ngancam ya…..ya sudah sini, awas kalau ngomong mBak wulan…..jawab si Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk di karpet, sementara si ani berlutut dibelakangku, tangannya mulai pijitin pundak dan bahu bagian atasku, dan selang beberapa menit, aku merasa ada yg nempel hangat di punggungku, terasa empuk dan kenyal, aku tebak aja deh ini pasti perut si Ani, aku pura-pura gak merasa apa-apa walau sudah sekitar 10 menit. Lalu si Ani bertanya : mas kepalanya mau dipijit gak….., o…ya…iya Ni. Jawab ku, kemudian si Ani memijit kepala ku…wah enak banget lho Ni. Kamu kok pintar mijit sih…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..biasa aja mas jawab si ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Aku merasakan ada yang agak lebih empuk lagi menekan dipunggungku, aku dah nebak deh…ini pasti pubis si Ani, gundukan daging antara perut dan vagina. Dia terus menekan…menekan..semakin terasa hangat dan empuk, aku merasakan kedua pahanya semakin menempel, dia menekan terus dan aku agak sedikit membungkuk sehingga punggung ku semakin menekan pubis nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh…Ni. Yang dipijit kepala kok yang enak punggungku ….. terus Ni tekan lagi, kata ku. Ah si mas bisa aja…..mau ditekan lagi? Kata si ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…iya…dong, si ani terus menekan-nekan pubisnya di punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napasnyapun mulai terdengar mendesah, dan pijitan dikepalaku mulai melemah, tapi pijitan pubis di punggungku semakin terasa kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apanya yang enak mas…tanya si ani. Punggung ku enak banget Ni, punyamu begitu berdaging dan terasa hangat di punggungku, jawab ku. Sementara si ujang dibalik celana pendek ku mulai menegang dan si ani secara sengaja terus menekankan pubis nya dipunggung ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh Ni. Punyaku jadi tegang Ni…….mau pegang nih….? Tanya ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manaaaa….tanya si Ani. Nih….sudah mulai keras gara-gara punggung keenakan…. Jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya…mas, kok tegang ya….tanya si Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga gara-gara mas adi jadi sering cepet geli di anu ku. Aku jadi sering mudah terangsang, padahal sudah tahunan gak begini, kata si ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni, pijit aja punya ku…..tapi yang enak ya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bicara lagi si ani pindah duduk disebelahku, tangannya mulai masuk kesela celana pendekku, dia mulai meraba-raba dengan lembut penis ku, ah….mulai terasa geli, si ani meremas bagian helm penis ku, dipijit-pijit lembut yang membuat penisku terasa semakin geli dan nikmat sekali, oh….Ni, enak banget, teruuuus Ni, desah ku. Tanganku mulai menyusur kebalik Bra si Ani, perlahan ku elus lembut susunya, pelan-pelan ujung jariku menyusur terus hingga kerasa puting susu yang sudah mengeras tapi lembut kulitnya, aku elus terus susunya, sesekali agak ku remas lembut, si ani nafasnya mulai agak tersengal-sengal, aduuuuh…mas, sentuhan tangannya kok lembut banget, aku semakin nikmat mas….terus tangan kanan si ani membuka kaitan Bra bagian belakang, dan tangan kirinya masih terus memijit-mijit ujung penis ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ku singkap blusnya dari sekitar perut agar dapat kuraih kedua susunya sementara bra dibukanya pelan-pelan melalui sela-sela lengan bajunya. Wah…benar aja, susunya masih mulus, walaupun sudah agak jatuh, namun kekenyalan dan kelembutan kulitnya masih seperti anak-ABG. Ku singkap terus keatas blusnya, punting susu si Ani yang kiri mengarah agak kesamping kiri dan yang kanan agak kesamping kanan, wah ini tanda susu yang masih berkelenjar bagus, walaupun agak turun tapi masih kencang. Isap mas….pinta si ani, perlahan kuisap lembut puntingnya, mulai dengan isapan perlahan lama-lama isapanku semakin kuat sehingga si Ani menjerit perlahan Aaaahhh……aduh mas….kok enak sekali….teruuuus…mas….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuisap puntingnya pelan-pelan tapi nyelekit, hingga si ani terbaring karena tak kuat menahan nikmatnya isapan ku. Dan akupun membaringkan tubuhku di karpet, sementara aku terus mengisap punting susunya, si ani mengambil posisi diatas ku dan mulai menempelkan vaginanya ke penis ku, dia masih mengenakan kulot tipisnya, dia tekan vaginanya ke penisku, terasa badan si ani agak bergetar ketika dia tekan vaginanya ke penisku, aku merasakan begitu empuk dan hangatnya daging vagina si Ani, aku merasakan semakin geli di penisku, kemudian si ani mulai menggerakan pinggulnya sehingga tekanan berubah jadi gesekan-gesekan yang perlahan tapi serasa ujung penisku mulai nyelip dibelahan vaginanya walaupun masih terbungkus kulot dan CD, tanganku mulai meraba buah pantatnya dengan menyusurkan tangan diantara celana kulotnya, wah…..lembut dan empuk, pantatnya bukan kencang tapi empuk, kulitnya masih halus. Aku mulai menyelipkan tanganku kesela CD bagian pantanya, aku mulai meraba halusnya pantat si Ani, ketika pantatnya ku elus, si ani malah semakin menekan gesekan vaginanya ke penisku, aku yakin “G-spot” si Ani disekitar pantatnya, kemudian elusan dipantat si ani ku coba rubah dengan pijitan-pijitan ujung jari ku, ternyata si ani semakin terangsang semakin mengesek agak cepat….dan oh….oh….oh….mas….aku mau keluar mas…….mendengar rintihan si Ani, aku bantu proses keluar nya si ani, aku tekan pantatnya dengan kedua tanganku agar vaginanya semakin keras menekan penisku, dan aaaaahhh…aaahhh…seeeeepp..seeeppppp…seperti kepedasan makan lombok, maaaasss…..aku keluar mas…..ah…aaaahhh….si ani seperti setengah menangis, terasa dipenisku vaginanya berdenyut-denyut beberapa kali, sementara dia menekan susu kirinya ke dadaku, dia terus merintih…mendesah….kemudian denyutan vaginanya terasa lagi, nyut..nyuut…nyut…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah si Ani mengalami orgasme panjang nih…pikir ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sejenak si ani merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, sekitar kira-kira belum semenit, dia mulai menekan-nekan-kan lagi vaginanya ke penis ku kebetulan penisku masih keras, dia mulai mendesah lagi. Seeeeppp…..seeeppp…..seperti orang kepedasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni, nanti dilihat simBok, kekamar aja yuukkk….ajak ku. Ah tidak mas, simBok sudah tidur, lagian ini bayi kalau bangun gimana….? Jawab si Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…sudah buka saja celanamu Ni….. perintahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mas….gini aja ya….sementara di selipkan penisku kesela CDnya, dan si ani masih berposisi di atas ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penisku mulai menyusup disela CD dan vaginanya, tersa lendir hangat dan licin diujung penisku, dia mulai menggoyangkan pinggulnya dan gesekan belahan vagina yang hangat dan licin mulai merangsang penis ku, aku merasakan betapa enaknya vagina si ani, tapi disisi penisku terasa agak sakit kena sisi CD nya si Ani, aduh Ni, CDmu sakit nih….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia melepas celana kulotnya dan agak menarik CDnya ke bawah, sedangkan aku mulai melepas celana pendek dan CDku maka penisku mulai nyaman banget, apalagi dia mengambil posisi seperti kodok yang mau loncat, dia mulai lagi menggoyangkan pinggulnya perlahan kekiri kekanan..tangan ku mencengkram buah pantatnya dan sesekali kutekan sehingga penisku terasa berada dimuka gawang, kudorong-dorongkan pinggulku naik turun sementara si ani mengoyang kiri-kanan, variasi goyangan semacam ini telah menciptakan rasa geli yang berbeda dengan rasa kalau bersetubuh biasa, penis ku semakin keras, vagina si Ani terasa semakin basah kuyup, namun basah kuyup yang membuat rasa geli dipenisku semakin nikmat, si ani terus bergerak sementara ke dua susunya semakin terasa menggiling dadaku, kenyalnya hangatnya terasa sekali karena T-shirt ku aku angkat ke leher dan blusnya si anipun sudah terangkat sehingga kedua susunya terasa nempel langsung dikulit dadaku, dan tangan si ani yang sedang menahan badannya dilantai kemudian berubah memeluk tubuhku, sehingga susunya semakin menekan di dadaku, gerakan pinggulnya semakin lembut seolah memposisikan titik-titik tertentu dari vaginanya di penisku, kelihatannya si Ani berusaha agar kelentitnya tergesek oleh ujung penisku. Dia begitu aktif mencari titik-titik kenikmatan divaginanya. Kemudian aku mulai menekan nekan ujung penisku ketika terasa jika sudah berada ambang lubang nikmat, aku tidak tahan lagi, ingin sekali aku menancapkan penisku ke vaginanya. Ni…kamu dibawah Ni…. Pinta ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dulu mas, biar lama nikmatnya, soalnya kalau mas di atas pasti mas cepet keluar. Jawabnya dengan kata terputus-putus karena napas si ani seperti orang yang sedang aerobic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya…tapi masukan dong Ni. Aku sudah gak sabar nih….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya…iya…tapi pelan-pelan ya mas….biar terasa nikmat. jawab si ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si ani menghentikan gerakan pinggulnya. Dan memposisikan ujung penisku tepat dilubang vagina yang licin dan hangat. Dia mulai menekan pinggulnya ke bawah, dan penisku pun perlahan mulai menyusup, perlahan banget si ani menarik lagi pinggulnya keatas, aku merasakan gesekan lubang vagina yang halus, licin dan lembut, dia menekan lagi, dan kira-kira sekitar 5 cm penisku masuk, dia tarik lagi pinggunya keatas, aku mulai penasaran karena cara seperti ini menimbulkan kenikmatan yang khas banget, gregel-gregel dinding vagina si ani begitu terasa menggelitik karena gerakan perlahan seolah-olah penisku meraba-raba tiap mili dinding lubang vagina si ani, akupun semakin menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian desahan demi desahan terus keluar dari mulut si ani, dan……ah…aaaahhh….. pelan-pelan si ani menekan pinggulnya hingga penisku masuk seluruhnya, kemudian dia tarik lagi pelan-pelan…ditekan lagi…..blessss…lagi penisku masuk, begitu terus berulang-ulang hingga sekitar 15 menit, ah… begitu lembutnya permainan si ani, sesekali terasa olehku denyutan-denyutan halus didalam vagina si ani yang terasa seolah menjepit-jepit ujung penis ku. Kemudian si ani memasukan lagi penisku dengan menekan pinggulnya, dia tidak lagi menarik pinggulnya keatas, tapi dia tekan terus agak lama sehingga begitu dalamnya penisku tertanam didalam vagina hangat si ani, kemudian denyutan-denyutan vaginanya…aw..terasa begitu nikmat, cenut-cenut….kemudian ada denyutan panjang yang rasanya begitu menjepit ujung penis ku. Ah..mungkin ini yang disebut empot-empot madura dalam pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya ML seperti ini terus belangsung hingga kurang lebih ¼ jam, aku benar-benar merasakan nikmat yang baru kali ini kurasakan dibanding dengan kenikmatan saat ML dengan pacarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diujung lubang penisku mulai terasa geli sekali seperti hendak keluar sperma, sementara si ani terus mengayuh pinggulnya perlahan dan tangan kirinya menarik susunya kearah mulut ku, lalu kuisap-isap pelan hingga isapan kuat, si ani mulai tidak dapat mengkontrol gerakannya, dia menggoyang semakin cepat…cepat lagi dan akhirnya jeritan kenikmatan si Ani muncul lagi, dia mencapai orgasme lagi karena terasa oleh penisku jepitan-jepitan vagina dan denyutan-denyutannya yang tak beraturan. Dia mendesah dan menggigit dadaku, dia orgasme panjang. Dan saat penisku dijepit-jepit oleh vagina orgasmenya si ani, akupun gak tahan, geli sekali dipenis ku, sekujur badanku terasa geli linu, merinding dan ah…rasanya nikmat sekali, aku berusaha terus menggerakan pinggulku keatas dan kebawah agar penisku tetap menggesek vagina si ani yang sedang orgasme dan berdenyut-denyut itu, si ani pun sadar kalau aku mau keluar maka dia langsung mengisap punting susuku dan memainkan ujung lidahnya di punting susuku maka penisku semakin terasa geli sekali dan terasa gatal yang teramat sangat diujungnya seolah ingin digaruk terus oleh bagian terdalam vagina si ani, dia semakin aktif mengisap dan memainkan lidahnya di punting susuku dan aku terus menaik turunkan pinggulku akhirnya aku pun crot-crot-crot spermaku muncrat didalam vagina si ani, tanpa sadar si ani mengaduh keenakan, aduuuuhh…mas…hangat sekali……rintih si ani, dan aku merasakn enaknya ketika pertama crot…vagina si ani menjepit, crot kedua vagina si ani berdenyut, dan ketika aku menekan penis hingga maksimal maka disitulah kenikmatan puncaknya dan tidak sadar aku menarik pinggul si ani agar penisku menancap semakin dalam dan crot yang terakhir membuat badanku bergetar-getar sepeti kejang-kejang, dan si ani yang sedang orgasme aku tembak dengan semprotan spermaku, maka disinilah impian kenikmatan yang didambakan semua wanita, hingga selesai proses semprotan spermaku, vagina si ani masih terus berdenyut-denyut dan terdengar suara si ani seperti orang menagis, dia benar-benar merasakan orgasme yang luar biasa, begitu juga aku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-3437670198327217687?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/3437670198327217687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/baby-siter-yang-sexy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3437670198327217687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3437670198327217687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/baby-siter-yang-sexy.html' title='Baby Siter yang sexy'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8AeiHMuPI/AAAAAAAAB1g/UYVbOxuJGhg/s72-c/Baby+Siter+yang+sexy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-893201386097921449</id><published>2010-08-08T12:03:00.001-07:00</published><updated>2010-08-08T12:06:57.986-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berciNta dengan Istri TeMan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita puanas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita hot'/><title type='text'>Tante Linda BerCumbu Dengan Aku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8ADUgQRYI/AAAAAAAAB1Y/R9kTc7wmDxw/s1600/Bercumbu+dengan+Tante+Linda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 341px; height: 467px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8ADUgQRYI/AAAAAAAAB1Y/R9kTc7wmDxw/s400/Bercumbu+dengan+Tante+Linda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503117326713636226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namaku Ade, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Linda. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua. Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Linda ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sehari -harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Linda yang seksi ini. Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Linda bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. Hari demi hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Linda semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancing-mancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Linda lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg – degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis, jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Linda masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Linda sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayyoo lagi ngapain kamu De?”&lt;br /&gt;“Aah, nggak Tante lagi main komputer”, jawabku sekenanya.&lt;br /&gt;Tapi Tante Linda sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.&lt;br /&gt;“Ada apa sih Tante?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.”&lt;br /&gt;“Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan”, jawabku.&lt;br /&gt;“Tapi jangan lama-lama yah”, kata Tante Linda lagi.&lt;br /&gt;Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Linda nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Linda memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Linda langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lagi ngapain sih kamu De?”&lt;br /&gt;“Ah nggak Tante..”&lt;br /&gt;Sementara itu Tante Linda mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.&lt;br /&gt;“Kamu terangsang yah De, lihat film ini?”&lt;br /&gt;“Ah nggak Tante biasa aja”, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap -hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Linda pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut kamu Tante seksi nggak De?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Wah seksi sekali Tante”, kataku.&lt;br /&gt;“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.&lt;br /&gt;“Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.” kataku.&lt;br /&gt;“Ah masa sih?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Iya bener Tante, sumpah…” kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Linda terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku,&lt;br /&gt;“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?”&lt;br /&gt;“Mmaaauu Tante…” Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Linda.&lt;br /&gt;“Wahhhh barang kamu gede juga ya De…” katanya.&lt;br /&gt;“Ah Tante bisa aja deh… Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya…” kataku.&lt;br /&gt;“Ah nakal kamu yah De”, jawab Tante Linda sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.&lt;br /&gt;“Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh”, kataku.&lt;br /&gt;“Ah yang bener nih?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?” kataku.&lt;br /&gt;“Pegang apa?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Pegang itu tuh..” kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.&lt;br /&gt;“Ah boleh aja kalo kamu mau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.&lt;br /&gt;“Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah”, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.&lt;br /&gt;“Loh kok dilepas sih De?”&lt;br /&gt;“Ah, takut Tante marah”, kataku.&lt;br /&gt;“Ooohh nggak sayang… kemari deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku digenggam Tante Linda, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas -remas buah dadanya. “Aaarrhh… sshh”, rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Linda, sungguh diluar dugaanku, Tante Linda menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. “Ahhh kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh.”&lt;br /&gt;“Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Oohhhh silakan sayang”, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. “Aahhh… arghhh…” lagi-lagi Tante mengerangerang keenakan. “Teruss.. terusss sayang… ahhh enak sekali…” lama aku menjilati buah dada Tante Linda, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekilas kulihat tangan Tante Linda sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. “Aahhh buka saja sayang… jangan malu-malu… ahhhh…” nafas Tante Linda terengah -engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Linda sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan -pelan kumasukan jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. “Aahrrrh… sshh… enak De.. enak sekali”, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu, lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik sepeti mengecat saja. Tante Linda semakin kelabakan, dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri. “Aahhh… sshhh come on baby.. give me more, give me more… ohhhh”, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, “Oohh aaahh… Tante sudah keluar sayang… ahhh”, sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas sofa. “Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak sepuas ini loh…” sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Linda. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di eluselus oleh Tante Linda dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu. “Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu bibirku. “Sekarang giliran Tante sayang… Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh Tante ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Tante Linda segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Linda. Lalu aku juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Linda karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. “Aahhh… shhh,”, rupanya Tante Linda mulai terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakanakan seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Linda menjadi semakin blingsatan.&lt;br /&gt;“Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?”&lt;br /&gt;“Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang…”&lt;br /&gt;“Aahhh kamu emang pandai muji orang De..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Linda mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Linda jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. “Wahh batang kemaluanmu besar sekali De… nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule”, Tante Linda memuji-muji batang kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang diberikan Tante Linda malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Linda bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran -desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Linda kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.&lt;br /&gt;“Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain memek Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.”&lt;br /&gt;“Iiiya Tante”, kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Linda tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda lagi-lagi menjerit keenakan, “Aahhh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya…” lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Linda ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali itu. “Aahh.. shhh.. aoh.. oohhh pelan-pelan sayang.. terusterus… ahhh”, aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante Linda sehingga Tante Linda merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Linda juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. “Aahhh argghhh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Linda menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. “Uuaahhh..” sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Linda dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Linda mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. “Ooohh shhh sayang… enak sekali ooohhh yess… ooohh good… ooh yes…” mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini, “Aahh… cepat sayang Tante mau keluar ahh”, tubuh Tante Linda kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojokrojok lubang kemaluan Tante Linda. “Aahh… shhsss.. yess”, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahh kamu memang bener-bener hebat De… Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar.”&lt;br /&gt;“Iiya Tante… bentar lagi juga Ade keluar nih…” sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Linda yang sempit dan berdenyut-denyut itu.&lt;br /&gt;“Ahh enak sekali Tante.. ahhh…”&lt;br /&gt;“Terusin sayang.. terus… ahhh.. shhh”, erangan Tante Linda membuatku semakin kuat merojok – rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.&lt;br /&gt;“Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good.”&lt;br /&gt;“Aduh Tante, bentar lagi keluar nih…” kataku.&lt;br /&gt;“Aahh Ade sayang… keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau ngerasin.. ahhh… shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang…”&lt;br /&gt;“Iiiyyaa… Tante..” lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya&lt;br /&gt;lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.&lt;br /&gt;“Aahhh… ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Ade mau keluar nih.. ahhh”, lalu aku memeluk Tante Linda sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Linda memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. “Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh… shhh…” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. “Seeerr.. serr… crot.. crot…” “Aahhh enak sekali Tante… ahhh harder.. harder… ahhh Tante…” Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Linda untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Linda membelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata seorang jagoan De…” Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Linda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian ini kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno yang banyak beredar di sana. Sekian, semoga ceritaku ini bisa jadi bahan bagi anda yang suka bersenggama dengan tante-tante.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-893201386097921449?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/893201386097921449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/tante-linda-bercumbu-dengan-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/893201386097921449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/893201386097921449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/tante-linda-bercumbu-dengan-aku.html' title='Tante Linda BerCumbu Dengan Aku'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF8ADUgQRYI/AAAAAAAAB1Y/R9kTc7wmDxw/s72-c/Bercumbu+dengan+Tante+Linda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-7180894082325155516</id><published>2010-08-08T12:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T12:04:26.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Hot dee'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Guile'/><title type='text'>TooKeT Winnie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF7_Zg3qkjI/AAAAAAAAB1Q/2r4egPbwL6w/s1600/Toket+Winnie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 346px; height: 446px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF7_Zg3qkjI/AAAAAAAAB1Q/2r4egPbwL6w/s400/Toket+Winnie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503116608478548530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku baru saja lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana S1 untuk bidang Teknik Mesin. Berkat bantuan orang tuaku, aku berhasil mendapatkan panggilan untuk bekerja di sebuah perusahaan mesin di Norwegia karena rekan orang tuaku mempunyai bagian saham di perusahaan tersebut. Aku ingat saat kelulusanku, ternyata Winnie, salah seorang temanku dari Fakultas Hukum juga telah menyelesaikan studinya. Usia Winnie terpaut satu tahun dibawahku dan aku berkenalan dengannya sejak masih tahun pertama dia masuk kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winnie seorang gadis yang menarik dengan kulit bersih dan wajah yang cantik mulus. Rambutnya bergelombang dan indah. Tubuhnya langsing dengan pinggang yang ramping. Payudaranya montok, padat dan penuh. Sangat proporsional dengan tubuhnya sehingga sangat menggiurkan bagi banyak lelaki. Entah mengapa, Winnie tampaknya sangat memujaku. Aku sendiri kurang menyukai sifatnya karena menurutku Winnie terlalu lincah dan aktif, dan lagi dia bukan tipe gadis yang kusukai. Tapi harus kuakui kalau secara fisik Winnie benar-benar membuatku terpesona. Teman-temanku berkata bahwa aku bodoh karena tidak menanggapi Winnie. Menurut mereka aku cukup tampan, apalagi orang tuaku tergolong berharta. Winnie pun berasal dari keluarga yang berkecukupan. Namun aku biasanya mengabaikan mereka untuk hal yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari sebelum berangkat ke Norwegia, aku berjalan-jalan dengan motorku untuk melepas stres. Sampai lewat jam 11 malam aku berada di suatu taman kota, yang kebetulan sekali berada di dekat tempat tinggal Winnie. Dan anehnya, saat itu Winnie sendirian melintas di depan taman tersebut, seorang diri saja. Dia hanya memakai T-Shirt dan celana pendek. Dan begitu melihatku, dia langsung menegur dengan riangnya, “Hei, Zal! ngapain lo di sini malem-malem gini? mau ngerampok ya?”&lt;br /&gt;Aku cuma tersenyum sekilas, lalu menjawab, “Nggak.. Lagi ngilangin pusing. Lo sendiri ngapain?”&lt;br /&gt;“Gue baru dari warung di sana, beli handyplast. Tangan gue luka. Nih, liat aja! Cuma luka kecil sih…” katanya sambil menunjukkan luka di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, aku merasa senang melihat luka di tangannya itu. Dan saat itu terlintas suatu pikiran di kepalaku. “Win, temenin gue jalan-jalan yuk, keliling-keliling aja…” Dia tertawa dan langsung setuju! Luar biasa, dia sama sekali tidak takut dan tidak curiga kalau aku punya niat jahat! Lalu dia naik ke motorku, dan aku pun tancap gas membawa dia pergi dari situ. Aku membawanya ke sebuah kawasan industri yang letaknya cukup jauh dari situ dan tempat ini memang sepi sekali. Maklum, tidak ada perumahan di sini, yang ada hanya bangunan pabrik dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia nampak mulai curiga dan bertanya, “Zal, kita mau kemana nih? Anterin gue balik aja deh, ya?”&lt;br /&gt;Aku berhenti di sebuah bangunan tua di dekat situ dan menjawab, “Anterin pulang? Gue masih pengen sesuatu nih! Gue sebenernya suka ama lo, Win. Gue pusing, soalnya besok gue mau pergi ke luar negri!” (Aku tidak pernah menceritakan tentang rencana kepergianku pada teman-temanku, bahkan teman terdekatku sekalipun).&lt;br /&gt;Winnie tampak kaget, “Ke luar negri? Ngapain Zal?”&lt;br /&gt;“Ada urusan. Makanya, gue bilang ke lo supaya gue nggak penasaran.” jawabku munafik, padahal saat itu aku sangat menginginkan bisa menikmati tubuh Winnie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar saja, nampaknya Winnie terjerat. Tidak lama setelah aku menebarkan jeratku, Winnie mulai terpengaruh dan dia menurut saja ketika kuajak dia ke samping bangunan tua itu. Bahkan bangunan itu pada siang hari hampir tidak pernah dikunjungi orang. Hanya lampu jalan saja yang menerangi tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku nekat memeluknya dan mencium bibirnya. Saat itu aku merasakan Winnie berusaha menolak, tapi aku terus memaksa sehingga akhirnya Winnie pun membalas pelukanku. Aku dapat mencium harum tubuh Winnie yang semakin merangsangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun dapat merasakan payudara Winnie yang kenyal dan hangat menekan dadaku dan benar-benar terasa nikmat. Winnie yang sudah terpengaruh nafsu bahkan diam saja ketika tangan kiriku meraba dan meremas pantatnya sementara tangan kananku menurunkan celana pendek yang dipakainya. Sementara lidahku beraksi di dalam mulutnya. Winnie ternyata masih kurang pengalaman dalam berciuman, dapat kurasakan caranya membalas ciumanku. Namun, apa peduliku? Aku hanya menginginkan tubuhnya. Besok aku akan pergi ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melepaskan ciumanku, dan kemudian membuka T-Shirtnya. Seiring dengan itu, kedua payudaranya yang kencang dan memenuhi BH putihnya (bahkan sangat penuh!) berguncang. Aku bertanya kepadanya sambil meremas gumpalan daging miliknya yang kiri, yang masih tertutup BH.&lt;br /&gt;“Win, tetek lo gede banget! Lo pake ukuran berapa sih?”&lt;br /&gt;“Mhh.. gue… pake.. 34C, Zal..” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku membaringkannya dan membuka celananya, dan dia memakai celana dalam putih tipis! Dapat kulihat bayangan bulu kemaluannya. Tidak lebat, memang. Aku sangat penasaran, maka aku pun melepaskan celana dalamnya. Winnie merapatkan kedua kakinya, untuk menutupi lubang rahasianya. Semakin penasaran akan keindahan tubuhnya, aku terakhir kali membuka BH-nya. Kedua daging kembar yang kenyal tersebut seperti melompat ketika BH-nya benar-benar terlepas. Besar dan indah sekali. Akan sangat nikmat bila tanganku meremas, mencengkram dan menggenggam gumpalan daging itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku beraksi lebih jauh, Winnie memotong, “Lo juga buka dong, Zal! Masa gue aja nih…”Aku turuti permintaannya. Dalam sekejap aku pun bertelanjang bulat di hadapannya. Batang penisku sudah menegang keras sejak tadi. Ukuranku tidaklah panjang, kurang lebih 15 cm. Tapi diameternya cukup besar jika dibandingkan dengan milik teman-temanku. Winnie menyeletuk, “Baru kali ini gue liat punya cowok langsung lho, Zal”.&lt;br /&gt;Aku bertanya, “Lo belum penah main sama orang?”&lt;br /&gt;“Belum.. Gue biasanya onani aja kok”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak bertanya lebih lanjut. Langsung saja kuraih Winnie dalam pelukanku, dan kuelus sebelah payudaranya dengan tangan kananku. Oh.. Nikmat sekali. Kenyal, padat dan aku bisa merasakan dagingnya yang begitu empuk! Sementara Winnie mengeluarkan suara desahan pelan. Aku mengambil posisi duduk, sementara kupangku Winnie berhadapan denganku. Tangan kananku masih mengelus-elus sebelah payudaranya, sementara mulutku meraih puting yang menonjol dari payudara lainnya. Putingnya berwarna merah, sedikit tua. Kusedot dengan sangat kuat sehingga Winnie terpekik kecil. “Uhhh… Zal, Lo nyusu ganas banget sihh.. Lo sedot sampe semua isi tetek gue keluar juga, nggak bakal ada air susunya…” komentar Winnie sambil meringis. Di bawah, penisku bersentuhan dengan bibir vaginanya. Hangat dan basah di sana. Aku bisa merasakan pula bulu kemaluannya pada penisku. Sedikit demi sedikit kugerakkan tubuhku agar alat sanggama kami saling bergesek. “Ah… enak sekali rasanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang kemudian Winnie lepas kontrol, sehingga dia berbisik di telingaku, “Uh.. Zal, jangan dielus aja dong, remes tetek gue… gue nggak tahan kalo cuma digituin doang!”&lt;br /&gt;“Ah, Lo isep dulu ****** gue deh, Win. Mau kan?”&lt;br /&gt;Winnie mengangguk dan kepalanya menunduk di antara selangkanganku. Kemudian tak lama kurasakan hangat, basah dan geli luar biasa pada penisku. Winnie telah mengulum penisku. Rasanya luar biasa. Aku hanya bisa memegang rambutnya dan merasakan sejuta nikmat pada penisku. Terkadang Winnie menjilat atau menggigit dengan lembut batang penisku sehingga tubuhku bergetar keenakan. Sementara tangannya memijat halus kedua biji penisku. Tak hanya itu, bahkan Winnie juga mengulum kedua biji penisku itu. Dia menyedot dan memainkan lidahnya, membuatku seperti terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya merasakan penisku berdenyut-denyut, sehingga aku menghentikan Winnie dan membaringkannya. Aku di atas dan dia di bawah. Tanganku memegang tangannya. Kugesek-gesekkan batang penisku dengan bibir vagina dan klirotisnya sehingga Winnie mengerang merasakan nikmat. Kedua payudaranya berguncang-guncang pelan seirama dengan gerakanku. Gerakanku semakin cepat, dan kurasakan vagina Winnie sangat basah serta mengeluarkan banyak cairan. Winnie bahkan menjerit pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Win, gue masukin ya?”&lt;br /&gt;Winnie diam saja. Diam artinya setuju kan? Maka aku pun siap tancap, aku mengambil posisi kesukaanku. Aku duduk di bawah sementara dia kupangku, kubuka liang vaginanya dengan kedua jariku, dan kududukkan dia di atasku. Perlahan penisku masuk ke dalam vaginanya. Sebelum selesai, kupaksa dia turun sehingga Winnie mengerang. Penisku seluruhnya berada dalam kehangatan genggaman vaginanya. Ohh.. enak luar biasa di dalamnya. Panas, sempit, dan berdenyut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winnie mulai bergerak naik turun di hadapanku. Akh… penisku geli luar biasa. Winnie pun merintih-rintih sambil bergerak. Kedua tangannya bertopang pada bahuku, sementara kedua payudaranya tepat berada di depan wajahku. Bayangkan, kedua daging kenikmatan tersebut melonjak-lonjak di hadapanku. Aku tidak dapat menahan diri, kemudian tangan kananku meraup miliknya yang kiri, kucubit dan kupuntir puting susunya dengan telunjuk dan jempolku. Sementara lidahku menjilati puting susu, areola dan permukaan payudaranya yang lain. Cairan dari vagina Winnie menimbulkan bunyi berkecipak pada persenggamaan kami. Sekali lagi aku mengulum puting susunya dan menyedot sekuat yang kubisa. Kali ini membuat puting susu Winnie tertarik kencang karena gerakan Winnie yang naik turun sementara aku menarik puting susunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Winnie mengaduh, “Aduuh… kalo gini ca..caranya, ukh… isi tetek gue… ekh.. bisa brojol.. ah… keluar… ekh… ah… nanti puting gue.. ukh.. ah bisa putussh..”&lt;br /&gt;Mendengar perkataan Winnie tersebut semakin memompa nafsuku. Bahkan saat itu juga terlintas di kepalaku untuk melakukan sesuatu yang luar biasa. Aku tiba-tiba saja mengambil kendali persenggamaan tersebut. Kugenggam, kuremas dan kutarik kedua payudara Winnie ke arahku sehingga posisiku terlentang dan Winnie menindihku! Sekali lagi Winnie mengaduh-aduh dengan kekasaranku tadi. Selanjutnya, dengan masih menggunakan kedua payudaranya sebagai peganganku, aku mendorong Winnie sehingga dia terlentang dengan keras. Kali ini aku yang menindihnya. Pinggangku kugerakkan naik turun dengan kasar dan keras sehingga seakan-akan penisku berusaha mendobrak jebol vaginanya. Kali ini Winnie menjerit cukup keras! Tak sampai disitu, kuraih tubuh Winnie dan kupeluk dengan tangan kiriku. Tangan kananku menggenggam dan memeras payudara kirinya dengan kuat, seperti memeras santan. Aku bisa merasakan isi dari payudaranya di genggamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adduhh, Zal! Lo bisa hancurin tetek gue… aduh.. aduh… lepasin dong!”&lt;br /&gt;Aku tidak mempedulikannya. Bahkan aku menggigit bagian bawah payudaranya yang sebelah lagi. Aku berusaha menggigit setiap inci dari payudara tersebut. Tangan kananku pun semakin buas. Bukan hanya memeras, tapi juga menarik dan seakan berusaha mencabut daging kenyal tersebut dari tubuh Winnie. Aku semakin kasar sehingga Winnie menjerit-jerit, dan akhirnya pingsan. Hanya beberapa saat setelah Winnie pingsan, penisku berdenyut-denyut dan memuntahkan cairan nikmat ke dalam rahim Winnie. Aku terkulai lemas dan menindih tubuh Winnie yang telah pingsan. Pinggangku terasa amat pegal dan selangkanganku sedikit ngilu. Tapi aku merasa puas karena tanganku terasa enak. Tanganku telah beroperasi sebebasnya dan sepuasnya pada payudara Winnie. Penisku masih berada di dalam rahimnya, terasa panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kucabut penisku dan aku memakai bajuku. Kutinggalkan Winnie yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Sebelum pergi, aku menyentil puting susunya. Besok pagi aku akan berangkat ke Norwegia. Biar saja Winnie menyesali apa yang terjadi. Toh, aku tidak peduli. Hanya saja aku akan terus mengingat kenikmatan yang kuperoleh saat itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-7180894082325155516?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/7180894082325155516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/tooket-winnie.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/7180894082325155516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/7180894082325155516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/tooket-winnie.html' title='TooKeT Winnie'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TF7_Zg3qkjI/AAAAAAAAB1Q/2r4egPbwL6w/s72-c/Toket+Winnie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-1820178937201710416</id><published>2010-08-01T01:45:00.001-07:00</published><updated>2010-08-01T02:05:25.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><title type='text'>Ani gadis beliaku part 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;gw adalah anak pertama dari 2 bersaudara&lt;br /&gt;sekarang ini sedang kuliah disalah satu perguruan tinggi di Jawa, tepatnya jawa barat.kita langsung aja keceritanya ya&lt;br /&gt;gw adalah anak rantau, oleh karena itu gw kos di kota B, kos gw termasuk kos daerah kumuh, walaupun keuangan keluarga gw mampu mencari tempat yg lebih bagus, tapi gw senang dengan kos gw ini, hal pertama yg gw peroleh adalah privasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Ani gadis beliaku part 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFU3cGGdRyI/AAAAAAAABtk/ioiqISXvIHc/s1600/Ani+gadis+beliaku+part+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 248px; height: 342px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFU3cGGdRyI/AAAAAAAABtk/ioiqISXvIHc/s400/Ani+gadis+beliaku+part+1.jpg" alt=" Ani gadis beliaku part 1" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500363475716491042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;kos gw masuk ke gang dan gang itu langsung masuk ke kamar tempat gw tinggal, jadi gw ga gitu takut keliatan kalo membawa ce atau orang baru ke kamar gw.&lt;br /&gt;gw menyadari kalo gw pedofil pada saat gw ketemu dengan gadis kecil di kota B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam cerita ini ada 3 gadis belia yang menjadi saluran nafsu bejat gw&lt;br /&gt;yang pertama namanya Ani ( 14th ), Nia ( 15 th ) dan Ike ( 13 th ).&lt;br /&gt;cerita pertama yang akan gw ceritain adalah kisah Ani.&lt;br /&gt;tahun 2007 gw datang ke kota dengan harapan dapat berbakti kepada orang tua dengan mendapat gelar sarjana. dengan bantuan anak temen mama, gw mendapatkan kamar kos yang sesuai dengan selera gw, pertemuan gw dengan Ani dimula dari kesenangan gw maen game master di mal yang ada di kota B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari senin yang sepi dimana orang2 masih pada sibuk dengan kesibukan masing2 dan kebetulan gw hari itu tidak ada kuliah karena dosen yg mengajar berhalangan, gw langsung menghabiskan waktu untuk bermain di salah satu mal,pada saat gw hendak bermain arena bermaen di game master gw melihat seorang gadis kecil berpakaian seragam smp yang sedang menangis. karena kasihan gw samperin gadis itu dan gw tanya ada apa,”lagi ngapain disini?koq nangis?&lt;br /&gt;“ani baru diganggu ma temen2 ani”&lt;br /&gt;dari situ gw tau kalo nama gadis ini Ani&lt;br /&gt;“diganggu kenapa?&lt;br /&gt;“rencananya hari ini ani diajak untuk maen game, tapi ga taunya uang ani dirampas”&lt;br /&gt;“dimana anak2 yang merampas uang km?&lt;br /&gt;“mereka udah pergi kak,ani ditinggal disini dan ga ada uang untuk pulang”&lt;br /&gt;gw binggung mau ngapain, mu pergi kasihan ma si ani, gw bawa ke sekuriti bisa2 si ani dibawa ke orang tuanya karena bolos dari sekolah,makin kasian jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya gw tanya,”ani mau pulang sekarang?kalo ani mau pulang kakak bisa kasih uang ongkos buat ani”&lt;br /&gt;“ga &lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;brani&lt;/a&gt; pulang kak”&lt;br /&gt;“nanti ketahuan bolosnya” ani bisa dimarah mama”&lt;br /&gt;“ya udah kalo gitu,ani temenin kakak maen game mau ga?ani juga boleh maen koq”&lt;br /&gt;boleh nih kak?&lt;br /&gt;“tapi ani harus ganti baju dulu”balas gw&lt;br /&gt;“ntar kalo ani ketahuan maen sambil pake baju seragam bisa di tangkap”&lt;br /&gt;“tapi ani tidak ada baju ganti”&lt;br /&gt;“waduh” batin gw, makin repot aja nih&lt;br /&gt;“ya udah gini aja deh”&lt;br /&gt;“ani tunggu di depan wc,sekaran kak beliin baju buat ani”&lt;br /&gt;“ntar diganti di wc aja”&lt;br /&gt;dengan senang dia berdiri sambil mengiyakan saran gw&lt;br /&gt;pada saat di berdiri gw melihat dengan jelas bagaimana rupa gadis cilik ini ketika sudah berhenti menangis, parasnya cantik seperti boneka, mulus terawat, mungkin karena parasnya yg cantik ini lah dia sering diganggu disekolahnya,tinggi badannya semampai, kaki yang mulus bersih, kulit sawo matang,tapi yang membuat dada gw bergejolak adalah buah dadanya yang sebesar bola tenis, yang tercetak jelas di baju seragamnya yg sedikit ketat.&lt;br /&gt;nafas gw memburu melihatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi logika masih berbicara dan gw berpikir ada apa dengan gw, koq gw bisa nafsu ma gadis kecil.&lt;br /&gt;akhirnya kami sepakat untuk bertemu di depan wc dekat arena bermain, dia menunngu disana dan gw membeli baju.&lt;br /&gt;dengan harus menahan malu gw membeli baju gadis kecil, dan ditanyain macam2 oleh penjualnya, gw bilang aja buat ponakan gw, dan timbul pikiran iseng gw untuk membeli baju yang menurut gw seksi&lt;br /&gt;baju dengan belahan dada yang sedikit turun, dan celana yang sedikit ketat. biar jadi pencuci mata pikirku. dalam hati gw berpikir apa gw dikerjain dan di tipu ya ma si ani itu, tapi gw membuang jauh pikiran itu, kalo emang gw ditipu ya salahkan gw yang terlalu baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah membeli baju gw kembali ke wc tempat kami janjian tadi&lt;br /&gt;gw serahkan bajunya dan menunggu si ani ganti baju.&lt;br /&gt;sekitar 10 menit gw menunggu akhirnya si ani keluar juga dengan baju barunya, nafsu yang udah turun tadi kembali bangkit, baju yg gw beli cocok dan bener2 menggoda naluri gw&lt;br /&gt;belahan dada yang mulus tanpa cacat, bokong yang padat, serta wajah yang malu2 bener2 membuat adik kecilku marah&lt;br /&gt;“kakak koq liatinnya kayak gitu”&lt;br /&gt;katanya sambil menyadarkan gw&lt;br /&gt;“baju ama celananya bener2 cocok dengan km”&lt;br /&gt;“tapi baju ini terlalu terbuka” ani malu pakenya”&lt;br /&gt;“tapi ani bener2 cocok pake baju itu” ya udah kita pergi maen”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat kata kami bermaen bersama dan ketawa bersama&lt;br /&gt;tiba waktunya pulang karena jam udah menunjukan jam pulang sekolah&lt;br /&gt;rencananya kami hendak pulang dengan taksi, tapi rupanya rumah Ani sejalan dengan arah kos ku, jadinya km pulang dengan angkutan umum&lt;br /&gt;gw mengantar ani pulang sampai dekat dengan rumahnya&lt;br /&gt;dan tidak lupa gw menunjukan jalan buat menuju ke kos gw&lt;br /&gt;“nih no telp kakak, kalo km mau pergi maen lagi. bajunya km simpan aja, anggap sebagai hadiah perkenalan”&lt;br /&gt;hari itu kami berpisah dan tidak ada kabar dari dia sekitar seminggu&lt;br /&gt;hari minggu gw dapat sms dan gw terkejut karena sms itu berasal dari ani&lt;br /&gt;“kakak ada di tempat ga?ani mau berkunjung nih&lt;br /&gt;“datang aja nih, gw tunggu didepan gang”&lt;br /&gt;“iya kak, tunjukin jalannya, ani ga tau daerah sana&lt;br /&gt;“seeep”&lt;br /&gt;tidak sampai 30 menit ani tiba di kos gw&lt;br /&gt;dia memakai baju yang gw beliin, gw menelan ludah melihat tubuh gadis belia ini.&lt;br /&gt;“kak, ani pengen maen2 disini,bosen dirumah, papa ama mama pergi keluar kota, jadi ani ditinggal sendiri ma pembantu”&lt;br /&gt;“di sini paling ada playstation, komik, ma komputer aja&lt;br /&gt;“terserah kamu mau maen apa” kata gw pada ani&lt;br /&gt;“ya udah ani maen komputer aja deh” ada gamenya kan kak?&lt;br /&gt;“ada koq, kamu tinggal pilih mau maen game apa”&lt;br /&gt;gw nyalain komputer gw, dan gw melanjutan kegiatan gw, kerjain tugas kuliah yang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah sekitar 1 jam ngerjain tugas yang sebagian besar sudah selesai dan gw bisa merenggangkan badan gw, gw sadar satu hal, kamar kos gw koq sepi banget, padahal si ani sedang maen game, koq ga ada suaranya, dalam hati gw berpikir mungkin si ani ga mau ganggu gw yang sedang ngerjain tugas,&lt;br /&gt;5 menit kemudian si ani meminta ijin untuk menggunakan kamar mandi,”kak, ani pinjam kamar mandinya ya”&lt;br /&gt;tinggal dibuka pintunya ni, ga dikunci koq” bales ku&lt;br /&gt;pada saat ani ke kamar mandi timbul niat iseng gw untuk mengintip si ani&lt;br /&gt;dengan perlahan2 gw mendekati kamar mandi, samar2 gw mendengar erangan pelan dari dalam kamar mandi, dengan pesaraan bingung sehingga niat untuk mengintip sirna sudah.&lt;br /&gt;gw menajamkan telinga untuk mendengar suara apa yang keluar dari kamar mandi&lt;br /&gt;“ah….uh…..ssssssttttt….h eeegggghhhh”&lt;br /&gt;hanya itu yang terdengar dari tempat gw berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikiran gw menganalisa suara yang terdengar dari dalam kamar mandi, ini adalah suara orang sedang terangsang dan yang sedang terangsang adalah ani yang masih berumur 13 tahun pada saat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan binggung gw mencari sumber rangsangan, gw liat komputer gw, dan gw melihat sumber itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;player di komputer gw sedang memainkan film porno yang ada dalam komp gw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada kondisi ini naluri mengalakan logika gw, gw tutup jendela dan pintu kamar gw dan gw mengetuk pintu kamar mandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ni, km kenapa? kamu ga apa2 kan?&lt;br /&gt;” ga apa apa kak, ohhhh,ani ga apa2″ dia menjawab dengan nafsu dan terkejut karena gw sadar dengan apa yang dilakukannya di kamar mandi&lt;br /&gt;“ni, buka pintunya, km ga apa2 kan”&lt;br /&gt;“ga apa apa koq kak, ntar lagi ani keluuaarrrr”&lt;br /&gt;gw berusaha masuk ke dalam kamar mandi, dan setan menang kali ini, ani lupa mengunci kamar mandi, mungkin karena dia terlalu bernafsu sehingga dia menguncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya pintu kamar mandi terbuka, dan apa yg gw liat makin membuat kejantanan gw makin memuncak, ani duduk di pinggir bak mandi gw sambil mengelus memeknya, pemandangan indah yang tak terlupakan sepanjang hidup gw, memeknya yang masih rapat, berwarna merah, tembem dan tidak berbulu ini makin membuat gw tidak dapat menahan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw gendong ani, dia tidak berusaha memberontak, karena nafsunya sudah berasa di ubun2, gw bawa ani ketemapat tidur, tanpa banyak bicara gw langsung menjilat memek ani yang sudah basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aaaaahhhhhhh” lenguh yang panjang ketika memek ani gw jilat, gw berusaha mencari klitorisnya yang masih kecil, dan pada saat gw menemukannya gw isap dengan lembut, tubuh ani bereaksi dengan isapan itu dan melengkung dan melenguh panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“eeeeenaaaakkkkk kak, lebih enak dari tadi ani elus2″&lt;br /&gt;untung kamar kos gw terletak jauh dengan rumah kos disekitar gw&lt;br /&gt;jadi gw tidak takut kalo erangan ani terdengar, tapi demi jaga2 gw menghidupkan lagu dengan suara yang lumayan keras di komputer gw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak koq berhenti, lagi donk kak,enak banget” proter ani yang kemudian gw balas dengan senyuman, dan dia mengerti bahwa kepergian gw tidak lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil menyalakan lagu gw menyuruh ani untuk membuka semua bajunya dan dia tanpa banyak nanya dia membuka semuanya, setelah selesai menyalakan lagu, giliran gw yang membuka semua baju gw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ni, jilat burung kakak ya” dan gw menyuruh ani untuk berada diatas gw&lt;br /&gt;agar gw juga dapat menjilat memeknya, gw terkejut karena tidak ada penolakan dari ani, dia menurut aja apa yg gw suruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin karena dia sudah menonton film porno selama 1 jam sehingga dia sedikit belajar dan pandai mempraktekkan apa yang telah dia tonton. dari menjilat dia dengan insiatif sendiri mulai menghisap penis ku, isepan yang kencang dan basah membuat gw tidak dapat manahan nafsu, gw suruh ani untuk tiduran dan sekarang posisi gw menindih badan kecil ani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ni, kamu udah pernah mens blom?&lt;br /&gt;“udah kak, baru berhenti kemarin” jawabnya dengan mata nanar karena nafsu yang tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yess…. batin gw&lt;br /&gt;serem juga kalo gw bikin hamil anak 13 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan perasaan yang tenang gw mengarahkan penis gw ke lubang memek ani,gw tusuk pelan2 “sakit kak, pelan2″ erang ani&lt;br /&gt;gw terpaksa harus bersabar, karena ukuran penis gw terlalu besar dibandingkan dengan ukuran lubang memek ani,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw tusuk pelan2, trus berhenti, agar sakit yang dialami oleh ani tidak berlangsung lama. setelah usaha sekitar 5 menit, penis gw udah masuk setengah, dan ada yang menghalangi usaha masuknya penis gw, jangan2 selaput dara si ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ni, yang ini tahan sedikit ya” sebelum ani menjawab gw tusuk dengan sedikit tenaga dan penis gw masuk semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“saaaaakkkkkiiiitttt…….saa akiiit kak” erang ani pada saat selaput daranya ditembus oleh penis gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw biarin penis gw agar memek ani dapat membiasakan dengan ukuran penis gw yang lumayan besar, setelah diam selama 2 menit, gw mulai menggoyangkan pinggul dengan pelan2, agar dapat merangsang ani yang nafsunya rada turun karena sakit, dan usaha itu berhasil dengan gemilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ani mulai bernafsu lagi, desahannya makin lama makin membuatku bernafsu untuk mengenjot badan kecilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ennnaaakkk bangeet kak, lebih enak ditusuk sama burung kakak dari pada maen sendiri di kamar mandi” racaunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena sempitnya memek ani membuat penis ku makin berkedut, menandakan puncak gw udah makin dekat, ani pun demikian racaunya makin lama makin tidak karuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“piiiipiiiissss kak…….. aniiiii mau piiipiiissssss”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pipis aja ni, pipis yang banyak, kakak juga mau pipis”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oooooouuuuggggghhhhhh…..”er ang kami berdua, kami mencapai puncak bersamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permainan yang akan gw ingat seumur hidupku, semenjak kejadian dikamarku ani semakin rajin datang ke kamar kosku, pada saat pulang sekolah dia pasti mampir untuk meminta jatah, atau pada saat hari minggu gw yang suruh dia datang ke kos gw untuk memuaskan nafsuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu ketika gw bertanya pada ani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ni, kamu nyesel ga kakak ambil keperawanan km?&lt;br /&gt;“ani tidak nyesel kak, ani seneng ma kakak” kakak yang bantu ani pada saat ani kesusahan, kakak jadi temen ani pada saat ani butuh temen, kakak yang ngajarin ma ani untuk menjadi orang yang tegas dan tidak cengeng” jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang benar, semenjak itu ani sudah tidak pernah diganggu oleh temen2 sekolahnya, karena gw yang mengajarkannya untuk berlaku tegas dan tegar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/ani-gadis-beliaku-part-2.html"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Ani gadis beliaku part 2&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-1820178937201710416?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/1820178937201710416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/ani-gadis-beliaku-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/1820178937201710416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/1820178937201710416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/ani-gadis-beliaku-part-1.html' title='Ani gadis beliaku part 1'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFU3cGGdRyI/AAAAAAAABtk/ioiqISXvIHc/s72-c/Ani+gadis+beliaku+part+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-3339445793110650813</id><published>2010-08-01T01:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T02:04:54.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><title type='text'>Ani gadis beliaku part 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan ku dengan ani berlangsung setelah kejadian di kamar kos ku, semenjak hari itu sifat ani dari seorang gadis yang cengeng menjadi gadis yang ceria, tegas, berani, percaya diri dan terutama centil, dan dia tetap baik, dan jujur serta tidak cemburu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ani gadis beliaku part 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFU4ByHy52I/AAAAAAAABts/efVWznmz-3w/s1600/Ani+gadis+beliaku+part+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 339px; height: 454px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFU4ByHy52I/AAAAAAAABts/efVWznmz-3w/s400/Ani+gadis+beliaku+part+2.jpg" alt=" Ani gadis beliaku part 2" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500364123188422498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pernah satu hari ani datang hanya dengan menggunakan celana pendek dan jaket dan tidak memakai cd dan bh, tujuan dia berpakaian seperti itu adalah untuk memberikan kejutan dan membangkitkan nafsuku menjadi lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu hari ani curhat dengan ku bahwa dia dulu sering menjadi bulan-bulanan anak senior di sekolahnya, salah satunya adalah nia yang menjadi ketua geng kelompok penganggu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi semenjak bergaul dengan ku ani sudah tidak pernah diganggu lagi, hal ini dikarenakan ani semakin percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena ani sudah tidak bisa dijadikan kekesalan anak2 geng disekolahnya, gengnya mencari korban lain dan ternyata mereka salah korban, korban yang mereka pilih adalah adik dari anak2 preman didekat kos ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu hari ani melihat nia diganggu oleh preman2 yang sering nongkrong dekat kosku, ani berniat menolong dan berhubung ani dekat dan mengenal gw dan gw mengenal bos dari preman2 itu melepaskan nia karena mereka menganggap nia juga kenalan gw. karena nia kapok dengan kejadian tersebut, dia tidak pernah mengganggu anak2 lain lagi, dan mereka berdua menjadi sahabat yang cukup dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu hari ani mambawa nia ke kos untuk dikenalkan pada ku, gw sedikit terkejut dengan kunjungan itu dan ani mengenalkan gw sebagai pacarnya dan tentu saja hal ini mengejutkan gw dan nia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bodi nia jauh lebih bagus ketimbang ani dimana bodi nia jauh lebih montok, dengan dada yang masih kecil tapi padat, bentuk badan yang sintal, serta bokong yang montok dan padat, menurut gw memeknya sudah pasti tembem dan sudah pasti seret dan sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw menegak air liurku dan penis gw menjadi setengah berdiri meliat bodi yang dimiliki oleh si nia. dan perubahan ini di cermati oleh ani. setelah ngobrol sebentar dengan nia, dia minta ijin untuk pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kakak dikaaaaaa………” tanya ani dengan manja&lt;br /&gt;dari nada suaranya gw tau kalo ani sedang nafsu dan dia menyimpannya dengan baik dihadapan nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kenapa ani?kamu lagi gatel ya memeknya?&lt;br /&gt;” iya nih kak, gatel banget, masukin donk penggaruknya, biar ilang gatelnya dan gw bisa tidur dengan tenang malam ini”&lt;br /&gt;berhubung gw lagi nafsu karena melihat bodi temennya akhirnya gw menutup pintu dan kamar kos ku. dan gw ke kamar mandi karena gw pengen kencing begitu gw keluar dari kamar mandi si ani sudah telanjang dan tiduran ditempat tidurku, sambil membuka kedua paha mulusnya dan memperlihatkan memeknya yang merekah basah karena nafsu yang telah dia tahan dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat pemandangan itu penis gw yang udah setengah berdiri menjadi berdiri dengan penuh, gw buka baju dengan terburu-buru dan menjilati memek yang mengundang pria untuk menjilatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aahhh….kak….. isep yang kuat kakk….”&lt;br /&gt;“lidah kakak enaaakkk banget……..”&lt;br /&gt;disela-sela acara menjilat gw masukin jari tengah gw kedalam memek ani&lt;br /&gt;mendapat perlakuan seperti itu kontan membuat ani menjerit keenakan dan membuat ani mengejang dengan hebatnya. gw biarin ani untuk menikmati puncaknya sambil mengelus penis ku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ani tidak diam melihat itu dia pun bergerak untuk menghisap penis gw yang udah tegak dengan maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;basah dan hangatnya mulut ani membuat gw udah ga tahan untuk mengenjot tubuh kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan tidak sabar gw menyuruh ani untuk tiduran, agar gw dapat memulai acara tusuk menusuk, gw arahkan penis gw ke memeknya, pelan tapi pasti penis gw udah masuk semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oooouuuugggghh…….ssssssst tttttttt” erang dan desis kami berdua&lt;br /&gt;kontol kakak emang yang paling enak” erangnya&lt;br /&gt;“emangnya km pernah pake yang lain? tanya gw dengan binggung&lt;br /&gt;“pernah dimasukan pake jari kak, sebanyak apapun jari yang ani masukin ke memek ani, tidak ada yang menandingi enaknya kontol kakak dika, ani sudah bernafsu dari tadi malam, sudah tidak sabar menikmati kontol kak dika”&lt;br /&gt;sedikit bangga gw mendengar pengakuannya dan ini makin membuat gw bernafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah 5 menit mengenjotnya dari posisi tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak, ganti posisi yuk, ani mau diatas, ada servis yang mau ani tunjukan”&lt;br /&gt;akhirnya kami pun berganti posisi gw tiduran ani berusaha memasukan penis gw kedalam memeknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan menggigit bibirnya ani memasukan penis gw kedalam memeknya, melihat parasnya seperti itu birahi gw menjadi semakin tinggi. begitu semuanya sudah pada tempatnya, tiba2 ani bertanya pada gw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak, kakak senang ya ma kakak nia? tadi ani liat kontol kakak sedikit membesar begitu melihat tubuh kak nia”&lt;br /&gt;“iya ni” jawabku dengan jujur, kami tidak pernah berbohong satu sama lain&lt;br /&gt;“ani pengen kakak janji, kakak ga akan melupakan ani” kata ani dengan mata yang sedikit sendu&lt;br /&gt;“kakak ga akan ngelupain ani koq, tenang aja ya” jawab gw sambil bangun untuk mencium keningnya&lt;br /&gt;“kakak janji ya”&lt;br /&gt;“iya ni, kakak janji”&lt;br /&gt;“kalo gitu, ani akan bantu kakak dika untuk bisa menikmati tubuh indah kak nia”&lt;br /&gt;sebelum gw bisa menjawab pernyataannya, ani sudah mengenjot sambil merapatkan memeknya, mendapat perlakuan itu badan gw menggigil karena keenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gilaaaaa….enaaaakkkk aniiiii……dimana loe belajarnya” erang gw&lt;br /&gt;rupanya posisi ini membuat kami tidak dapat menahan gejolak orgasme kami berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhhhhhh………”teriak kami berdua&lt;br /&gt;kami sama2 mendapatkan puncak kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu berakhir dengan janji ani kepadaku bahwa dia akan membuat gw menikmati tubuh indah nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seminggu setelah janji ani kepadaku untuk dapat menikmati tubuh indah nia, hari minggunya ani mengajak gw jalan2, ani sekaligus mengajak nia&lt;br /&gt;“hari yang tepat untuk menggenapi janji ani pada kakak”&lt;br /&gt;“sabar ya kak, kakak akan dapat menikmati nia sore ini”&lt;br /&gt;tapi jangan lupain ani ya” kata ani ketika dia menelpon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah janjian dengan ani dan nia, kami bertemu di kos gw, dari sana baru kami akan pergi jalan2, sekitar jam 10 siang, dua bidadari gw muncul, ani datang dengan pakaian paling seksi, rok mini, dengan tank top putih, sedangkan nia datang dengan pakaian yang biasa2 aja, kaos merah dengan motif hati, serta celana pendek yang sedikit ketat sehingga bokongnya yang montok tercetak jelas. setelah mereka tiba di kos gw ani tidak segan2 mencium gw dengan hotnya, ciuman tersebut diikuti dengan permainan lidah yang panas, dalam hati gw sadar, kayaknya ini adalah taktik yang dilancarkan oleh ani untuk membantuku untuk mendapatkan nia, dengan membuat nia terangsang melihat permainan kami, oleh karena itu gw melayani permainan ani juga dengan panasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhh….ohhh” desah kami berdua karena nafsu sudah mulai menjalar di tubuh kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat tingkah laku kami, nia cuma bisa melongo dengan mata yang terbuka lebar karena terkejut. ani melepaskan ciuman kami sambil berkata pada nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak nia, kakak santai aja dulu ya, ani mau melepas kangen ma kakak dika karena km udah seminggu tidak bertemu, kak nia maen komputer dulu atau baca komik aja dulu” bohong ani. gw tau kalo ani bohong karena selama seminggu ini ani selalu datang ke kos gw untuk minta jatah sexnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ok deh ni, tapi gw ga nyangka kalo kamu yang biasanya kalem di sekolah, tapi bisa liar kalo ketemu ma kak dika”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jelas liar kak, kak dika kan pacar ani, lagi pula ani sudah ngerasain gimana enaknya nge-sex, hehe” timpal ani seenaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hah? jadi loe udah pernah?ma kak dika ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“iya kak, ya udah kakak istirahat dulu sana”&lt;br /&gt;“ani mau ngelepas kangen”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat kata, gw menyalakan komputerku untuk nia, walaupun gw tau kalo itu tidak akan berguna nanti. ani langsung melepaskan semuanya bajunya, ternyata di balik bajunya ani tidak memakai pakaian dalam, gw dan nia yang melihat hal tersebut sama2 terkejut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ani dari rumah emang udah ga pake ya? tanya gw&lt;br /&gt;“iya kak, enak ga pake apa2 didalam, biar cepat nafsunya, lagi pula enak kak ga pake apa2, dingin,hehehe”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“emangnya km gw malu kalo diliat orang lain?lagi pula baju dan rok yang gampang terliat” tanya gw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“biarin diliat orang kak, ani senang kalo diliat orang lain, tapi yang boleh jamah n menikmatinya hanya kakak dika seorang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“anak ini bisa jadi calon wanita exebisionis” batin gw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw hanya bisa menghela nafas mendengar alasannya, tapi logika gw udah ga gitu jalan melihat pemandangan didepan gw dan masih ada gadis belia yang dapat gw nikmati sebentar lagi, entah kenapa gw merasa yakin dengan strategi yang dilancarkan oleh ani untuk membuat nia terangsang dan ikut menikmati permainan kami nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya kami mulai permainan kami dan benar saja, nia tidak meyentuh komputer yang kunyalakan untuknya, sepertinya dia penasaran dengan permainan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw dan ani memulai permainan kami dengan acara ciuman2 yang hot dan liar, ciuman ini tidak saja menaikan nafsu kami tapi juga menaikan nafsu nia yang tadi cuma bisa melihat, nia melihat ciuman kami berdua dengan muka yang merah padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba2 ani melepaskan ciuman gw, dan pada saat gw hendak protes karena gw menikmati ciuman yang panas ini ani bertanya pada nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak nia sudah pernah ciuman belom?&lt;br /&gt;“udah donk” balas nia cukup lama&lt;br /&gt;kayaknya dia sedang melamunkan sesuatu&lt;br /&gt;“pernah ciuman seperti ini ga” bales gw karena gw tau ini akan mengarah kemana&lt;br /&gt;“errrrr…..be…..lom…. kak”&lt;br /&gt;“sini kak, biar kak dika yang ngajarin”&lt;br /&gt;“gak mau ah…malu gila”&lt;br /&gt;gw dekatin nia sambil berkata ” untuk apa malu, yang disinikan cuma kita bertiga, ga ada yang akan ngelaporin koq tenang aja”&lt;br /&gt;“tapi cuma ciuman aja ya”&lt;br /&gt;gw tidak jawab langsung gw cium dengan mesra dan makin lama makin panas&lt;br /&gt;“emmmm…….ssssstttttttt t” desah nia dibalik ciuman kami, nafsu yang tertimbun tadi sekarang keluar dengan lancar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika tangan gw bergerak menuju untuk mengelus buah dadanya, tiba2 ani datang memisahkan kami, hal ini dilakukan ani supaya gw ga bergerak terlalu jauh dan merusak rencana yang telah direncanakannya, kadang2 gw salut dengan cara berpikir ani, dia sudah dewasa secara logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“udah2, sekarang giliran gw” kata ani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekilas gw melihat bagaimana ekpresi nia yang masih mau melanjutkan ciuman kami yang panas, gw melihat tanda2 nafsu yang ditunjukan oleh nia yaitu nafas yang memburu, dada yang naik turun, dan posisi paha yang mengapit memeknya tanda sudah gatal pingin digaruk. tapi gw berterima kasih pada ani karena menghentikan tangan gw yang hendak merasakan buah dada nia, karena hal ini akan merusak rencana kami berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami melanjutkan permainan kami berdua dengan panas, gw menyentuh dada ani dan meremasnya dengan ganas, mencium puting ani yang sudah keras karena nafsu, buah dada ani menjadi padat karena nafsu ani sudah sampai diubun2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak dika………geli kak…..ta….piiii…..ennnnn aaaaak bannget”&lt;br /&gt;“yang keras isepnya kak….cupang susu ani….”&lt;br /&gt;“kak dika, memek ani gatel banget…”&lt;br /&gt;“mau dijilat atau ditusuk sekarang ni?&lt;br /&gt;“dijilat kak….ani sudah lama tidak merasakan jilatan lidah kakak”&lt;br /&gt;tanpa lama2 gw langsung menidurkan ani di tempat tidur, dengan kepala ani menghadap nia, gw lakukan ini dengan harapan dia bisa melihat semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ouugghhhh….kak enak banget….jilat terus kak…jangan berhenti……kak nia sini donk kak”&lt;br /&gt;tanpa canggung lagi nia mendekat,”a..da apa ni?tanya nia dengan suara gemetar karena nafsu yang sudah tidak tertahan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“buka celananya kak…ani mau jilat memek kakak, kasihan kakak tidak ada yang nemenin….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa ada keraguan nia membuka celana pendeknya, dan tanpa disuruh dia juga membuka baju, bh dan cdnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nia sudah dalam genggaman kami berdua, nafsu sudah menguasai nia. dan gw terkejut secepat ini kah nia dikuasai oleh nafsu, alasan mengapa ntar lain kali gw jelasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gimana caranya ni?&lt;br /&gt;“nia jongkong dimulut ani dengan memek nia dimulut ani, biar ani yang bekerja nanti”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penis ku sudah tidak tahan lagi, akhirnya gw berdiri dan mengarahkan penis gw didepan mulut nia, karena nia sudah tinggi nafsunya, bau precum yang keluar dari penisku malah membuat dia langsung menghisap penisku, masih canggung karena blom bisa, tapi nia tidak pernah menggunakan giginya tanpa diberitahu, anak ini seorang natural dalam urusan isap menghisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gilaaaaaa…..nikkkkmmmma t banget memek gw”erang nia karena dijilat oleh ani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aniiiiii…….pipiss nihhhhhhhhh” teriak nia karena mendekati puncaknya&lt;br /&gt;“arrrgggghhhhhhhhhhh…… .” teriak nia karena mendapatkan orgasmenya yang pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa basa basi gw langsung menarik nia untuk tiduran dan mengarahkan penisku kearah memek nia, cukup sulit memasukannya karena memek nia yang masih perawan.tapi karena nia yang sudah memuncak nafsunya membuat memeknya basah dan sedikit terbuka sehingga hanya sebentar kemudian penis ku masuk sepenuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oooohhhhhh……….” erangku dan nia begitu penisku masuk sepenuhnya kedalam liang kenikmatan nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw sedikit terkejut karena tidak ada rasa sakit yang dirasakan oleh nia malah dia mengerang keenakan, jangan2 anak ini sudah tidak perawan lagi, karena penasaran gw mengeluarkan penis ku dan melihat kearah memek nia dan gw melihat darah yang keluar dari memek nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“masih perawan koq, tapi koq ga sakit ya si nia? batinku binggung, akhirnya teori nafsu tinggi menjawab semua itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena nafsu gw yang sudah tinggi, pikiran tentang teori tersebut hanya berkelebat sebentar di benakku dan gw melanjutkan tugas gw untuk menikmati dan memuaskan nafsu nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ani, kamu jongkok dimulut nia, biar dia bisa belajar menjilat memek kamu”&lt;br /&gt;ani menurut dan jongkok di mulut nia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan gw mengenjot memek nia dengan sedikit liar karena nafsu gw yang sudah tidak terbendung lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhh….eggghhhhh…..ouuugg hhhhh” desah kami bertiga karena keenakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kak, ani mau pipis nih……lidah kak nia hebat banget, ga kalah dari lidah kak dika”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“arrrrrrggggggghhhhhhh……”e rang panjang ani karena orgasme&lt;br /&gt;ga lama kemudian giliran nia yang orgasme&lt;br /&gt;“kaaaaaakkkkk…..niiiiaaaaaaa aaa pipissssss” erang nia orgasme&lt;br /&gt;“ennnaaaakkkkk…bangggget ttt kak dika”&lt;br /&gt;ani dan nia sudah mencapai puncaknya sedangkan gw masih blom dapat, karena gw tidak ingin menguras tenaga nia terlalu banyak, gw memilih ani untuk mencapai orgasme gw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ni… kak dika masukin ya”&lt;br /&gt;“i…yyyyaaaa kak, ani blom puas”&lt;br /&gt;setelah 10 menit mengenjot memek ani akhirnya gw menyudahi permainan ini dengan menembakan sperma gw ke dalam memek ani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari minggu itu gw mendapatkan perawan baru yaitu nia dan menambah koleksi gadis belia ku yang akan memuakan nafsuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu hal yang gw ketahui dari ani, dia mandul, karena selama ini gw selalu mengeluarkan sperma gw kedalam memeknya, tapi dia tidak pernah hamil. gw tau ani yang mandul karena gw pernah menghamili seorang tante yang menjadikan gw sebagai gigolonya.karena penasaran gw mambawa ani ke dokter kenalan gw yang sama2 suka menikmati daun muda dan mendapat konfirmasi bahwa ani benar2 mandul dan gw dapat dengan tenang mengeluarkan sperma gw didalam memeknya kapan pun gw mau&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/ani-gadis-beliaku-part-1.html"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; Ani gadis beliaku part 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-3339445793110650813?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/3339445793110650813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/ani-gadis-beliaku-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3339445793110650813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3339445793110650813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/ani-gadis-beliaku-part-2.html' title='Ani gadis beliaku part 2'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFU4ByHy52I/AAAAAAAABts/efVWznmz-3w/s72-c/Ani+gadis+beliaku+part+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-3723067209299783854</id><published>2010-08-01T01:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T01:40:59.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><title type='text'>Gay Simpanan Mama part 2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua minggu kemudian. Aku baru bangun tidur siang. Sekitar jam tiga sore. Waktu itu hari Rabu, aku enggak ada kelas. Karena itu biasanya habis tidur siang, sorenya aku latihan tenis. Kuubek-ubek kamarku, tapi tak kutemukan dimana raket tenisku berada. Jangan-jangan dipinjam si Toni, pikirku. Adik bungsuku itu memang doyan banget minjem barang-barangku tanpa permisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/search/label/Kumpulan%20cerita%20dewasa%2017%2B"&gt;Gay&lt;/a&gt; Simpanan Mama part 2&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFUxWllM7XI/AAAAAAAABtU/v60sdWCb3PE/s1600/Gay+Simpanan+Mama+part+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 302px; height: 453px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFUxWllM7XI/AAAAAAAABtU/v60sdWCb3PE/s400/Gay+Simpanan+Mama+part+2.jpg" alt="Gay Simpanan Mama part 2" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500356784017960306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku segera menuju kamarnya yang terletak di pavilyun samping bangunan utama rumah kami. Toni memang sengaja diberikan kamar disitu. Maklum ABG. Dia doyan nge-Band bareng temannya. Daripada ribut dengar suara alat musik yang dimainkannya bareng-bareng temannya maka lebih aman meletakkannya disitu. Jadi suaranya tidak terlalu keras terdengar di dalam rumah. Mending suara musik yang dimainkan asyik di dengar kuping. Ini malah musik yang enggak jelas juntrungannya. Metal yang enggak mutu. Ups, jangan salah sangka lagi. Aku bukan anti metal. Aku doyan metal. Tapi metal yang enggak dimaenin sama Toni dan teman-temannya. He.. he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kamar Toni tertutup rapat. Juga gorden jendelanya. Tumben. Pikirku. Jarang-jarang gorden kamarnya ditutup. Paling juga kalau sudah malem kalau dia tidur. Dari kamarnya terdengar hingar bingar musik metal dari tape. Si Toni berarti ada di kamar, pikirku. Kugenggam gerendel pintu, kuputar. Tak terkunci. Kubuka pintu dan langsung melongokkan wajahku ke kamarnya. Aku sudah bersiap-siap untuk ngomel ke dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Toni! sudah berapa kali gue bilang, jangan ambil barang-barang gue seenaknya.. Hahh?!!,” kata-kataku terhenti segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutku menganga, tenggorokanku rasanya tercekat. Mataku melotot melihat peristiwa yang terjadi dalam kamar Toni.&lt;br /&gt;Adikku itu sedang bermain cinta di kamarnya. Tubuhnya telentang di atas ranjang. Pakaian sekolahnya belum terlepas seluruhnya. Hanya resleting celananya saja yang terbuka lebar. Kontolnya yang nongol dari celah resleting itu, ngaceng total sedang dikulum oleh seseorang yang sedang menungging dalam posisi berlawanan arah dengan Toni di atas tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sih sudah tahu kalau kelakuan adikku yang masih ABG ini sama bejatnya seperti aku. Aku sudah sangat tahu kalau dia doyan ngesex dengan orang lain. Harusnya aku tak perlu kaget melihatnya sedang in action seperti ini. Tapi gimana aku enggak kaget kali ini, yang kulihat saat ini sangat tidak biasa. Toni maen kulum-kuluman kontol bukan dengan cewek. Tapi dengan cowok men. Dan cowok yang sedang mengulum kontolnya itu adalah si Willy! Shit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Tonipun edan. Masak mulutnya juga ngulum kontol si Willy? Ngawur! Yang benar aja, kontol gede si Willy itu dikuluminya dengan penuh nafsu seperti ngulum permen lolipop saja. Toni kulihat salah tingkah setelah menyadari kehadiranku. Buru-buru dilepaskannya kontol si Willy dari mulutnya. Ia segera bangkit dan membereskan celananya. Sementara si Willy kulihat tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngapain Tom? Masuk kamar gue kok enggak ngetuk pintu dulu,” kata Toni terlihat kurang suka padaku.&lt;br /&gt;“Memang elo pernah ngetuk pintu kalau masuk kamar gua?” sahutku. Kupandangi keduanya dengan tatapan tajam. Willy kulihat tersenyum padaku.&lt;br /&gt;“Hai Tom,” katanya melambaikan tangan seperti tak ada apa-apa.&lt;br /&gt;“Ngapain elo berdua?” kataku dingin.&lt;br /&gt;“Enggak ngapa-ngapain. Mau ngapain elo?” sahut Toni masih salah tingkah.&lt;br /&gt;“Enggak ngapa-ngapain?! Jelas-jelas mata gua ngelihat elo berdua sedang emut-emutan kontol kok elo bisa ngomong enggak ngapa-ngapain. Elo homo?!” kataku.&lt;br /&gt;“Siapa yang homo? Enak aja!” kata Toni protes.&lt;br /&gt;“Kalau bukan homo, apa namanya cowok sama cowok emut-emutan kontol begitu? Nah elo, kok elo bisa..,” kataku pada Willy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimatku tak kusambung. Aku menatap bingung padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sante aja men. Ini hal yang biasa kok,” sahut Willy tanpa beban.&lt;br /&gt;“Biasa??!” tanyaku bingung. Dahiku mengernyit.&lt;br /&gt;“Iya. Gue sama Toni kebetulan lagi sama-sama horny. enggak ada pelampiasan, ya sudah, kenapa kita enggak maen berdua aja. Toh tujuannya cuman untuk melampiaskan birahi doang. Maen sama cewek juga emut-emutan kan. Gua punya mulut, Toni punya mulut, kan bisa dipake untuk ngemut. Hasilnya tetap sama kok,” sahut Willy tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigolo ganteng itu benar-benar tenang luar biasa. Sepertinya apa yang dilakukannya bersama Toni itu bukan hal yang aneh. Aku jadi terkesima mendengar jawabannya. Toni kulihat mengangguk-angguk mendengar kata-kata Willy. Duduk dengan seragam SMUnya diatas ranjang, adik bungsuku itu tak berkata apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gua enggak ngerti deh. Gua yang gila atau elo berdua yang gila,” kataku.&lt;br /&gt;“Enggak ada yang gila Tom. Apa gue pernah ngatain elo gila karena elo suka mandangin kontol gua? enggak pernah kan?”&lt;br /&gt;“Maksud elo?”&lt;br /&gt;“Jangan pura-pura bego. Gue tahu kok elo suka curi-curi pandang lihat tonjolan di selangkangan gue. Apalagi kalau pas gue telanjang bulat. Mata elo kan sampai melotot ngelihat adik gue ini kan,” kata Willy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggoyang-goyangkan kontolnya yang sudah lemas. Memamerkannya padaku. Aku tak tahu mau bilang apa lagi. Tak kusangka Willy mengetahui kalau aku selalu memperhatikan perkakasnya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah. Sekarang elo mau berdiri terus disitu sambil ngelihatin kita sekaligus melototin kontol gue, atau mau ikutan bareng kita menikmati anugerah yang kita miliki. Tom kita harus bersyukur lo, kita bertiga kan dianugerahi kontol yang punya ukuran diatas rata-rata. enggak banyak lo orang yang dianugerahi hal beginian,” kata Willy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar yang dikatakan Willy. Kami bertiga memang punya ukuran kontol yang diatas rata-rata. Adikku si Tony kulihat juga punya kontol yang gede. Ukurannya enggak jauh-jauh dengan ukuranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal sehatku sirna. Aku yang memang sudah cukup lama tergoda dengan kontol si Willy akhirnya pasrah saja saat Willy dan Toni membimbingku ke arah ranjang. Kubiarkan saja mereka mempreteli seluruh pakaianku. Kami bertiga telanjang bulat di dalam kamar Toni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Willy memberikan penghormatan khusus padaku. Rasa penasaranku pada kontolnya yang gede itu dipuaskan olehnya. Willy mengangkangi leherku saat aku berbaring telentang di atas ranjang. Kontolnya yang besar ditampar-tamparkannya ke pipiku. Birahiku menggelegak. Pertama kali seumur hidupku aku diperlakukan seperti ini. Saking menggelegaknya birahiku akhirnya apa yang tak pernah terpikirkan selama ini dibenakku kulakukan. Kukulum kontol Willy sepuas-puasnya. Aku menggila. Seperti anjing ketemu tulang, kulahap kontol Willy. Aku tak ubahnya Mamaku dan Mimi yang tergila-gila pada kontol gigolo ganteng ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Tonipun sama tergila-gilanya seperti aku. Ia berebutan denganku mengerjai kontol besar si Willy. Seringkali kudorong wajah ganteng adikku yang masih abg itu menjauhi kontol Willy, karena aku sudah tak sabar ingin memasukkan batang gede itu dalam mulutku. kalau sudah gitu, Toni cuman bisa bersungut-sungut padaku. Aku cuek aja. Sementara Willy tertawa melihat kami berebutan kontolnya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian sekeluarga sama binalnya deh,” komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pasti teringat pada Mama dan Mimi saat mengoral kontolnya. Pasti sama maniaknya seperti aku dan Toni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi terlupa, bahwa aku laki-laki straight. Aku jadi menikmati permainan laki-laki seperti ini. Willy rupanya tak mau melewatkan kontolku dan Toni. Dia segera membalik tubuhnya berlawanan arah denganku. Aku dan Toni sama-sama berbaring telentang bersisian. Mulut kami bergantian mengulum kontol Willy. Sementara Willy yang menungging diatas kami menggilir kontolku dan Toni. Mulutnya ganti berganti mengulum kontolku dan kontol adikku itu. Saat mulutnya di kontolku, tangannya mengocok kontol Toni. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku tak jadi latihan tenis. Kebetulan Mama belum pulang dari kantor, dan Mimi tak ada di rumah, kami puas-puaskan bermain sex bertiga. Segala apa yang memungkinkan, kami lakukan bertiga. Termasuk juga saling menyodomi satu sama lain. Baby oil yang biasanya digunakan Toni untuk coli, kami gunakan sebagai pelumas agar kontol tak terlalu sulit memasuki lobang pantat. Meski dianal adalah kali pertama buatku, tapi aku ternyata bisa menikmatinya. Diantara rasa sakit dimasuki kontol dalam lobang pantat, aku merasakan juga nikmat yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sore menjelang, kami segera cabut menuju kost Willy. Kami tak mau terganggu dengan kepulangan Mama dari tempat kerjanya. Pada Mama, Willy menelpon bahwa dia tak menginap di rumah kami malam itu. Ada kerjaan, alasannya pada Mama. Sementara aku dan Toni tak perlu menelpon Mama. Sudah biasa kami tak tidur di rumah. Jadi Mama tak akan merasa aneh. Malam itu kami puas-puaskan bermain cinta bertiga. Tak peduli, bahwa aku dan Toni adalah saudara kandung, kami juga saling menyodomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali bersetubuh, akhirnya kami bisa memahami posisi masing-masing. Meskipun kami sama-sama fleksibel saat bercinta, namun Toni lebih suka pada posisi dianal, baik olehku maupun Willy. Sedangkan aku dan Willy suka keduanya, baik dianal dan menganal. Hanya saja aku lebih menikmati dianal oleh Willy daripada oleh Toni. Kontol Willy yang sangat besar sungguh membuatku keenakan. Aku sampai menggelepar-gelepar saat dianalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau menganal, aku lebih suka melakukannya pada Toni. Aku sangat suka melihat ekspresi adikku yang sepertinya kesakitan namun terus memaksaku untuk mengentotnya dengan buas. Sedangkan kalau menganal Willy, aku tak menemukan ekspresi itu. Willy sudah sangat profesional dalam hal ini. Ternyata dia adalah gigolo bagi wanita dan laki-laki sekaligus. Saat dientot, ekspresinya hanya penuh kenikmatan saja. Lagipula, lobang pantat Willy tak sesempit lobang pantat si Toni. Lobang pantat Willy sudah mengendor. Dia sudah sering dientot oleh laki-laki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bercinta tiada henti. Willy memberikan kami minuman rahasia miliknya. Minuman yang membuat tenaga kami tak kunjung sirna. Pantas saja tenaga gigolo ini bak kuda liar. Ia punya ramuan rahasia rupanya. Saat kutanyakan pada Willy, apa cairan itu dan darimana ia memperolehnya, gigolo itu tak mau mengatakannya padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini rahasia perusahaan,” jawabnya. Aku dan Toni tertawa mendengar jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kamis esoknya, harusnya Toni sekolah. Tapi adik bungsuku itu bolos. Aku juga bolos kuliah, pun Willy. Kami seperti mesin sex. Toni tak bosan-bosannya memintaku dan Willy bergantian menghajar lobang pantatnya. Dia benar-benar ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pantes aja cewek-cewek suka dientot. Enak banget men,” komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantat Toni yang putih dan montok penuh semangat bergerak saat Willy atau aku menyodominya. kalau kupikir-pikir, goyang ngebor Inul, kalah jauh deh dibandingin ngebornya si Toni. Membuatku dan Willy tak kuasa untuk menahan orgasme. Sperma kami tumpah memenuhi lobang pantat adikku itu. Kamar kos Willy semerbak dengan bau sperma dan keringat kami. Bau ini malah semakin membuat kami bernafsu untuk mengentot lagi dan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sore, akhirnya kami kembali ke rumah. Dan sejak itu kami menjadi rutin ngesex bertiga. Mencuri-curi kesempatan tanpa sepengetahuan Mama dan Mimi. Apa yang kami lakukan adalah rahasia kami bertiga. Tak perlu orang lain tahu. Termasuk juga cewek-cewek kami. Apalagi Mama dan si Mimi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/gay-simpanan-mama-part-1.html"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gay Simpanan Mama part 1&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-3723067209299783854?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/3723067209299783854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/gay-simpanan-mama-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3723067209299783854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3723067209299783854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/gay-simpanan-mama-part-2.html' title='Gay Simpanan Mama part 2'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFUxWllM7XI/AAAAAAAABtU/v60sdWCb3PE/s72-c/Gay+Simpanan+Mama+part+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-9080896655038016487</id><published>2010-08-01T01:24:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T01:41:35.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Hot dee'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita hot'/><title type='text'>Gay Simpanan Mama part 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mamaku itu memang hebat. Di usianya yang sudah kepala lima dia masih tetap cantik dan sexy. Di pekerjaan pun ia tetap paten. Karirnya melesat terus. Jabatannya kini sudah wakil direktur di perusahaan tempatnya bekerja. Karena hidup dengan Mama sejahtera, maka aku memilih untuk tinggal bersamanya sejak ia bercerai dengan Papaku setahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Gay Simpanan Mama part 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFUx4Y7CnQI/AAAAAAAABtc/hp9yDudZbBs/s1600/Gay+Simpanan+Mama+part+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 406px; height: 252px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFUx4Y7CnQI/AAAAAAAABtc/hp9yDudZbBs/s400/Gay+Simpanan+Mama+part+1.jpg" alt="Gay Simpanan Mama part 1" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500357364735450370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Papaku yang cuma bekerja sebagai pegawai rendahan, mana bisa memenuhi kebutuhanku yang doyan hura-hura. Jangankan membelikanku mobil, sepeda motor aja Papa enggak bisa. Dua orang adikku juga memilih tinggal bersama Mama. Sama sepertiku, mereka juga doyan hura-hura. Ngabisin duit Mama yang aku enggak tahu gimana caranya, selalu saja ada. Apa yang kami minta selalu bisa dipenuhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Tomi. Semester enam fakultas ekonomi di sebuah perguruan tinggi swasta yang beken di Jakarta. Adikku Mimi. Juga kuliah di fakultas ekonomi satu kampus denganku. Tapi dia masih duduk di semester dua. Adikku yang paling kecil, Toni. Dia masih kelas tiga SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kecil selalu hidup bergelimang harta, dari penghasilan Mamaku, membuat kehidupan glamour sangat melekat pada diri kami. Masing-masing kami dibelikan Mama mobil sebagai alat transportasi. Uang jajan tak pernah kurang. Karena itu aku dan adik-adikku tak pernah protes dengan apapun yang dikerjakan oleh Mamaku. Aku dan adik-adikku selalu kompak membela Mama. Termasuk saat bercerai dengan Papa. Padahal sebab perceraian kedua orangtuaku itu adalah jelas-jelas karena kesalahan Mama. Papa menangkap basah Mama sedang pesta sex dengan tiga orang gigolo muda di hotel!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, aku dan adik-adikku tetap aja kompak membela Mama. Soalnya belain Papa juga enggak ada untungnya. Lagian kelakuanku dan adik-adikku juga enggak beda-beda amat sama Mama. Aku dan Toni pernah bawa perek ke rumah. Si Mimi tahu tentang hal itu dan dia sih santai-santai aja. Soalnya dia juga sering bawa cowok ganteng ke kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bercerai, rumah kami yang megah jadi seperti rumah bordil aja deh. Mama, aku, Mimi, dan Toni, rutin bawa partner sex kemari. Karena kami sama gilanya, jadi asyik. Kalau waktu ada Papa enggak asyik. Papa suka rese. Meski tak bisa memarahi kelakukan binal anak-anaknya, tapi Papa suka ngomel atau ngasih nasehat. Huh, menyebalkan aja Papaku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari banyak cowok, si Willy yang paling sering dibawa Mama ke rumah. Dia tuh, kayak suami baru Mama aja jadinya. Hampir tiap hari dia ada di rumah. Paling kalau Mama lagi bosen dan ingin cari variasi pasangan lain, barulah dia ngibrit dari rumahku, balik ke kostnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena seringnya si Willy di rumah, aku dan adik-adikku jadi akrab dengan dia. Apalagi usianya enggak jauh dariku. Dia juga masih kuliah. Umurnya hanya lebih tua dua tahun dariku. Obrolan kami nyambung. Tentang apa saja. Otomotif, sport, musik, dan pasti ngesex. Hehe. Bisa dibilang, si Willy ini piaraan Mama. Segala biaya hidupnya, Mamaku yang nanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Mimi paling senang dengan keberadaan Willy di rumah. Piaraan Mama itu dimanfaatinnya juga buat muasin nafsunya yang binal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Habisnya si Willy itu ganteng banget sih. Macho. Mana bodinya oke banget lagi. Belum lagi kontolnya. Gede banget Tom. Ngesexnya gila-gilaan. Pantes aja Mama paling demen ama dia dibandingin ama gigolonya yang lain,” kata Mimi padaku suatu hari. Dasar nakal. Dasar maniak tuh si Mimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita si Mimi tentang kontolnya si Willy membuatku penasaran juga. Eits. Jangan salah sangka dulu men. Aku bukan gay. Jelas-jelas aku cowok straight. Cuman, dengar ukuran kontol orang sampai 28 sentimeter kan jelas bikin penasaran. Jangankan aku, cowok lain pasti juga penasaran. Gila aja kontol bisa segede itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kupikir kontolku sudah paling gede. Panjangnya sekitar delapan belas senti. Susah-susah lho, cari kontol sepanjang punyaku ini di Indonesia. Ternyata punya si Willy malah lebih gila. sampai 28 senti men, selisih sepuluh senti dari punyaku. Ambil penggarisan deh, liat dari titik 0 senti sampai 28 senti, panjang banget kan ukuran segitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski penasaran, enggak mungkin kan aku permisi ke dia buat liat kontolnya. Gila aja. enggak usah ya. Pernah kepikiran buatku untuk ngintip dia saat ngentot dengan Mamaku atau si Mimi. Tapi males ah. Ngapain juga ngeliat saudara kandung sendiri ngentot. enggak ada seru-serunya. Entar aku jadi incest lagi. Bikin berabe aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang namanya rezeki memang enggak kemana. Waktu itu malem hari. Hampir dini hari malah. Aku baru pulang. Biasalah, ngabis-ngabisin duit Mama. Semua orang sudah tidur kayaknya. Kerongkonganku rasanya kering banget. Haus. Aku langsung ke dapur, ingin ngambil minuman dari lemari es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas aku nyampe di dapur aku terkesima. Kulihat Mama sedang berbaring telentang di atas meja makan kami. Pakaian atasannya terbuka memamerkan buah dadanya yang masih kencang dan besar. Sementara bagian bawah tubuhnya tak menggenakan penutup apa-apa. Sekitar memeknya yang penuh jembut lebat kulihat belepotan cairan putih kental sampai ke perutnya. Banyak banget. Mama tak sadar dengan kehadiranku, karena saat itu ia sedang memejamkan matanya sambil mendesah-desah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngg.. Enak banget Will,” katanya dengan suara mendesis. Rupanya dia baru aja dientot sama si Willy di atas meja makan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mengalihkan tatapanku dari tubuh Mamaku yang mengangkang itu. Entah kenapa, kok aku rasakan aku kayaknya terangsang. Bisa berabe nih. Pandanganku kualihkan ke lemari es. Saat menatap ke arah sana aku kembali kaget. Disana berdiri si Willy. Dia tak menggenakan pakaian apapun menutupi tubuhnya. Badannya yang tinggi dan kekar berotot itu polos. Dia sedang menenggak coca cola dari botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku langsung menatap ke arah kontolnya. Gila men. Si Mimi enggak bohong. Di selangkangannya kulihat sebatang kontol dengan ukuran luar biasa. Sedang mengacung tegak ke atas mengkilap karena belepotan spermanya sendiri kayaknya. Batangnya gemuk, segemuk botol coca cola yang sedang dipegangnya. Panjang banget. Kepala kontolnya yang kemerahan seperti jamur melewati pusarnya. Batang gemuk itu penuh urat-urat. Aku sampai melotot melihatnya. Kupandangi kontol itu dengan teliti. Ck.. Ck.. Ck.. Sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baru pulang Tom?” kata Willy menegurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah menyadari kehadiranku rupanya. Aku segera menolehkan pandanganku dari kontolnya. Gawat kalau ia tahu aku sedang serius mengamati detil kontolnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He eh. Iya,” sahutku sambil mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja lampu di dapur itu bernyala redup. kalau terang benderang, pasti Willy bisa mengetahui kalau wajahku sedang bersemu merah saat itu. Malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamaku yang sedang berbaring lemas diatas meja makan tiba-tiba melompat bangun. Ia sibuk mencari-cari roknya untuk menutupi bagian bawah tubuhnya yang terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Tomi. sudah lama kau datang?” kata Mama dengan ekspresi malu.&lt;br /&gt;“Baru aja ma,” sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beraksi seperti tidak terjadi apa-apa disitu. Segera kuambil minuman dingin dari lemari es. Tubuh Willy yang berkeringat tepat disampingku. Saat mataku melirik ke arah dalam lemari es, mencari minuman, kusempatkan untuk melirik sekali lagi ke arah batang kontol Willy. Kali ini aku bisa melihatnya lebih jelas. Karena ada bantuan penerangan dari lampu lemari es. Gila! Bagus banget bentuk kontolnya, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendpatkan minuman dingin, aku segera meninggalkan dapur. Tinggallah Mamaku dan Willy disana. Aku tak tahu apakah mereka masih melanjutkan lagi permainan cabul mereka atau tidak. Yang pasti sepanjang jalan menuju kamarku, pikiranku dipenuhi dengan kontol si Willy yang luar biasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila! Gila!” rutukku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok aku bisa mikirin kontol punya cowok lain sih? Ada apa denganku ini? Rasanya malam itu aku susah untuk tidur. Setelah membalik-balikkan badan beratus kali di atas ranjangku yang empuk, barulah aku bisa tertidur. Itupun setelah jarum jam menunjukkan pukul empat pagi. Sebentar lagi pagi menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjumpa dengan Willy keesokan harinya aku jadi rada-rada grogi. Entah kenapa. Mataku jadi suka mencuri pandang ke arah selangkangannya. Aku jadi menyadari, kalau ternyata saat selangkangannya ditutupi celana seperti itu, ukuran tonjolan diselangkangan itu, memang beda dengan punyaku. Jauh lebih menonjol kayaknya. Gila! Gila! Rutukku lagi dalam hati. Kok aku jadi mikirin itu aja sih?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Willy sih enggak ada perubahan. Ia tetap cuek aja seperti biasanya. Ia tak merasa ada yang aneh dengan kejadian semalam. Sepertinya ia tak perduli kalao aku memergokinya telanjang bulat bersama Mamaku. Kayaknya, buatnya itu hal yang lumrah saja. Dasar gigolo profesional dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan berlalu. Dan selama rentang waktu itu, aku jadi pengamat selangkangan Willy jadinya. Entah kenapa, aku selalu berharap akan punya kesempatan lagi untuk ngelihat perkakas gigolo itu. Tapi tak juga pernah kesampaian. Sampai suatu hari.&lt;br /&gt;Aku ingin berenang pagi-pagi di kolam renang yang ada di halaman belakang rumahku. Ketika aku sampai di kolam renang mataku langsung menangkap sebuah tontonan cabul. Si Mimi sedang ngentot dengan Willy. Dasar nekat si Mimi. Padahal Mama kan masih ada di kamarnya pagi-pagi begini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku yang cantik dan sexy itu sedang nungging di tepi kolam renang. Dibelakangnya Willy asyik menggenjot kontolnya dalam lobang vagina adikku itu. Genjotannya liar dan keras. Menghentak-hentak. Tubuh si Mimi sampai terdorong-dorong ke depan karena hentakan itu. Kelihatannya si Mimi keenakan banget. Bibir bawahnya digigit-gigitnya dengan giginya. Ia menggelinjang-gelinjang sambil merem melek menikmati hajaran kontol Willy yang luar biasa itu di memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terangsang hebat. Celana renang segitiga yang kukenakan, tak lagi bisa menampung kontolku yang membengkak. Aku tak tahu. Aku terangsang karena apa? Apakah karena melihat persetubuhan mereka, atau karena serius mengamati kontol besar Willy yang keluar masuk vagina si Mimi itu. Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku langsung mengocok batang kontolku yang sudah kukeluarkan dari celana renangku. Kukocok sekuat tenaga. Cepat. Aku ingin segera menumpahkan spermaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Tom. Ngapain luh?” tiba-tiba kudengar suara Mimi menegurku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku yang sedang merem melek langsung menatapnya. Kulihat ia menolehkan wajahnya yang cantik memandangku yang sedang berdiri mengangang sambil ngocok. Willy tersenyum memandangku. Mereka tak menghentikan permainan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“memang lo enggak bisa liat, gue lagi ngapain,” jawabku cuek. Willy tertawa kecil mendengar jawabanku.&lt;br /&gt;“Gila lo,” kata Mimi. Setelah itu ia kembali asyik menikmati genjotan Willy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya akupun orgasme sambil memandangi Mimi dan Willy yang terus bercinta. Tak lama setelah itu si Willy yang orgasme di mulut Mimi. Sebelum spermanya sempat mencelat dari lobang kencingnya, Willy menyempatkan menyabut kontolnya yang gemuk dan panjang itu dari vagina Mimi. Lalu disuruhnya Mimi membuka mulutnya lebar-lebar menyambut tumpahan sperma Willy yang deras. Aku benar-benar terbius birahi melihat detik-detik Willy menumpahkan spermanya di mulut adikku itu. Entah kenapa nafsuku terasa menggelegak melihat kontol itu menyemburkan spermanya yang deras berulang-ulang. Kupelototi setiap detik orgasme Willy itu tanpa berkedip sama sekali. Aku tak ingin kehilangan momen yang indah itu sedetikpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila lo. Adik sendiri ngentot ditonton,” kata Mimi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kami bertiga berbaring di tepi kolam renang kelelahan. Kalau orang melihat kami saat itu, mereka tidak mengetahui kalau kami baru saja orgasme tadi. Yang melihat pasti hanya mengira kami sedang berjemur menikmati cahaya matahari di tepi kolam renang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Habisnya elo berdua sama gilanya sih. Masak pagi-pagi ngentot disini. Ketahuan Mama gimana?” sahutku.&lt;br /&gt;“Cuek. Mama enggak bakalan bangun. Sebelum ngentotin gua, Mama habis dihajar sama si Willy. Jadi Mama pasti sedang ngorok kecapaian,” jawab Mimi yakin.&lt;br /&gt;“Benar Wil?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Yap,” sahut Willy singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar si Willy. Habis ngentot dengan Mama, masih sanggup ngentoti si Mimi sebinal tadi. Benar-benar profesional nih cowok, pikirku. Itu pengalaman keduaku melihat kontol si Willy. Seru? Belum! Ada pengalaman berikutnya yang lebih seru dari itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/gay-simpanan-mama-part-2.html"&gt;Gay&lt;/a&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/gay-simpanan-mama-part-2.html"&gt; Simpanan Mama part 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-9080896655038016487?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/9080896655038016487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/gay-simpanan-mama-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/9080896655038016487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/9080896655038016487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/08/gay-simpanan-mama-part-1.html' title='Gay Simpanan Mama part 1'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFUx4Y7CnQI/AAAAAAAABtc/hp9yDudZbBs/s72-c/Gay+Simpanan+Mama+part+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-8573670097947507970</id><published>2010-07-30T10:23:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T11:01:11.160-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita hot'/><title type='text'>SisWi Magang yg menggairaHkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;CerIta Dewasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; terjadi ketika Dulu aku sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang automotive di daerah Bekasi. Ditempat itu, sebut saja PT. BT, jumlah karyawannya cukup banyak. Tapi bukan itu yang menyebabkan aku menurunkan tulisan ini. Selain karyawan, disana terdapat beberapa siswi yang sedang melakukan PKL. Diantara siswi tersebut, salah satu diantaranya, telah membuat aku seperti kembali merasakan cinta (yang dulu pernah hilang bersama Galuh). Siswi tersebut, kita sebut saja namanya Muti, diperbantukan di departemen Personalia, sedangkan aku, bekerja di departemen PPIC.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMS9qV-O_I/AAAAAAAABro/xE8PdmpJIEo/s1600/SisWi+Magang+yg+menggairaHkan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 397px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMS9qV-O_I/AAAAAAAABro/xE8PdmpJIEo/s400/SisWi+Magang+yg+menggairaHkan.jpg" alt="SisWi Magang yg menggairaHkan" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499760420497275890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenernya ruang kerja kami agak berjauhan, tetapi karena sama-sama mengerjakan jenis pekerjaan yang menyangkut dengan data, maka setiap hari, kami selalu bertemu ditempat foto copy. Awalnya sih, aku hanya sekedar mengagumi kecantikannya, karena dengan hidung yang bangir, bentuk bibir yang sensual, dihiasi lesung pipit di kedua pipinya, membuat semua yang ada didirinya terlihat sempurna. Hari demi hari kami terlihat semakin akrab, bahkan banyak teman-temanku yang menyangka kalau aku sedang PDKT dengannya. Semua anggapan temanku, tidak terlalu aku pikirkan, karena aku merasa, Muti disini sedang belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh sekolahnya, dan sebagai seorang karyawan di PT. BT, aku hanya sekedar membimbing dan membantu, jika seandainya ada sesuatu hal yang dia belum mengerti. Hampir dua minggu aku mengenalnya, ternyata sikap dan kelakuannya semakin membuat aku terpesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;Ketika &lt;/a&gt;aku mendengar gurauan salah seorang temanku, yang mengatakan kalau dia berani memberi Rp. 500.000,- kepada Muti, jika Muti mau menemaninya selama 2 jam, perasaanku malah semakin care sama si Muti. Timbul perasaaan cemburu ketika mendengar gurauan itu. Namun aku tidak berani untuk mengungkapkannya, karena saat itu diantara aku dan Muti, tidak mempunyai hubungan yang terlalu istimewa. Akupun merasa wajar, jika temanku berkata demikian, karena dengan wajah secantik itu, jika memang Muti memanfaatkan tubuhnya, mungkin harganya bisa diatas Rp. 350.000, per dua jam (harga tersebut diatas, adalah harga rata-rata seorang massage girl yang sudah dianggap cantik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, bersama seorang temannya yang bernama Emma, Muti menuju meja kerjaku, awalnya sih bertanya tentang sesuatu yang ada hubungannya dengan keperluannya, mungkin karena merasa sudah akrab, Muti juga bertanya tentang no. HP ku, alasannya sih biar gampang saja, kalau nanti dia mau nanya sesuatu. Sambil tetap memperhatikan monitor, aku menyebutkan satu persatu nomernya. Ketika mereka ikut memperhatikan cara kerjaku, tiba-tiba, “buukkk..” tanpa sengaja, tangan Emma menyenggol buku yang aku simpan disisi meja. Aku langsung mengambil bukunya dengan cara berjongkok. Alamak.. ketika berjongkok, tanpa sengaja sudut mataku melihat sesuatu yang sangat indah, dua pasang paha mulus terpampang didepan wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, karena posisi kaki Muti ketika duduk, agak mengangkang, maka ketika ku perhatikan, dipangkal pahanya terlihat pemandangan yang cukup menggelitik kelelakianku. Ku lihat dia memakai CD berwarna Pink, dengan hiasan renda di sisinya. Mungkin karena mereka terlalu fokus memperhatikan hasil pekerjaanku, mereka tidak menyadari (atau memang sengaja?) kalau di bawah meja, aku sedang menikmati apa yang seharusnya mereka tutupi. Karena takut mengundang kecurigaan dari teman sekerjaku, terpaksa aku kembali duduk dan menerangkan tentang cara kerja di PT. BT kepada Muti dan Emma. Namun kejadian yang baru saja aku alami, tetap mengganggu pikiranku. Mungkin karena aku tidak konsentrasi dengan apa yang sedang kami bicarakan, Muti bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, kok kadang-kadang ngejelasinnya tidak nyambung sih..”. Sebenarnya aku malu mendapat pernyataan seperti itu, namun karena merasa sudah akrab, aku berbisik kepada Muti dan menceritakan kejadian yang sebenarnya. Bukannya malu, Muti malah tersenyum mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa tidak disentuh saja Pak, biar tidak penasaran”, goda Muti. Emma yang tidak tahu apa-apa, hanya bengong mendengar pembicaraan kami. Sebagai seorang lelaki, mendengar penawaran Muti, aku malah berpikir yang tidak-tidak, dan membayangkan apa yang ada dibalik CD nya itu. Namun semuanya berusaha aku redam, karena walau bagaimanapun, di PT. BT ini, aku harus JAIM (Jaga Imej), agar aku tidak mendapatkan masalah. Bel istirahatpun berbunyi, dan kami langsung menuju kantin untuk makan siang. Baru saja aku selesai makan, Muti mendekatiku dan berbisik “besok Bapak saya tunggu di Hero sekitar jam 09.00 pagi, ada yang ingin saya bicarakan, saya tunggu didepan ATM”. Walau singkat, tapi tetap membuatku bertanya-tanya, sebenarnya apa-yang akan dibicarakan? Mengapa waktunya hari sabtu, padahal kan setiap hari sabtu PT. BT libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dia berbisik sangat pelan kepadaku, apa takut terdengar yang lainnya?. Besoknya, dengan tetap berpakaian rapi (seperti jika mau berangkat kerja), aku mengeluarkan motorku dan beralasan lembur kepada kedua orang tuaku. Menunggu adalah hal yang sangat membosankan, karena sampai di Hero, jam baru menunjukkan angka 07.30, Setelah mencari sarapan, sambil ngerokok, aku iseng-iseng ikut ngantri ATM, padahal cuma mau liat saldo doang, karena uang yang ada di dompetku, masih ada sekitar Rp. 400.000,-. Dari jauh, aku sudah tahu kalau gadis yang menuju kearahku adalah si Muti, dan pagi ini, dia terlihat sangat sexy, karena Muti hanya mengenakan kaos dan celana jeans ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah lama ya Pak? Kan Muti janjinya jam 09.00, sekarang baru jam 08.45, Muti tidak salah khan?”, “Jangan panggil aku Bapak dech Mut, aku kan belum nikah, dan ini bukan di kantor, panggil namaku saja dech, biar bisa lebih akrab”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok deh Pak, eh Fik”, sambil tersenyum Muti langsung menggandeng tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fik, enaknya kita ke mana yach”, tanya Muti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terserah, emang mau ngomongin apaan, kayaknya pribadi banget”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngga juga, Muti seneng saja kalau deket ama Fik, kenapa ya?” “Mau tahu jawabannya”, candaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ngga usah Fik, Muti juga udah tahu, Muti rasa Muti menyukai Fik”, jawab Muti polos. Tanpa disadari, mungkin karena saking senengnya, aku yang sejak awal memang mengagumi Muti, langsung memeluknya. Mendapat perlakuan begitu, Muti mencoba melepaskannya, dan mengingatkan, kalau kita masih ada dilokasi umum, tidak enak terlihat banyak orang. Akhirnya kami memutuskan mencari tempat yang cocok untuk berduaan. Tapi karena yang aku tahu cuma hotel tempat satu-satunya yang cocok untuk berduaan tanpa takut terlihat orang lain, walau terlihat agak ragu, Muti akhirnya menyanggupinya. Sekitar jam 09.30, kami sudah sampai di front office hotel BI, dan mengambil sebuah kamar dengan fasilitas TV dan AC. Dengan agak ragu Muti memasuki pintu kamar (mungkin karena baru pertama kalinya), dan dia agak terkejut melihat fasilitas yang terdapat di dalamnya. Apalagi ketika dia melihat kamar mandinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak juga ya Fik, kita bisa ngobrol berduaan disini, tanpa takut akan terdengar atau terlihat oleh orang lain”. Muti langsung merebahkan badannya ke ranjang, dan mencari siaran TV yang khusus menyiarkan acara musik. Kebetulan banget lagunya adalah lagu-lagu romantis, yang secara tidak langsung, ikut mempengaruhi suasana hati kami. Lewat aiphone, aku memesan makanan dan soft drink. Ketika aku menyalakan rokok, terdengar suara room boy mengetuk pintu dan mengantarkan pesananku. Aku mendekati Muti yang sedang rebahan, maksudnya sih mau nawarin makanan, tapi Muti langsung bangun dan bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fik, apakah Muti salah bila Muti mencintai Fik, Muti sebenernya malu mengakuinya, tapi bila tidak diungkapkan, Muti takut kalau Fik tidak mengetahui apa sebenernya yang Muti harapkan. Maafin Muti yach, Muti udah ngerepotin Fik, padahal kan sekarang waktunya libur dan istirahat, tapi Muti malah meminta Fik menemui Muti”. Aku terharu juga mendengar kejujuran dan kepolosannya, akhirnya setelah mendengarkan semua tentang apa yang ada dihatinya, sambil membelai rambutnya (agar perasaannya menjadi lebih tenang), aku pun berusaha meyakinkannya, bahwa semua yang dialami, adalah wajar, jika seseorang mencintai lawan jenisnya, dan tidak ada yang namanya salah, jika sudah menyangkut perasaan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia menatapku dengan tatapan yang tajam, secara perlahan aku mencium keningnya. Tapi ternyata, yang kulakukan itu malah membuat Muti berani untuk membalas ciumanku. Dia langsung melumat bibirku, dan seperti seseorang yang tidak mau kehilangan sesuatu, dia memelukku dengan erat sekali. Sambil terus menikmati bibirku, tangannya terus mengelus dan mengusap seluruh bagian tubuhku. Mungkin beginilah cara dia mengungkapkan rasa sayangnya terhadap diriku. Tapi sekarang aku yang bingung, karena dengan melihatnya bentuk tubuhnya saja (waktu di kantor), bisa membuat aku “konak”, sekarang seluruh tubuhnya sudah melekat erat ditubuhku (walau masih memakai pakaian lengkap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua payudaranya terasa makin mengeras, akhirnya kuputuskan untuk menikmati keadaan ini, karena jujur saja, kadang-kadang, dulu akupun sering menghayalkan betapa nikmatnya jika bercumbu dengan si Muti, apalagi jika berjalan di belakangnya, goyangan pantatnya ngajakin kita jual tanah (maksudnya ntar duitnya buat ngebayarin pantatnya, he.. he.. he..). tanganku mulai berusaha membuka kaosnya, karena aku tidak mau pandanganku yang tertuju kepada kedua payudaranya, terhalang oleh kaos yang ia kenakan. Pelan namun pasti, akhirnya bukan hanya kaosnya yang berhasil aku buka, BH nya pun sudah aku lepaskan. Sejenak aku terpana melihat keindahan bentuk payudaranya itu, namun hanya sebentar, karena aku ingin segera menikmati dan merasakan keindahan itu, kuremas kedua susunya, dengan mesra aku mulai menghisap putingnya yang sudah agak mengeras dan berwarna kecoklatan. Kucium dan kujilati bagian tubuhnya, mulai dari leher, terus bergerak turun dan menuju putingnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa.. hisap terus sayaangg.. aacchh.. ennaakk banget Fik.. geli.. tapi nick..maaattt.. teeeruuus.. aaccchhh..” Muti terus meracau menikmatinya. Aku terus merangsangnya, dan mencoba membuka celana jeans yang dipakainya, lantaran jeans yang dikenakannya sangat ketat, aku kesulitan untuk membukanya, untungnya Muti mengerti, dengan agak mengangkat pantatnya, dia mulai mencoba menurunkan jeansnya sendiri. Dengan sabar, aku menunggu dan terus mempermainkan susunya. Setelah jeansnya terlepas, tangan Muti berusaha untuk membuka semua yang aku kenakan. Satu persatu jari tangannya membuka kancing kemejaku, dan setelah berhasil membuka baju dan celana yang aku pakai, Muti hanya menyisakan CD saja yang masih melekat ditubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia masih ragu untuk membukanya, karena diapun masih mengenakan CD. Walau diwajahnya terlihat, kalau dia sedang diamuk birahi, namun dia masih bisa menguasai pikirannya, aku yakin dia merasa takut di cap sebagai cewe yang agresif dan takut jika aku tidak menyukai tindakannya. Namun aku tetap menikmati suasana yang terjadi di dalam kamar hotel ini. Aku terus merangsang birahinya, ciumanku aku arahkan kedaerah perutnya, terus kebawah menyusuri lubang pusarnya, dan kedua tanganku, bergerak untuk membuka CD yang masih melekat ditubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan aku mencoba membuka CD nya, sambil terus mencumbunya, aku menciumi setiap daerah yang baru telihat ketika CD nya mulai bergerak turun. Muti sangat menikmati semua sentuhan yang aku berikan, bahkan ketika CD nya telah terlepas, dan aku mulai menjilati memeknya, dia terus mendesah dan malah membuka pahanya lebar-lebar agar lidahku bisa menjilati bagian dalam memeknya. Dengan keharuman yang khas, memek itu telah membuat aku betah berlama-lama mencumbuinya. Aku terus menjilati, dan dengan jari telunjukku, aku coba merangsang dia dengan memainkan kelentitnya. Semakin aku percepat memainkan jari telunjukku, semakin cepat pula dia menggoyangkan pantatnya. Muti terus mendesah dan meracau tak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aacchhhh.. terus sayang.. nikmatnya.. teruzzsss.. lebih ke dalam lagi Fik.. teruuzzss.. yacchhh.. benar.. jilati terus yang.. itu.. sayang.. accchhh”. Karena rangsangan yang dia terima makin hebat, pantatnya bukan hanya digoyang-goyangkan, tapi malah diangkat-angkat ke atas, mungkin tujuannya agar lubang memeknya yang lebih dalam ikut tersentuh oleh lidahku. Dengan bantuan jari-jariku, aku terus mengaduk-aduk isi memek Muti, aku sentuh G-Spotnya secara perlahan, dia langsung menggelinjang, lalu kuelus G-Spotnya nya dengan jari tengahku, Muti makin liar, seperti orang yang sedang ngigau, dia meracau tak karuan, tak jelas suara apa yang keluar dari mulutnya, karena yang aku tahu, lubang memeknya sudah sangat basah oleh cairan kemaluannya, seluruh tubuhnya seperti menegang, tapi itu tak berlangsung lama, karena, dirinya langsung terdiam dan tergolek dengan lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Muti sudah mencapai orgasme, aku berusaha untuk tenang, tetapi kontolku sudah sangat tegang (walau masih tertutup oleh CD) dan ingin segera merasakan nikmatnya memek Muti. Aku segera mencium dan menjilati “lubang surga” itu, agar Muti bisa merasakan apa yang namanya multi orgasme. Usahaku ternyata berhasil, karena hanya dalam beberapa menit, tubuhnya kembali bergetar dan menegang. Diiringi desahannya yang sangat menggairahkan, Muti kembali merasakan kenikmatan itu. Karena beberapa kali mengalami orgasme, Muti terlihat sangat lelah, meski tak dikemukakan, terlihat jelas bahwa dia sangat puas dengan oral yang aku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum, dia mencoba untuk melepaskan CD yang masih melekat ditubuhku. Tanpa ragu, dia mulai menjilat dan mengulum kontolku. Mendapat perlakuan seperti itu, aku yang semula mendominasi permainan, hanya diam saja menikmati permainan Muti. Dengan bibir indahnya, dia mengulum dan mengeluar masukan kontolku ke dalam mulutnya, dan sesekali, dengan menggunakan kelembutan lidahnya, dia mengusap dan menjilat kepala kontolku. Gila.. ternyata Muti bukan hanya indah buat dilihat, ternyata Muti mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam merangsang dan memanjakan kita dalam permainan seksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha agar tidak sampai kebobolan ketika dia melakukan oral terhadapku, namun kenyataannya, semua spermaku telah memenuhi mulutnya, ketika secara reflek, aku menjambak rambut dan menarik kepalanya sambil mendesah menahan kenikmatan saat spermaku akan keluar. Tanpa perasaan jijik, Muti menelan semua sperma yang ada di dalam mulutnya, seperti tidak puas, dia menjilati kontolku yang masih ada sisa-sisa spermanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fik, enak juga ya rasa sperma lo, gurih-gurih gimana gitu..”, kata Muti memuji. Aku hanya tertawa sebentar mendengarnya, karena bola mataku tetap memandang lekuk-lekuk tubuh Muti yang telanjang tanpa sehelai benangpun menutupinya. Kuperhatikan lagi “lembah” yang dihiasi oleh bulu-bulu halus itu, ternyata, warnanya agak memerah, mungkin karena tergesek oleh lidah dan jari-jariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih ya Mut..”, kataku sambil menciumi memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fik, boleh tidak kalau Muti minta memek Muti di jilatin lagi, abis enak banget sih..”, tanya Muti sambil memohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh saja sih, tapi boleh tidak kalau Fik ngentot Muti, soalnya kontol Fik udah tidak kuat nich, pengen buru-buru berada di dalam memek Muti. Boleh yach?” “Muti takut Fik, kata temen-temen Muti, rasanya sakit banget, tidak mau ah.. ntar kalau sakit gimana?”, tolak Muti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pokoknya Muti rasain saja nanti, Fik apa temen Muti yang salah”, kataku sambil mulai menjilati memek Muti. Dengan melebarkan pahanya, dan mempergunakan kedua tangannya, Muti membantu melebarkan memeknya agar mempermudah ku di dalam mencumbui memeknya. Kujilati klitnya hingga dia menggelinjang tak karuan menahan rasa nikmat yang dia terima. Sengaja aku terus menjilati klitnya, agar dia diamuk oleh gairahnya sendiri, ketika kulihat tubuhnya mulai menegang, dan mengalami orgasme, entah untuk yang keberapa kali, aku langsung memindahkan cumbuanku kedaerah putingnya yang sudah sangat kencang. Kuciumi bagian bawah susunya, kusedot dan kumainkan lidahku di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fik.. enak sekali sayang.. acchhh.. ooohhhh..” Muti menggelepar menahan birahinya yang semakin besar. Kulihat jari lentik Muti mulai bermain dibibir kemaluannya sendiri, dia terus mengelus, dan sekali-sekali memasukan jarinya ke dalam lubang memeknya yang sudah sangat basah karena banyaknya cairan pelicin yang keluar dari dalam memeknya memeknya. Sambil tetap membenamkan wajahku diantara dua gunungnya, tanganku secara perlahan menarik tangan Muti yang sedang asik mengeluar masukan jarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya dia menolak, tapi ketika aku bimbing jarinya kearah kontolku, Muti langsung menggenggam dan mengocoknya. Setelah agak lama, aku meminta Muti agar dia berada diatas tubuhku yang sudah dalam posisi berbaring. Dengan perlahan, dia menaiki tubuhku. Sengaja aku menggesek-gesekan kontolku diantara lubang memeknya, ternyata benar, apa yang aku lakukan telah membuat kenikmatan yang dirasakan oleh Muti makin menjadi-jadi, diapun mulai bergerak menggesekan kontolku ke bagian luar memeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, walau dengan posisi berada di bawah, tanpa sepengetahuan Muti, aku berusaha mengarahkan kontolku agar bisa memasuki lubang memeknya. Muti terus menggerakkan dan menggesekan memeknya, dan tanpa disadarinya, ternyata kepala kontolku mulai bergerak memasuki memeknya ketika dia menggerakan pantatnya dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa lembut sekali ketika kepala kontolku menyentuh bagian dalam dari lubang surganya, ada perasaan nikmat yang sulit untuk diungkapkan, dan tanpa terasa, sudah seluruh bagian kontolku berada di dalamnya. Seperti kesetanan, Muti terus menggoyangkan pantatnya, sesekali terdengar rintihan dan erangannya. Akupun terus mengeluar masukan kontolku ke dalam lubang memeknya (walau agak sulit karena posisiku berada di bawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara reflek Muti langsung merebahkan tubuhnya diatas tubuhku ketika dia sudah mencapai orgasmenya. Namun karena aku belum orgasme, aku langsung membalikan badannya agar berada di bawah tubuhku. Dengan sedikit santai, aku terus menggerakan “junior”ku, namun karena tubuh Muti yang bersih dan terawat, birahiku tidak bisa mengerti jika aku ingin lebih lama menikmati kemulusan tubuhnya. Akhirnya spermaku keluar di dalam kehangatan lubang memeknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-8573670097947507970?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/8573670097947507970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/siswi-magang-yg-menggairahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/8573670097947507970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/8573670097947507970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/siswi-magang-yg-menggairahkan.html' title='SisWi Magang yg menggairaHkan'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMS9qV-O_I/AAAAAAAABro/xE8PdmpJIEo/s72-c/SisWi+Magang+yg+menggairaHkan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-1546069178284595412</id><published>2010-07-30T10:22:00.001-07:00</published><updated>2010-07-30T11:15:10.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berciNta dengan Istri TeMan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita puanas'/><title type='text'>Anak smp Pesta sex</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;Namaku&lt;/a&gt; Sonny, dulu sewaktu masih SMP ada beberapa teman wanita yang naksir denganku, maklumlah waktu itu aku bintang kelas di SMP tersebut, di antara perempuan-perempuan tersebut adalah Rere, Vinvin (nama samaran) yang ada hubungannya dengan ceritaku ini.&lt;br /&gt;Aku sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta yang kebetulan aku termasuk eksekutif muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku ada meeting di Surabaya dan kebetulan hari itu ulang tahun Rere (Rere termasuk wanita yang lumayan tingginya 170, branya 36 dan bodinya itu tuch yang semok alias seksi montok).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMWcEaNYOI/AAAAAAAABsA/YDTghkGqYOc/s1600/Pesta+sex+anak+smp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 340px; height: 454px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMWcEaNYOI/AAAAAAAABsA/YDTghkGqYOc/s400/Pesta+sex+anak+smp.jpg" alt="Anak smp Pesta sex" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499764241425326306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sehabis meeting, aku iseng menelepon Rere dan dia mengundangku datang ke rumahnya. Kemudian aku langsung saja cabut ke rumah Rere, eh nggak tahunya di situ ramai juga teman-temennya yang datang, termasuk Vinvin. Acara pesta tersebut berlangsung sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut Rere cerita kepadaku kalau minggu depan dia mau menikah terus Vinvin minggu depannya lagi, lalu Rere cerita masa-masa dia naksir aku terus sampai sekarang dia masih kangen berat. Maklumlah sudah 2 tahunan nggak jumpa. Kebetulan waktu itu komputer dia lagi ngadat. Nah kesempatan buatku untuk tinggal lebih lama. Langsung saja kucoba membetulkan PC-nya. Sementara di rumahnya tinggal Vinvin saja yang belum pulang dan orang tuanya juga nggak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas sedang asyik mengutak-atik PC-nya, dia menungguku di sampingku dengan sekali-sekali melirikku, aku sendiri masih hati-hati mau menembak dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main serobot saja. Dari belakang Vinvin langsung memelukku dan meng-kiss pipiku (Vinvin nggak beda jauh sama Rere, bedanya mata Rere kebiru-biruan sedikit dan lebih hitam dari Vinvin). Punggungku terasa ada benda kental yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin membisikan kalau dia masih kepingin denganku, terus aku responin juga kalau aku kangen juga, terus kulumat saja bibirnya yang mungil kemerah-merahan itu. Vinvin langsung balas dengan penuh nafsu dan tetap memelukku dari belakang tapi tangannya sudah langsung menggerayangi penisku, dalam hati ini anak kepingin di embat nich. Aku lihat Rere disampingku bengong saja dan cemberut merasa kalah duluan. Terus Rere pergi sebentar, aku masa bodoh saja, kutarik si Vinvin ke pangkuanku dan bibirnya masih kulumat habis. Gila! nafsunya besar sekali! Setelah itu kualihkan dari bibir, kukecup terus ke bawah sambil tanganku meraba buah dadanya yang besar dan kenyal. Pas kukecup di belahan buah dadanya, Vinvin berteriak, â€œSstt aahhâ€ dan semakin kencang remasan tangannya yang sudah masuk ke CD-ku, kubuka saja bajunya terus branya sekalian. Kelihatan buah dadanya menggantung siap diremas habis. Dengan gemasnya kulumat habis buah dadanya sampai dia menggelinjang keenakan dan suara yang â€œsstt sstt aahhâ€¦â€ Setelah itu tanganku pindah ke CD-nya yang sudah basah, langsung saja kulepas roknya. Dia pun kelihatan bugil tapi masih pakai CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus Rere datang dengan membisikanku bahwa kalau mau meneruskan di dalam kamarnya saja. Tanpa pikir lama-lama, langsung saja kugendong Vinvin sambil buah dadanya terus kuhisap ke dalam kamar Rere. Terus aku telentangi Vinvin di tempat tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah pasrah menantang, langsung saja kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung saja kulepas celanaku sama CD-ku sampai aku bugil ria. Terdengar teriakan Rere kaget melihat penisku sepanjang 22 cm dan gede banget katanya sambil ngeloyor pergi meninggalkanku dan Vinvin. Aku tidak peduli lagi sama dia, langsung saja penisku aku arahkan ke vagina Vinvin, uhh seret banget, dan kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan berteriak, â€œAakkhh eegghhâ€¦â€ Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke kanan sambil tangannya meremas seprei. Rupanya dia masih Virgin sehingga seret sekali memasukannya. Baru kepalanya saja Vinvin sudah teriak. Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba langsung saja kusodok lebih keras, Vinvin langsung saja teriak kencang sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja sodokanku sampai mentok. Rasanya nikmat banget, penisku seperti diremas-remas dan hangat-hangat basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menarik napas, kulihat kalau Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi rupanya dia meringis menahan sakit, kebesaran barangkali yach? Setelah itu aku tarik penisku pelan-pelan dan kelihatan sekali vagina Vinvin ikut ketarik terus kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan sama matanya terpejam-pejam keenakan sambil teriak, â€œSstt aahh sshh egghhâ€¦â€ Sampai penisku tinggal kepalanya saja, langsung saja aku sodok lagi ke vaginanya sekeras-kerasnya, â€œBleesshhâ€¦â€ Vinvin berteriak, â€œaahh..â€ Kira-kira 5 menitan vagina Vinvin terasa seret. Setelah itu vaginanya baru terasa licin hingga semakin nikmat buat disodok, semakin lama sodokanku semakin kupercepat sampai Vinvin kelihatan cuma bisa menahan saja. Rupanya Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri dan ke kanan sambil mengikuti gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin sudah teriak nggak karuan, rupanya dia mau orgasme. Makin kupercepat gerakanku, akhirnya Vinvin berteriak kencang sekali sembari memelukku kencang-kencang, lama sekali Vinvin memelukku sampai akhirnya dia telentang lagi kecapaian tapi penisku masih menancap di vaginanya. Sekilas kulihat kalau Rere melihatku sambil menggigit jarinya, terus Rere mendekati kami berdua kemudian bertanya â€œBagaimana tadi?â€ Aku senyum saja sambil penisku masih kutancapkan di vagina Vinvin, terus Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol kepadaku. Aku iseng, kupegang tangan Rere terus aku remas-remas. Tapi dia tetap diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu kucium bibirnya yang ranum dan tubuhnya kutelentangi di atas perut Vinvin tapi penisku masih tetap menancap di vagina Vinvin, tidak ketinggalan kuremas-remas buah dada Rere sambil matanya terpejam menikmati lumatan bibirku dan remasan tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara si Vinvin mencabut penisku lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya sempoyongan seperti vaginanya ada yang mengganjal. Terus kubuka saja baju Rere sementara tangannya sudah merangkul tengkukku. Setelah itu kujilati saja buah dadanya sambil sekali-kali kuhisap sampai dia menggelinjang kegelian. Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah basah, nggak ambil peduli langsung saja kulepas seluruh celananya sampai Rere benar-benar bugil. Terus aku suruh Rere pegang penisku sampai muka dia kelihatan kemerahan. Rupanya dia belum pernah merasakan begituan. Setelah itu aku perbaiki posisinya biar nikmat buat menyodok vaginanya. Kemudian Rere bertanya kalau dia mau diapakan. Aku suruh Rere pegang penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia tercengang mendengar kataku, tapi dia tetap melakukan juga. Sambil matanya terpejam, Rere mulai menggesek penisku kevaginanya, pas menyentuh vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil mendesah-desah, â€œAahhâ€¦â€, sementara aku sibuk meremas-remas sambil menjilati buah dadanya yang semakin lama semakin mengeras dan kelihatan puting buah dadanya semakin munjung keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan kudorong pantatku sampai penisku menempel lebih kencang di mulut vaginanya. Rere diam saja malah semakin keras rintihannya, eh nggak tahunya Vinvin tiba-tiba saja mendorong pantatku sekeras-kerasnya secara langsung penisku kedorong masuk kedalam vagina Rere sedangkan Rere menjerit keras, â€œaakkh sakit Sonny, apa-apaan kamuâ€, sambil badan Rere menggeliat-geliat kesakitan sementara tangannya menahan pinggulku. Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau sakitnya hanya sebentar saja, terus Vinvin malah mendorong lebih keras lagi sambil menarik tangan Rere biar tidak menahan gerakan pinggulku. Rere kelihatan menahan sakit sambil menggigit bibirnya. Sampai akhirnya masuk semua penisku. Rere kelihatan mulai mengatur nafasnya yang tersengal-sengal selama menahan tadi. Aku biarkan dulu beberapa menit sambil mencumbu Rere biar dia tambah naik sementara Vinvin yang masih bugil tadi melihat saja di samping tempat tidur sambil tertawa centil. Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik lagi, malah semakin menggebu saja. Mulai kutarik penisku pelan-pelan terus kusodok lalu masuk agak kencangan sedikit, seret sekali. Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin mengintip lewat jendela kamar lalu pakai bajunya yang panjang sampai lutut terus Vinvin ngeloyor pergi sambil ngomong, â€œNyantai saja, terusin biar aku yang nemuinâ€, tahu gitu aku teruskan saja kegiatanku yang sempat terhenti, aku lihat Rere masih nyengir sambil kepalanya geleng kekiri dan kekanan terus pinggulnya digerakan pula mengikuti irama gerakanku. Rupanya vaginanya cepat basah dan mampu menelan penisku sampai penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tanganku sibuk meremas buah dada Rere, aku terus menggenjotnya semakin cepat sampai dia mendesah-desah lebih keras terus tangannya meraba-raba punggungku lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas pantatku sambil memelukku dan berteriak â€œaagghhâ€, kencang sekali hingga gerakanku tertahan dan terasa ada cairan hangat keluar dari vaginanya hingga menambah rasa nikmat. Rupanya dia orgasme beruntun, setelah pelukan dia mulai kendor. Aku teruskan lagi genjotanku pelan-pelan sambil mulai mencumbu dia biar naik lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi terus aku ambil posisi lebih tegak sambil tanganku pegang pinggulnya dan tangannya memuntir-muntir putingku sambil tersenyum manis. Makin lama gerakanku semakin kupercepat sodokanku, waktu kudorong ke vaginanya aku keras-kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai memejamkan matanya dan kepalanya geleng-geleng ke kiri dan ke kanan mengikuti irama genjotanku. Aku sendiri rupanya sudah mau orgasme, maka aku genjot lebih kencang lagi sampai vaginanya bunyi kencang banget, nggak lama aku mau keluar kutarik penisku biar ejakulasi di luar. Dia malah menahan pantatku biar nggak ditarik ke luar langsung saja kudorong lagi sembari kupeluk dia erat-erat sambil teriak, â€œAargghh.. eegghh..â€, kemudian Rere juga teriak lama sekali, aku ejakulasi di dalam vagina Rere sampai Rere gelagapan nggak bisa napas, kira-kira semenitan aku dekap Rere erat-erat sampai aku kehabisan tenaga, terus kucabut penisku dan kelihatan maniku sampai keluar dari vaginanya bareng darah perawannya yang sobek karena kerasnya serobotan penisku dibantu dorongan Vinvin yang keras dan tiba-tiba tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Vinvin kedengarannya ngobrol sama seorang cewek, rupanya teman Rere itu ketinggalan dompet terus kebetulan Vinvin juga kenal sama dia, nggak lama kemudian Vinvin masuk ke kamar terus menanyakan aku, â€œMau kenalan nggak sama temanku?â€ aku jawab, â€œMasa aku bugil begini mau dikenalinâ€, â€œCuek saja, lagian tadi aku sama dia sudah ngintip lu waktu sama Rere tadiâ€, aku bengong saja terus Vinvin membisikan sesuatu ke Rere terus Rere mengangguk sambil tertawa cekikikan terus Rere membisikan kepadaku supaya aku nanti menurut saja, katanya asyik sich. Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai selimut menemui temannya tadi terus diajak masuk sebentar ke kamar Rere sambil matanya ditutup pakai T-shirt Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat ke aku biar diam saja sambil menuntun Christ (nama temannya tadi) supaya rebahan dulu di tempat tidur. Tentu saja Christ bertanya kalau ada apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar pasti nikmat dan nikmati saja. Christ mengangguk saja lalu Vinvin menyuruh Rere pegang tangan Christ yang diangkat di atas kepalanya dan Vinvin meraba-raba sekujur badan Christ di dalam bajunya, tentu saja Christ teriak kegelian sampai akhirnya mendesah-desah keasyikan lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di atas paha Christ beralih ke samping sambil kasih kode ke aku biar aku duduk menggantikan dia sambil tangan Vinvin dimasukan ke dalam bra punya Christ, aku menurut saja sambil mulai mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh seksi Christ, sementara Christ kaget dan mulai meronta-ronta nggak mau diteruskan, aku yang sudah tanggung begitu langsung saja turun lalu menarik kaki Christ supaya posisi pantatnya pas di sudut tempat tidur kelihatan Rere mengikuti dan tetap memegang tangan Christ yang sudah mulai meronta dan berteriak-teriak â€œJanganâ€, lalu Vinvin menutup mulut Christ dan melumat bibirnya sembari kasih kode ke aku biar diteruskan saja, langsung kubuka ritsluiting celananya dan kelihatan pahanya yang putih dan bentuk kakinya yang seksi membuat aku cepat naik, waktu aku mau peloroti CD-nya, Christ malah meronta-ronta sambil kakinya menendang-nendang hingga aku kesulitan. Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu CD-nya aku tarik paksa sampai di bawah lututnya terus aku berdiri sedikit buat melepas CD-nya tadi habis itu aku kangkangi pahanya sembari aku arahkan penisku yang sudah tegang berat ke vagina Christ yang ada di sudut tempat tidur itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kepala penisku menyentuh mulut vaginanya, aku pegangi pinggulnya biar Christ agak diam nggak meronta-ronta supaya aku bisa menyodok dengan mantap, gerakan pinggul Christ sudah dapat aku tahan lalu aku cepat-cepat menyodok penisku sekeras-kerasnya ke vaginanya, sesaat kelihatan gerakan Christ yang berontak tertahan selama aku dorong masuk penisku tadi sampai mentok, seret banget dan masih agak licin, aku lihat Vinvin masih melumat bibir Christ sementara Rere melihat penisku yang sudah menancap 3/4 saja di vagina Christ tadi, setelah aku diamkan beberapa saat, aku tarik lagi penisku lalu kudorong masuk lagi sementara Christ kembali meronta-ronta menambah nikmatnya goyangan liarnya, lama-lama Christ mulai melemah rontanya dan mulai kedengaran desahan Christ, nggak tahunya Vinvin sudah nggak melumat bibirnya tadi. Mendengar desahan dan rintihannya itu bikin aku semakin ganas, tanganku mulai meraba ke atas dibalik T-shirtnya sampai menyentuh buah dadanya yang masih terbungkus bra. Lalu aku singkap bajunya ke atas terus Vinvin membantu membukakan bra Christ tadi sementara Rere sudah melepaskan pegangan tangannya dan Rere mengambil guling lalu memeluk guling itu sambil menggigit bibirnya sambil terus melihatku yang lagi â€œngerjainâ€ Christ dengan ganas, lalu Vinvin ke kamar mandi sementara aku semakin percepat gerakanku yang semakin keras sambil kuremas-remas dan kujilati puting buah dadanya yang sudah merah merona serta desahan dan rintihan Christ yang menambah nafsuku.&lt;br /&gt;Rupanya rontaan Christ yang liar membuatku semakin cepat keluar, baru 5 menitan aku sudah nggak tahan lagi, aku dorong keras-keras sambil kupeluk Christ sekencang-kencangnya sampai Christ nggak bisa nafas tapi masih tetap menggoyang pinggulnya, aku ejakulasi 30 detik lamanya kemudian Christ gantian mendekapku sambil menggigit telingaku sembari melenguh menahan kenikmatan yang baru dia rasakan, sementara penisku yang masih di dalam vagina Christ terasa hangat karena cairan yang keluar dari vaginanya tadi. Christ orgasme sampai 15 detik lalu aku terkulai lemas di samping tubuh Christ lalu Vinvin kembali ke tempat tidur lagi dan kami berempat pun terdiam tanpa ada yang berbicara sampai tertidur semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-1546069178284595412?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/1546069178284595412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/anak-smp-pesta-sex.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/1546069178284595412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/1546069178284595412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/anak-smp-pesta-sex.html' title='Anak smp Pesta sex'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMWcEaNYOI/AAAAAAAABsA/YDTghkGqYOc/s72-c/Pesta+sex+anak+smp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-8304101483686033320</id><published>2010-07-30T10:22:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T11:10:24.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><title type='text'>Seorang Lesbiankah Aku ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah aku seorang &lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;lesbian&lt;/a&gt;? Ah.. Ini pertanyaan yang tidak akan pernah bisa aku jawab. Pertanyaan ini timbul sejak aku masih duduk dibangku SMA kelas 3, dan berawal ketika aku bermain dirumah kawanku.. Renita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMVVNId-2I/AAAAAAAABr4/wwFGal8y5r4/s1600/Seorang+Lesbiankah+Aku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 349px; height: 484px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMVVNId-2I/AAAAAAAABr4/wwFGal8y5r4/s400/Seorang+Lesbiankah+Aku.jpg" alt="Seorang Lesbiankah Aku ?" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499763023996124002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu itu.. Aku dapat dikatakan sebagai salah satu primadona disekolahku, banyak teman-teman cowokku yang suka padaku.. Tetapi semua kutolak secara halus, bukan karena aku tidak tertarik.. Tetapi aku sudah mempunyai cowok.. Dan cowokku itu sudah kuliah disalah satu PT Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikelas aku duduk sebangku dengan Renita.. Ia berasal dari Jabar, kulitnya putih sama dengan aku, rambut panjang hitam, dengan bentuk tubuh proposional sama dengan aku.. Sekilas orang melihat.. Kami akan disangka kembaran.. Bedanya hanyalah.. Rambut dia belah samping.. Sementara aku pony, selain itu Renita orangnya ceria.. Sementara aku pendiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu.. Hari sabtu, sepulang sekolah kira-kira jam 13, Renita mengajakku untuk bermain dirumahnya.. Karena tidak ada acara.. Akupun menerima ajakan itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini bukan yang pertama kali aku bermain dirumahnya.. Karena sering juga aku dan teman-teman yang lain main kerumah Renita, tetapi hari ini hanya aku saja yang diajak oleh Renita. Rumah Renita termasuk mewah juga.. Maklum karena bapaknya direktur utama disalah satu perusahaan ternama. Setibanya dirumah Renita atau Reni.. Panggilan akrabnya, mengajakku langsung kekamar nya yang berada dilantai dua, memang kamar Reni cukup besar.. Ada meja belajar berikut rak buku, ada seperangkat stereo tape, TV, vCD, dan lantainya beralaskan karpet seluruh ruangan, tempat tidurnya.. Cukup besar.. Aku tidak tahu ukurannya berapa.. Tapi mungkin dapat dikatakan ukuran double bed.. Kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba didalam kamar.. Tentunya setelah melepaskan sepatu diluar pintu, akupun langsung duduk diatas karpet..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ren.. Ada majalah baru enggak..?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Ah.. Belum beli sih” sahutnya.&lt;br /&gt;“Kita karaoke aja yuk.. Mau enggak?” sambung Reni.&lt;br /&gt;“Boleh-boleh aja” sahutku, memang akupun juga senang nyanyi karaoke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Reni pun membongkar-bongkar koleksi vCDnya.. Sementara aku duduk bersila memperhatikan apa yang dilakukan Reni, tiba-tiba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya.. Nia.. Ada film bokep nih.. Mau lihat enggak?” serunya,&lt;br /&gt;“Dapat darimana film itu Ren..?” tanyaku balik.&lt;br /&gt;“Tadi pagi gue ambil dari kamar si tony”, sahutnya.. Tony adalah kakaknya Reni.&lt;br /&gt;“Boleh juga deh..” sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Reni memuter film itu dan duduk diatas karpet disebelahku, kami sama-sama duduk bersila menghadap TV 21 inch.. Sembari menyender ke ranjang. Selama menonton film bokep itu.. Kami sering tertawa cekikikan.. Tidak tahu apa yang lucu.. Mungkin hanya untuk menetralkan suasana aja.. Karena jujur aku terangsang juga melihat adegan dalam film bokep itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada adegan lesbian dalam film.. Kami berduapun jadi terdiam.. Dengan mata mengarah kelayar TV, ketika kulirik.. Ternyata Reni pun jadi serius melihat adegan demi adegan dalam film itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aah.. Uhh.. Ahh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar rintihan dari dalam TV.. Diam-diam aku pun mulai gelisah.. Entah kenapa aku menjadi sangat tertarik sekali melihat adegan lesbian itu.. Sebentar-bentar aku meluruskan kedua kakiku.. Lalu bersila lagi.. Sementara Reni pun juga tampak mulai gelisah.. kadang-kadang dia memiringkan badannya kesamping.. Dan ketika aku bersila lagi.. Tanpa sengaja lututku menyentuh lutut Reni.. Tetapi Reni diam saja.. Dari sudut mataku aku dapat melihat Reni semakin serius menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba.. Reni membetulkan letak duduknya dan bahu kamipun saling bersinggungan. Aku diam saja.. Tidak lama kemudian.. Reni menaruh tangannya diatas pahaku, aku sedikit tersentak kaget.. Aku melirik ke arah Reni.. Tampak dia masih tetap asyik menonton..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aahh.. Uuh.. Ahh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar rintihan dari TV.. Dan tampak adegan semakin syurr.. tiba-tiba aku merasa tangan Reni itu mulai sedikit demi sedikit bergerak meraba pahaku.. Jantungku segera berdetak keras.. Segera aku memegang tangan Reni itu.. Terasa dingin tangan Reni itu.. Mungkin karena AC didalam kamar itu cukup dingin.. Lalu aku melirik lagi ke arah Reni.. Dan dia pun melirik juga ke arahku.. Aku tersenyum.. Diapun ikut tersenyum.. Aku menoleh ke arah dia.. Diapun menoleh ke arahku.. Sehingga kami saling pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan.. Aku merasakan Reni semakin memajukan wajahnya ke arah wajahku, entah kenapa aku pun berbuat hal yang sama sehingga kening kamu saling bersentuhan. Aku dapat merasakan hembusan nafas Reni yang tidak teratur ke arah wajahku, dan mungkin Reni juga dapat merasakan hembusan nafasku.. Hingga.. Hidung kami saling bersentuhan.. Lalu tanpa sadar aku meremas tangan Reni.. Dan iapun tersenyum.. Akupun tersenyum juga.. tiba-tiba Reni mengecup bibirku.. Akupun membalas mengecup bibir Reni.. Dia mengecup sudut bibirku sebelah kiri.. Aku pun melakukan hal yang serupa.. Dia mengecup sudut bibirku yang kanan.. Aku pun membalasnya.. Lalu Reni tersenyum.. Akupun tersenyum.. Tiba-tiba Reni menjulurkan lidahnya menjilat bibirku.. Mendesir darahku.. Dan akupun membalasnya.. Hingga tidak tahu siapa yang memulai duluan.. Akhirnya kami saling berciuman.. Terasa lidah Reni memasuki mulutku.. Dan menari-nari menjilati dalam mulutku.. Akupun juga melakukan hal yang sama.. Dengan nafas memburu kedua bibir kami saling bertaut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooh.. Ahh.. Uuhh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara dari TV, kami pun berhenti berciuman.. Reni tersenyum padaku.. Akupun tersenyum juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita gila yaa..” seru Reni.&lt;br /&gt;“Memang..”sahutku.&lt;br /&gt;“Baru kali ini aku mencium perempuan” tambahnya.&lt;br /&gt;“Aku juga” sahutku.&lt;br /&gt;“Enak enggak?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Mhmm.. Enak.. Kamu?”&lt;br /&gt;“Enak..” jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku mengecup bibirnya.. Dan kami berciuman lagi.. Akupun bergerak untuk berlutut dan Renipun melakukan hal yang sama.. Kuisap lidah Reni.. Dan dia membalas mengisap lidahku.. Dengan bibir saling bertautan akupun berusaha berdiri.. Demikian juga Reni.. Hingga akhirnya kita berdua berdiri.. Dan Reni memelukku.. Akupun membalas memeluk Reni dengan erat.. Cukup lama.. Kami berpelukan dan berciuman ketika..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooh.. Yess.. Oohh.. Yeess..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara dari TV, kami pun segera menoleh ke arah TV.. Lalu saling berpandangan lagi.. Lalu aku mengajak Reni naik ke atas ranjang.. Dan diatas ranjang itu kita berpelukan lagi.. Segera bibir kita saling bertautan lagi.. Kusedot air liur Reni.. Dan dia membalas dengan hal yang serupa.. Kukulum lidah Reni dalam mulutku.. Dan gantian dia mengulum lidahku dalam mulutnya.. Kami pun semakin erat berpelukan.. Guling kesamping.. Balik lagi.. Dan seterusnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya tubuh Reni tepat berada diatas tubuhku.. Kemeja Reni dan rambutnya tampak acak-acakan.. Demikian juga dengan pakaianku dan rambutku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nia.. Nggkk..” seru Reni.&lt;br /&gt;“Kenapa Ren..?” sahutku.&lt;br /&gt;“Kamu.. cantik” serunya.&lt;br /&gt;“Kamu juga”&lt;br /&gt;“Kamu cantik”&lt;br /&gt;“Kamu juga”&lt;br /&gt;“Aku suka” seru Reni.&lt;br /&gt;“Aku juga” sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Reni menjulurkan lidahnya.. Akupun juga ikut menjulurkan lidah ku hingga bersentuhan.. Ooh.. Nikmatnya.. Kami saling menjilat lidah masing-masing, lalu aku membalikan tubuh Reni sehingga kini aku berada diatasnya.. Lalu aku bergerak kesamping.. Dan duduk berlutut disisi kanan Reni, ku lihat rok Reni sudah tersibak naik.. Hingga kelihatan CD nya yang berwarna putih itu.. Lalu aku meraba paha Reni.. Aahh.. Reni mendesis dengan mata setengah terpejam.. Tangankupun terus naik ke atas hingga menyentuh tepian CD Reni.. Tampak oleh ku CD Reni sudah basah.. Dan saat itu aku yakin CD ku juga sudah basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku menyusupkan telunjukku kebalik CD Reni dan segera menyentuh bulu-bulu kemaluan Reni.. Reni rada sedikit mengelinjang.. Kugerak-gerakkan telunjuku itu hingga menyentuh kemaluan Reni.. Oohh.. Reni mengeliat.. Sembari merenggangkan kedua pahanya, segera aku merasakan cairan kental dari vagina Reni..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Reni mengerakkan tangan kanannya ke atas dan memegang payudara ku yang sebelah kiri.. Dan tanpa disuruh segera dia meremas-remas payudaraku itu.. Oohh.. Aahh.. Aku mendesah merasakan nikmat.. Ooh.. Ren.. Rintih ku sembari menciumi paha Reni.. Yang putih mulus itu, Reni mengeliat lagi.. Kujilati paha Reni hingga lidahku menyentuh CD nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aahh.. Nngkk.. Ahh.. Rintih Reni..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu satu persatu kancing kemeja ku dilepasnya akupun segera beralih.. Ikut melepas kancing kemeja Reni.. Setelah itu kita berdua melepas kemeja kami bersama-sama.. Lalu bra kami pun kami lepas.. Reni pun memandangi payudaraku.. Sembari tersenyum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nia..” serunya&lt;br /&gt;“Mhmm”&lt;br /&gt;“Payudara kamu gede yaa”&lt;br /&gt;“Kamu juga” sahutku sembari mengelus-elus payudara Reni, lalu aku menciumi payudara Reni..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oohh.. Reni mengelinjang lagi.. Akupun lalu mengisap-isap kedua puting payudara Reni, Reni hanya mengeliat-ngeliat saja keenakan.. Oohh.. Niaa.. Oohh.. Rintih Reni, tiba-tiba Reni menarik tubuhku hingga aku menindih tubuhnya.. Oohh.. Terasa hangat payudara Reni ketika dada kami saling bersentuhan.. Kamipun saling tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tangan Reni turun kebawah dan melorotkan rok seragam sekolahku.. Akupun segera membantunya.. Hingga rok ku telepas dan kulempar ke atas karpet, lalu aku melorotkan rok Reni dan melempar juga ke atas karpet.. Kini tampak tubuh mulus Reni yang berbaring dihadapanku.. Kuperhatikan dari unjung rambut sampai ujung kaki Reni..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nia..”&lt;br /&gt;“Ngk..”&lt;br /&gt;“Jangan gitu dong” seru Reni.&lt;br /&gt;“Kenapa..” sahutku sembari tersenyum padanya.&lt;br /&gt;“Aku kan malu..” sahutnya dengan muka rada cemberut.&lt;br /&gt;“Aku juga” sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Reni menarik tubuhku.. Dan kembali kami saling berpelukan.. Rupanya kami berdua sudah mencapai puncak rangsangan.. Bepelukan.. Berciuman.. Berguling kesana kemari sembari berpelukan.. Oohh.. Nikmatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku berada pada posisi dibawah.. Dan tubuh Reni menindih tubuku.. Lalu ia menciumi leherku.. Ouuhh.. Geli.. Akupun mengelinjang.. Dengan mata setengah terpejam.. Terus Reni beralih kedadaku dan dengan ganas mulai menjilati kedua payudaraku.. Ooh.. Aaakkhh.. Oohh.. Renn.. Renn.. Desahku dengan tubuh mengelinjang keenakan.. Apalagi ketika Reni mulai mempermainkan puting payudaraku dengan ujung lidahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aahh.. Bergetar hebat tubuhku merasakan nikmat itu.. Lalu jilatan Reni makin kebawah.. Kebawah.. Dan berhenti dipuserku.. Dan segera lidahnya bermain diatas puserku. Ooh.. Aku kembali mengelinjang.. Tapi tidak hanya sampai disitu.. tiba-tiba Reni memegang tepian celana dalam ku dan melorotkan CD ku itu hingga terlepas.. Lalu tampak dia memperhatikan kemaluanku yang terpampang di depan wajah nya.. Dielus-elusnya bulu2 kemaluanku yang masih sedikit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantungku berdetak keras.. Aku merasa tegang.. Menunggu apa kira-kira yang akan dilakukan Reni.. Aaahh.. Desisku ketika Reni membenamkan wajahnya diselangkangku.. Oohh Renn.. Rennii.. Jeritku kecil ketika Reni mulai menjilati bibir vaginaku.. Nggkk.. Aakk.. Tubuhku mengelinjang hebat ketika lidah Reni mulai mempermainkan clitoris ku.. Kurapatkan kedua pahaku menjepit kepala Reni.. Tapi Reni tidak peduli.. Ia tampak asyik menjilati vaginaku.. Aku benar-benar merasa terbang.. Kedua tanganku hanya bisa meremas-remas sarung bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benar-benar merasakan nikmat luar biasa.. Baru kali ini aku merasakan dioral.. Nikmat sekali, dan akhirnya aku tidak bisa menahan nya lagi.. Sapuan lidah Reni pada vaginaku.. benar-benar membuat aku kelabakan.. Dan akhirnya aakk.. Ooh.. Reni.. Renii.. Aaakk.. Aku mengerang panjang dengan tubuh bergetar.. Kupegang kepala Reni dan kutekan kepala Reni hingga wajahnya terbenam diselangkanganku, rupanya aku telah mencapai klimaks.. Dan Reni terus saja menjilati cairan yang keluar dari vaginaku.. Oohh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Reni.. Ren..” seru ku dengan nafas masih memburu.&lt;br /&gt;“Kenapa Nia..” jawabnya sembari tersenym padaku.&lt;br /&gt;“Kamu.. Nakal ren”&lt;br /&gt;“Kamu juga”&lt;br /&gt;“Kamu..”&lt;br /&gt;“Kamu juga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku menarik Reni ke atas tubuhku.. Dan wajahnya kini tepat dihadapan wajahku.. Tercium bau aroma kemaluanku dari mulut Reni.. Aku tersenyum.. Dan dia juga tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gila Ren.. Aku belum pernah merasakan begini” seruku.&lt;br /&gt;“Enak?”&lt;br /&gt;“Enak.. Ren.. Enak” sahutku dengan nafas masih memburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kucium bibir Reni itu.. Dan dia membalas ciumanku itu.. Kupeluk tubuhnya dengan erat.. Dan kubalikkan tubuhnya hingga kini aku berada diatasnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gantian yaa.. Ren” seruku.&lt;br /&gt;“Kamu mau..?” serunya.&lt;br /&gt;“Mau..” jawabku.&lt;br /&gt;“Benar?” tanyanya.&lt;br /&gt;“Benar..” jawabku.&lt;br /&gt;“Enggak jijik” tanyanya.&lt;br /&gt;“Nggak” sahutku dengan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal akupun tidak tahu apakah aku bisa.. Tapi rasanya kurang sempurna kalau aku belum memuaskan Reni.. Dan ini spontan aku lakukan. Lalu kupegang kedua tangan Reni.. Dan kupentangkan kedua tangan Reni kesamping.. Lalu aku mulai menciumi lehernya. Oooh.. Reni mengeliat keenakan.. Kuciumi.. Kujilati leher Reni.. Terus turun kedada.. Dan akhirnya ujung lidah ku bermain diatas puting payudara Reni.. Kulirik Reni.. Tampak dia memejamkan matanya.. Dan nafasnya juga mulai memburu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun terus menjilati dada Reni.. Terus kebawah.. Kebawah hingga kebagian pusernya.. Kujilati puser Reni itu.. Terasa beberapa kali tubuh Reni terhentak.. Ooh.. Niaa.. Aahh.. Desahnya, lalu aku beralih kebawah puser nya.. Tampak bulu-bulu kemaluan Reni yang masih jarang itu.. Dan bentuk kemaluannya.. Ouuhh.. Indahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujilati bibir kemaluan Reni.. Aaahh.. Reni mendesah. Terasa asin.. Tapi aku tidak peduli.. Kujilati terus.. Kupermainkan clitorisnya dengan ujung lidahku.. Ooh.. Nia.. Oohh.. Ampunn.. Ampunn.. Erang Reni dengan tubuh mengelinjang.. Mendengar erang Reni itu, aku tambah bernapsu.. Kujilati lagi belahan vagina Reni.. Yang masih virgin itu.. Dan hal ini membuat tubuh Reni tersentak-sentak.. Niaa.. Ampunn.. Nia.. Ampunn.. Erang nya.. Kedua tangannya segera mengacak-ngacak rambutku diremas-remasnya kepalaku.. Dan dicambak-cambaknya rambut ku.. Tapi aku menikmati.. Kusedot clitoris Reni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan.. Aaakk.. Niaa.. Niaa.. Nggkk.. Reni mengerang panjang dengan tubuh mengejang.. Segera kedua pahanya menjepit kepalaku.. Dan seketika aku merasakan vagina Reni semakin basah.. Rupanya Reni telah mencapai klimaks.. Kujilati cairan itu.. Asin.. Tapi nikmat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nia.. Niaa.. sudah Nia.. sudah..” seru Reni memelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun tersenyum.. Lalu ia menarik tubuhku ke atas lagi dan dengan penuh gairan.. Dilumatnya bibirku.. Aku juga membalas melumat bibirnya.. Akhirnya kami berdua terbaring lemas bersebelahan.. Setelah beristirahat sejenak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nia..” seru Reni.&lt;br /&gt;“Mmhm..”&lt;br /&gt;“Kamu nakal”&lt;br /&gt;“Kamu juga”&lt;br /&gt;“Kita sama-sama gila yaa” serunya.&lt;br /&gt;“Sama-sama nakal” sahutku.&lt;br /&gt;Lalu Reni menoleh padaku dan tersenyum.. “Kita mandi yuk”&lt;br /&gt;Serunya, “Yuk..” lalu kami berdua bangun.. Tampak di TV sudah tidak ada gambar apa-apa lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mandi bersama.. Sembari becanda dan tertawa cekikikan.. Saling menyabuni dan saling iseng mencolek-colek.. Entah payudara entah keselangkangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai mandi.. Ketika aku sedang mengeringkan rambutku dengan handuk.. tiba-tiba HP ku berbunyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo.. Nia” terdengar suara cowokku.&lt;br /&gt;“Halo sayank..” jawabku.&lt;br /&gt;“Gimana nanti malam jadi enggak kita nonton?” serunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun terdiam.. Kulihat Reni yang masih telanjang itu memandang ke arahku dengan penuh harap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan nanti malam yaa” seruku.&lt;br /&gt;“Loh kenapa..?” protes cowokku.&lt;br /&gt;“Aku sekarang nginap dirumah Reni” seruku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Reni menghampiriku dan merebut HP ku..”Hallo Mas” Serunya.. “Iya.. Nanti malam Nia nginap disini.. Boleh kan” serunya, aku hanya tersenyum saja memperhatikan itu. Lalu Reni menyerahkan HP ku itu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo..” seruku.&lt;br /&gt;“Hallo.. Yaa.. sudah enggak apa-apa tapi besok siang aku jemput kamu yaa..” seru cowokku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku menutup telphon, Reni segera memelukku dan aku membalas pelukannya.. Oohh.. Indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu aku menginap dirumah Reni, kita makan malam bersama keluarga Reni.. Dan aku dipinjamkan daster oleh Reni. Dan malamnya sebelum tidur.. Kami meneruskan permainan sex kami, bahkan kami meniru beberapa adegan dalam film bokep yang kami tonton bersama.. Nikmat sekali.. Hingga akhirnya kami mencapai kepuasaan lagi, kelelahan dan tertidur sama-sama telanjang.. Dan saling berpelukan dibawah selimut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian itu.. Kami semakin akrab.. Di sekolah kami selalu bersama-sama.. Dan kami sering tidur bersama.. Entah dirumah Reni atau dirumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cowokku..? Ah.. Dia tidak mengetahui hubunganku dengan Reni.. Sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya akupun harus berpisah dengan Reni.. Dia disekolahkan oleh orang tuanya ke Jerman.. Sementara aku meneruskan kuliah disini.. Sampai saat aku menulis cerita ini.. Kami masih saling berhubungan surat.. Bukan itu saja.. Seminggu minimal 2x kami berkomunikasi via chating.. Tentu saja dengan voice dan webcam.. Sehingga kami bisa saling melepas rindu.. Oh.. Reniku.. Renitaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku seorang lesbian??&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-8304101483686033320?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/8304101483686033320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/seorang-lesbiankah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/8304101483686033320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/8304101483686033320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/seorang-lesbiankah-aku.html' title='Seorang Lesbiankah Aku ?'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMVVNId-2I/AAAAAAAABr4/wwFGal8y5r4/s72-c/Seorang+Lesbiankah+Aku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-7997946259178029652</id><published>2010-07-30T10:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T11:17:23.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perawan Yang Punya Nafsu Terpendam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Hot dee'/><title type='text'>Dari Chatting dapet Temen Lesbi</title><content type='html'>&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;Hai&lt;/a&gt;, namaku Bunga (samaran), umur 21 tahun, aku masih kuliah di salah satu PTN terkenal di Jogja. Terus terang saja aku adalah seorang gadis yang menyukai sesama jenis dan aku menyadarinya semenjak SMP kelas 3. Dan aku mulai bereksperimen dengan dunia lesbianku semenjak kelas 1 SMA. Ini adalah sepenggal kisah pengalaman pribadiku yang benar-benar terjadi. Semua nama orang dan tempat dalam cerita ini sengaja disamarkan untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMW_MLfcDI/AAAAAAAABsI/cYDCJpmvh6o/s1600/Dari+Chatting+dapet+Temen+Lesbi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 353px; height: 509px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMW_MLfcDI/AAAAAAAABsI/cYDCJpmvh6o/s400/Dari+Chatting+dapet+Temen+Lesbi.jpg" alt="Dari Chatting dapet Temen Lesbi " id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499764844806500402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah ini diawali dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun lalu. Dengan nick name **** (edited), aku iseng menjelajahi dunia cyber. Akhirnya kutemukan chat room/channel yang cocok denganku yaitu #lesbi, #lesbian, #lesbians, #lezbo, dan masih banyak lagi, bahkan aku sempat menjadi salah satu OP di sebuah channel lesbian. Aku pun mulai berkenalan dengan beberapa orang yang kebanyakan dari luar negeri dan yang dari negeri sendiri. Bisa di katakan 50% orang yang online di channel tersebut adalah laki-laki, hal itu yang membuatku menjadi agak jengkel, mereka semua penipu. Sampai akhirnya aku berkenalan dengan seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(***-devil) Hii.. boleh kenal nggak yah?&lt;br /&gt;(****_girl) Boleh.. boleh.. asl-nya donk.&lt;br /&gt;(***-devil) Aku 30 f jkt.. kamu?&lt;br /&gt;(****_girl) Gue 20 f Jogja city.. hi hi hi, eh udah agak tua hihihihi.&lt;br /&gt;(***-devil) Yee.. emang nggak boleh, eh real name dong biar enak manggilnya.&lt;br /&gt;(****_girl) Gue Bunga.&lt;br /&gt;(***-devil) Met kenal Bunga.. kenalkan aku.. Lina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan kami pun terus berlangsung, mulai dari hal-hal yang ringan hingga hal-hal yang berbau seks. Hampir setiap hari kami bertemu di channel, kami pun mulai bertukar alamat, nomor telepon, dan foto beserta biodata melalui e-mail maupun langsung saat online di channel. Mbak Lina adalah wanita karier yang termasuk dalam golongan yuppies (young urban profesional), dia belum berkeluarga dan hidup sendiri di tengah kerasnya kehidupan ibukota. Hingga pada suatu hari telepon di kosku berdering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo.. bisa bicara dengan Dik Bunga?”&lt;br /&gt;Aku pun menjawab, “Ya, saya sendiri.. mm ini dari siapa yah?”&lt;br /&gt;“Ini aku Dik.. Mbak Lina!”&lt;br /&gt;Aku tersentak, ya ampun suaranya begitu halus dan lembut, suaranya mampu menggetarkan hatiku.&lt;br /&gt;“Ya ampun Mbak Lina.. bikin kaget saja, gimana kabarnya Mbak?”&lt;br /&gt;“Baik-baik aja, eh Mbak bisa minta tolong nggak?”&lt;br /&gt;“Ada apa Mbak?”&lt;br /&gt;“Mbak sekarang ada di Jogja nih.. bisa nggak kamu jemput Mbak di stasiun, sekalian nyari hotel buat Mbak bisa nggak?”&lt;br /&gt;“Oh my god.. kenapa nggak bilang-bilang kalau mau ke Jogja Mbak, iya deh Mbak aku jemput sekarang, Mbak tunggu saja di sana ok?”&lt;br /&gt;“OK.. makasih yah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segera sore itu juga aku menjemputnya di stasiun, tak lupa kubawa fotonya agar aku lebih mudah mengenali dirinya. Sesampainya di stasiun, aku langsung bisa mengenalinya, wanita anggun dengan setelan blazer khas wanita karier. Aku pun menyapanya, “Mbak Lina..!” Dia pun berpaling kepadaku, dan tampaknya dia terperanjat, “Ya ampun.. Bunga.. kamu nampak jauh lebih cantik dibandingkan photomu.” katanya, sembari tanpa malu-malu mengecup pipiku. Aku pun membalasnya dengan agak canggung. “Udah Mbak.. ngobrolnya sambil jalan aja, udah sore nih, entar kemaleman lagi.. yuk!” kataku sambil kugandeng tangannya. Selama perjalanan Mbak Lina bercerita bahwa dia ambil cuti seminggu untuk liburan, dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke Jogja, dia ingin mengunjungi Borobudur, Prambanan, pantai Parang Tritis serta daerah wisata lain di sekitar Jogja. Aku mencarikannya hotel yang dekat dengan kosku di sekitar kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tiba di hotel T, setelah check in kami berdua segera menuju kamar, tampaknya Mbak Lina sangat lelah akibat perjalanannya.&lt;br /&gt;“Mbak.. kalau Mbak lelah, jalan-jalan ke Malioboronya besok aja Mbak, mendingan Mbak istirahat aja sekarang, OK?” kataku sembari beranjak keluar ruangan.&lt;br /&gt;“Lho Bunga! kamu mau kemana?” tanya dia.&lt;br /&gt;“Mmm.. anu Mbak, Bunga pulang ke kos dulu.. mau mandi, kan udah sore.”&lt;br /&gt;“Kamu ini gimana, mandi di sini kan bisa, habis mandi nanti kita keluar.. anterin Mbak jalan-jalan, gimana mau khan? please!” katanya sambil memohon kepadaku, aku pun mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Lina mulai melepas bajunya satu demi satu hingga tinggal BH dan celana dalamnya saja. “Bunga.. kamu ini gimana, katanya mau mandi, ayo buka bajunya!” katanya sembari melucuti pakaianku, aku hanya bisa pasrah saja dengan tingkah lakunya, dia pun juga menyisakan BH dan celana dalamku saja, meski tubuhku (175 cm) lebih besar dibanding dia (kurang lebih 165 cm) aku tidak banyak berkutik. Aku bisa melihat lekuk tubuhnya yang indah dengan jelas, dadanya seukuran denganku 36B, dan ia memiliki belahan pantat yang sangat indah. “Hei.. disuruh mandi kok malah bengong, ayo..!” dia membimbingku ke kamar mandi, kemudian segera menutup pintu kamar mandi begitu kami berdua berada di dalam. “Mmm.. mandinya bareng aja yah, biar lebih cepet, “katanya sambil tersenyum, sekarang dia mulai melepas BH dan celana dalamnya dan tanpa canggung melepas punyaku juga. Terpampang jelas di depanku wanita cantik dan seksi dengan payudara yang padat dan menjulang ke atas, aku bisa membaui aroma kewanitaanya dari kemaluannya, membuat kemaluanku semakin basah. Tanpa pikir panjang aku langsung menubruk dan memeluk tubuhnya, aku memepet tubuhnya ke dinding sehingga dia tidak dapat berkutik lagi, aku bisa merasakan sensasi yang menakjubkan ketika payudaranya bergesekan dengan payudaraku, aku bisa merasakan nafasnya mulai tidak beraturan. Mbak Lina memejamkan matanya, tampaknya dia pasrah dalam pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanganku pun mulai bergerilya, menyusuri tubuh indahnya, kulumat bibir indahnya dengan bibirku, dia membalas pagutan demi pagutan, dia merangkulkan tangannya ke leherku, napasnya semakin memburu dan aroma khas kewanitaannya semakin keras menusuk hidungku. Aku pun merasa kemaluanku semakin basah, payudaraku pun semakin menegang. Pelan-pelan tanganku mulai merambat menuju kemaluannya dan.. ya ampun.. kemaluannya sudah sangat basah, kuraba selangkangannya dengan lembut, dan ia sempat tersentak ketika jari-jariku meraba klitorisnya, ketika jariku ingin kumasukkan ke dalam liang kemaluannya dia mencegahku dengan wajah memelas, dia menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin aku melakukannya, mungkin dia masih perawan pikirku. Dia pun berkata, “Sayang.. dielus-elus saja yah.. please,” katanya sambil memelas. Aku pun hanya mengangguk. Kulumat lagi bibir indahnya sambil mengusap-usap kemaluannya, dia pun juga mulai mengusap kemaluanku. Beberapa saat kemudian aku merasakan sensasi enak yang menjalari tubuhku, hangat dan mulai memusat ke arah kemaluanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak.. ahh.. ah.. oughh.. terus.. jangan berhentii.. uuhh.. udah mau keluar nih.”&lt;br /&gt;“Bunggaa.. aah.. Mbak juga udah mau keluar nih.. ouughh..”&lt;br /&gt;Sesaat kemudian tubuhku mengejang-ngejang dan aku merasakan cairan hangat mengalir deras dari kemaluanku, begitu juga dengan Mbak Lina dia memelukku dengan erat ketika dia mencapai orgasme, dia melumat bibirku agar tidak berteriak, setelah agak mereda, dia mulai melepaskan pelukannya tapi kemudian ambruk dalam pelukanku, tampaknya dia sangat lelah kemudian aku pun memandikannya dengan lembut dan dia pun juga melakukan sebaliknya kepadaku. Dia tampak pasrah sekali kepadaku, sampai-sampai dia tidak mau melepaskan pelukannya dariku. Kukeringkan badannya dengan handuk sambil sesekali mengelus payudara ataupun kemaluannya dan dia tidak memberikan perlawanan yang berarti sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurebahkan tubuhnya di atas ranjang, kemudian kuciumi sekujur tubuhnya yang masih bau sabun, kulitnya putih, mulus , halus, lembut, tanpa cacat dan aku suka itu. Mbak Lina sudah tampak pasrah sekali dan dia tidak bisa melakukan perlawanan sama sekali, dan kupikir ini merupakan suatu kesempatan bagiku. Kuikatkan kedua tangannya ke ranjang dengan scarf miliknya, dan dia masih tidak melawan, aku tidak habis pikir, pasti dia menikmatinya, gumamku dalam hati. Kutindih tubuhnya dengan tubuhku, kuciumi bibirnya dengan penuh nafsu. Kembali sensasi menakjubkan itu kurasakan saat tubuhku menghimpit tubuhnya, nafasku menjadi semakin tidak karuan, kedua kemaluan kami saling bergesekan. Oh, aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kuremas kedua payudaranya sambil sesekali kuhisap, berkali-kali ia menjerit lirih. “Ohh.. mm.. uuouugh.. Bunga.. uuhh..”jeritnya tertahan. Desahannya itu semakin membuatku kehilangan akal, tanpa pikir panjang kumasukkan kedua jariku ke dalam liang kemaluannya, dan.. “Bles..” meskipun liang kemaluannya masih rapat, aku tahu kalau dia sudah tidak perawan, sempat terlintas di pikiranku kenapa dia melarangku melakukannya tadi. Sesaat dia ingin mengatakan sesuatu tapi dengan cepat aku langsung membungkam mulutnya dengan tanganku yang lain, dia pun mulai meronta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kutindih tubuhnya agar dia tidak bisa berkutik, sembari jariku masih mengobok-obok kemaluannya. Kedua jariku berusaha mencari titik G-spotnya, sampai akhirnya aku menemukannya, kemudian aku tekan kedua jariku. Beberapa saat kemudian Mbak Lina mulai menggeliat-geliat, kedua kakinya dilingkarkannya ke pinggangku, tubuhnya mulai mengejang, bahkan pantatnya sampai terangkat, mulutnya masih kubungkam dengan tanganku. Tubuh Mbak Lina mengejang dengan hebat sampai-sampai Mbak Lina memejamkan matanya. Setelah agak mereda, aku segera lepaskan tanganku dari mulutnya. Saat itu aku baru menyadari kalau Mbak Lina menangis, aku pun melepaskan ikatan tangannya dan.. “Plakk.. plakk..” Mbak Lina langsung menampar wajahku dua kali. Karena aku merasa tidak melakukan suatu kesalahan, aku pun mulai menangis. Belum pernah aku ditampar oleh seorang pun seumur hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hiks.. hiks.. Bunga.. kamu jahat sekali” katanya sambil sesenggukan.&lt;br /&gt;“Mbak.. apa salahku..” kataku sembari berusaha menghapus air mataku yang bertambah deras.&lt;br /&gt;“Kamu.. kamu kan harusnya sudah tahu itu, Mbak kan sudah bilang.. jangan kamu lakukan itu tapi tetap saja kamu lakukan itu. Kamu tuh nggak ngerti perasaan Mbak.. hiks,” katanya sambil menahan tangis.&lt;br /&gt;“Mbak.. Bunga minta maaf, waktu itu Bunga kalap.. jadi Bunga kehilangan kontrol.. maafkan aku ya Mbak!” aku mengiba kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Lina tidak memperdulikan ucapanku, dia membalikkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya ke bantal sambil menangis tersedu-sedu. Aku menjadi serba salah. Aku pun segera berpakaian, kurasa Mbak Lina sekarang lagi ingin menyendiri, jadi pelan-pelan kutinggalkan kamarnya. Aku keluar dari hotel dengan berat hati karena merasa sangat bersalah. Dua jam kemudian aku kembali ke kamarnya, ternyata dia tak mengunci pintu kamarnya, aku pun masuk dengan mengendap-endap, aku takut dia masih marah kepadaku. Aku melihatnya masih teronggok di atas ranjang, tampaknya dia kelelahan sampai tertidur, kasihan aku melihatnya. Aku pun mendekat dan berusaha menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut. Tapi kemudian ia terbangun, mungkin ia terbangun olehku. Dia membetulkan selimutnya sambil menatapku dalam-dalam, aku tak berani menatapnya, aku hanya bisa tertunduk malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bunga sekarang jam berapa?” katanya kepadaku.&lt;br /&gt;“Jam sembilan Mbak,” jawabku takut-takut, sambil terus menunduk.&lt;br /&gt;“Ya ampun.. Mbak belum makan malam nih.. temenin Mbak makan yuk!” kata dia.&lt;br /&gt;Aku tidak menjawab, aku hanya mengangguk pelan. Dia pun segera berdandan dan berganti pakaian. Lalu dia menggandeng tanganku keluar kamar, dia menggenggam tanganku dengan erat, entah apa yang dipikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun akhirnya makan di sebuah rumah makan dekat hotel yang kebetulan buka sampai malam. Selama makan pun kami saling berdiam diri, tidak mengucapkan sepatah katapun. Sepulang dari rumah makan itu, Mbak Lina kembali menggandeng tanganku dengan erat, seolah tidak ingin melepaskanku. Kami kembali menuju hotel dan segera menuju kamar. Begitu kami masuk kamar, Mbak Lina langsung mendudukkanku di bibir ranjang, aku sudah siap jika ia ingin memarahiku lagi, aku menundukkan kepalaku, tidak berani menatap wajahnya. Tapi kemudian tangannya yang halus dan lembut mendongakkan kepalaku, dia menatapku dalam-dalam. Karena merasa takut, tanpa sadar air mataku mulai mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho Bunga.. kenapa kamu menangis?” tanya dia sambil menghapus air mataku.&lt;br /&gt;“Mbak.. Bunga minta maaf, Bunga ngaku salah, maafin aku ya Mbak..!” kataku terisak.&lt;br /&gt;Mbak Lina bersimpuh di hadapanku, diambilnya tanganku, dia genggam erat tanganku.&lt;br /&gt;“Bunga.. harusnya Mbak yang minta maaf sama kamu, Mbak udah ngasarin kamu.. udah sekarang kamu jangan nangis lagi yah.. sayang,” kata dia sambil mengecup keningku.&lt;br /&gt;“Harusnya Mbak memberitahu kamu sejak awal tentang ini.. mm.. begini. Sebenarnya Mbak punya komitmen akan sesuatu..” katanya memecah suasana.&lt;br /&gt;Dia berkata, “Mbak pernah berjanji pada diri sendiri, barang siapa yang pertama kali melakukan seperti apa yang kamu lakukan tadi pada Mbak, maka Mbak akan setia bersama dia sebagai seorang kekasih.”&lt;br /&gt;“Tapi.. tapi Mbak kan sudah nggak perawan lagi..” kataku.&lt;br /&gt;“Iya betul.. tapi aku kehilangan kegadisanku oleh tanganku sendiri, perlu kamu ketahui kamulah orang pertama yang melakukan itu padaku, meski dulu aku punya pacar tapi tidak ada yang seberani kamu dan senekat kamu sehingga mereka tidak pernah berani macam-macam sama Mbak.. kamu mengerti sekarang sayang,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kembali berkata, “Bunga.. maukah kamu menjadi kekasihku?” dia memohon sambil berlutut di hadapanku. Sekali lagi aku tidak ingin membuat kesalahan, aku tidak ingin mengecewakannya lagi, aku pun mengangguk pelan. Mbak Lina pun bangkit, kemudian dia duduk di pangkuanku, lalu dia melepas t-shirt yang dikenakannya, terpampanglah dua gundukan indah di hadapanku, terbalut BH putih berenda. Kami berpandangan, Mbak Lina tersenyum manja, kemudian dia mengecup bibirku, aku pun tersenyum. Kupeluk tubuh indahnya kemudian kubaringkan dia, kemudian.. “Bunga! Jangan ditindih ya.. please.. habis kamu berat sih,” katanya manja. Aku pun cuma mengangguk, aku lalu berbaring di sampingnya, kubelai rambutnya dengan lembut, kukecup keningnya, bibirnya, kemudian lidahku mulai menelusuri tubuhnya, kucium dadanya, pagutan demi pagutan membuatnya tampak kegelian. Kulepaskan BH-nya yang dari tadi masih menutupi gunung kembarnya, puting susunya tegak berdiri, tampaknya dia sudah sangat terangsang. Kujilati puting susunya satu persatu. “Oooh..!” Mbak Lina mendesah kegelian, aku pun mulai menghisap puting susunya yang sebelah kanan sedang yang kiri kupilin-pilin putingnya dengan kedua jariku. Kali ini Mbak Lina mengeluarkan desahan-desahan yang menggairahkanku, dia memejamkan mata sambil menggigit bibirnya, berusaha menahan gairah yang begitu menggelora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup puas, kubuka t-shirt beserta BH-ku, kupeluk tubuhnya kemudian kubalikkan tubuhnya sehingga kini ia menindihku. Dia duduk di atas tubuhku. Kini tangannya mulai usil memilin-milin kedua puting susuku sambil tersenyum manja, kulingkarkan tanganku ke pinggangnya sehingga tubuhnya semakin dekat denganku. Kuraih punggungnya sehingga ia kembali menindihku, kedua kaki kami saling membelit, tangannya masih meremas-remas kedua payudaraku, dia menatapku dalam-dalam, aku tahu apa maksudnya. Bibir kami pun bertemu, saling melumat, lidah kami saling berpilin, dada kami saling bergesekan, aku pun mulai merasakan kehangatan bunga-bunga cinta di antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Lina sudah tidak sabar lagi, ia mulai melepas celana jeans beserta celana dalam yang dikenakannya, dia juga melepas pakaian yang masih menempel di tubuhku. Kini kami berdua sama-sama telanjang bulat, kami mulai bergumul di atas ranjang, berguling-guling ke sana kemari. Aroma kewanitaan dari kemaluan kami mulai terasa keras menusuk hidung. Kemaluan kami berdua benar-benar basah, terbukti ketika kami saling menggosokkan kemaluan kami sampai terdengar bunyi berdecak-decak pertanda kemaluan kami sangat becek. Bibirku terus melumat bibirnya, nafasnya mulai tidak teratur, kumasukkan kedua jariku ke kemaluannya, dia pun tak mau kalah dia juga memasukkan kedua jarinya ke dalam liang kemaluanku, aku mulai mengobok-obok kemaluannya sambil terus memeluknya dengan erat. Tidak.. sekarang tidak hanya kedua jariku, kini kumasukkan tiga jari ke dalam kemaluannya dan dia pun semakin menggila, tangannya yang satu lagi meremas pantatku dengan kuat, tubuhnya semakin mengejang-ngejang.&lt;br /&gt;“Ooohh.. oughh.. aahh.. Bungaa.. mau keluar nihh.. oohh..” dia mendesah dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pun bisa merasakan cairan hangat keluar dari kemaluannya, aroma kewanitaan pun semakin terasa, membuatku semakin menggila. Tak lama kemudian aku pun mencapai orgasme, tubuhku mengejang dengan hebat, seolah-olah ada yang meledak dalam tubuhku. Kami berdua terkulai lemas dalam pelukan, aku masih sempat melihat dia tersenyum kepadaku, kemudian dia memejamkan matanya dan tidur dalam pelukanku. Keesokan harinya aku terbangun, aku mendapati dirinya masih meringkuk dalam pelukanku, aku sibakkan rambut yang menutupi wajahnya, wajahnya tampak berseri-seri, aku tidak tega membangunkannya, dia begitu cantik dan anggun. Aku pun terus membelainya sampai kemudian ia terbangun. Kukecup bibirnya dengan lembut. “Selamat pagi..” kataku lirih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-7997946259178029652?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/7997946259178029652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/dari-chatting-dapet-temen-lesbi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/7997946259178029652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/7997946259178029652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/dari-chatting-dapet-temen-lesbi.html' title='Dari Chatting dapet Temen Lesbi'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMW_MLfcDI/AAAAAAAABsI/cYDCJpmvh6o/s72-c/Dari+Chatting+dapet+Temen+Lesbi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-844793128174321615</id><published>2010-07-30T10:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T11:07:34.476-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><title type='text'>beRmain Dengan Boss Cantik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;CeRita DewasA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ini terjadi saat Sudah dua tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini. Aku bersyukur, karena prestasiku, di usia yang ke 25 ini aku sudah mendapat posisi penyelia. Atasanku seorang wanita berusia 42 tahun. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek. Namun sebagai bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yang harus dipikulnya sebagai pemimpin perusahaan. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Melly, aku malah selalu berharap dipanggil. Bahkan sering aku mencari-cari alasan untuk menghadap keruangan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMUf2KSBGI/AAAAAAAABrw/M5ulysoUWSw/s1600/beRmain+Dengan+Boss+Cantik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 373px; height: 558px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMUf2KSBGI/AAAAAAAABrw/M5ulysoUWSw/s400/beRmain+Dengan+Boss+Cantik.jpg" alt="beRmain Dengan Boss Cantik" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499762107296646242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai mantan pragawati tubuh Bu Melly sangatlah bagus diusia kepala empat ini. Wajahnya yang cantik tanpa ada garis-garis ketuaan menjAdikannya tak kalah dengan anak muda. Saking keseringan aku mengahadap keruangannya, aku mulai menangkap ada nada-nada persahabatan terlontar dari mulut dan gerak-geriknya. Tak jarang kalo aku baru masuk ruangannya Bu Melly langsung memuji penampilanku. Aku bangga juga mulai bisa menarik perhatian. Mudah -mudahan bisa berpengaruh di gaji hahaha nyari muka nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, lagi-lagi ketika aku dipanggil mengahadap, kulihat raut muka Bu Melly tegang dan kusut. Aku memberanikan diri untuk peduli,&lt;br /&gt;“Ibu kok hari ini kelihatan kusut? ada masalah?”, sapaku sembari menuju kursi didepan mejanya.&lt;br /&gt;“Ia nih Ndy, aku lagi stres,udah urusan kantor banyak, dirumah mesti berantem sama suaminya kusut deh”, jawabnya ramah, sudut bibirnya terlihat sedikit tersenyum.&lt;br /&gt;“Justru aku manggil kamu karena aku lagi kesel. Kenapa ya kalau lagi kesel trus ngeliat kamu aku jadi tenang”, tambahnya menatapku dalam.&lt;br /&gt;Aku terhenyak diam, terpaku. Masak sih Bu Melly bilang begitu? Batinku.&lt;br /&gt;“Andy,ditanya kok malah bengong”, Bu Melly menyenggol lenganku.&lt;br /&gt;“Eeehh nggak,abisnya kaget dengan omongan Ibu kayak tadi. Aku kaget dibilang bisa nenangin seorang wanita cantik”, balasku gagap.&lt;br /&gt;“Ndy nanti temenin aku makan siang di Hotel (***) ya.. Kita bicarain soal promosi kamu. Tapi kita jangan pergi bareng ,nggak enak sama teman kantor. kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Melly.&lt;br /&gt;Aku semakin tergagap, tidak menyangka akan diajak seperti ini.&lt;br /&gt;“Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membereskan file-file, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Dalam mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yang akan Bu Melly berikan. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Kenapa harus makan siang di hotel? Terbersit dipikiranku, mungkin &lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;Bu Melly&lt;/a&gt; butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. upss mana mungkin Bu Melly mau tidur dengan aku. Dia itu kan kelas atas sementara aku karyawan biasa. Aku kesampingkan pikiran kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setengah jam aku menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya Bu Melly menunggu di kamar itu. Aku menurut aja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. Ketika kutekan bel dengan perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu dibukain dan Bu Melly tersenyum manis dari balik pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf ya Ndy aku berobah pikiran dengan mengajakmu makan di kamar. Mari.. kita ngobrolngobrol kamu mau pesen makanan apa?”, kata Bu Melly sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Aku masih gugup.&lt;br /&gt;“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Melly melihat tingkahku.&lt;br /&gt;“Aku sebetulnya nggak percaya dengan semua ini, aku nggak nyangka bisa makan siang sana Ibu seperti ini. Siapa sih yang nggak bangga diundang makan oleh wanita secantik Ibu?”, ditengah kegugupanku aku masih sempat menyempilkan jurus-jurus rayuan. Aku tau pasti pujian kecil bisa membangkitkan kebanggaan.&lt;br /&gt;“Ahh kamu Ndy bisa aja,emangnya aku masih cantik”, jawab Bu Melly dengan pipi memerah. Ihh persis anak ABG yang lagi dipuji.&lt;br /&gt;“Iya Bu, sejujurnya aku selama ini memipikan untuk bisa berdekatan dan berduan dengan Ibu,makanya aku sering nyari alasan masuk keruangan Ibu”, kataku polos.&lt;br /&gt;“Aku sudah menduga semua itu soalnya aku perhatikan kamu sering nyari-nyari alasan menghadap aku. Aku tau itu. Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga.&lt;br /&gt;Memang aku sering menatap Bu Melly disetiap kesempatan, apa lagi kalau sedang rapat kantor. Rupanya tingkahku itu diperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpandangan lama. Lama kami berhadapan, aku di tempat duduk sedangkan Bu Melly dibibir tempat tidur. Dari wajahnya terlihat kalau wanita ini sedang kesepian, raut mukanya menandakan kegairahan. Perlahan dia berdiri dan menghampiriku. Masih tetap berpandangan, wajahnya semakin dekat.. dekat.. aku diam aja dan hup.bibirnya menyentuh bibirku. Kutepis rasa gugup dan segera membalas ciumannya. Bu Melly sebentar menarik bibirnya dan menyeka lipstik merahnya dengan tisu. Lalu tanpa dikomando lagi kami sudah berpagutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pesen makannya nanti aja ya Ndy”, katanya disela ciuman yang semakin panas. Wanita cantik betinggi 165 ini duduk dipangkuanku. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang boss ku, duduk dipangkuanku. Tangan kirinya melingkar dileherku sementara tangan kana memegang kepalaku. Ciumannya semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurusjurus ciuman yang kutau selama ini. Kupilin dan kuhisap lidahnya dengan lidahku. Sesekali ciumanku menggerayang leher dan belakang telinganya. Bu Melly melolong kegelian. “Ndy kamu hebat banget ciumannya, aku nggak pernah dicium seperti ini sama suamiku, bahkan akhir-akhir ini dia cuek dan nggak mau menyentuhku”, cerocos Bu melly curhat. Aku berpikir, bego banget suaminya tidak menyentuh wanita secantik Bu Melly. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yang lama-lama bosan, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Melly menarik tangaku. Kutau itu isyarat mengajak pindah ke ranjang. Namun aku mencegahnya dengan memeluknya saat berdiri. Kucium lagi berulang-ulang, tangaku mulai aktif meraba buah dadanya. Bu melly menggelinjang panas. Blasernya kulempar ke kursi, kemeja putihnya kubuka perlahan lalu celana panjangnya kuloloskan. Bu Melly hanya terdiam mengikuti sensasi yang kuberikan. Wow, aku tersedak melihat pemandangan didepanku. Kulitnya putih bersih, pantatnya berisi, bodynya kencang dan ramping. Celana dalam merah jambu sepadan warna dengan BH yang menutupi setangkup buah dada yang walaupun tidak besar tapi sangat menggairahkan.&lt;br /&gt;“Ibu bener-bener wanita tercantik yang pernah kulihat”, gumamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu melly kemudian mengikuti aksiku tadi dengan mulai mencopot pakaian yang kukenakan. Namun dia lebih garang lagi karena pakaianku tanpa bersisa, polos. Mr. Happy yang sedari tadi tegang kini seakan menunjukkan kehebatannya dengan berdiri tegak menantang Bu Melly.&lt;br /&gt;“Kamu ganteng Ndy”, katanya seraya tanganya meraup kemaluanku dan ahh bibir mungilnya sudah mengulum.&lt;br /&gt;Oh nikmatnya. Sentuhan bibir dan sapuan lidahnya diujung Mr.Happy ku bener -bener bikin sensasi dan membuat nafsu meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak tahan untuk berdiam diri menerima sensasi saja. Kudorong tubuhnya keranjang, kuloloskan celana dalam dan BH-nya. Sambil masih tetap menikmati jilatan Bu Melly, aku meraih dua bukit kembar miliknya dan kuremas-remas. Tanganku merayap keselangkangannya. Jari tengahku menyentuh itilnya dan mulai mengelus, basah. Bu Melly terhentak. Sesekali jari kumasukkan kedalam vaginanya. Berusaha membuat sensasi dengan menyentuh G-spot-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas inisiatifku kami bertukar posisi, gaya 69. Jilatan lidahnya semakin sensasional dengan menulur hingga ke pangkal kemaluanku. Dua buah bijiku diseruputnya Bener-bener enak. Gantian aku merangkai kenikmatan buat Bu Melly, kusibakkan rambut-rambut halus yang tertata rapi dan kusentuh labia mayoranya dengan ujung lidah. Dia menggeliat. Tanpa kuberi kesempatan untuk berpikir, kujilati semua susdut vaginanya, itilnya kugigit-gigit. Bu melly menggelinjang tajam dan, “Ndy aku keluar lo.. nggak tahan”, katanya disela rintihan. Tubuhnya menegang dan tiba-tiba terhemmpas lemas, Bu Melly orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangga juga bisa membuat wanita cantik ini puas hanya dalam lima menit jilatan.&lt;br /&gt;“Enak Ndy, aku bener -bener nafsu sama kamu. Dan ternyata kamu pintar muasin aku,makasih ya Ndy”, ujarnya.&lt;br /&gt;“Jangan terima kasih dulu Bu, soalnya ini belum apa-apa, nanti Andy kasi yang lebih dahsyat”, sahutku.&lt;br /&gt;Kulihat matanya berbinar -binar.&lt;br /&gt;“Bener ya Ndy, puasin aku, sudah setahun aku nggak merasakan orgasme, suamiku sudah bosan kali sama aku”, bisiknya agak merintih lirih.&lt;br /&gt;Hanya berselang liam menit kugiring tubuh Bu melly duduk diatas pinggulku. Mr.Happy kumasukkan ke dalam vaginanya dan bless,lancar karena sudah basah. Tanpa dikomando Bu Melly sudah bergerak naik turun. Posisi ini membuat ku bernafsu karena aku bisa menatap tubuh indah putih mulus dengan wajah yang cantik, sepuasnya. Lama kami bereksplorasi saling merangsang. Terkadang aku mengambil posisi duduk dengan tetap Bu melly dipangkuanku. Kupeluk tubuhnya kucium bibirnya.&lt;br /&gt;“Ahh enak sekali Ndy”, ntah sudah berapa kali kata-kata ini diucapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr.Happyku yang belum terpuaskan semakin bergejolak disasarannya. Aku lantas mengubah posisi dengan membaringkan tubuh Bu Melly dan aku berada diatas tubuh mulus. Sambil mencium bibir indahnya, kumasukkan Mr.Happy ke vaginanya. Pinggulku kuenjot naik turun.&lt;br /&gt;Kulihat Bu Melly merem-melek menahan kenikmatan. Pinggulnya juga mulai bereaksi dengan bergoyang melawan irama yang kuberikan. Lama kami dalam posisi itu dengan berbagai variasi, kadang kedua kakinya kuangkat tinggi, kadang hanya satu kaki yang kuangkat. Sesekali kusampirkan kakinya ke pundakku. Bu Melly hanya menurut dan menikmati apa yang kuberikan.&lt;br /&gt;Mulutnya mendesis-desis menahan nikmat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba Bu melly mengerang panjang dan “Ndy, aku mau keluar lagi, aku bener-bener nggak tahan”, katanya sedikit berteriak.&lt;br /&gt;“Aku juga mau keluar nih.. bareng yuk”, ajakku.&lt;br /&gt;Dan beberapa detik kemudian kami berdua melolong panjang “Ahh..”.&lt;br /&gt;Kurasakan spermaku menyemprot dalam sekali dan Bu Melly tersentak menerima muntahan lahar panas Mr. Happyku. Kami sama sama terkulai.&lt;br /&gt;“Kamu hebat Ndy, bisa bikin aku orgasme dua kali dalam waktu dekat”, katanya disela nafas yang tersengal.&lt;br /&gt;Aku cuma bisa tersenyum bangga.&lt;br /&gt;“Bu Melly nggak salah milih orang, aku hebat kan?” kataku berbangga yang dijawabnya dengan ciuman mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengaso sebentar Bu Melly kemudian menuju kamar mandi dan membasuh tubuhnya dengan shower. Dari luar kamar mandi yang pintunya nggak tertutup aku menadang tubuh semampai Bu melly. Tubuh indah seperti Bu Melly memang sangat aku idamkan. Aku yang punya kecenderungan sexual Udipus Comp-lex bener-bener menemukan jawaban dengan Bu Melly. Bosku ini bener-bener cantik, maklum mantan peragawati. Tubuhnya terawat tanpa cela. Aku sangat beruntung bisa menikmatinya, batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr.Happyku tanpa dikomando kembali menegang melihat pemandangan indah itu. Perlahan aku bangun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi. Bu melly yang lagi merem menikmati siraman air dari shower kaget ketika kupeluk. Kami berpelukan dan berciuman lagi. Kuangkat pantatnya dan kududukkan di meja toalet. Kedua kakinya kuangkat setengah berjongkok lalu kembali kujilati vaginanya. Bu melly kembali melolong. Ada sekitar lima menit keberi dia kenikmatan sapuan lidahku lantas kuganti jilatanku dengan memasukkan Mr. Happyku. Posisiku berdiri tegak sedangkan Bu Melly tetap setengah berjongkok di atas meja. Kugenjot pantatku dengan irama yang pasti. Dengan posisi begini kami berdua bisa melihat jelas aktifitas keluarmasuknya Mr.Happy dalam vagina, dua-duanya memerah tanda nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas dengan posisi itu kutuntun Bu Melly turun dan kubalikkan badannya. Tangannya menumpu di meja sementara badannya membungkuk. Posisi doggie style ini sangat kusukai karena dengan posisi ini aku ngerasa kalau vagina bisa menjepit punyaku dengan mantap. Ketika kujebloskan si Mr.Happy, uupps Bu Melly terpekik. Kupikir dia kesakitan, tapi ternyata tidak.&lt;br /&gt;“Lanjutin Ndy, enak banget.. ohh.. kamu hebat sekali”, bisiknya lirih.&lt;br /&gt;Ada sekitar 20 menit dalam posisi kesukaanku ini dan aku nggak tahan lagi mau keluar.&lt;br /&gt;“Bu.. aku keluar ya”, kataku.&lt;br /&gt;“Ayo sama-sama aku juga mau”, balasnya disela erangan kenikmatannya.&lt;br /&gt;Dan.. ohh aku lagi-lagi memuncratkan sperma kedalam vaginanya yang diikuti erangan puas dari Bu Melly. Aku memeluk kencang dari belakang, lama kami menikmati sensasi multi orgasme ini. Sangat indah karena posisi kami berpelukan juga menunjang. Kulihat dicermin kupeluk Bu Melly dari belakang dengan kedua tanganku memegang dua bukit kembarnya sementara tangannya merangkul leherku dan yang lebih indajh, aku belum mencopot si Mr. Happy.. ohh indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai mandi bersama kamipun memesan makan. Selesai makan kami kembali kekantor dengan mobil sendiri-sendiri. Sore hari dikantor seperti tidak ada kejadian apa-apa. Sebelum jam pulang&lt;br /&gt;Bu Melly memanggilku lewat sekretarisnya. Duduk berhadapan sangat terasa kalau suasananya berubah, tidak seperti kemarin-kemarin. Sekarang beraroma cinta.&lt;br /&gt;“Ndy, kamu mau kan kalau di kantor kita tetep bersikap wajar layaknya atasan sama bawahan ya. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja.&lt;br /&gt;“Baik Bu cantik”, sahutku bergurau.&lt;br /&gt;Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu aku resmi jadi suami simpanan bos ku. Tapi aku menikmati karena aku juga jatuh cinta dengan wanita cantik idaman hati ini. Sudah setahun hubungan kami berjalan tanpa dicurigai siapapun karena kami bisa menjaga jarak kalau di kantor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-844793128174321615?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/844793128174321615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/bermain-dengan-boss-cantik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/844793128174321615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/844793128174321615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/bermain-dengan-boss-cantik.html' title='beRmain Dengan Boss Cantik'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFMUf2KSBGI/AAAAAAAABrw/M5ulysoUWSw/s72-c/beRmain+Dengan+Boss+Cantik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-6519005999175757128</id><published>2010-07-29T05:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:51:15.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Hot dee'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita hot'/><title type='text'>NgEntotin Anak PemBantuku</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;Cerita dewasa&lt;/span&gt; ini tentang keinginanku untuk menggagahi wasti anak pembantuku yang sangat montok, kejadian pertama bisa dikatakan gagal namun aku tidak menyerah karena kasihan “adik kecil” ku meronta-meronta ingin keluar dan masuk kedalam gua kenikmatan wasti. Simak kisah cerita dewasa berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF5HJ17mvI/AAAAAAAABqw/r0XWfeDskDg/s1600/NgEntotin+Anak+PemBantuku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 324px; height: 449px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF5HJ17mvI/AAAAAAAABqw/r0XWfeDskDg/s400/NgEntotin+Anak+PemBantuku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499309783804254962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini aku kuliah di kotaBandung, di situ aku menyewa sebuah rumah kecil dengan perabot lengkap dan untuk pengawasannya aku dititipkan kepada Oom Rony, sepupu ayahku yang juga pemilik rumah untuk memperhatikan segala kebutuhanku. Oom Rony adalah seorang pejabat perbankan di kota kembang ini dan dia kuanggap sebagai wali orang tuaku. Sekalipun aku sadar ketampanan dan segala kelebihanku digila-gilai banyak perempuan, namun aku masih belum mencari pacar tetap. &lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;Untuk&lt;/a&gt; menyalurkan hobby isengku saat sekarang ini aku lebih senang dengan cewek-cewek yang berstatus freelance atau cewek bayaran yang kunilai tidak akan membawa tuntutan apa-apa di belakang hari. Begitulah, pada tahun keempat masa kuliahku secara kebetulan aku mendapat seorang teman yang cocok dengan seleraku. Seorang gadis berstatus pembantu rumah tangga keluargaku tapi penampilannya cantik berkesan gadis kota. Jadinya konyol, di luaran aku terkenal sebagai pemuda mahalan kelas atas tapi tanpa ada yang tahu justru partner tetap untuk ber-”iseng”-ku sendiri adalah seorang gadis kampung yang status sosialnya jauh di bawahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sriwasti nama asli si cantik anak bekas pembantu rumah tangga orangtuaku, tapi lebih akrab dipanggil dengan Wasti. Sewaktu mula-mula hadir di tempatku ini dia memang meringankan aku tapi juga membuat aku jadi panas dingin berada di dekatnya. Pasalnya dulu aku pernah punya skandal hampir menggagahi dia sehingga dengan kembalinya dia kali ini dalam status istri orang tapi tinggal kesepian ini tentunya menggali lagi gairah rangsanganku kepadanya. Usianya 3 tahun lebih muda dariku, dia dulu dibiayai sekolahnya oleh orangtuaku dan ketika tamat SMA dia pernah beberapa bulan bekerja membantu-bantu di rumahku sambil berusaha masuk Akademi Perawat. Sayang dia gagal dan kemudian pulang kampung lagi untuk menerima lamaran seorang pemuda di tempat asalnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih di rumah orangtuaku itulah aku yang tertarik kecantikannya, kalau pulang dari Bandung sering iseng menggoda dia, suatu kali sempat kelewatan nyaris merenggut kegadisannya. Sebab di suatu kesempatan Wasti yang memang kutahu menaruh hati padaku sudah pasrah kugeluti dalam keadaan bugil hanya saja karena aku masih tidak tega dan juga masih takut sehingga urung aku menodai dia. Kuingat waktu itu secara iseng-iseng aku sengaja ingin menguji kesediaannya yaitu ketika ada kesempatan dia kuajak ke dalam kamarku. Beralasan meminta dia memijati aku tapi sambil begitu kugerayangi dia di bagian-bagian sensitifnya. Ternyata dia diam saja tidak berusaha untuk menolakku, sehingga aku meningkat lebih terang-terangan lagi. Susunya memang menggiurkan dengan bentuknya yang membulat kenyal tapi aku masih mengincar lebih ke bawah lagi. “Was gimana kalau kamu buka dulu celana dalammu, Mas Dony pengen gosok-gosokin yang enak di punyamu,” bujukku dengan tangan sudah meraba-raba di selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti tersipu-sipu dengan gugup ragu-ragu, meskipun begitu menurut saja dia untuk membuka celana dalamnya yang kumaksudkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ta.. tapi.. nggak apa-apa ya Mass..?” kali ini terdengar nada tanya kuatirnya.&lt;br /&gt;Aku yang memang cuma sekedar menguji segera menenangkan dia.&lt;br /&gt;“Oo tenang aja, nggak Mas masukin inimu cuma sekedar ditempel-tempelin aja kok..” jawabku sambil juga menurunkan celana dalamku memamerkan batangku yang sudah setengah tegang terangsang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuambil tangannya dan meletakkan di batang kemaluanku meminta dia memainkan batang itu dengan genggaman melocok, ini diikuti Wasti mulanya dengan wajah kikuk malu tapi toh dia mulai terbiasa juga. Nampak tidak ada tanda-tanda risih karena baru kali ini dia melihat batang telanjang seorang laki-laki. Layap-layap keenakan oleh kocokannya sambil begitu sebelah tanganku juga ikut meremasi susu bergantian dengan bermain di liang kemaluannya. Lama-lama terasa menuntut, kuminta Wasti merubah posisi bertukar tempat, dia yang berbaring setengah duduk tersandar di kepala tempat tidur, dari situ aku pun masuk duduk berlutut di tengah selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kedudukan ini tangan Wasti bisa mencapai batanganku dan melocoknya tepat di atas liang kemaluannya sementara kedua tanganku yang bebas bisa bermain dari kedua susu sampai ke liang kemaluannya. Lagi-lagi Wasti memperlihatkan air muka khawatir karena dikira aku sudah akan menyetubuhinya tapi kembali kutenangkan dan menyuruh dia terus melocok dengan hanya menggesek-gesek ujung kepala batang kemaluan di celah menguak liang kemaluan berikut klitorisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup terasa enak buatku meskipun memang penasaran untuk berlanjut lebih jauh, tapi begitupun aku bisa menahan emosiku sampai kemudian locokannya berhasil membuatku berejakulasi. Menyembur-nyembur maniku tumpah di celah liang kemaluannya yang terkuak mengangkang, tapi sengaja kutahan tidak kutusukkan di lubang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Huffhh pinterr kamu Was.. besok-besok bikinin lagi kayak gini ya?” kataku memberi pujian ketika permainan usai. Wasti mengangguk malu-malu bangga dan sejak itu setiap ada kesempatan aku ingin beriseng, dia yang kuajak dan kugeluti sekedar menyalurkan tuntutanku. Memang, sampai dengan saat itu aku masih bertahan untuk tidak mengambil keperawanannya karena masih terpikir status kami yang berbeda. Aku majikan dan dia pembantu, padahal dalam segalanya Wasti betul-betul seorang gadis yang mulus kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan wanita-wanita cantik yang kukenal belakangan, Wasti pun tidak kalah indahnya. Tapi itulah yang namanya pertimbangan status padahal akhirnya aku toh bertemu lagi dan membuat hubungan yang lebih jauh dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampungnya Wasti dinikahi Ardi seorang pemuda tetangganya, dia sempat beberapa bulan hidup bersama tapi ketika Ardi yang lulusan Akademi Teknik, minta ijin selama setahun karena mendapat pekerjaan sebagai TKI di suatu negara Arab, Wasti praktis hidup sebagai janda sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu, untuk mengisi waktunya dia juga meminta ijin agar bisa mencari pekerjaan tambahan dan dia pun teringat kepadaku karena aku memang pernah menjanjikan hal itu kalau dia ingin mendapat tambahan pencaharian. Ardi setuju karena aku sudah bukan asing bagi mereka, maka sesaat sebelum Ardi berangkat ke Arab dia ikut mengantar Wasti meminta pekerjaan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Wasti untuk menawarkan tenaganya tentu saja tidak bisa kutolak tapi untuk tinggal bersama di rumah sewaanku jelas akan mengundang kecurigaan orang, dia pun kutawarkan tinggal sambil bekerja di sebuah tempat usahaku. Kebetulan aku memang mengusahakan sebuah Panti Pijat yang sebetulnya dimodali Oom Rony, sehingga kehadiran Wasti bisa membantu mewakili aku sebagai orang kepercayaanku dalam mengawasi tempat pijat itu. Wasti langsung setuju tapi waktu suaminya sudah berangkat meninggalkan dia barulah dia berkomentar bingung soal pekerjaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi.., aku bener nggak disuruh kerja mijet Mas?” katanya agak keberatan dengan tugas yang belum dimengertinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya enggak dong, kamu di sana Mas kasih tugas utama sebagai pengawas tempat itu. Kalau soal mau belajar mijet sih boleh-boleh aja, malah bagus supaya Mas bisa kebagian rasanya juga,” kataku sambil tersenyum menggoda.&lt;br /&gt;“Ngg.. gitu nanti ada yang ngajakin tidur aku, gimana Mas..?”&lt;br /&gt;“Boleh, tapi minta ijin Mas dulu. Yang jelas Mas dulu yang pakai baru boleh dikasih yang lain,” kataku tambah menggoda lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini Wasti langsung mesem malu-malu, tapi begitupun senang dengan tawaranku untuk mewakili aku mengawasi usaha tempat pijatku. Dia kuberi kamar di rumah yang kukontrak untuk usaha pijat itu tapi secara rutin seminggu dua kali dia datang membantu membersihkan rumahku dan mengambil baju-baju kotorku untuk dicucikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah dengan adanya Wasti yang seolah-olah membawa keberuntungan bagiku, usahaku pun semakin bertambah ramai. Apalagi dia yang semula hanya bertindak sebagai tuan rumah setelah mulai belajar teknik memijat dan mulai mempraktekkan kepada tamunya, semakin banyak saja mereka yang datang mem-booking Wasti. Antri para tamu itu hadir dengan niat ingin mencicipi asyiknya pijatan sambil tentunya berusaha merayu agar bisa menikmati lebih dari sekedar pijatan si manis Wasti ini. Tetapi mereka belum sampai ke situ karena di bulan kedua kehadiran Wasti baru kepadakulah yang paling dekat dengannya saat ini, dia memberikan keistimewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah pernah ada hubungan sebelumnya maka mudah saja bagiku untuk membuat kelanjutan intim dengannya, cuma saja setelah beberapa lama baru terpikir olehku untuk mencicipi dia. Waktu itu aku terserang muntaber dan sempat seminggu aku terbaring di rumah sakit dengan ditunggui bergantian oleh Wasti dan Indri kakak perempuanku yang sengaja datang dari Jakarta untuk mengurusi sampai dengan kesembuhanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari rumah sakit dan setelah melihat aku sudah mendekati pulih kesembuhanku, Indri pun kembali lagi ke Jakarta dengan meninggalkan pesan pada Wasti untuk tetap mengurusi sampai aku betul-betul sembuh. Lewat lagi dua hari tenagaku kembali pulih seperti semula tapi seiring dengan itu mulai timbul lagi tuntutan kejantananku dan kali ini aku berencana akan menyalurkannya pada Wasti sebagai sasaranku yang paling dekat denganku saat itu. Ini karena aku selama dirawat olehnya merasa lebih akrab perasaanku dan berhutang budi sekali padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tau nggak Was? Apa yang pertama-tama mau Mas bikin kalau udah sembuh bener dari sakit ini?” tanyaku mengajak dia ngobrol menjelang kesembuhanku.&lt;br /&gt;“Apa tuh kira-kira Mas?”&lt;br /&gt;“Mas kepengen begini..” kataku sambil memberi tanda ibu jari dijepit telunjuk dan jari tengahku.&lt;br /&gt;Wasti langsung ketawa geli mendengarnya.&lt;br /&gt;“Hik, hik, hik.. Mas Dony yang dipikir kok itu dulu. Emang puasa berapa hari ini udah kepengen banget sih?”&lt;br /&gt;“Justru itu, kepingin sih jangan bilang lagi tapi coba tebak siapa nanti yang bakal Mas ajak tidur?”&lt;br /&gt;“Hmm siapa ya? Mas sih banyak ceweknya mana Wasti tau siapa orangnya?”&lt;br /&gt;“Orangnya ya kamu Was.”&lt;br /&gt;“Ngg kok malah aku, kan masih banyak yang cakep lainnya Mas..” Wasti kontan tersipu-sipu malu seolah tidak percaya denganku.&lt;br /&gt;“Yang Mas pilih emang kamu kok, sementara jangan dulu dikasih ke yang lainnya ya!” kataku sambil menarik dia mendekat kepadaku.&lt;br /&gt;“Kasih siapa Mas, kan katanya harus ijin Mas dulu?”&lt;br /&gt;“Makanya itu nanti Mas yang pakai dulu. Kasih Mas ya?”&lt;br /&gt;Kali ini kususupkan tanganku ke selangkangannya mengusap-usap bukit kemaluannya dan diterima Wasti dengan mengangguk sambil menggigit bibir malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sudah bersedia dan ketika tiba saatnya, aku sengaja mengajaknya keluar menginap di hotel karena aku ingin betul-betul bebas berdua dengan dia. Maklum di rumah sewaanku masih kukhawatirkan Indri ataupun keluargaku dari Jakarta akan muncul sewaktu-waktu sehingga tidak terlalu aman rasanya. Segera aku pun bersiap-siap dan membuka lemari untuk mengambil uang tapi ide nyentrikku mendadak timbul ketika terpandang sweaterku yang tergantung di situ. Kuminta dia memakai sweater itu tapi tanpa mengenakan apa-apa lagi di balik itu, ini memang diturutinya tapi sambil meringis geli ketika sudah naik ke mobil duduk di sebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas ini ada-ada aja, masak aku cuma disuruh pakai kayak gini sih?”&lt;br /&gt;“Kamu biar cuma pakai gini tetep keliatan manis kok Was,” kataku membesarkan hatinya.&lt;br /&gt;“Tapi kan lucu Mas, di atasnya anget tapi di bawahnya bisa masuk angin..”&lt;br /&gt;“Maksud Mas Donny begini supaya pemanasannya bikin cepet tambah kepengennya. Sambil nyupir gampang megang-megangin kamu..” jelasku dengan menjulurkan tangan ke selangkangannya sudah langsung merabai liang kemaluan telanjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti tersipu-sipu tapi toh menurut juga ketika aku meminta dia menaikkan kedua kakinya ke atas jok sehingga liang kemaluannya lebih terkangkang lebar, lebih leluasa tanganku bermain di situ. Dia dari sejak dulu memang tidak pernah membantah apapun permintaanku. Mengusap-usap bukit yang cuma sedikit ditumbuhi bulu-bulu kemaluannya serta meremas-remas pipi menggembung dari bagian kewanitaannya yang menggiurkan ini, terasa kenyal daging mudanya itu. Dipermainkan begitu tangannya otomatis terjulur ke kemaluanku membalas memegang seperti dulu ketika dia masih sering bermain-main dengan milikku, tapi cuma sebentar karena segera dicabut lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho kenapa nggak diterusin?”&lt;br /&gt;“Nggak ah, nanti keburu muncrat duluan. Mas kan udah puasa beberapa hari pasti sekarang udah kentel susunya, kan sayang kalau keburu tumpah di luar nanti Wasti nggak kebagian.”&lt;br /&gt;“Lho kan dipanasin dulu botolnya nggak apa-apa. Siapa tau kelewat kentel malah nggak mau netes airnya nanti?”&lt;br /&gt;“Masak nggak mau keluar Mas?”&lt;br /&gt;“Oh iya lupa, kalau diperes-peres pakai lubang sempit ini memang pasti keluar sih. Tapi sambil dikocokin yang enak nanti ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangsangan selama perjalanan sudah mulai memanaskan gairah birahi kami, ketika tiba di hotel kelanjutannya semakin membara lagi. Di hotel yang kupilih, Wasti sudah kusuruh masuk ke kamar duluan sementara aku masih menutup pintu mobil sebelum kususul dia di situ. Kubuka sekalian bajuku hingga telanjang bulat sementara dia masih berlutut di sofa yang menempel dekat jendela, pura-pura memandang ke luar mengintip lewat gordyn jendela. Segera aku merapat dari belakangnya langsung membuka sweater satu-satunya penutup tubuhnya, begitu sama telanjang bulat kupeluk dia merapatkan punggungnya ke dadaku dan mulai mengecupi lembut lehernya dengan diikuti kedua tanganku bermain masing-masing meremasi susu dan bukit kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maass.. botolnya kerasa udah keras bener..” katanya mengomentari kemaluanku yang sudah mengencang menempel di atas pantatnya.&lt;br /&gt;“Iya, udah ngerti dia sebentar lagi bakal ditumpahin isinya ke lobang ini,” jawabku singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupondong dia dan membaringkan di atas tempat tidur langsung kudekap dan mencumbui dengan kecupan-kecupan seputar wajahnya dan usapan-usapan tangan di sekujur tubuhnya. Kenangan lama terungkit, gemas-gemas sayang rasanya dengan tubuhnya yang mulus lagi cantik ini. Ingin kulampiaskan emosi nafsuku tapi seperti takut dia kesakitan oleh tenagaku, jadinya setengah keras setengah tertahan serbuanku. Remasan tangan kuganti saja dengan permainan mulutku, tanpa menghentikan kecupanku yang mulai kujalari menurun ke leher menuju ke buah dadanya. Wasti selain mulus bersih juga tidak berbau keringatnya sehingga enak untuk kucium-ciumi dan kujilat-jilati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di bagian susunya, kedua bukit daging yang putih membulat bagus lagi kenyal ini segera kukecap dengan mengisap berganti-ganti masing-masing pentilnya. Mengenyoti bagian puncaknya, kungangakan lebar-lebar mulutku serasa ingin memasukkan banyak-banyak daging menonjol itu agar dapat kusedot sepuas-puasnya. Di dalam mulutku lidahku berputaran menjilati pentilnya, menggigit-gigit kecil membuat dia mengerang dalam geli-geli senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ssh ahngg.. geli Mass..” suaranya merengek manja membuat aku semakin gemas bergairah. Air mukanya mulai merah terangsang karena sambil begitu aku juga menambahi dengan mempermainkan liang kemaluannya. Menggosok-gosok klitorisnya dan mulai mencucukkan satu jariku mengoreki bagian mulut lubangnya. Ada satu yang istimewa dan menyenangkatu yang istimewa dan menyenangkitu dia mempunyai klitoris jenis besar yang jarang kujumpai pada kebanyakan kemaluan-kemaluan perempuan. Aku sudah lama mengenal bagian ini tapi masih juga seperti penasaran membawa aku merosot ke bawah untuk memperhatikannya lebih jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ihh.. Mas ini mau ngeliat apa sih..?”&lt;br /&gt;Wasti rupanya kikuk malu dengan perobahan mendadakku. Tangannya bergerak ingin menutup bagian itu tapi cepat kusingkirkan.&lt;br /&gt;“Kok mau ditutup sih, kan Mas kangen pengen ngeliat itil gedemu kayak dulu Was?”&lt;br /&gt;“Hngg.. punyakku jelek kok mau-maunya diliat sih Mas..?”&lt;br /&gt;“Kamu keliru, justru yang begini disenengin orang laki soalnya jarang ada..”&lt;br /&gt;“Aaah Mas Dony menghibur ajaa. Apanya disenengin, jadi ketawaan malah..”&lt;br /&gt;“Lho Mas sendiri udah keliling banyak cewek belum pernah dapet yang gini. Udah denger cerita dari orang-orang baru Mas penasaran lagi sama kamu Was..”&lt;br /&gt;“Ngg abiiss Mas nggak dulu-dulu ngambilnya.. Sekarang udah keburu diambil Kang Ardi duluan baru Mas minta, kan Wasti nggak tega ngasihnya kalau udah bekas-bekas Mas..” timpal Wasti dengan air muka membayangkan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ini buru-buru aku menghibur.&lt;br /&gt;“Tapi nggak apa, biarpun gitu Mas Dony juga tetep seneng sama kamu kok. Sini Mas bikinin buat kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menunggu jawabannya aku langsung menunduk dan menyosorkan mulutku di celah itu. “Adduh Mass, Wasti nggak mau gitu..!” Kaget dia, ingin mencegah tapi kedua tangannya sudah lebih dulu kupegangi masing-masing tanganku. Sesaat dia membelalak seolah tidak percaya aku mau bermain begini dengannya tapi sebentar kemudian terhempas kepalanya mendongak dengan dada membusung kejang ketika tersengat geli kelentitnya kujilat dan kugigit-gigit kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kubiarkan dia tenggelam dalam nafsu berahinya sampai terasa cukup baru kulepas permainan mulutku. Karena sudah lebih dulu kuhisap kemaluannya maka ketika aku meminta dia sekarang menghisap batang kemaluanku langsung diikutinya dengan senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak usah lama-lama Was, kasih ludah aja biar Mas masukin sekarang..” kataku untuk tidak berlarut-larut dulu dalam permainan pembukaan ini. Wasti cepat mengikuti permintaanku dan sebentar kemudian dengan bantuan tangannya aku sudah menyusupkan batang kemaluanku masuk di liang kemaluannya. Begitu terendam kutahan dulu untuk menurunkan tubuhku menghimpit mendekapnya, mengawali dengan kecupan mesra di bibirnya untuk mengembalikan rangsang nafsunya yang sempat menurun oleh suasana tegang sewaktu menyambut batangku. Memang baru pertama kali buat dia tapi terasa ada kerinduan yang dalam baginya sehingga terasa hangat sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatnya jepitan liang kemaluan mulai terasa meresap, maklum, biasanya belum sampai 4 hari saja aku pasti sudah ngeluyur untuk mencari partner isengku. Dengan sendirinya senggama penyalur kerinduanku saat ini ingin kurasakan dengan senikmat-nikmatnya tanpa perlu terburu-buru. Kebetulan lagi partnerku ini termasuk barang baru yang muda lagi menggiurkan, jadi harus kuresapi asyiknya detik demi detik agar betul-betul mendapatkan kepuasan penyaluran yang maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah merasa cukup meresap asyiknya rendaman batang kemaluan dalam hangat liang kemaluannya, aku pun mulai memainkan batangku memompa pelan-pelan mencari nikmatnya gesekan batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ssshh Waas.. enak sekali memekmu.. sempitt rasanyaa..” Baru dua-tiga gesekan saja aku sudah gemetar memuji rasa yang kuterima. Mukaku jadi tegang serius saking asyik diresap nikmat, bertatapan sayu dengan matanya yang sama mesra namun tergambar sinar senang dan bangga di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin kupompa makin meluap nikmatnya apalagi Wasti mulai menambahi dengan memainkan liang kemaluannya mengocok lewat putaran pinggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adduu Waass.. pinterr kammu ngocokknyaa.. tapi Mas kepengenn cepet keluarr diginiinn.. ssh mm..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terbata-bata suara gemetarku bukan asal memuji tapi memang cepat saja aku dibuat tidak tahan oleh bantuan putaran kemaluannya. Kepala batangankan kemaluannya. Kepala batangankukkan cairan mani terkumpul di situ tinggal menunggu waktu untuk disemburkan saja. Segera Wasti kudekap lagi dengan sebelah lengan di lehernya sedang sebelah lagi menahan pantatnya, aku pun mengganti gerakan tidak lagi menggesek tapi memutar batanganku dan menekan dalam-dalam sambil mengajak dia bercium melumat hangat. Wasti menyambut ajakanku dengan balas mendekap, kedua kakinya naik membelit pinggangku erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mengerti kalau batang kemaluanku sudah dikorek dalam-dalam berarti aku ingin mengajak dia berorgasme bersama-sama. Dia pun tidak menahan-nahan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayyo Wass.. Mass keluarinn yaa..?”&lt;br /&gt;“Iyya, iyaa Mas.. sama-sama..”&lt;br /&gt;“Hhaaghh..! dduhhss.. adduhh Wass.. Mass kelluarr.. sshhgh.. ahhgh.. hghh.. aah .. aahshg duuh.. hoh.. hngg hmm..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja ajakan berorgasmeku disahut Wasti aku pun sudah meledak mengaduh tiba di puncak kepuasanku. Bukan main! semprotan cairan maniku serasa dahsyat menyembur-nyembur, menumpahkan seluruh kerinduanku sepertinya panjang dan lama sekali diperas-peras oleh pijatan kemaluannya sampai dengan tetesan yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri tidak memperhatikan lagi bagaimana partnerku ini ikut berorgasme karena bola mataku sudah terbalik saking nikmatnya aku berejakulasi. Luar biasa, jujur kukatakan bahwa inilah saat orgasme yang paling enak sejak aku mulai bisa bersetubuh dengan perempuan. Kerinduan birahi nafsuku yang tertunda cukup lama menurut ukuranku ini betul-betul mendapatkan penyalurannya yang memuaskan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu puasnya sehingga ketika tubuhku melemas Wasti masih tetap kupeluki dan kukecupi bertubi-tubi seputar wajahnya diikuti pujian tanda senangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Minn, Was.. kamu kok enak skali sih.. Mas Dony rasanya puas bener numpahin kepengennya sama kamu..”&lt;br /&gt;“Enak nggak main sama Wasti, Mas?” masih dia bertanya manja namun dengan nada bangga di situ.&lt;br /&gt;“Hmmsshh eenaak bener deh.. Ini ibarat lagi laper-lapernya dikasih kue enak langsung pas bener kenyangnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti tertawa senang.&lt;br /&gt;“Wasti sendiri juga puas Mas diminumin susu kentelnya Mas Dony..” katanya sambil membalas mengecupi bibirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut lebih jauh tentang Wasti, ada suatu pengalaman Wasti yang ingin kuceritakan di sini sejak dia bekerja di panti pijatku, yaitu tentang keintimannya dengan Oom Rony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oom Rony memang doyan dipijat tapi merasakan dipijat seorang perempuan muda dia tidak pernah karena maklum dia takut dicurigai orang kalau pergi ke panti-panti pijat, selain itu Tante Yosi istrinya galak dan ketat mengawasinya. Maka ketika suatu kali dia kubawa ke sebuah panti pijat secara sembunyi-sembunyi Oom Rony langsung ketagihan. Itu sebabnya waktu kuusulkan untuk bekerja sama mengusahakan sebuah panti pijat milik temanku yang hampir bangkrut, Oom Rony segera setuju menyertakan modalnya atas namaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu dia bisa menyalurkan kesenangannya dipijati gadis-gadis muda karena cuma beralasan pergi denganku saja baru Oom Rony bisa aman tidak dicurigai Tante Yosi. Kami berdua diketahui Tante Yosi sering pergi memancing sebagai salah satu hobby kami. Dari mulai sekedar dipijat ternyata mulai meningkat kepingin beriseng dan gadis pemijat yang diincarnya justru Wasti. Alasannya karena Wasti sudah dikenalnya sebagai orang dalam di rumahku sehingga dia yakin Wasti tidak akan menuntut apa-apa padanya. Aku sendiri semula tidak mengira kalau perkembangan pijat-memijat itu jadi semakin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini baru kuketahui ketika suatu sore Mas Didik sopir sekaligus orang kepercayaan Oom Rony datang menjemput Wasti yang kebetulan sedang membersihkan rumahku, kudapati Wasti gelisah dan kurang enak air-mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, bilang aja aku sekarang udah nggak bisa, udah pulang kampung, lalu Mas nawarin temen-temen lain aja..” katanya membujuki aku di kamar sementara Mas Didik menunggu di ruang tamu.&lt;br /&gt;“Lho tadi Mas ditelepon Bapak memang bilang kamu ada di sini kok, emang kamu kenapa..? lagi capek ya mijetin Bapak sekarang? Kalau capek nanti Mas yang ngomongin,” kataku menawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak adalah menurut sebutan Wasti kepada Oom Rony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak gitu Mas, tapi..” di sini dia berat untuk meneruskan dan memandangiku dengan malu-malu takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku paham ada sesuatu yang disembunyikan dan kubujuk dia dengan lembut sampai akhirnya Wasti pun mengaku bahwa meskipun sudah sering memijat tapi baru belakangan ini Oom Rony terangsang untuk mengajak Wasti ber-”iseng”. Permintaan ini berat karena Wasti merasa kikuk dan sungkan sekali kepada Oom Rony dan untuk itu dia berusaha menolak dengan yang terakhir kali dia memberi alasan sedang haid. Jelas alasan yang begini cuma mengulur waktu saja sehingga untuk yang berikut ini Wasti merasa tidak bisa menolak lagi. Itu sebabnya dia jadi gelisah serba salah terhadapku. Mendengar sampai di sini aku cuma tersenyum membuat Wasti jadi lega. Memang, baik aku maupun dia sebenarnya sama mengerti bahwa Oom Rony sebagai laki-laki wajar kalau sesekali kepengen ber-”iseng” di luaran. Cuma saja bagi Wasti dia berat karena dia takut aku tersinggung dan marah kepadanya. Begitu, agak beberapa saat kami terdiam mencari jalan keluar tapi akhirnya kuanjurkan Wasti untuk memberi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iddihh Mas Dony kok malah nyuruh ngasih, gimana sih?!” nadanya terdengar agak kurang enak dengan usulku.&lt;br /&gt;“Gini Was, kamu kan ngerti kalau Bapak susah mau ‘ngiseng’ begini di luaran. Kebetulan bisa ketemu kamu yang udah dianggap deket bisa nyimpan rahasia, kan nggak apa-apa kalau diikutin sekali-sekali. Dijamin deh Mas Dony nggak marah soal ini.”&lt;br /&gt;Mendengar dari aku sendiri yang berbicara seperti itu hanya membuat dia terdiam berpikir sebentar tapi kemudian menyetujui anjuranku. Setelah mendapat ijin khusus dariku Wasti pun bersedia untuk pergi memijat Oom Rony di hotel tempatnya menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel itu adalah tempat rahasia Oom Rony dan tidak ada yang tahu kecuali Mas Didik yang membawa ke situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bertemu lagi keesokkan harinya di panti pijat, rasa penasaran kubawa dia ke sebuah kamar untuk mendengarkan pengalamannya dengan Oom Rony sambil meminta dia memijati aku. Wasti yang ditanya soal semalam langsung menyembunyikan muka malunya di dadaku belum langsung menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho kok masih berat nyeritainnya, kan Mas udah ngasih ijin? Gimana, kesannya asik atau nggak kan Mas kepengen tau?” tanyaku mendesak terus.&lt;br /&gt;“Kesannya.. Aaa.. maluu aku Maass..!”&lt;br /&gt;Wasti menjerit malu makin membenamkan wajahnya ke dadaku. Kutunggu beberapa saat sampai malunya mereda barulah dia mau bercerita pengalamannya malam tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang sudah dibayangkan Wasti, baru saja memijat sebentar bagian punggung Oom Rony sudah berbalik minta dipijat bagian depan. Di situ sambil mengambil tangan Wasti untuk memijati seputar selangkangannya dia mulai memancing-mancing jawaban Wasti tentang kesediaannya untuk memenuhi ajakan ber-”iseng”-nya waktu itu. Wasti meskipun merasa sudah tidak ada yang diberati tapi masih kikuk untuk mengiyakan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya menggigit bibir malu-malu meskipun begitu tangannya bekerja juga menyusup di balik handuk yang dikenakan Oom Rony dan segera memijat daerah selangkangan yang dimaksud untuk merangsang kejantanannya. Jelas cepat saja batang itu naik menegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ihhng.. cepet bener bangunnya Bapak punya..” katanya mengomentari batang kemaluan kencang Oom Rony di genggamannya.&lt;br /&gt;“Makanya itu, biar nggak tambah penasaran sebaiknya diselesaikan sama kamu Was?” jawab Oom Rony sambil merayapkan tangannya dari belakang pantat Wasti menyusup mengusapi tengah selangkangannya.&lt;br /&gt;“Mmm.. tapi mesti dilicinin dulu Pak..” lagi-lagi Wasti tidak menjawab langsung, hanya mengambil cream pemijit dan melumuri seputar batang itu agar menjadi licin.&lt;br /&gt;Sekarang Oom Rony mengerti bahwa Wasti sudah bersedia menyambut ajakan ber-”iseng”-nya, dia beraksi lebih dulu membuka belitan handuk yang dipakainya.&lt;br /&gt;“Kalau gitu ke sini aja supaya nggak habis waktunya. Ayo buka dulu bajumu terus naik sini Nduk!” kata Oom Rony terburu-buru saking senangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti berhenti dan mengikuti permintaan Oom Rony untuk segera membuka bajunya. Tapi meskipun sudah terbiasa bertelanjang bulat di depan lelaki, tidak urung dengan majikan besarnya ini Wasti merasa kikuk sekali. Lebih-lebih waktu ditarik berbaring bersebelahan disambut masuk dalam pelukan Oom Rony yang langsung menyerbu dengan remasan gemas dan ciuman bernafsu di seputar lehernya, Wasti jadi risih karena merasa tidak pantas dengan besarnya perbedaan status di antara kedua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun sudah dicoba memejamkan mata dan menghayalkan dia sedang digeluti salah seorang langganan “Oom Senang”-nya tapi tetap saja terbawa sebagai majikan besar ini sulit hilang, sehingga Wasti seperti kaku tidak berani bergaya manja-manja genit. Padahal Oom Rony sudah tidak perduli soal status dan jabatannya, juga tidak perduli dengan status lawan mainnya. Yang dia tahu saat itu ialah si gadis pembantu yang cantik ini begitu menggiurkan dalam penampilan polosnya sehingga Oom Rony yang sedang mendapat kesempatan menggelutinya pun tambah lebih bersemangat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mulai kedua susunya, sudah habis-habisan masing-masing daging kenyal yang bulat montok itu diremasi dan disosor rakus mulut Oom Rony. Disedot-sedot bagian puncaknya sam-bil dikulum pentilnya digigit-gigiti kecil membuat Wasti menggelinjang kegelian, begitu juga seputar tubuh si cantik sudah rata dijelajahi rabaan tangan Oom Rony yang sibuk penasaran. Mendarat di selangkangannya bukit daging setangkup tangan itu pun diremasi gemas, jarinya mengukiri celah hangat mengiliki kelentit dengan gemetar bernafsu. Semakin Wasti meliuk erotis semakin merangsang nafsu Oom Rony sampai akhirnya dia tidak tahan berlama-lama lagi. Dia pun berhenti dan segera mengambil ancang-ancang untuk mulai menyetubuhi Wasti. Menangkap bahwa Wasti mungkin masih kikuk dengannya, Oom Rony meminta Wasti berbalik agar dia bisa memasuki dari arah belakang. Ini diikuti Wasti tapi belkang. Ini diikuti Wasti tapi belOom Rony sudah merapat menepatkan sendiri ujung batang kemaluannya dan langsung menekan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi.. lho, lhoo, lhoo..?!” Wasti sampai menjengkit dengan meringis bengong karena dia merasakan suatu kesalahan tusuk pada lubangnya. Bukan di lubang kemaluan tapi justru lubang anusnya yang disodok batang itu. Dan konyolnya baru saja dia akan memperbaiki sudah keburu keluar komentar Oom Rony. “Ssshhmm.. enakk Waass.. sempit sekali punyakmuu hhshh..” baru terjepit sudah langsung dipuji rasanya. Wasti jadi urung membetulkan karena dia kuatir Oom Rony tersadar dan malu hati, malah hilang selera nafsunya dan batal meneruskan permainan. Biar saja, mumpung suasana kamar remang-remang gelap mudah-mudahan sampai dengan selesai Oom Rony tidak menyadari kekeliruannya. Syukur, Oom Rony memang kelihatan bernafsu sekali terasa dari sodokannya yang gencar dengan tubuh gemetaran persis seperti anjing sedang dalam siklus birahinya. Maklum, dia betul-betul lapar sekali menyetubuhi partner muda seperti ini. Dan melihat ini Wasti menambahi dengan bantuan goyangan pinggulnya mengocok batang itu, maka tidak berlama-lama lagi sebentar kemudian terdengar tenggorokan Oom Rony menggeros tersendat-sendat ketika dia berejakulasi memuntahkan cairan maninya. Itulah apa yang dialami Wasti ketika melayani Oom Rony semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi urusannya sekarang gimana nih, semalem yang ini dipakai juga nggak, kalau nggak biar Mas Dony yang ngisi sekarang?” tanyaku menggoda sambil menyusupkan tanganku meremas langsung kemaluan telanjangnya. Wasti memang selalu bertelanjang bulat jika memijati aku.&lt;br /&gt;“Main yang keduanya memang dipakai juga, tapi biarpun gitu asal yang mau ngasih lagi Mas Dony sendiri tetep aja Wasti penasaran Mas..” jawabnya dengan mulai bermain di kemaluanku.&lt;br /&gt;“Kalau gitu pertamanya pakai yang depan dulu ya? Abis itu baru masukin yang di belakang, soalnya Mas Dony juga jadi nafsu deh denger ceritamu barusan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti hanya mengangguk tersipu-sipu menyetujui permintaanku. Memang, permainan anus ini dipelajarinya dariku, jadi meskipun awalnya dulu dia kerepotan dengan batang kemaluanku tapi sekarang sudah terbiasa dengan ukuranku. Tanpa menunggu lagi dia pun segera mengencangkan batang kemaluanku. Dengan tekniknya yang terlatih dia pun mengerjai batangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula dilocoki pelan dengan genggaman tangannya sampai setengah menegang, setelah itu diteruskan dengan kerja mulutnya yang mengulum dan mengisap, baru setelah tegang kaku dia pun memasang dirinya untuk siap kusetubuhi. Kalau sudah sampai di sini permainan asyik pun berlangsung sebagaimana yang sering kami lakukan berdua. Yaitu seperti keinginanku, mula-mula kuresapi pijatan lubang kemaluannya di batang kemaluanku tapi ketika menjelang tiba ejakulasiku, barulah kupindahkan ke lubang anus untuk menyelesaikan permainan dengan menyembur-nyemburkan cairan maniku di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Oom Rony setelah mendapatkan Wasti bukan sekedar ketagihan lagi tapi lebih dari itu dia ingin berlanjut memelihara Wasti sebagai “gendak” peliharaannya. Kedengarannya enak buat Wasti tapi begitupun dia selalu minta pendapatku dulu. Setelah berunding denganku akhirnya kuberi jalan bahwa Wasti bersedia tapi hanya selagi suaminya masih belum pulang saja. Syarat ini disetujui Oom Rony dan begitulah Wasti langsung menghilang dari Panti Pijat tanpa ada yang tahu karena sebenarnya dia sedang bersembunyi di rumah yang disewakan Oom Rony untuknya. Akan tetapi sekalipun suaminya sudah ada, hubungan Oom Rony dengan Wasti tetap berlanjut yaitu Oom Rony secara rutin memanggil Wasti dengan alasan minta dipijati. Pasalnya Wasti semenjak dipelihara sebagai langganan kesayangan Oom Rony kehidupannya bisa terjamin dimana Wasti diberi modal untuk membuka sebuah usaha percetakan.&lt;br /&gt;Ini dianggap hutang budi bagi Ardi karena setelah pulang dari Arab Ardi tidak medapat pekerjaan lagi sehingga keluarga ini tergantung nafkahnya dari usaha percetakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut pada hubungan itu mulanya Wasti dipanggil ke hotel seperti biasa tapi karena yang begini lama-lama justru mengundang kecurigaan Ardi maka Wasti mengusulkan sebaiknya Oom Rony datang ke rumahnya saja. Dengan berlaku seolah betul-betul akan dipijati tapi diam-diam berhubungan badan, cara begitu malah aman tidak akan dicurigai siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oom Rony menimbang-nimbang ternyata usul Wasti benar dan begitulah hubungan unik ini berlangsung justru seperti dilindungi oleh Ardi. Awalnya waktu siang itu sementara kedua suami istri sibuk melayani percetakan di bangunan sebelah, Wasti memberitahu Ardi bahwa hari ini adalah jadwal pertama kedatangan Oom Rony, dia pun meminta tolong suaminya meneruskan pekerjaannya sendirian karena dia sebentar lagi akan menerima langganan tetapnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ardi pun mengangguk dan mengambil alih tugas itu, “Udah tinggal aja Was biar Mas yang ngurus. Kamu cepet aja ganti baju nanti Oom Rony keburu dateng,” begitu jawab Ardi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti pun bergegas masuk ke rumah untuk mempersiapkan diri, dia bisa lega untuk menerima Oom Rony yang datang sesuai jam yang dijanjikan. Singkatnya begitu Oom Rony muncul sudah langsung diajak ke kamar tidurnya, di sini mau tak mau perasaannya agak kurang tenang juga karena baru pertama inilah dia berterang-terangan melakukan kegiatan di rumahnya sendiri, tapi perasaan ini mulai terlupa ketika sebentar kemudian Oom Rony mulai sibuk merangsang mengecapi sekujur tubuhnya. Terus terang, kalau bukan karena uangnya sebenarnya bagi Wasti dari penampilannya laki-laki gemuk pendek lagi botak ini sama sekali tidak menarik ataupun menerbitkan seleranya. Tapi untungnya selain uangnya cukup royal, juga cara bermain seksnya bisa juga memuaskan Wasti sehingga Wasti cukup senang melayaninya. Cara merangsang mulutnya yang rakus diikuti menjilat-jilat rata sekujur tubuhnya mula-mula memang kurang “sreg” bagi Wasti kalau masih memulai pembukaan dari bagian atas. Agak jijik rasanya dengan ludah Oom Rony yang melengket di seputar wajahnya. Tapi kalau sudah menurun ke bawah baru terasa ada keasyikan yang membawa dia naik dalam birahinya. Cuma perlu sering diingatkan karena laki-laki ini suka kelewat gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahss Paakk.. jangan digigit keras-keras.. sakitt..” merintih Wasti tapi dengan muka geli senang, menahan kepala Oom Rony kalau terasa puting susunya tergigit agak sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oom Rony sadar lagi, buru-buru menekan emosinya untuk mencoba lebih halus, tapi biasanya tidak lama karena sebentar kemudian sudah terlupa lagi dia untuk kembali menggigiti gemas sekujur tubuh Wasti. Wasti sering kewalahan, biarpun sudah merengek-rengek dia dengan menggeliat-geliat meronta-ronta menolaki kepala botak Oom Rony dengan maksud ingin menghindari tapi Oom Rony malah tambah bernafsu kepada perempuan yang gayanya makin genit merangsang ini. Tambah bertubi-tubi dia menyerbu Wasti. Mau tak mau Wasti mengalah, sudah hafal dia kalau belum puas membuat mengenyoti gemas di bagian susunya, belum berpindah Oom Rony dari situ. Tapi kalau sudah bergeser ke bawah, caranya pun serupa juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di atas, yang di bawah inipun dia sama rakusnya. Malah lebih lagi. Sebab tidak perduli kemaluan Wasti entah berapa orang yang sudah memakai, dia tetap bernafsu sekali menghisap dan menjilat-jilat sambil menyosorkan mukanya tersembunyi di selangkangan Wasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti sendiri memang senang dirangsang begini, cuma lagi-lagi kalau terasa geli menyengat membuat dia refleks menolaki kepala Oom Rony, akibatnya sama, gigitan-gigitan gemas langsung mendarat di bagian seputar bukit kemaluannya. Malah lebih bertubi-tubi karena Oom Rony lebih bernafsu dengan bukit kemaluan Wasti yang baginya begitu menggiurkan sekali karena Wasti sering mencukuri bulu-bulu kemaluannya agar lebih merangsang langganannya. Jadi kalau bisa digabungkan suara-suara yang sedang terjadi, maka di bangunan sebelah suara riuh pegawai-pegawai percetakan yang sedang sibuk bekerja sambil bercanda akan berpadu rengekan manja sang majikan perempuan dalam kamar yang sedang merasa keenakkan bercanda dengan kemaluannya dikerjai mulut Oom Rony.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“He.. hehngg.. aahss diapain gittu.. gellii iihh..” merengek-rengek kegelian dia kalau terasa ujung lidah Oom Rony berputaran menjilati klitoris sesekali menyodok-nyodok pendek di pintu lubang kemaluannya, atau juga kalau gigitan-gigitan kecil Oom Rony di bibir dalam kemaluannya terasa seperti ditarik-tarik ke atas. Kepala botak Oom Rony yang menempel di selangkangannya dipermainkan seperti bola, kadang didekap diusap-usap kalau merasa keenakkan atau kadang ditolaki kalau geli terlalu menyengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Wasti tidak hanya bisa menerima, dia juga pintar memberi “asyik” pada lawan mainnya karena inilah salah satu yang membuat dia juga jadi perempuan kesayangan langganannya itu. Sebentar kemudian bertukar permainan dengan Wasti sekarang yang ganti menghisap batang kemaluan Oom Rony. Dengan pengalamannya yang banyak Wasti tahu persis bagaimana menyenangkan lelaki lewat permainan mulutnya. Teliti dan cukup lama dia menjilati sepanjang batang, menghisap-hisap kepala bulatnya, melocoknya sekaligus dan mengenyot-ngenyot kantung zakarnya membuat batang kemaluan Oom Rony yang tadi setengah mengeras sekarang bangun mengencang. Merasa sudah cukup barulah keduanya tiba di babak senggama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Wasti mulai merasakan asyiknya bagian lubang kemaluannya dikerjai, kali ini disogok-sogok batang kemaluan Oom Rony. Ini yang dibilang meskipun tampangnya tidak “sreg” tapi Oom Rony cukup menyenangkan Wasti. Memang tidak besar tapi batang kemaluan lawannya ini cukup bisa bertahan lama kerasnya untuk Wasti terikut sampai di kepuasannya. Itu juga sebabnya meskipun di babak awal pembukaan rangsangan Oom Rony kurang disukai Wasti tapi kalau sudah sampai di bagian ini Wasti cukup senang bersetubuh dengan langganannya yang royal memberi uang itu. Terbukti mimik mukanya berseri cerah memainkan kocokkan lubang kemaluannya mengimbangi tarik tusuk batang kemaluan Oom Rony menggesek ke luar masuk lubangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seirama dengan bunyi “mencicit” putaran roda mesin cetak yang seolah kurang pelumasan di bangunan sebelah, di kamar ini papan tempat tidur pun bergerit oleh gerak putaran kemaluan Wasti mengocok batang kemaluan Oom Rony. Keduanya justru kebanyakan dilumas karena semakin lincir saja beradunya kedua kemaluan terasa dengan semakin cepatnya goyangan keduanya tanda sudah akan mencapai akhir permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hshh.. ayyo Was.. Bapakk keluarr..” di ujungnya Oom Rony segera memberi tanda tiba di ejakulasinya.&lt;br /&gt;“Ayyo Pakk.. sama-sama.. hhoghh.. dduhh..” Wasti cepat menyahut, dia pun segera menyusuli dengan orgasmenya.&lt;br /&gt;Berpadu kejang tubuh mereka ketika masing-masing mencapai puncak permainan secara bersamaan. Oom Rony merasa puas dengan pelayanan Wasti, begitu juga Wasti terikut merasa puas dalam permainan seks bersama langganan tetapnya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi bukan hanya Oom Rony saja yang bisa bercinta dengan Wasti di rumahnya itu tapi aku sendiri pernah mengambil bagian seperti itu dengannya. Sudah dua kali aku bertandang ke rumahnya sekedar untuk ngobrol-ngobrol, tapi pada kali ketiga aku datang bertepatan Ardi sedang keluar rumah, saat itulah kesempatan baik ini ingin dimanfaatkan Wasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya waktu aku menumpang buang air kecil, Wasti menunjukkan kamar mandi yang berada di kamar tidurnya tapi rupanya dia menunggu dengan tidak sabaran lagi. Karena baru saja ke luar kamar mandi aku langsung ditubruk pelukan rindunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh Mas Dony.. Was kangen banget deh, Mas nggak kangen ya sama aku,” katanya membuka serangan dengan menciumi seputar wajahku.&lt;br /&gt;“Sama aja Was, tapi kan nggak enak masa dateng-dateng lalu minta gitu sama kamu. Lama nggak perginya Mas Ardi?”&lt;br /&gt;“Dia lagi ngurus ke kantor pajak, pasti lama pulangnya kok..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar pembicaraan terputus sampai di sini karena kami memuasi diri dulu dengan saling melepas rindu lewat ciuman bibir yang saling melumat hangat dengan posisi masih berdiri berdekapan di ruang tengah itu. Di situ rupanya kami sudah tidak sabaran menunggu karena sambil mulut tetap sibuk kuikuti dengan tanganku langsung bekerja melepas penutup badannya, ini dituruti Wasti bahkan sampai lolos hingga bertelanjang bulat di pelukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu terpandang tubuh mulusnya darah pun langsung panas menggegelegak. Hmm.. kuakui lekuk liku tubuhnya yang indah dan tetap tidak berubah sejak dulu nampak begitu menggiurkan dan memompa darah birahiku menaikkan rangsanganku. Masih ingin kunikmati pemandangan indah ini tapi Wasti yang sudah bertelanjang bulat di depanku seperti kuatir aku batal berubah pikiran, dia segera menarik aku lagi dalam pelukan untuk melanjutkan berciuman sambil dia juga membalas membantu membukai bajuku. Kali ini jelas lebih asyik, bergelut lidah bertempelan hangat kedua dada telanjang cepat saja membawa nafsu birahi naik menuntut, sehingga tidak bermesra-mesraan lebih lama lagi kami pun bersiap masuk di babak utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo Mass.. buka juga ininya..” berdesis suaranya sambil tangannya ingin merosot celanaku, tampak dia seperti ingin terburu-buru. Kuturuti permintaannya sebentar kemudian kami sudah sama telanjang masih melanjutkan berciuman merangsang nafsu yang tentu saja naik dengan cepat.Sekarang baru nyata kerinduan Wasti karena sambil masih sibuk bergelut lidah bertukar ludah, sebelah tangannya yang terjulur ke bawah sudah langsung beraksi meremas-remas gemas jendulan batanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diserang begini ganti aku juga membalas. Kedua tanganku yang semula merangkul pinggangnya kuturunkan meremasi kedua pantatnya dan memainkan jariku menggaruki bibir luar kemaluannya, mengukiri celah hangatnya membuat Wasti mulai menggelinjang terangkat-angkat pantatnya menempelkan jendulan kemaluannya ke jendulan batanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama-lama tidak tahan, Wastipun tidak membuang-buang waktu untuk merendahkan tubuhnya dan langsung mencaplok kepala batangku, dilocoknya beberapa lama dengan mulutnya sekaligus membasahi dengan ludahnya. Setelah terasa basah licin barulah dia menegakkan lagi tubuhnya dan menunggu aku berlanjut untuk berusaha memasukkan di lubang kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuteruskan sesaat ciumanku dengan kembali mengiliki klitorisnya, sementara Wasti menyambut dengan juga melocok menarik-narik batang kemaluanku. Saling merangsang begini tentu saja membuat tuntutan birahi jadi naik tinggi. Merasa cukup, kutunda ciuman sebentar untuk membawa dia bersandar ke dinding di belakangnya, Wasti menurut hanya memandangi aku agak bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak di tempat tidur aja Mas..?” tanyanya seperti kurang cocok dengan tempat yang kupilih.”Di sini dulu, sekali-sekali kita main berdiri kan bisa juga?” begitu jawabku menentukan keputusanku. Meskipun agak kurang “sreg” tapi dia juga sudah kepingin berat jadinya menurut saja ketika setelah kusandarkan ke dinding, kulanjutkan dulu dengan mengecupi mesra seputar wajahnya sambil tetap menghangatkan bara nafsu dengan bermain sebentar mengusapi kemaluannya, menggaruki klitorisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia kuserbu dengan membuat tidak sempat protes lebih jauh karena segera ujung jariku merasakan licin basah liang kemaluannya. Batang kemaluan yang sudah dibubuhi ludah kudekatkan masuk terjepit di selangkangannya menenempel ketat di lubang kemaluannya. Begitu kena mimik mukanya langsung tegang rahang setengah menganga karena jika dua kemaluan yang sama telanjang sudah ditempel begini, hangatnya mau tidak mau menuntut untuk melibat lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar matanya makin sayu meminta dan ini kupenuhi dengan mulai berusaha memasukkan batang kemaluanku. Kedua lutut kutekuk agak merendah dari situ kutekan membor ke depan ujung batangku sampai terasa menyesap masuk di jepitan lubang kemaluan Wasti, ini karena dia juga menyambut dengan menjinjit dan membuka lebar-lebar pahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahngg Mass Doonyy..” keluar erang senangnya sambil menyebut namaku. Seperti biasa dia selalu terlihat repot jika dimasukkan batangku, tegang serius mukanya sambil sesekali melirik ke arah pintu seperti masih kuatir kalau ada yang masuk mendadak sementara dia sedang sibuk dalam usahanya ini. Begitupun pelan-pelan tenggelam juga batangku ditelan lubang kemaluannya masuk dan sebentar kemudian terendam habis seluruh panjangnya. Aku berhenti sebentar untuk dia menyesuaikan ukuranku baru setelah itu aku pun mulai menikmati jepitan asyik kemaluannya di batangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari sini kami berdua sudah langsung meningkat meresap nikmat sanggama tanpa perduli suasana sekitar lagi. Aku mengawali dengan memainkan batangku menusuk tarik ke luar masuk, sebentar kemudian diimbangi Wasti dengan memainkan pinggul mengocokkan lubang kemaluannya. Masing-masing sama berkonsentrasi pada rasa permainan cinta dengan di atas kembali saling melumat bergelut lidah, kali ini untuk melengkapi gelut dua kemaluan yang mengasyikan dalam posisi sanggama berdiri ini. Sambil begitu kedua tanganku pun meremasi sekaligus kedua susunya menambah enaknya permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti baru sekali kuajak main gaya begini tapi sudah langsung tenggelam dalam kelebihan rasanya. Terbukti baru disogok-sogok beberapa saat saja dia sudah tegang serius mukanya, tapi sebelum sampai ke puncaknya segera kuangkat dia berpindah posisi ke tempat yang lebih santai buat dia dan baru sekarang kubaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. “Wiihhss.. Mas Donny kangen aku kontolmu Mass.. sshh mantepp rasanya..” komentar pertama dengan nada suara bergetar terdengar senang seperti anak kecil baru diberi mainan. Saking rindu dan senangnya sampai mengalir keluar airmata bahagianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kusahut kata-katanya tapi dengan gemas-gemas sayang aku menindih untuk mengecup menggigit bibirnya dan dari situ kusambung dengan mulai memainkan batangku keluar masuk memompa di jepitan lubang kemaluannya. Inipun masih pelan saja tapi reaksinya sudah terasa banyak buat kami. Pinggulnya dimainkan membuat lubang kemaluannya berputaran memijati batanganku, hanya tempo singkat kami sudah meningkat dalam serius tegang dilanda nikmatnya gelut kedua kemaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmuka kami sama tegang dan sinar mata sama sayu masing-masing hanyut meresapi jumpa mesra yang baru ini lagi kami lakukan setelah lewat cukup lama perpisahan keintiman kami. Menatap wajah si manis sedang hanyut begini tentu saja menambah rangsangan tersendiri yang membuatku makin meningkatkan tempo, sambil tetap meresapi asik yang sama pada gelut dua kemaluan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak nggak Was rasanya punyak Mas..” bisikku menguji di tengah kesibukanku, sekedar ingin tahu komentarnya.&lt;br /&gt;“Hsh iya ennak sekalli Mass.. kontol Mas Donny palingg ennak dari semuanya.. hhssh wihh ker-ras sekalli.. ennaakk.. Adduuh Maas iya ditekenn gittu dalem bbanget hhshh.. Mass Donyy ennaak sekalii Maas..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti kuhapal memang type spontan terbuka, dipancing sedikit saja langsung keluar suaranya mengutarakan apa yang sedang dirasakannya. Jelas menyenangkan mendapat partner bercinta seperti ini, segera kutenggelamkan juga perasaanku menyatu dalam asyik sanggama sepenuh perasaan dengannya. Makin lama gelut kami makin berlomba hangat tanda bahwa masing-masing mulai menuju ke puncak permainan, sampai tiba di batas akhir kuiringi saat orgasme kami dengan menempel ketat bibirnya saling menyumbat dengan lumatan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hhrrh hghh.. nghhorrh.. sshghh.. hoorrhgh hhng.. hngnhffgh.. ngmmgh..” suara tenggorokan kami saling menggeros bertimpal seru mengiringi saat ternikmat dalam sanggama ini. Mengejut-ngejut batang kemaluanku menyemburkan cairan maniku yang juga terasa seperti diperas-peras oleh pijatan dinding kemaluannya. Sampai terbalik kedua bola mata kami saking enak dirasa tapi begitupun sumbatan mulutku belum kulepas menunggu sentakan-sentakan ekstasinya melemah. Baru ketika helaan nafas leganya ditarik tanda kenikmatan berlalu, aku pun melepas tempelan bibirku menyambung dengan kecupan-kecupan lembut seputar wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hhahhmmhh Mas Ddony.. assyiknyaa.. keturutan kangenku sama Mas..” kembali terdengar komentarnya dengan masih saling berpelukan mesra.&lt;br /&gt;“Mas sendiri juga kangen sekali sama kamu Was,” kataku jujur membalas perasaan hatinya.&lt;br /&gt;“Bener?” tanyanya menguji dengan nada manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetap menjepitkan otot-otot lubang kemaluannya di batanganku menunggu sampai terlihat aku mulai mengendor menghela nafas legaku, di situ baru dia berhenti dan membiarkan aku melepaskan batanganku dari lubang kemaluannya. Aku lega dan puas tapi air mukanya juga tampak berseri tanda senang telah berhasil memuaskan kerinduannya denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dari hari itu berlanjut lagi hubungan lamaku dengan Wasti di setiap kedatanganku ke rumahnya tapi dengan alasan yang sama seperti Oom Rony yaitu pura-pura minta dipijat oleh Wasti. Hari itu aku datang ke rumahnya bertemu dengan Ardi yang sedang sibuk mencetak di bangunan sebelah, dia mempersilakan aku menemui Wasti di rumah induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun mengiyakan dan waktu masuk ke rumah kudapati Wasti di dapur sedang mencuci piring-piring dan gelas bekas makan siang mereka. Wasti menoleh dan tersenyum manis menyambut kehadiranku serta meminta aku menunggu dulu di ruang tamu. Timbul niat isengku menggoda, kurapati dia yang saat itu masih berdiri di depan meja cucian piring, langsung memeluk dari belakang mencumbui dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengecupi lehernya sambil kedua tanganku meremasi bukit susunya. Karuan Wasti menggeliat-geliat dengan muka malu-malu geli, ingin menghindar tapi mana mau kulepas begitu saja. Akhirnya dia diam saja membiarkan aku menggerayangi tubuhnya, dia sendiri tetap meneruskan mencucinya karena dipikirnya mana mungkin aku berani mengajak dia untuk waktu yang senekat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas Dony ini nggodain aku aja, paling-paling Mas juga udah ngiseng sama yang lain, sekarang kayak sudah kepengen lagi..?”&lt;br /&gt;“Lha memang kepengen kok, sama kamu kan belum?” jawabku sambil mengangkat rok belakangnya, langsung melorotkan celana dalamnya.&lt;br /&gt;Tentu saja Wasti jadi kaget karena tidak mengira bahwa aku betul-betul serius meminta.&lt;br /&gt;“Heh Mas Dony! Ngawur ah, ini kan masih di dapur.. nanti aja di kamar Mas.. kalau di sini nanti ada yang liat gimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti masih coba memperingatkan aku agar mengurungkan kenekatanku tapi aku sudah tidak bisa menahan lagi. Malah sudah kulepas ritsleting celanaku membebaskan kemaluanku langsung menempelkan batanganku di selangkangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kasih sebentar aja kan bisa Was, dari sini kan kita bisa ngeliat ke sebelah kalau ada yang dateng..” kataku meminta sambil menenangkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan di dekat meja cucian piring itu ada jendela kaca darimana kami bisa melihat keadaan bangunan percetakan di sebelah.&lt;br /&gt;“Ahhs Maass..!” Wasti kontan menjengkit ketika terasa batang telanjangku yang menempel di lubang kemaluannya itu sudah mulai naik mengencang.&lt;br /&gt;Sempat bingung dia tapi dari semula ingin berkeras menghindar akhirnya Wasti jadi tidak tega juga, langsung melunak suaranya berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wih, wih Mass.. kok cepet banget sih keras bangunnya..?”&lt;br /&gt;“Makanya itu.. Mas Dony masukin ya?”&lt;br /&gt;“Iya tapi aku belum basah Mas..”&lt;br /&gt;“Nanti Mas basahin sebentar..”&lt;br /&gt;“Tapi jangan lama-lama ya, nanti keburu ada yang dateng malah tambah penasaran..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa membuang-buang waktu aku berjongkok di belakang Wasti dan segera menyosor di lubang kemaluannya yang juga cepat memasang posisi agar lebih mudah, dengan membuka secukupnya kedua pahanya serta menunggingkan sedikit pantatnya. Sambil begitu Wasti sendiri terpaksa menunda dulu pekerjaannya dan menunggu dengan bertopang kedua tangan di tepi meja cucian sambil pandangannya terus melekat memperhatikan ke luar jendela kaca itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niatnya memang semula hanya ingin sekedar memberi buat aku, tapi ketika terasa sedotan dan jilatanku di lubang kemaluannya ditambah lagi dengan satu jariku yang kucucukan menggeseki kecil di lubang itu, yang begini cepat saja membuat gairahnya terangsang naik. Cepat-cepat dia membilas kedua tangannya yang masih penuh sabun karena sesewaktu mungkin diperlukan untuk memegangi tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul juga, tepat saatnya dia selesai membilas bersamaan aku juga selesai mengerjai liang kemaluannya. Segera kubawa batanganku ke depan lubang kemaluannya dan mulai menyesapkan masuk dari arah belakang, langsung saja sebelah tangan yang masih basah itu dipakai untuk memegang pinggulku, sebagai cara untuk mengerem kalau sodokkanku dirasa terlalu kuat. Tapi rupanya tidak. Biarpun sudah dilanda gairah kejantananku, tapi aku masih bisa meredam emosi tidak kasar bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu hati-hati sewaktu membor batangku masuk meskipun seperti biasa Wasti selalu menunggu dengan muka tegang. Dia baru melega kalau batangku dirasanya sudah terendam habis di lubang kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keras sekali rasanya Mas..?” komentar pertamanya sambil menoleh tersenyum kepadaku di belakangnya.&lt;br /&gt;Kugamit pipinya dan menempelkan bibirku mengajaknya berciuman.&lt;br /&gt;“Kalau ketemu lubangmu memang jadi cepet kerasnya..” jawabku berbisik sebelum menekan dengan ciuman yang dalam.&lt;br /&gt;Kami mulai saling melumat sambil diiringi gerak tubuh bagian bawah untuk meresap nikmat gelut kedua kemaluan dengan aku menarik tusuk batang kemaluan, sedang Wasti memutar-mutar pantatnya mengocoki batanganku di liang kemaluannya. Inipun niat semula masih sekedar memberi bagiku saja, tapi tidak bisa dicegah, dia pun dilanda nikmat sanggama yang sama, yang membawanya terseret menuju puncak permainan bersamaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semula gerak senggama kedua kami masih berputaran pelan, semakin lama semakin meningkat hangat, karena masing-masing sudah menumpukkan rasa enak terpusat di kedua kemaluan yang saling bergesek, sudah bersiap-siap akan melepaskannya sesaat lagi. Wasti tidak lagi bertopang di tepi meja tapi menahan tubuhnya dengan lurus kedua tangannya pada dinding depannya. Di situ tubuhnya meliuk-liuk dengan air muka tegang seperti kesakitan tertolak-tolak oleh sogokan-sogokan batanganku yang keluar masuk cepat dari arah belakangnya, tapi sebenarnya justru sedang tegang serius keenakkan sambil membalas dengan putaran-putaran liang kemaluannya yang menungging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing sudah menjelang tiba di batas akhirnya, hanya tinggal menunggu kata sepakat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aahs yyohh Wass.. Mass sudah mau samppe..”&lt;br /&gt;“IyaMass.. sama-samaa.. sshhah-hhgh.. dduhh.. oohgsshh.. hrrh hheehh Wass ayyoo.. dduuh Maass.. aaddussh hrhh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan orgasme ini masing-masing saling mengajak dan berikutnya saling bertimpa mengerang mengaduh dan tersentak-sentak ketika secara bersamaan mencapai batas kenikmatan. Jika dihitung secara waktu maka permainan kali ini relatif cepat namun bisa juga membawa Wasti pada kepuasannya. Memang hampir saja terlambat, karena baru saja aku mencabut batang kemaluanku sudah terdengar langkah kaki seseorang akan masuk ke rumah induk. Ternyata memang Ardi yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasti sendiri tidak sempat lagi mencuci lubang kemaluannya, buru-buru dia menaikkan celana dalamnya untuk menyumbat cairan mani bekasku yang terasa akan meleleh ke pahanya dan selepas itu dia pura-pura kembali meneruskan mencuci piring yang sempat tertunda itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-6519005999175757128?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/6519005999175757128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/ngentotin-anak-pembantuku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/6519005999175757128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/6519005999175757128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/ngentotin-anak-pembantuku.html' title='NgEntotin Anak PemBantuku'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF5HJ17mvI/AAAAAAAABqw/r0XWfeDskDg/s72-c/NgEntotin+Anak+PemBantuku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-5632021074224122062</id><published>2010-07-29T05:42:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:47:56.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita puanas'/><title type='text'>Ibu dan Anak dalam satu ranjang bersamaku</title><content type='html'>Didalam &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;cerita dewasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; pengalaman saya yang pertama yang saya beri judul “Masa kecil saya di Palembang”, saya menceritakan bagaimana saya diperkenalkan kepada kenikmatan senggama pada waktu saya masih berumur 13 tahun oleh Ayu, seorang wanita tetangga kami yang telah berumur jauh lebih tua. Saya dibesarkan didalam keluarga yang sangat taat dalam agama. Saya sebelumnya belum pernah terekspos terhadap hubungan laki-laki dan perempuan. Pengetahuan saya mengenai hal-hal persetubuhan hanyalah sebatas apa yang saya baca didalam cerita-cerita porno ketikan yang beredar di sekolah ketika saya duduk di bangku SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF4QGnraBI/AAAAAAAABqo/1f3NXB_1ZQs/s1600/Ibu+dan+Anak+dalam+satu+ranjang+bersamaku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 380px; height: 476px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF4QGnraBI/AAAAAAAABqo/1f3NXB_1ZQs/s400/Ibu+dan+Anak+dalam+satu+ranjang+bersamaku.jpg" alt="NgeNtotin Ibu dan aNaknya Sekaligus" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499308838046361618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada masa itu belum banyak kesempatan bagi anak lelaki seperti saya walaupun melihat tubuh wanita bugil sekalipun. Anak-anak lelaki masa ini mungkin susah membayangkan bahwa anak seperti saya cukup melihat gambar-gambar di buku mode-blad punya kakak saya seperti Lana Lobell, dimana terdapat gambar-gambar bintang film seperti Ginger Roberts, Jayne Mansfield, yang memperagakan pakaian dalam, ini saja sudah cukup membuat kita terangsang dan melakukan masturbasi beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisalah dibayangkan bagaimana menggebu-gebunya gairah dan nafsu saya ketika diberi kesempatan untuk secara nyata bukan saja hanya bisa melihat tubuh bugil wanita seperti Ayu, tetapi bisa mengalami kenikmatan bersanggama dengan wanita sungguhan, tanpa memperdulikan apakah wanita itu jauh lebih tua. Dengan hanya memandang tubuh Ayu yang begitu mulus dan putih saja sucah cukup sebetulnya untuk menjadi bahan imajinasi saya untuk bermasturbasi, apalagi dengan secara nyata-nyata bisa merasakan hangatnya dan mulusnya tubuhnya. Apalagi betul-betul melihat kemaluannya yang mulus tanpa jembut. Bisa mencium dan mengendus bau kemaluannya yang begitu menggairahkan yang kadang-kadang masih berbau sedikit amis kencing perempuan dan yang paling hebat lagi buat saya adalah bisanya saya menjilat dan mengemut kemaluannya dan kelentitnya yang seharusnyalah masih merupakan buah larangan yang penuh rahasia buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pengalaman dini inilah yang membuat saya menjadi sangat menikmati apa yang disebut cunnilingus, atau mempermainkan kemaluan wanita dengan mulut. Sampai sekarangpun saya sangat menikmati mempermainkan kemaluan wanita, mulai dari memandang, lalu mencium aroma khasnya, lalu mempermainkan dan menggigit bibir luarnya (labia majora), lalu melumati bagian dalamnya dengan lidah saya, lalu mengemut clitorisnya sampai si wanita minta-minta ampun kewalahan. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu. Apabila dia datang, dia akan langsung masuk kedalam kamar tidur saya, dan tidak lama kemudian sayapun segera menyusul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya dia selalu mengenakan daster yang longgar yang bisa ditanggalkan dengan sangat gampang, hanya tarik saja keatas melalui kepalanya, dan biasanya dia duduk dipinggiran tempat tidur saya. Saya biasanya langsung menerkam payudaranya yang sudah agak kendor tetapi sangat bersih dan mulus. Pentilnya dilingkari bundaran yang kemerah-merahan dan pentilnya sendiri agak besar menurut penilaian saya. Ayu sangat suka apabila saya mengemut pentil susunya yang menjadi tegang dan memerah, dan bisa dipastikan bahwa kemaluannya segera menjadi becek apabila saya sudah mulai ngenyot-ngenyot pentilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saking tegangnya saya didalam melakukan sesuatu yang terlarang, pada permulaannya kami mulai bersanggama, saya sangat cepat sekali mencapai klimaks. Untunglah Ayu selalu menyuruh saya untuk menjilat-jilat dan menyedot-nyedot kemaluannya lebih dulu sehingga biasanya dia sudah orgasme duluan sampai dua atau tiga kali sebelum saya memasukkan penis saya kedalam liang peranakannya, dan setelah saya pompa hanya beberapa kali saja maka saya seringkali langsung menyemprotkan mani saya kedalam vaginanya. Barulah untuk ronde kedua saya bisa menahan lebih lama untuk tidak ejakulasi dan Ayu bisa menyusul dengan orgasmenya sehingga saya bisa merasakan empot-empotan vaginanya yang seakan-akan menyedot penis saya lebih dalam kedalam sorga dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu juga sangat doyan mengemut-ngemut penis saya yang masih belum bertumbuh secara maksimum. Saya tidak disunat dan Ayu sangat sering menggoda saya dengan menertawakan “kulup” saya, dan setelah beberapa minggu Ayu kemudian berhasil menarik seluruh kulit kulup saya sehingga topi baja saya bisa muncul seluruhnya. Saya masih ingat bagaimana dia berusaha menarik-narik atau mengupas kulup saya sampai terasa sakit, lalu dia akan mengobatinya dengan mengemutnya dengan lembut sampai sakitnya hilang. Setelah itu dia seperti memperolah permainan baru dengan mempermainkan lidahnya disekeliling leher penis saya sampai saya merasa begitu kegelian dan kadang-kadang sampai saya tidak kuat menahannya dan mani saya tumpah dan muncrat ke hidung dan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang Ayu juga minta “main” walaupun dia sedang mens. Walaupun dia berusaha mencuci vaginanya lebih dulu, saya tidak pernah mau mencium vaginanya karena saya perhatikan bau-nya tidak menyenangkan. Paling-paling saya hanya memasukkan penis saja kedalam vaginanya yang terasa banjir dan becek karena darah mensnya. Terus terang, saya tidak begitu menikmatinya dan biasanya saya cepat sekali ejakulasi. Apabila saya mencabut kemaluan saya dari vagina Ayu, saya bisa melihat cairan darah mensnya yang bercampur dengan mani saya. Kadang-kadang saya merasa jijik melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari, kami sedang asyik-asyiknya menikmati sanggama, dimana kami berdua sedang telanjang bugil dan Ayu sedang berada didalam posisi diatas menunggangi saya. Dia menaruh tiga buah bantal untuk menopang kepala saya sehingga saya bisa mengisap-isap payudaranya sementara dia menggilas kemaluan saya dengan dengan kemaluannya. Pinggulnya naik turun dengan irama yang teratur. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Dan pasangan suami isteri yang tadinya menyewa kamar dikamar sebelah, sudah pindah kerumah kontrakan mereka yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah ejakulasi sekali dan air mani saya sudah bercampur dengan jus dari kemaluannya yang selalu membanjir. Lalu tiba-tiba, pada saat dia mengalami klimaks dan dia mengerang-erang sambil menekan saya dengan pinggulnya, anak perempuannya yang bernama Efi ternyata sedang berdiri dipintu kamar tidur saya dan berkata, “Ibu main kancitan, iya..?” (kancitan = ngentot, bahasa Palembang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat kaget dan tidak tahu harus berbuat bagaimana tetapi karena sedang dipuncak klimaksnya, Ayu diam saja terlentang diatas tubuh saya. Saya melirik dan melihat Efi datang mendekat ketempat tidur, matanya tertuju kebagian tubuh kami dimana penis saya sedang bersatu dengan dengan kemaluan ibunya. Lalu dia duduk di pinggiran tempat tidur dengan mata melotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayo, ibu main kancitan,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pelan-pelan Ayu menggulingkan tubuhnya dan berbaring disamping saya tanpa berusaha menutupi kebugilannya. Saya mengambil satu bantal dan menutupi perut dan kemaluan saya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi, Efi. Kamu ngapain sih disini?” kata Ayu lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi pulang sekolah agak pagi dan Efi cari-cari Ibu dirumah, tahunya lagi kancitan sama Bang Johan,” kata Efi tanpa melepaskan matanya dari arah kemaluan saya. Saya merasa sangat malu tetapi juga heran melihat Ayu tenang-tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi juga mau kancitan,” kata Efi tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“E-eh, Efi masih kecil..” kata ibunya sambil berusaha duduk dan mulai mengenakan dasternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi mau kancitan, kalau nggak nanti Efi bilangin Abah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan Efi, jangan bilangin Abah.., kata Ayu membujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Efi mau kancitan,” Efi membandel. “Kalo nggak nanti Efi bilangin Abah..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya udah, diam. Sini, biar Johan ngancitin Efi.” Ayu berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hampir tidak percaya akan apa yang saya dengar. Jantung saya berdegup-degup seperti alu menumbuk. Saya sudah sering melihat Efi bermain-main di pekarangan rumahnya dan menurut saya dia hanyalah seorang anak yang masih begitu kecil. Dari mana dia mengerti tentang “main kancitan” segala?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu mengambil bantal yang sedang menutupi kemaluan saya dan tangannya mengelus-ngelus penis saya yang masih basah dan sudah mulai berdiri kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sini, biar Efi lihat.” Ayu mengupas kulit kulup saya untuk menunjukkan kepala penis saya kepada Efi. Efi datang mendekat dan tangannya ikut meremas-remas penis saya. Aduh maak, saya berteriak dalam hati. Bagaimana ini kejadiannya? Tetapi saya diam saja karena betul-betul bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tidur saya cukup besar dan Ayu kemudian menyutuh Efi untuk membuka baju sekolahnya dan telentang di tempat tidur didekat saya. Saya duduk dikasur dan melihat tubuh Efi yang masih begitu remaja. Payudaranya masih belum berbentuk, hampir rata tetapi sudah agak membenjol. Putingnya masih belum keluar, malahan sepertinya masuk kedalam. Ayu kemudian merosot celana dalam Efi dan saya melihat kemaluan Efi yang sangat mulus, seperti kemaluan ibunya. Belum ada bibir luar, hanya garis lurus saja, dan diantara garis lurus itu saya melihat itilnya yang seperti mengintip dari sela-sela garis kemaluannya. Efi merapatkan pahanya dan matanya menatap kearah ibunya seperti menunggu apa yang harus dilakukan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengelus-elus bukit venus Efi yang agak menggembung lalu saya coba merenggangkan pahanya. Dengan agak enggan, Efi menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu, Efi malu ah..” kata Efi sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, Efi mau kancitan, ndak?” kata Ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengendus kemaluan Efi dan baunya sangat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uh, mambu pesing.” Saya berkata dengan agak jijik. Saya juga melihat adanya “keju” yang keputih-putihan diantara celah-celah bibir kemaluan Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu sebentar,” kata Ayu yang lalu pergi keluar kamar tidur. Saya menunggu sambil mempermainkan bibir kemaluan Efi dengan jari-jari saya. Efi mulai membuka pahanya makin lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil. Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Setelah selesai, saya kembali membongkok untuk mencium kemaluan Efi. Baunya tidak lagi setajam sebelumnya dan sayapun menghirup aroma kemaluan Efi yang hanya berbau amis sedikit saja. Saya mulai membuka celah-celah kemaluannya dengan menggunakan lidah saya dan Efi-pun merenggangkan pahanya semakin lebar. Saya sekarang bisa melihat bagian dalam kemaluannya dengan sangat jelas. Bagian samping kemaluan Efi kelihatan sangat lembut ketika saya membuka belahan bibirnya dengan jari-jari saya, kelihatanlah bagian dalamnya yang sangat merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya isap-isap kemaluannya dan terasa agak asin dan ketika saya mempermainkan kelentitnya dengan ujung lidah saya, Efi menggeliat-geliat sambil mengerang, “Ibu, aduuh geli, ibuu.., geli nian ibuu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian bangkit dan mengarahkan kepala penis saya kearah belahan bibir kemaluan Efi dan tanpa melihat kemana masuknya, saya dorong pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, sakit bu..,” Efi hampir menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Johan, pelan-pelan masuknya.” Kata Ayu sambil mengelus-elus bukit Efi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya coba lagi mendorong, dan Efi menggigit bibirnya kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sakit, ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayu bangkit kembali dan berkata,”Johan tunggu sebentar,” lalu dia pergi keluar dari kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu kemana Ayu perginya dan sambil menunggu dia kembali sayapun berlutut didepan kemaluan Efi dan sambil memegang batang penis, saya mempermainkan kepalanya di clitoris Efi. Efi memegang kedua tangan saya erat-erat dengan kedua tangannya dan saya mulai lagi mendorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit. Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. Tetapi liang vagina Efi yang masih kecil itu terasa sangat ketat. Tiba-tiba Efi mendorong tubuh saya mundur sambil berteriak, “Aduuh..!” Rupanya tanpa saya sadari, saya sudah mendorong lebih dalam lagi dan Efi masih tetap kesakitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi Ayu datang dan dia memegang satu cangkir kecil yang berisi minyak kelapa. Dia mengolesi kepala penis saya dengan minyak itu dan kemudian dia juga melumasi kemaluan Efi. Kemudian dia memegang batang kemaluan saya dan menuntunnya pelan-pelan untuk memasuki liang vagina Efi. Terasa licin memang dan saya-pun bisa masuk sedikit demi sedikit. Efi meremas tangan saya sambil menggigit bibir, apakah karena menahan sakit atau merasakan enak, saya tidak tahu pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat Efi menitikkan air mata tetapi saya meneruskan memasukkan batang penis saya pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cabut dulu,” kata Ayu tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Ayu kembali melumasi penis saya dan kemaluan Efi dengan minyak kelapa, lalu menuntun penis saya lagi untuk masuk kedalam lobang Efi yang sedang menunggu. Saya dorong lagi dengan hati-hati, sampai semuanya terbenam didalam Efi. Aduh nikmatnya, karena lobang Efi betul-betul sangat hangat dan ketat, dan saya tidak bisa menahannya lalu saya tekan dalam-dalam dan air manikupun tumpah didalam liang kemaluan Efi. Efi yang masih kecil. Saya juga sebetulnya masih dibawah umur, tetapi pada saat itu kami berdua sedang merasakan bersanggama dengan disaksikan Ayu, ibunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efi belum tahu bagaimana caranya mengimbangi gerakan bersanggama dengan baik, dan dia diam saja menerima tumpahan air mani saya. Saya juga tidak melihat reaksi dari Efi yang menunjukkan apakah dia menikmatinya atau tidak. Saya merebahkan tubuh saya diatas tubuh Efi yang masih kurus dan kecil itu. Dia diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit, saya berguling kesamping dan merebahkan diri disamping Efi. Saya merasa sangat terkuras dan lemas. Tetapi rupanya Ayu sudah terangsang lagi setelah melihat saya menyetubuhi anaknya. Diapun menaiki wajah saya dan mendudukinya dan menggilingnya dengan vaginanya yang basah, dan didalam kami di posisi 69 itu diapun mengisap-ngisap penis saya yang sudah mulai lemas sehingga penis saya itu mulai menegang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah saya begitu dekat dengan anusnya dan saya bisa mencium sedikit bau anus yang baru cebok dan entah kenapa itu membuat saya sangat bergairah. Nafsu kami memang begitu menggebu-gebu, dan saya sedot dan jilat kemaluan Ayu sepuas-puasnya, sementara Efi menonton kami berdua tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saya sudah mengenal kebiasaan Ayu dimana dia sering kentut kalau betul-betul sedang klimaks berat, dan saat itupun Ayu kentut beberapa kali diatas wajah saya. Saya sempat melihat lobang anusnya ber-getar ketika dia kentut, dan sayapun melepaskan semburan air mani saya yang ketiga kalinya hari itu didalam mulut Ayu. “Alangkah lemaknyoo..!” saya berteriak dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ugh, ibu kentut,” kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Ternyata dia masih belum cukup dewasa untuk mengetahui nikmatnya bersanggama. Dia masih anak kecil, dan pikirannya sebetulnya belum sampai kepada hal-hal seperti itu. Tetapi saya dan Ayu terus menikmati indahnya permainan bersanggama sampai dua atau tiga kali seminggu. Saya masih ingat bagaimana saya selalu merasa sangat lapar setelah setiap kali kami selesai bersanggama. Tadinya saya belum mengerti bahwa tubuh saya menuntut banyak gizi untuk menggantikan tenaga saya yang dikuras untuk melayani Ayu, tetapi saya selalu saya merasa ingin makan telur banyak-banyak. Saya sangat beruntung karena kami kebetulan memelihara beberapa puluh ekor ayam, dan setiap pagi saya selalu menenggak 4 sampai 6 butir telur mentah. Saya juga memperhatikan dalam tempo setahun itu penis saya menjadi semakin besar dan bulu jembut saya mulai menjadi agak kasar. Saya tidak tahu apakah penis saya cukup besar dibandingkan suami Ayu ataupun lelaki lain. Yang saya tahu adalah bahwa saya sangat puas, dan kelihatannya Ayu juga cukup puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak merasa seperti seorang yang bejat moral. Saya tidak pernah melacur dan ketika saya masih kawin dengan isteri saya yang orang bule, walaupun perkawinan kami itu berakhir dengan perceraian, saya tidak pernah menyeleweng. Tetapi saya akan selalu berterima kasih kepada Ayu (entah dimana dia sekarang) yang telah memberikan saya kenikmatan didalam umur yang sangat dini, dan pelajaran yang sangat berharga didalam bagaimana melayani seorang perempuan, terlepas dari apakah itu salah atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-5632021074224122062?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/5632021074224122062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/ibu-dan-anak-dalam-satu-ranjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/5632021074224122062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/5632021074224122062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/ibu-dan-anak-dalam-satu-ranjang.html' title='Ibu dan Anak dalam satu ranjang bersamaku'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF4QGnraBI/AAAAAAAABqo/1f3NXB_1ZQs/s72-c/Ibu+dan+Anak+dalam+satu+ranjang+bersamaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-3774569383343745208</id><published>2010-07-29T05:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:42:13.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Guile'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita gile'/><title type='text'>Ditiduri OleH teman papaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Cerita dewasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ini berkisah tentang pengalamanku terdahulu dimana teman papaku yang bisa katanya melihat hal-hal yang gaib melihat diriku terdapat penyakit yang tidak lazim, dengan kemampuanya mereka mencoba mengobati aku dengan cara mendirui aku, wajar tidak ya? simak kisah berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF265IZKsI/AAAAAAAABqg/lBLqV7REr4c/s1600/Ditiduri+OleH+teman+papaku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 457px; height: 334px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF265IZKsI/AAAAAAAABqg/lBLqV7REr4c/s400/Ditiduri+OleH+teman+papaku.jpg" alt="Ditiduri OleH teman papaku" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499307374136601282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;Ini&lt;/a&gt; adalah pengalamanku waktu aku masih duduk di bangku SMU. Aku termasuk salah satu bunga sekolah di sekolahku n berprestasi di bidang seni. Rumahku sering didatangin tamu-tamu papaku, baik partner bisnis, karyawan atau temen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen papa yg bernama Om Wawan sering datang ke rumah aku di sore hari, hanya sekedar ngobrol dan minum teh ama papa di kebun belakang rumahku. Konon, Om Wawan mempunyai sixth sense, bisa melihat dan melamar nasib, dan bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk2 halus. Kadang-kadang dia bawa anaknya atau istrinya juga, dan aku suka ikut nimbrung dgn mereka, topik apa aja mereka juga bahas. Om Wawan yg berkacamata tebal sudah lumayan tua, sekitar umur 65 thn, dan badannya agak gemuk dgn perut yg buncit dan napas yg bau. Tipe-tipe badan orang tua yang tidak fit lagi. Keriput di muka dan tangannya sudah terlihat jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Wawan suka ngelirik aku, curi-curi pandang mukaku lalu badanku. Aku risih sekali apalagi yg ngelirik adalah temen papaku sendiri yg sudah tua. Aku hanya suka membalas Om Wawan dgn senyuman, dan berkata ,”Om, jgn lihatin Nini sampe gt dong, kan malu.” Om Wawan suka tersenyum mesum, “Habis Nini manis dan cakep sih, cowok yg mana gak suka liatin Nini.” Dan aku jadi tersipu malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu Sabtu sore hari, seperti biasanya, Om Wawan datang ke rumah aku utk ngobrol ama papa, tp wkt itu papa dan mama sedang keluar, jadi aku yg ngobrol ama Om Wawan. Tiba-tiba Om Wawan tanya aku, “Nini gak perawan lagi ya?” Trus aku kaget dan diam aja, lalu Om Wawan bilang ,”Gak apa apa kok, jujur aja, Om janji gak kasih tau papa mama deh.” Aku diem aja dan merasa takut kalau Om Wawan bisa membaca pikiran aku. “Om sudah tau kok dari dulu, makhluk halus yg Om pelihara kasih tau ke Om, katanya kamu sudah gak perawan. Sudah banyak yg tidurin kamu. Dan ada penyakit di badan kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi kaget ketakutan krn dikasih tau ada penyakit di dlm badanku, “Penyakit apa Om? Parah gak? Bisa disembuhin gak?”, tanyaku bertubi-tubi. “Yah, mayan parah lah” Aku hanya diem membisu karena sudah ketakutan. “Tp Nini gak usah takut, Om bisa sembuhin kok.” Aku agak lega ,”Oh ya? Gimana?” “Nini harus ikut instruksi Om tanpa bantah, bisa gak?” “Ok, Nini akan ikut semua instruksi dari Om.” “Nah, sekarang ambil segelas air putih buat Om.” Perasaanku bercampur antara takut dan nervous, pergi ke dapur utk ambil segelas air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nih airnya Om” “Ok, Nini minum airnya dikit.” Aku merasa aneh tapi hanya turut aja disuruh minum lalu Om Wawan minum air yg baru aku minum. “Ini Om lagi mencoba membersihkan penyakit di dalam tubuh kamu. Sekarang julurkan lidah kamu. Om mau liat.” Aku menjulurkan lidahku, lalu Om Wawan menyedot dgn kuat lidahku. Ada sensasi aneh di dlm tubuhku. Lalu Om Wawan memasukkan tangannya di dlm celana dalamku, aku kaget! “Jangan takut, Nini. Om mau tau separah apa penyakit yg dijangkitin Nini. Ada makhluk halus di dalam tubuh Nini yg suka mengganggu kesehatan Nini.” Aku ketakutan dikasih tau ada makhluk halus di dalam tubuhku, jadi aku diem saja Om Wawan menyentuh vaginaku. Aku merasa enak Om Wawan menyentuh vaginaku, dan aku merasa vaginaku dah basah, Om Wawan mengeluarin tangannya dan menjilat jarinya yg basah, “Nini dah basah ya?” Trus aku diem saja, lalu Om Wawan menaikin kausku, dan mengeluarkan pentilku dari BH, lalu dia mengemut pentilku dgn kuat, aku merasa enak dan tanpa sadar aku sudah mendesah keenakan. “Ke kamar Nini yuk, biar Om lebih leluasa mengobati Nini.” Aku nurut saja ama kata2 Om Wawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu di kamarku, Om Wawan melepaskan celananya ,”Nini, kulumin kontol Om!” Aku enggan mengulumin kontolnya karena keliatan bau n kotor kontolnya. “Katanya mau diobatin penyakitnya? Kulum kontol Om buat ngusir makhluk halus di dlm tubuh Nini.” Aku jadi nurut karena aku mau diobatin. Aku mengulum kontol Om yg lagi lemas ketiduran, aku mengemut kontol Om sampe mengeras dan Om Wawan mendesah keenakan ,”lbh cepat kulumnya… ashh ahhh… ngemut2 kontol Om lbh keras dan lebih cepat.” Aku ikut instruksinya dan menahan napas dr bau kontol Om. Om mendesah keenakan terus, lalu Om Wawan menyuruh aku telanjang, karena ini adalah upacara utk mengusir makhluk halus. Om merebahkan aku di atas ranjang lalu dia menciumin aku, dia melumat bibirku dengan ganas, menciumin seluruh mukaku, melumat pentil aku kuat lalu menjilati vaginaku ,”aashhhh… enak Om…. ah ahh ashh hmm… Om, aku ga tahan lagi Om, ahhhh ashhhhhhhhhh…. masukin kontol Om dong….” Tapi Om Wawan sengaja ga mo masukin kontolnya, dia masih bermain2 dgn vaginaku dgn lidah dan jarinya… sampe aku memohon mohon, “Om, cepet dong… masukin kontol Om ke dalam memekku, aku dah ga tahan lagi… ahh ahhhh… tolong Om… cepet masukin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Om Wawan memasukin kontolnya di dalam vaginaku, “Oh… asiknya Om… ah ahahhh ashhhh” Om Wawan mengenjot pelan pelan, “Om, ahh ahh…. cepet dong ngenjotnya… ahhh ashhh ahhhhahhhh… lbh kuat dong…” “Wah, Nini binal sekali… Om baru tau…” Lalu dia mengenjot lbh cepat n kuat sambil melumat bibirku dan memeras tetekku kuat kuat. “Om lbh kuat meremas tetekku ahhhh ahhh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ganti posisi ke doggy style dan aku on top…. Om Wawan sangat lihai dlm permainan ini… dia membuat aku lupa diri dan merasa high sekali… kita berdua meraung raung keenakan di dlm kamar… ahhh aaaaaaaaaahhhhhsssssahhhhhhhhh ihhhhhhh assshhhhh uhhhhhhhhahhhhha…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nini, Om sudah mau keluar…. Om crut di dlm memek Nini yah” “Iya, Om… boleh ahh ahhhh cepet, ahhh Nini juga udah mau keluar ahh ahhhh” Om Wawan mengenjot lebih cepet dan kuat, ahhh ahhhh tiba2 tubuhnya megenjang, tandanya dia sudah keluarin spermanya di dalam vaginaku… lalu Om Wawan mengeluarin kontolnya dan meletakan di dalam mulutku, aku mengulum kontolnya dgn asik dan Om Wawan mengerang dgn asik dan bergetar-getar keenakan. Lalu kita berbaring sejenak sambil berciuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Besok-besok Om mau ngentotin Nini lagi utk bersihin tubuh Nini dari makhluk halus.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-3774569383343745208?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/3774569383343745208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/ditiduri-oleh-teman-papaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3774569383343745208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/3774569383343745208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/ditiduri-oleh-teman-papaku.html' title='Ditiduri OleH teman papaku'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF265IZKsI/AAAAAAAABqg/lBLqV7REr4c/s72-c/Ditiduri+OleH+teman+papaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-964683287597399541</id><published>2010-07-29T05:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:36:33.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><title type='text'>Wanita Desa Yang seksi dan Sensual</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;CerIta dEwaSa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kisah ini merupakan pengalaman pertamaku bermain cinta dengan wanita selain istri, peritstiwa itu sendiri terjadi kira-kira 3 bulan yang lalu disuatu daerah di Jawa Tengah, diawali dari adanya tugas kantor yang mengharuskan aku untuk melakukan suatu training untuk beberapa cabang di daerah. Saat itu menginap di hotel kota S dan kadang tidur dikantor/unit yang ada di desa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF1jBjJwVI/AAAAAAAABqY/2GY_4bb9Z20/s1600/Wanita+Desa+Yang+seksi+dan+Sensual.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 492px; height: 369px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF1jBjJwVI/AAAAAAAABqY/2GY_4bb9Z20/s400/Wanita+Desa+Yang+seksi+dan+Sensual.jpg" alt=" Wanita Desa Yang seksi dan Sensual" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499305864567832914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kejadian ini bermula secara tidak sengaja waktu aku nginap di desa A, yaitu paginya hari Sabtu yang ternyata merupakan hari pasaran untuk desa A sehingga aku tidak melepaskan kesempatan untuk melihat keramaian di pasar…begitu asiknya memperhatikan barang dagangan yang ada tanpa sengaja menabrak ibu yang belanja, sehingga semuanya tumpah termasuk gelas yang baru dibelinya…..karena merasa bersalah maka saya memaksa untuk mengganti gelas tersebut, nama ibu itu sebut saja Ibu Mirna dengan usia kira2 41 tahun dan setelah menyebutkan letak rumahnya yaitu di ujung jalan desa belok ke kiri, saya berkata akan datang sore nanti untuk mengganti gelas yang pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 4 sore setelah mandi, langsung berangkat ke rumah Ibu Mirna dan ternyata rumah tersebut terletak di ujung jalan yang cukup sepi, ditemui oleh seorang lali-laki yang berusia kira2 50 Th yaitu bapak Najib yang ternyata suami Ibu Mirna setelah menjelaskan maksud kedatangan saya, terjadilah obrolan yang semakin akrab. Setelah dipanggil keluarlah ibu Mirna membawa minuman dan kue, dan tanpa sengaja saya memperhatikan dan tergetarlah hati, karena dengan memakai kebaya yang sedikit ketat dan rambut basah sehabis mandi, terlihat kecantikan khas wanita desa dengan kulit putih dan bodi yang kencang walau telah berusia 41 tahun, dan yang membuat mata melotot adalah belahan buah dadanya yang kelihatan montok sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa waktu makan malam telah tiba, dan mereka memaksa saya untuk ikut makan malam, stelah makan Pak Najib pamit untuk menghadiri pertemuan di desa sebelah untuk urusan pengairan sawah, dan saya dipersilakan untuk berbincang dengan ibu. Rumah tersebut sepi karena anak pertama yang sudah kelas 1 SMA sedang camping, anak kedua yang SMP sedang belajar dirumah teman dan sikecil sedang di rumah Saudara, suatu kebetulan yang tidak terduga. Sepanjang obrolan mata tidak pernah lepas dari tubuh dan dada ibu Mirna, dan akhirnya ibu Mirna bertanya, “Dik Amar matanya ngeliat apasih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil malu saya berkata jujur bahwa saya kagum akan kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang desa gini kok dikatakan cantik, dikota pasti bayak yang cantik?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya sih bu…tapi ibu lain, karena walau udah punya anak tiga tapi badan masih bagus, khususnya…….?” Saya berhenti berkomentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Khususnya apa dik?” desaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf bu…itu tetek ibu besar dan masih kencang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Mirna terlihat malu sambil berusaha menutup dengan tangannya…..dan akhirnya pembicaraan mengarah ke hal yang berbau porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya dik Amar punya anak berapa dan istri usia berapa?” tanya bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu usia 2 tahun, dan istri usia 27 tahun saya sendiri 29 tahun?” jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah sedang panas-panasnya dong?” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Panas apanya bu?” saya berusaha memancing pembicaraan ke arah yang lebih hot, karena saya merasa horny dan bagaimana caranya bisa merasakan bersetubuh dengan wanita setengah baya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah dik Amar berlagak nggak tau…..?” kata bu Mirna sambil tersipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu juga kelihatan segar, pasti kebutuhan itunya juga hot?” pancing saya terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ibu Mirna malah kelihatan sedih….sehingga saya bertanya, “kok jadi kelihatan sedih bu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bu Mirna cerita bahwa kebutuhan bathinnya sejak dua tahun ini jarang terpenuhi, yaitu sejak suaminya jatuh dari pohon kelapa, kejantanan suaminya jarang sekali bisa maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf bu…..padahal menurut saya orang seusia ibu pasti sedang puber kedua?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah memang begitu dik…..tapi harus ibu tahan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana caranya?” lanjut saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya dengan mencari kesibukan di ladang…..sehingga malamnya capek terus tertidur?” Lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah kalo saya bisa pusing….karena saat ini baru pisah 4 hari dengan istri saya juga udah gak tahan ????” kata saya sambil bergeser duduk mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik Amar sih gampang, kan di hotel pasti juga nyediain?” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik Amar kok gak dengerin sih….” kata bu Mirna sambil menepuk paha saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan bu Mirna saya pegang…sambil berkata, “abis ada pemandangan yang lebih bagus”, sambil mata terus memandang ke belahan dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah nakal dik Amar ini?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tangannya tatap saya pegang sambil saya remas, karena diam saja berarti kesempatan nih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus tangan saya beralih kepahanya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan dik?” kata bu Mirna tanpa berusaha menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saya beranikan untuk menciumnya, bu Mirna mundurkan kepalanya berusaha menolak… tetapi setelah saya pegang kedua tangannya sambil menatap, akhirnya bu Mirna memejamkan matanya sambil mulutnya sedikit terbuka. Langsung saya cium bibirnya perlahan…dan lama kelamaan ibu Mirna memberikan respon dengan membalas ciuman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan saya langsung tidak bisa diam membiarkan tetek yang begitu menggairahkan, perlahan saya pegang teteknya..sambil sedikit meremas….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ah..ah jangan dik” tapi tangan bu Mirna malah menekankan tangan saya ke teteknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman saya terus turun ke lehernya sambil berusaha memasukkan tangan ke belahan dadanya, bu Mirna semakin mendesah? “ah…uh…ah terus dik, enak?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya semakin bernafsu…sehingga kancing baju bu Mirna langsung saya lepas? “jangan dik…ntar keterusan?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh bu…saya udah gak bisa nahan bu, tolonglah? kita sama-sama butuhkan bu?” kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bu Mirna menyerah..membiarkan mulut saya menyedot putting susunya yang semakin menegang…… “ah…ah….ahhhh dik nikmat dik, terus dik?” desahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tangan kanan meremas susu sebelah kanan, mulut terus menjilat dan menyedot yang sebelah kiri…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhhh…uhhh…..ahhhhh dik udah dik? ibu nggak tahan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tangan bu Mirna malah mengandeng tangan saya ke arah pahanya, yang entah kapan kebayanya udah disingkapkan…..tangan saya langsung ke gundukan memeknya yang masih tertutp cd, dan terasa jembutnya keluar dari samping cdnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan saya terus menggosok-gosok memek bu Mirna……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ah…ahhhh…ahhhh dik terus dik terus…enak banget?” desahnya dengan logat jawa yang kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dengan seijin bu Mirna…..cd itu saya pelorotin, sehingga terpampanglah memek bu Mirna yang menggunung dan empuk tersebut, dengan bernafsu langsung saya gesek memek tersebut…sambil berusaha menemukan itilnya, tersedengar ibu Mirna semakin mendesah tidak karuan…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dik ahhhh enaaaaak dik…enaaaaaakkkkk banget”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ciuman saya terus bergerak turun…..akhirnya terciumlah bau khas memek wanita, yang membuat saya semakin bernafsu, dan langsung saya jilat memek yang kemerah-merahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhh berhenti dik…jangannnnn?” kata bu Mirna setelah tahu saya telah menjilat memeknya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya berhenti dan bertanya, “kenapa harus berhenti bu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan dijilat dik memek ibu….jijik dan jorok” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Emang bapak dulu ndak pernah jilatin memek ibu?” kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ndak…?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah rugi bu?” kataku sambil terus meremas tetek dan menusukkan jari tengah saya ke lubang memek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rugi kenapa dik?” tanya bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rasnya nggak kalah sama ng*****in memek ibu….dan juga bikin tambah nafsu” kata saya sambil langsung menjilat memek bu Mirna…..setelah menjilat bibir memek langsung lidah saya masuk mengelitik lubang memek yang semakin basah oleh lender kenikmatan…….lidah terus kuputar dirongga memek sehingga menambah kenikmatan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhh…ahhhhhh dik…….uhhhhh….ahhhhh…nikmat banget dik? terus dik…terus..jilatin memek ibu….ya disitu dik…terus ….terus…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itil bu Mirna aku jilatin dan aku sedot……. “ahhhhh…ahhhhhh….uhhhh…..uuuuuhhhhh dik Irfaaannnnnn ibu mau keluar…ahhhhhhhhh dikkkkkkkkkkk ibu keluar….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepala saya langsung ditekan kememek bu Mirna dengan keras…..dan terasa dilidah lendir hasil dari orgasme ibu Mirna. Ibu Mirna memejamkan mata merasakan kenikmatan yang baru didapatnya…….sambil berkata, “benar dik Amar ternyata memek kalo dijiliat dan disedot rasanya nikmat banget…..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada suara orang datang dari halaman rumah, dan tergesa-gesa kami merapikan baju…….sedangkan cd bu Mirna langsung diumpetin kekolong kursi,….ternyata anak bu Mirna yang kedua pulang dari tempat belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anaknya masuk…..langsung bu Mirna ngomel kenapa kok anaknya pulang cepat nggak sperti biasanya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu belum puas ya…?” Goda saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tersipu sambil berkata…….”iya sih abis sudah lama ibu tidak merasakan hal seperti ini……..apalagi memek ibu pengin di***** pakai ****** dik Amar biar sama2 bisa puas…kan dik Amar belum keluar?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya sih bu….nanggung rasanya kontolku ini? tapi udahlah bu…karena malam ini saya harus ke kota nginep di hotel, dan lagian anak ibu juga sudah pulang. Tapi yang jelas saya senang bisa memuaskan hasrat ibu…..” sambil tangan saya meremas buah dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahhhh..dik Amar, tapi rasanya tidak adil kalo Cuma ibu yang mendapat kepuasan…..kalo gitu ibu besok ke kota dan mampir ke hotel boleh nggak dik?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh…boleh bu? tapi benar ya bu….iya besok jam 10 pagi” kata bu Mirna sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 10 pagi, pintu kamar hotel diketuk orang dan ternyata bu Mirna menepati janji datang, langsung saya peluk dan saya cium…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ah dik Amar kok gak sabaran sih?” kata bu Mirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nggak peduli…langsung saya lucuti semua pakaian yang dikenakan ibu Mirna, hingga terpampang tubuh telanjang yang begitu menggairahkan, kubimbing ibu Mirna ke ranjang dang langsung saya emut dan saya remas buah dada yang begitu montok dan empuk tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aaaaaaahhhhhhhh dik……..dilepas dong bajunya” kata bu Mirna sambil tanggannya melepas baju yang saya kenakan, sekarang kami sama2 telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya cium bibir bu Mirna…terus turun kesemua lekuk tubuhnya.. “ahhhhh….uhhhhh…hisap tetek ibu ……hisap?” mulutku langsung pindah ke susu bu Mirna….sambil tangan menggesek-gesek memek yang terasa kenyal dan hangat, “ahhhhh…..uhhhhhh…..dik……nikmat ……dik…..ib….uuu sudah lama nggak merasakan ng*****…terus…..teruuuuuusssss dik?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciuman saya terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke gundukan memek yang begitu merangsang…..langsung saya jilat….dan saya sedot itil bu Mirna, sambil menggeser posisi ke 69, dan bu Mirna pun tanpa diminta langsung menngemut ****** saya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uhhhhh nikmat sekali buuuuu?” ****** saya terus diemut keluar masuk mulut bu Mirna sambil dipijat….. “uhhhhh….ahhhhhhh….enak sekali buuuuu”, saya juga tidak mau kalah, langsung saya putar lidah saya di memek bu Mirna……sambil tangan saya sedikit menusuk-nusuk anusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aduhhhhhh dik….apalagi ini……enaaaaaak banget dik….. ahhhhhhhh……. ahhhhhhhhhh”, tiba2 ibu Mirna mengejang dan terasalah cairan yang keluar membasahi bibir, yang langsung aku sedot hingga habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku biarkan bu Mirna istirahat sejenak…sambil terus memainkan putting susunya yang masih menegang……setelah beberapa saat, mulai saya hujami tubuh bu Mirna dengan ciuman sehingga ibu Mirna kembali memberikan reaksi yang lebih panas……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhhhh….uuuhhhhhhh….dik, ayo dik *****in memek ibu…..ibu sudah kangen di*****…..ahhhhhhhhh”, sayapun memutar tubuh bu Mirna untuk mengambil posisi doggy, hingga tampaklah gundukan memek ibu Mirna yang menantang, dengan perlahan kumasukkan batang ****** secara perlahan…karena terdengar ibu Mirna menjerit seraya berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“perlahan dik….. memek ibu sudah lama gak di*****……” perlahan aku masuk dan keluarkan kontol….hingga akhirnya semuanya amblas ke dalam memek bu Mirna ……dan reaksi bu Mirna sungguh diluar perkiraan karena dengan goyangan pantatnya yang besar…kontol saya terasa ditarik dan dipijit dengan nikmatnya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhhhh….uuuuuuuhhhhhhhh…buuuuu…ueenna aaak sekali memek ibu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya pun tak mau kalah dengan mengambil strategi 3:1, tiga kali tusukan setangah ****** dan sekali tussukan ****** hingga amblas ke memek bu Mirna…… sepuluh menit kemudian desahan bu Mirna semakin keras…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhhhhh dik…memek ibu enak banget…..uhhhhhh ****** adik enaakk banget……uhhhh..ahhhhhh.uuuuuuuuu..ahhhhhh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus dik…memek ibu udah nggak kuat…….dik…..dik …dik Amar……ibu kekkeeluaaaarrrrrr…..ahhhhhhhhhh”, desahan bu Mirna semakin panjang seiring keluarnya lendir kenikmatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah istirahat sejenak…bu Mirna langsung mengurut ****** dan mengemutnya dengan lincah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhhh bu……uuuhhhhhh nikmat sekali bu?” desah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian bu Mirna berhenti sambil berkata “dik Amar sesuai janji ibu semalem….maka hari ini ibu akan memberikan kenimatan yang tidak terlupakan bagi ****** dik Amar?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Mirna langsung mengambil posisi di atas…setelah mengurut kontolku beberapa saat….bu Mirna langsung ngangkang dengan membimbing kontolku untuk memasuki lubang memeknya……..terasa sekali perbedaan dengan *****an yang pertama tadi, kali ini memek bu Mirna terasa lebih seret dan terasa lebih hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oooooohhhhhh……ahhhhhh……uhhhhhhhh bu enankkkkkk sekali memeeeeek ibu……..ohhhhhh ****** saya ibu apain…..uuhhhhhh nikmat banget bu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Mirna hanya menjawab dengan desahan nafsnya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahhhhhhh…….uuuuuuhhhhhh dik…memek ibu juga nikmat sekali…….”, pantat bu Mirna masih terus bergoyang dengan sekali-kali diangkat, sehinggga membuat kontolku terasa sangat nikmat…..melebihi yang aku rasakan dengan istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ooooooohhhhhhhh…..uuuuuuhhhhhh ennnnnaaakkkk sekali bu………”, nggak percuma aku menginginkan ***** dengan wanita berumur 35-42 tahunan karena memang berbeda permainan sex mereka, mungkin karena lebih berpengalaman…seperti bu Mirna yang memeknya terasa sekali empotannnya kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahhhhhhhh…..uuuhhhhhhhhhibu aku udah gak tahan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sebentar dik Amar, bareng sama ibu…”, kata bu Mirna sambil terus menggoyang pantat dan menaikkan turunkan sambil mendesah…. “ahhhhh…..dikkkk ..uuuuuuuhhhhh ibu enaaak sekali….ahhhhhh dik ibu juga mau keluar……..”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya bu aku juga…….ahhhhhhhhh………”,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Mirna mengejang dan terasa lendir membahasi ******.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terus goyang…bu ….terus ….nikmat buuuuuuuu…ahhhhhhhhhhhhh”, aku menyemprotkan pejuhku kedalam memek bu Mirna secara kuat, akhirnya kami tertidur, hingga jam 12 siang kami makan dan terus melanjutkan ke babak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena waktu tugas di kota S tinggal 3 hari, maka dua hari kemudian kami janjian untuk mengulangi kenikmatan seperti kemarin, itulah pengalaman saya yang pertama dan mungkin yang terakhir, karena saat ini saya sudah tidak bekerja di tempat yang lama, saya sendiri tidak menyangka akan mendapat sensasi kenikmatan yang luar biasa dengan meng***** wanita usia 35 – 42 tahunan, sehingga ****** saya yang normal ukuran orang Indonesia hingga saat ini masih menginginkan hal tersebut terulang, tapi karena tempat bu Mirna yang jauh dan untuk jajan rasanya takut, terpaksalah melakukan onani apabila melihat wanita setengah baya yang menggairahkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-964683287597399541?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/964683287597399541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/wanita-desa-yang-seksi-dan-sensual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/964683287597399541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/964683287597399541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/wanita-desa-yang-seksi-dan-sensual.html' title='Wanita Desa Yang seksi dan Sensual'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFF1jBjJwVI/AAAAAAAABqY/2GY_4bb9Z20/s72-c/Wanita+Desa+Yang+seksi+dan+Sensual.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-5817976752117279325</id><published>2010-07-29T05:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:33:24.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita Hot dee'/><title type='text'>Seks PerTamaX Dinda</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Cerita DeWasa&lt;/span&gt; InI dimulai saat, PeRkenalkan Nama saya Dinda. Sebenarnya itu bukan nama asli saya. Menurut orang, wajah saya cantik sekali. Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Saya sendiri tidak GR tapi saya merasa pria banyak yang ingin bersetubuh dengan saya. Saya senang saja karena pada dasarnya saya juga senang ML.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFFzpepmHYI/AAAAAAAABqQ/bdhFLiZJOk4/s1600/Seks+PerTamaX+Dinda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 491px; height: 362px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFFzpepmHYI/AAAAAAAABqQ/bdhFLiZJOk4/s400/Seks+PerTamaX+Dinda.jpg" alt="Seks PerTamaX Dinda" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499303776435445122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya dibesarkan di keluarga yang taat beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar belakang agama. Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku. Selesai SMP tahun 1989, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan bulungan, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung akrab dengan teman-teman baru bernama Vera, Angki dan Nia. Mereka cantik, kaya dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah si Vera. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami menginap ke rumah Vera di Pondok Indah. Rumah Vera besar sekali dan punya kolam renang. Di rumah Vera, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang. Di kamar Vera, dengan cueknya Vera, Angki dan Nia telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek. Saya melirik tubuh ketiga teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka tercukur rapi bahkan Vera mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Nia berteriak ke arah saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gile, jembut Dinda lebat banget”&lt;br /&gt;Kontan Vera dan Angki menengok kearah saya. Saya menjadi sedikit malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dicukur dong Dinda, enggak malu tuh sama celana dalam?” kata Angki.&lt;br /&gt;“Gue belum pernah cukur jembut” jawabku.&lt;br /&gt;“Ini ada gunting dan shaver, cukur aja kalau mau” kata Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur jembutku di kamar mandi Vera. Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Vera menunggui saya. Setelah mencoba memendekkan jembut, Vera masuk ke kamar mandi dan melihat hasil saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurang pendek, Dinda. Abisin aja” kata Vera.&lt;br /&gt;“Nggak berani, takut lecet” jawabku.&lt;br /&gt;“Sini gue bantuin” kata Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vera lalu berjongkok di hadapanku. Saya sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Vera membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat jari Vera menyentuh vaginaku. Dengan cepat Vera menyapu shaver ke jembutku dan menggunduli semua rambut-rambut didaerah kelaminku. Tak terasa dalam waktu 5 menit, Vera telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari selangkanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus kan?” kata Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Vera lalu jongkok kembali di selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dinda, elo masih perawan ya?” kata Vera.&lt;br /&gt;“Iya, kok tau?”&lt;br /&gt;“Vagina elo rapat banget” kata Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali jari Vera membuka bibir vagina saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya saya dalam hati. Vera melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooh, Vera, geli ah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vera nyengir nakal tapi jarinya masih mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan ini. Tak terasa saya menjambak rambut Vera dan Vera menjadi semakin agresif memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memek kamu wangi”&lt;br /&gt;“Jangan Vera” pinta saya tetapi dalam hati ingin terus dijilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vera menjilat vagina saya. Bibir vagina saya dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati lidah Vera di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Vera mulai naik kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Vera berikutnya. Dengan lembut tangan Vera membuka BH-ku lalu tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku dikulum oleh Vera. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar biasa. Vera mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Woi, lama amat di dalam. Mau berenang enggak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vera tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua teman yang sudah berenang. Di malam hari selesai makan malam, kita berempat nonton TV dikamar Vera. Oiya, orang tua Vera sedang keluar negeri sedangkan kakak Vera lagi keluar kota karenanya rumah Vera kosong. Setelah bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami ngalor-ngidul hingga Vera membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh di sekolah. Angki dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP. Mereka berdua menceritakan pengalaman seks mereka dan Vera juga menceritakan pengalaman seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau gue, gue horny liat si Ari anak kelas I-6″ kata Nia.&lt;br /&gt;“Iya sama dong, tetapi gue liat horny liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh” kata Angky.&lt;br /&gt;“Terus terang ya, gue dari dulu horny banget liat si Alex. Sering banget gue bayangin ****** dia muat enggak di vagina gue. Sorry ya Vera, gue kan tau Alex cowok elo” kata saya sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok yang horny liat dia. Si Angky dan Nia juga horny” kata Vera. Kami berempat lalu tertawa bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari Senin setelah pulang sekolah, Vera menarik tangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh Dinda, beneran nih elo sering mikirin Alex?”&lt;br /&gt;“Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue ngomong gitu?” tanya saya.&lt;br /&gt;“Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai aja” kata Vera.&lt;br /&gt;“Pernah kepikiran enggak mau ML?” Vera kembali bertanya.&lt;br /&gt;“Hah? Dengan siapa?” tanya saya terheran-heran.&lt;br /&gt;“Dengan Alex. Semalam gue cerita ke Alex dan Alex mau aja ML dengan kamu”&lt;br /&gt;“Ah gila loe Vera” jawab saya.&lt;br /&gt;“Mau enggak?” desak Vera.&lt;br /&gt;“Terus kamu sendiri gimana?” tanya saya dengan heran.&lt;br /&gt;“Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman senang, kenapa enggak?” kata Vera.&lt;br /&gt;“Ya boleh aja deh” kata saya dengan deg-degan.&lt;br /&gt;“Mau sekarang di rumahku?” kata Vera.&lt;br /&gt;“Boleh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya naik mobil Vera dan kami berdua langsung meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding. Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Vera dan Alex muncul dari balkon kamar Vera. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya sambil mengobrol di balkon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo Dinda” kata Alex sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Alex memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Alex sendiri tinggi dan tegap. Alex masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat sangat tampan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hayo, langsung aja. Jangan grogi” kata Vera bagaikan germo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex lalu menghampiriku kemudian ia mencium bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Alex dan kita berciuman saling berangkulan. Saya melirik ke Vera dan saya melihat Vera sedang mengganti baju seragamnya ke daster. Alex mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran 34C. Saya membuka BH-ku sehingga Alex dengan mudah dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Alex di selangkanganku. Alex lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur. Alex membuka baju seragam SMA-nya sampai ia telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Alex yang besar. Selama ini saya membayangkan kontol Alex dan sekarang saya melihat dengan mata kapala sendiri kontol Alex yang berdiri tegak di depan mukaku. Alex menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasakan tangan Alex kembali memainkan vaginaku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya melirik Alex dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap. Saya melirik ke Vera dan Vera ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia sudah duduk di tempat tidur. Alex lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam posisi menungging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak bingung karena melihat Vera bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Vera kembali menjilat vagina saya. Nafas saya memburu dengan keras menikmati jilatan Vera di kemaluan saya. Di sebelah kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca itu dan saya melihat si Alex yang sedang menyetubuhi Vera dalam posisi doggy style sedangkan Vera sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya melihat wajah Alex yang ganteng sedang sibuk ******* dengan Vera. Gairah wajah Alex membuat saya semakin horny. Sekali-kali lidah Vera menjilat anus saya dan kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Alex ke tubuh Vera. Tidak berapa lama, Alex menjerit dengan keras sedangkan Vera tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Alex dikeluarkan dari vagina Vera. Air maninya tumpah ke pinggir tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex terlihat terengah-engah tetapi matanya langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Alex dengan mata liar mendorong Vera ke samping lalu ia menghampiri diriku. Alex mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku. Saya sudah sering mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Alex masuk ke vaginaku. Saya menjerit menahan perih saat kontol Alex yang besar mencoba memasuki vaginaku yang masih sempit. Vera meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, tunggu dong, sakit nih” keluh saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan surgawi pikir saya dalam hati. kontol Alex terasa seperti memenuhi seluruh vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Alex yang sangat besar. Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Alex sambil menggerakkan tubuhku maju mundur tetapi Alex menampar pantatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu diam aja, enggak usah bergerak” katanya dengan galak.&lt;br /&gt;“Jangan galak-galak dong, takut nih Dinda” kata Vera sambil tertawa. Saya ikut tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vera berbaring di sebelahku kemudian ia mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Vera menjilat bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling beradu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasakan tangan Alex yang kekar meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Vera membelai rambutku. Saya tak ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Vera yang saya taksir berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi sampai Alex mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa rasanya sudah orgasme kurang lebih 4 kali. Alex mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Vera langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat Alex meraih kantong celananya dan mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja rias Vera. Saya melihat kontol Alex yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas? Kenapa Alex tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Alex memakan semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah minum obat, Alex menyuruh Vera berbaring ditepi tempat tidur lalu Alex kembali ******* dengan Vera dalam posisi missionary. Vera memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh Vera. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menindih tubuh Vera tetapi karena kaki Vera sedang ngangkang karena dalam posisi *******, terpaksa kaki saya bersimpuh disebelah kiri dan kanan Vera. Saya langsung mencium Vera dan Vera melingkarkan lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan tangan Alex menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan saya merasakan jarinya memainkan anusku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke anusku tetapi Alex tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Vera menjerit dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Alex kembali tumpah dalam vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Vera tetapi Vera memeluk tubuhku dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Alex kembali menyodorkan kontolnya ke vaginaku. Saya yang dalam posisi nungging di atas tubuh Vera tidak bisa menolak menerima kontol Alex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex kembali memompakan kontolnya dalam vaginaku. Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja disetubuhi Alex dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin. Berkali-kali kontol Alex keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Vera terus menerus mencium bibirku. Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Alex ******* dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari kontol Alex memenuhi vaginaku dan Alex berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh. Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot vaginaku rasanya seperti mengejang. Saya cengkeram tubuh Vera dengan keras menikmati sensual dalam diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex lalu dalam keadaan lunglai membaringkan dirinya ke tempat tidur. Vera menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Alex sedangkan Vera disebelah kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar pulang oleh Vera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah pengalaman seksku yang sangat berkesan. Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-5817976752117279325?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/5817976752117279325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/seks-pertamax-dinda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/5817976752117279325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/5817976752117279325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/seks-pertamax-dinda.html' title='Seks PerTamaX Dinda'/><author><name>$1000Man/days</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pXnW36GSjVA/TFFzpepmHYI/AAAAAAAABqQ/bdhFLiZJOk4/s72-c/Seks+PerTamaX+Dinda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-9058165499198319224</id><published>2010-07-27T12:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T12:27:06.486-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><title type='text'>Senangnya bisa Bercinta Dengan 2 Orang Sahabat</title><content type='html'>Pengalamanku kali ini berawal dari hari ulang tahunku yang ke 32. Kebetulan ulang tahunku kali ini pas jatuh pada hari Minggu, maka aku melewatkannya di rumah saja bersama anakku satu-satunya yang baru berusia 5 tahun. Sempat juga aku teringat pada mantan suamiku, karena tahun lalu kami masih merayakan ulang tahunku bersama. Kami baru bercerai beberapa bulan yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_lLKUrM-l6Do/TE8y2GyKv1I/AAAAAAAAAOY/7yFyNLEfgfM/s1600/Senangnya+bisa+Bercinta+Dengan+2+Orang+Sahabat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 386px; height: 289px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_lLKUrM-l6Do/TE8y2GyKv1I/AAAAAAAAAOY/7yFyNLEfgfM/s400/Senangnya+bisa+Bercinta+Dengan+2+Orang+Sahabat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498669575158021970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sore-sore, ada SMS masuk. Jantungku langsung bergemuruh ketika membaca pengirimnya: Tomi, salah satu selingkuhanku yang sekarang bekerja dan berdomisili di Semarang. Aku senang sekali karena ternyata dia masih ingat ulang tahunku. Tomi memang termasuk laki-laki yang romantis, dia selalu memperhatikan hal-hal kecil yang dapat membuat hatiku senang. Usianya lebih muda 2-3 tahun dibanding aku, belum berumah tangga, tapi pengalaman sex-nya lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih membuat aku girang luar biasa, ternyata Tomi ada di Jakarta. Dia bilang melalui SMS, dia sengaja datang untuk merayakan ulang tahunku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku selalu kangen sama kamu,” tulisnya. “Aku juga,” balasku. “Kamu kangen apanya?” “Kangen jepitannya!” ”Jepitan yang mana? Yang atas apa yang bawah?” “Dua-duanya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu berdesir-desir kalau menerima SMS seperti itu dari Tomi. Bukan apa-apa, obrolan seperti itu selalu mengingatkan aku pada petulangan-petualangan sex yang pernah kami lakukan. Tomi termasuk pandai bermain cinta, itu sebabnya hubungan kami termasuk langgeng, sudah berjalan hampir 4 tahun. Dengan cowok-cowok lain aku lebih suka untuk tidak menjalin hubungan berlama-lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, kami janji bertemu di sebuah hotel yang dulu termasuk sering kami pakai untuk rendezvous. Aku datang lebih dahulu, langsung cek in, lalu menunggu Tomi di dalam kamar. Aku SMS Tomi untuk memberitahu nomor kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku masih di jalan,” balas Tomi. “Macet, padahal udah ngaceng nihhh…” “Ya udah, dielus-elus aja dulu, sementara nunggu jepitan nikmat.” “Aku gak sabaran nih, udah dari kemaren ngebayangin ML sama kamu.” “Aku jadi ngebayangin punyamu, lagi ngaceng, keras, gede. Pasti sedap tuh diisep.” “Emang cuma mau ngisep?” “Aku sih cuma mau ngisep, tapi gak tau deh memekku!” ”Uuuuh, jadi makin ngaceng nih, tau?! Awassss yaaa!” “Memekku juga mulai basah tau, Yang?!” “Tolong rabain memek kamu untukku.” “Gak usah diajarin, dari tadi juga udah kuraba-raba!” Kami terus ber-SMS ria sementara Tomi dalam perjalanan menuju hotel. Pintu kamar sengaja tidak kukunci supaya Tomi dapat langsung masuk. Aku rebahan di ranjang dengan gelisah. Kirim-kiriman SMS seperti itu membuat aku terangsang hebat. Vaginaku benar-benar basah, buah dadaku mengeras, tidak sabar ingin cepat-cepat mereguk nikmat bersama Tomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya Tomi muncul tidak lama kemudian. Karena sudah kuberitahu bahwa pintu kamar tidak kukunci, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Aku sedikit terkejut, tapi senang sekali. Tanpa beranjak dari ranjang, kukembangkan kedua tanganku untuk menyambut Tomi dengan pelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi mengunci pintu, lalu langsung membuka celana panjang berikut celana dalamnya. Aku tertawa melihat batang kemaluannya nampak sudah mengacung tegak. Lucu, sekaligus menggairahkan. Sementara Tomi membuka pakaiannya dengan terburu-buru, aku juga bergegas membuka kaos ketat dan rok mini yang kukenakan. Tomi memandang tubuhku yang hanya tinggal ber-bh dan celana dalam dengan rupa amat bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ba-bi-bu, dia langsung menerkam aku di ranjang. Kami langsung bergumul, berciuman bibir dengan panas bergelora. Kedua tangan Tomi liar meremas-remas apapun pada tubuhku. Celana dalamku diturunkannya dengan tergesa-gesa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku gak tahan, Yang…, kita langsung ngentot yaaa…. Ngobrolnya nanti aja, oke?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafasnya sudah ngos-ngosan, aku hafal betul bagaimana Tomi kalau sudah diamuk birahi. Tentu saja aku tidak keberatan untuk langsung bersetubuh seperti permintaan Tomi, karena aku juga sudah amat sangat bergairah sedari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka pahaku memberi jalan. Tomi mencumbu sepasang payudaraku sambil mengarahkan rudalnya pada vaginaku. Terasa kepalanya yang besar menyeruak mulut vaginaku yang basah. Nikmat sekali. Kuresapi nikmatnya terobosan batang kemaluan Tomi pada liang vaginaku sambil memejamkan mata. Sleseeeeeppp….. blessss…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooooh…., enak banget, Sayaaang…,” rintihku. “Aku kangen kontol kamuuu….” “Aku juga kangen banget, Sayaaang…. Aku kangen ngentot sama kamuuu…” “Sekarang entot aku…, entot aku, Sayaaang….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi semakin bernafsu, gerakannya jadi semakin brutal dan agak kasar. Justru itu yang aku suka. Batang kemaluannya yang luar biasa keras terasa memenuhi liang vaginaku, menyentak-nyentak hingga ke ujung lorong kenikmatan milikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaakkkhhh…, asyiiiikkk, Saaayyy…., yahhh…, teken yang kenceng…, yahhh… gitu dooong…, uuuuggghhh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyentak-nyentaik batang kemaluannya lagi, semakin keras, semakin cepat dan bertenaga. Aku semakin lepas kontrol, jeritanku makin menjadi-jadi akibat dilanda nikmat yang luar biasa. “Aaaarrgghh…., gilaaa…! Kontolmu sedap banget, Sayaaang… Entot memekku, Sayaaang…, yah…, yaaahh, gituuuuuhh…, aaarggghhhh…., yang keras, yang kerassss…., ooohhhh, kontol kamu sedap, Sayaaang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang termasuk type perempuan yang “heboh” bila sedang bersetubuh. Semakin nikmat persetubuhan yang kurasakan, rintihan dan eranganku pasti akan semakin keras dan jorok. Dulu aku malu dengan perilaku sex-ku yang satu itu, karena takut dinilai perempuan murahan yang maniak, tapi lama-kelamaan aku justru menikmatinya. Kenyataannya banyak laki-laki yang justru menyukai erotisme seperti itu, karena mereka jadi merasa sangat perkasa dan semakin bergairah karena merasa berhasil membuat aku keenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi semakin kuat menggecak-gecak batang kemaluannya di dalam vaginaku, seiring dengan semakin kuatnya rintihan dan eranganku. Kurasakan klimaksku sudah sangat dekat. Kuangkat-angkat pinggulku setiap kali Tomi menggecak, sehingga batang kemaluannya yang besar dan keras itu menghunjam-hunjam semakin dalam. Nikmat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus bersetubuh, berganti-ganti posisi. Terakhir, ketika orgasmeku telah semakin dekat, Tomi membalikkan tubuhku hingga membelakanginya. Aku segera mengerti. Lekas-lekas aku menungging di atas ranjang dengan kedua tangan berpegangan pada pinggiran jendela kamar. Lalu kembali Tomi menggenjotku dari belakang. Aku berusaha mengimbangi dengan menggerak-gerakkan pinggul. Setiap dia menekan, kudorong pantatku ke belakang, demikian pula sebaliknya. Kudengar nafas Tomi kian memburu, diselingi suara lenguhannya setiap kali dia menggecak batang penisnya kuat-kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://storiesaboutlive.blogspot.com/"&gt;Akhirnya &lt;/a&gt;aku melolong lebih dahulu. Aku orgasme!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooooooooorrggghhhhh……!!! Toooommmm, aku keluaaaarrr….!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi semakin bersemangat, digecak-gecaknya kemaluannya semakin kuat dan cepat. Tubuhku terguncang-guncang semakin hebat. Sementara kemaluanku berkedut-kedut saat aku mencapai klimaks, kugoyang-goyangkan pinggulku maju-mundur dengan cepat dan kuat untuk mengimbangi gerakan Tomi. Aku tahu pasti, sebentar lagi dia pun akan mencapai puncak kenikmatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ah, uuughhh..!!! Memek kamu enak, Sayang…., aku hampir keluar, aku hampir keluar, adduuhhhh…., enak sekalih, enak sekali memek kamuhhhh…., oooorrrgghhh.., aaarrgghhh…., uuuuggghhh…., aaaaaaaarrrgghhhhh……..!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi menyemprotkan spermanya banyak sekali. Terus kugoyang-goyang pinggulku agar dia lebih merasa nikmat. Dia melenguh-lenguh sambil meremasi buah dadaku yang bergelantung, sementara air maninya menyemprot-nyemprot di dalam vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Tomi menghempaskan nafasnya yang berat. Dipeluknya tubuhku. Kami lalu bercium-ciuman sambil berangkulan di ranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu apa kabar selama ini, Sayang?” tanya Tomi sambil membelai-belai keningku yang berkeringat. Bayangkan, setelah bersetubuh demikian panas, dia baru sempat menanyakan kabarku. Aku tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik,” jawabku. “Kamu sih, sombong, mentang-mentang udah jadi boss!” “Aku selalu kangen sama kamu, tau?!” “Aku juga, soalnya kamu yang paling hebat!” “Hebat apanya?” Aku tersenyum, kugenggam batang kemaluan Tomi sebagai jawaban. Tomi mengikik, dan penisnya otomatis bergerak membesar kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuh kan, baru dibilang paling hebat, dia langsung bangun lagi!” aku menggoda sambil mengelus-elus batang penis Tomi yang kian mengeras. Kuangkat pahaku, menyilangi paha Tomi, lalu kugesek-gesekkan ujung penisnya ke belahan vaginaku. Tomi menyeringai. Tubuhku dipeluknya lebih erat, lalu kami berciuman bibir. Hangat, tandas, dan lama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kami memulai permainan ronde kedua. Seperti biasa, Tomi memang kuat dan tahan lama. Entah berapa lama kami bersetubuh untuk yang kedua kali malam itu, yang jelas akhirnya kami mencapai orgasme dalam waktu bersamaan. Setelah itu kembali beristirahat. Buang air, mencuci tubuh di kamar mandi, pesan makan malam, ngobrol-ngobrol, lalu bercumbu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi aku pulang, ganti baju dan langsung berangkat lagi ke kantor. Sebetulnya aku capek sekali setelah mendaki puncak nikmat berkali-kali sepanjang malam, tapi hari itu boss ada meeting di kantor, jadi tidak mungkin aku membolos (aku bekerja sebagai sekretaris direksi). Lagipula, kenikmatan berkali-kali yang diberikan Tomi, justru membuat pikiranku menjadi cerah dan semangat menjadi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berpisah, Tomi mohon maaf karena tidak bisa menemui aku lagi karena banyak hal yang harus dikerjakannya. Dia lalu meminta aku mengantarnya ke bandara bila nanti dia kembali ke Semarang. Aku setuju saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis sore, Tomi menjemput aku di kantor untuk mengantarnya ke bandara seperti yang sudah kami sepakati tempo hari. Tapi dia tidak sendiri, melainkan ditemani seorang cowok ganteng. Aku diperkenalkan dengan cowok itu yang ternyata sahabat Tomi sejak mereka masih sama-sama remaja. Namanya Irvan, usianya nampak sedikit lebih muda dibanding Tomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkenalan, aku sempat mencuri pandang ke arah bokongnya. Lumayan gede. “Kalo neken, kayaknya nikmat nih,” pikirku langsung ngeres. Pada saat yang sama, aku melihat sekilas dia melirik ke arah dadaku. Saat itu aku mengenakan blazer dan daleman tanktop yang telah kubuka 2 buah kancingnya sejak dari kantor, sehingga belahan dadaku yang penuh nampak terlihat jelas. Darahku kontan berdesir lebih cepat menyadari Irvan tertarik pada buah dadaku yang berukuran 36C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi duduk di kursi belakang bersamaku, sementara Irvan sendirian di depan menjadi “sopir”. Kami langsung tancap gas, masuk tol menuju bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan, kami ngobrol-ngobrol biasa pada mulanya. Cerita macam-macam, diselingi tawa dan gurauan. Irvan sesekali nimbrung. Sekitar sepuluh menit sejak berangkat dari kantor, Tomi merapatkan duduknya. Sambil ngobrol, Tomi mulai menggerayangi aku, pahaku dielus-elus, jarinya nakal menekan-nekan belahan vaginaku. Aku bilang, “Eeeh, jangan dong, Yang, gak enak sama Irvan….” Tapi Tomi tahu, aku tidak sungguh-sungguh menolak perlakuannya itu. Buktinya aku membiarkan jemarinya menelusup ke balik celana dalamku, bahkan pahaku mengangkang memberi jalan. Sesungguhnya aku hanya takut tidak dapat mengendalikan diri, padahal tempat dan situasi tidak terlalu kondusif untuk suatu persetubuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana, tahu-tahu Irvan berkata, “Santai aja, aku ngerti kok…” Aku melihat dia mengerling nakal kepadaku dari kaca spion. Nafsuku jadi semakin bangkit. Masabodo’ ah, pikirku. Maka, aku diam saja menikmati rabaan-rabaan Tomi pada selangkanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ssssssshhhhh……, geli tau, Yang?!!” desisku sambil mengangkangkan kaki lebih lebar. Tomi jadi makin bersemangat. Celana dalamku diturunkannya cepat-cepat sembari menciumi batang pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buka blazer kamu, Sayaaang…!” katanya memberi instruksi, sementara dia sendiri sibuk membuka kait rok mini yang kukenakan. Aku benar-benar tidak peduli lagi pada Irvan, langsung saja kuturuti permintaan Tomi untuk membuka blazer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buka semua deh, Yaaang…,” Tomi merayu sambil bergerak hendak menciumi kedua pahaku kembali. Rokku sudah dicampakkannya, sehingga bagian bawah tubuhku sudah telanjang. Aku tinggal mengenakan tanktop dan bh sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu gila, tau gak sih?!” aku mendesis menikmati jilatan lidah Tomi pada pahaku, lalu kuturuti permintaannya. Kubuka tanktop dengan agak tergesa. Ketika aku membuka bh, kulihat Irvan memperhatikan dari kaca spion. Cuek aja, ah, batinku dengan penuh nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menjilat-jilat pangkal pahaku, sebelah tangan Tomi mulai meremas-remas sepasang payudaraku yang telanjang. Aku mengerang. Tomi lalu mengangkangkan pahaku lebih lebar, lidahnya merayap menuju vaginaku yang merekah basah. Aku mengerang lebih kuat ketika kurasakan ujung lidahnya menjilat-jilat belahan vaginaku. Selanjutnya aku semakin lupa diri. Tomi memang sudah hafal betul bagaimana membuat birahiku cepat bangkit. Kemaluanku dicumbu dan dilumatnya habis-habisan. Diobok-obok dengan jari, dihisap, dikenyot. Aku benar-benar tidak kuat menahan diri untuk menjerit-jerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayaaang…, oooohhh…, yessss..!! Terus isep….oooouuwww!!! Ooohhh…., aduuh, gilaaa…, enak banget, Sayaaang…, aaahhh…, ooouuwwww… aaarrggghhh…, terus, Sayaaang…, aaahhh…, ooooookkkhhh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membuka pahaku lebih lebar lagi sambil menekan-nekan kepala Tomi agar tambah masuk ke vaginaku yang terasa megap-megap keenakan. Aku benar-benar lupa diri, tak ada lagi rasa malu ataupun sungkan. Sempat kulirik Irvan, nampak mukanya agak tegang, namun itu justru menambah gairahku. Aku malah mengerang, merintih, dan menjerit semakin menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikmaaat, oooh…, iseep teruusss…, oh, oh, oh, aaah, ooohhh…, teruuusss, isep itilku, kacangkuu…., yaaah, kenyot terus, Sayaaang…, yaaah.., kenyooot…, sedaaaap…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana, tiba-tiba ada hasrat aneh di dalam dadaku untuk membakar birahi Irvan yang aku tahu sudah tidak sepenuhnya berkonsentrasi ke jalan. Semakin kusadari betapa dia tertarik dengan apa yang tengah kulakukan bersama Tomi, semakin aku bernafsu untuk menggoda kelelakiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat Irvan agak menurunkan kaca spion, sehingga dia pasti bisa jelas melihat tubuhku di kaca itu. Rupanya sengaja dia mau menonton. Tahu begitu, birahiku semakin menggebu-gebu. Kuremas-remas sendiri kedua payudaraku yang telanjang sambil terus merintih dan mengerang. Kulihat Irvan ternganga, mulutnya membentuk ucapan “ugh”. Ingin rasanya aku meremas batang kemaluannya yang aku tahu pasti sudah semakin tegang dan keras menyaksikan pertunjukan sex gratis dari kaca spion. Berpikir begitu, birahiku jadi semakin tinggi, apalagi Tomi terus mencumbui kemaluanku. Rintihan-rintihan nikmat keluar begitu saja dari mulutku, liar tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooooh, isep, Sayaaang…, terussss…, kerjain memekku……Aduuuh, gilaaa…, sedap, nikmat, ah, uhhhh, memekku basah banget…, lap dulu dong, Sayaaang…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuangkat kepala Tomi dari selangkanganku. Tomi bangkit, tapi bukan untuk melap seperti permintaanku, melainkan justru membuka semua celananya, Kemaluannya telanjang, mengacung tegak, keras seperti tongkat kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooh.., aku isep kontolmu ya Sayang.., aku kenyot ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi melenguh ketika aku mengurut kemaluannya yang keras menggairahkan, lalu katanya, “Aku nggak tahan, Sayang…, aku mau fuck kamu.., aku pengen ngentot disini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berkata begitu, tubuhku didorongnya agak kasar sampai aku rebahan di jok. Kunaikkan sebelah kakiku tinggi-tinggi ke sandaran jok, sementara yang sebelah lagi menjuntai ke bawah. Tomi semakin lupa diri menyaksikan posisiku yang mengangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ngentot ya, Sayang?” bisiknya dengan suara agak serak sambil menciumi buah dadaku yang montok. “Aku masukin kontolku yaaa…., aku nggak tahan…, aku kangen sama memek kamu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaakkhhh.., sedaaap…., yesss…, ooohhh, kontol kamu udah masuk, Sayaang… Yaaahhhh, teken terus sampe mentok.., teruuussss…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tomi mendorong batang kemaluannya yang besar dan keras itu hingga terasa mentok di dasar vaginaku. Kuangkat pinggulku tinggi-tinggi, menyambut sodokan Tomi yang semakin kuat. Tomi mengenyoti puting susuku sembari menggecak-gecak penisnya yang perkasa di liang kemaluanku. Kami semakin lupa diri, sama sekali tidak peduli lagi pada Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uuuuuggghhh…, ooooohhhhh…, aaaarrrggghhhhh…,” kami teriak-teriak berbarengan, menyalurkan nikmat yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayaaang, entot aku, Yaaang…, ahhh, kontolmu sedaaap, ooohhh…, memekku enak banget nih dientot kamu… Ohhh, kita fuck terus, Sayang, yaaahhh…, gesek terusss, tekeeeennn, goyang, puter, auh, entot terus memekku, Sayaaang…., entot terussss..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus menjerit-jerit, seperti biasa bila tengah didera nikmat bersetubuh. Entah berapa menit Tomi menghantam vaginaku dengan penisnya yang perkasa, tahu-tahu kurasakan badanku agak panas dan semakin ringan. Goyanganku jadi semakin cepat, liar tak terkendali. Orgasmeku sudah dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaaang, aku mau keluaaaar…!” otomatis aku mengerang semakin kuat. “Keluaaaar!!! Aku mau keluaaar……!!! Oooooohh, fuck me terussss!! Entoootttt…., ngeweeeee… entoooot…, ngeweee aaaaaaarghhhh….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku orgasme. Tubuhku serasa melayang tinggi sekali. Nikmat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh my God, oh my God, ngentot nikmaaat, ngentot sedaaap, aku suka kontol kamu, Sayaaang…, aku suka ngentot sama kamu….. Oooooooookkkhhhh,” aku melolong sejadi-jadinya, sementara Tomi mengocok penisnya semakin kuat dan cepat. Terasa batang kemaluannya menghunjam-hunjam di dalam liang vaginaku yang telah banjir oleh cairan orgasme. Beberapa saat kemudian….,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, ah, oh, aku juga mau keluar…, enak banget, ahhh, enak ngentot sama kamu, ohhh, aku suka ngentotin kamu…, aku mau keluar, aku mau keluar, yah, oh, aaaahhh, uuuugghhh, aaaaaaarrrggghhh….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu yang terdengar hanya suara desah. Sejenak aku melupakan Irvan, sama sekali tak terpikirkan olehku bagaimana kira-kira reaksinya mengetahui ada orang bersetubuh di jok belakang, sementara dia sedang menyopir sendirian di depan. Tomi lebih-lebih tidak peduli. Dia asyik memeluk tubuh bugilku, sambil mengatur nafasnya yang memburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak lama kami membisu dalam sisa-sisa kenikmatan seperti itu, sampai tiba-tiba terdengar suara Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm, udah mau nyampe nih, rapi-rapi, deh!” katanya nenyadarkan aku dan Tomi. Kami bangun, merapikan pakaian masing-masing dengan agak tergesa. Sekilas aku lihat kaca spion sudah pada posisi semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sorry ya, coy, kita lupa diri,” kata Tomi basa-basi. Aku pura-pura tidak memperhatikan, sibuk mengenakan kembali celana dalamku, tapi sesungguhnya aku melirik pada Irvan yang mesem-mesem penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara berpakaian, aku pikir lebih baik aku tidak mengenakan bh lagi. Kancing tanktop kembali kubiarkan terbuka 2 buah. Gila memang, saat itu di otakku sudah terbayang bagaimana indahnya sebentar lagi aku tinggal berdua saja dengan cowok seganteng Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di bandara, Tomi meminta Irvan untuk langsung saja mengantarkan aku pulang. Katanya, “Kamu tidur aja di jok belakang, nanti dibangunin Irvan kalo udah sampe rumah.” Dia lalu menerangkan alamat rumahku kepada Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mobil berangkat meninggalkan bandara, aku langsung pindah ke jok depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarin aja di belakang, kan kamu mau tidur?!” Irvan berbasa-basi. Aku tersenyum sambil merapikan posisi dudukku. Kuturun-turunkan rok mini yang kukenakan guna menutup paha mulusku yang tersingkap, tapi sebenarnya gerakan itu justru kusengaja untuk memancing perhatian Irvan. Kulihat matanya mengerling pada pahaku, berarti pancinganku mengena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mas, tadi sorry ya, kamu jadi gak konsen ke jalan,” kataku kemudian. “Si Tomi emang suka gila, kadang-kadang…, gak bisa nahan kalo lagi pengen…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat Irvan tidak menjawab, lalu tiba-tiba dia berkata dengan suara yang agak tercekat. Nampaknya dia masih sangat dipengaruhi birahi. “Mbak tau gak, aku baru kali ini lihat orang ML langsung dengan mata kepalaku sendiri.” “Aku juga baru sekali ini ditonton begitu, Mas! Tau gak sih, sebenernya aku malu banget…, tapi gimana dong?! Sex emang gitu kan, kadang-kadang bikin kita lupa diri…!” “Iya sih, gak apa-apa kok, aku ngerti…, tapi bukannya tadi mbak tambah bergairah karena tau aku ‘ngintip? Bukannya mbak malah sengaja manas-manasin aku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, malu banget…. “Kok tau sih?” akhirnya kucetuskan saja keherananku. Kepalang basah, aku bertanya begitu sambil mencubit mesra lengan Irvan. Dia tersenyum sambil terus memandang ke arah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan manggil ‘mbak’ ah, gak enak…,” kataku kemudian sambil menatap wajah Irvan dari samping. Keren banget, batinku. “Kamu juga jangan panggil ‘mas’ dong yaaa…,” jawab Irvan, sambil meletakkan tangan kirinya di atas pahaku. Aku langsung terdiam seribu basa, jantungku kontan bergemuruh. Nekad juga nih orang, pikirku. Sekilas Irvan mengerling ke arahku, lalu perlahan telapak tangannya mulai bergerak-gerak mengusapi paha mulusku yang tersingkap. Kurang ajar, tapi aku suka sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otomatis laju mobil kami jadi perlahan. Irvan mengambil lajur paling kiri supaya tidak mengganggu perjalanan mobil lain, mengingat kami masih berada di jalan tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pura-pura tidak terpengaruh pada rabaan-rabaan Irvan, hanya saja mulutku seperti terkunci. Bulu-bulu romaku terasa meremang. Gila, baru diraba paha, birahiku sudah amat terangsang. Cowok ini pasti lihai, batinku penuh harap. Pahaku sesekali diremasnya dengan lembut, lalu tangannya merayap semakin naik. Karena tidak tahan, tahu-tahu kucubit lengannya. Dia tersenyum sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih enak?” tanyanya setengah berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menjawab, tapi kepalaku mengangguk-angguk cepat. Irvan makin bersemangat, tangannya meraba pahaku kian tinggi, menelusup ke balik rok. Aku menggigit bibir seraya menggeser dudukku lebih mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terasa jari-jarinya telah menyentuh selangkanganku. Darahku kian berdesir-desir. Nafsu sex-ku memang besar, birahiku cepat sekali naik, padahal tadi aku baru saja mencapai orgasme yang luar biasa bersama Tomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu bisa konsen?” tanyaku, suaraku mulai parau karena birahiku mulai tinggi. Irvan tidak menjawab, malah menelusupkan jarinya ke vaginaku. Otomatis pinggulku terangkat dan kedua pahaku merenggang. Terasa jari-jari Irvan menggesek-gesek lembut belahan vaginaku. Nikmat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih enak ya?” bisik Irvan bersemangat, mungkin dia tahu aku demikian terangsang. “Bangeeettt…,” jawabku tanpa malu-malu lagi. Mulutku mulai mengeluarkan desis-desis kenikmatan. “Sssshhhhh…., aaaahhhh…, enak bangeeettt…. Kamu pinter…!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandaran jok kurebahkan sedikit supaya posisiku lebih nyaman. Cepat kuturunkan celana dalamku, kubuka sekalian, lalu aku duduk mengangkang. Sementara itu, tangan Irvan tak sedetikpun lepas dari selangkanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari tengahnya terasa menyusup, menggelitik-gelitik clitorisku yang sudah sangat basah. Sesekali diremasnya gundukan kemaluanku. Jari-jarinya bergerak lembut namun amat terampil. Nikmatnya tak terkatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sssshhhh….., aaarrrgghhhh….., ssshhhh…., aaaaaarrrggghhhh…..,” aku terus mendesis-desis keenakan. Jari tengah Irvan mulai mengocok-ngocok, bergerak cepat maju-mundur di liang vaginaku yang licin oleh lendir. Dudukku jadi semakin melonjor dan mengangkang. Irvan memasukkan lagi satu jarinya, lalu masuk lagi yang ketiga tak lama kemudian. Aku mulai menjerit-jerit, nikmat sekali diobok-obok dengan tiga jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai lupa diri akibat diamuk birahi. Seperti biasa, mulutku terus mendesis, mengerang, merintih, mengeluarkan kata-kata nikmat penuh nafsu. Karena semakin tidak tahan, tanganku begitu saja meraba selangkangan Irvan. Gila, tonjolannya besar sekali! Aku jadi semakin bernafsu. Cepat kutarik ritsleting celananya, dia membantu membuka gesper lalu mengeluarkan batang kemaluannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aauwww! Punya kamu gede bangetttt…..” Irvan tampak blingsatan mendengar komentar spontanku. Sungguh aku tidak bohong, penisnya memang luar biasa besar dan panjang. Aku tidak tahan, batang kemaluannya kuremas-remas dengan gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gedean mana sama Tomi?” tanya Irvan kemudian, sementara aku asyik mengelus-elus batang kemaluannya yang menjadi semakin keras. “Dia gede, tapi kamu super gede!” Irvan tertawa mendengar jawabanku. “Isep ya?” tanyaku. Irvan mengangguk-angguk. Joknya lebih dimundurkan sedikit supaya memudahkan aku melakukan blow job.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku cengkeram penuh batang penis Irvan, aku jilat ujungnya yang ternvata sudah keluar cairan bening. Kuangkat kepalaku sejenak sambil menatap Irvan yang harus membagi konsentrasinya ke jalan. “Kamu masih bisa nyetir kan? Hati-hati nabrak lho ya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan tidak menjawab. Tangan kirinya menyusup, meremas buah dadaku yang terasa keras memuai akibat birahi. Aku jadi semakin tidak peduli apapun lagi, kumasukkan kepala penis Irvan ke dalam mulutku. Aku hisap perlahan. Batang penis itu berdenyut sedikit, membuat aku tambah bernafsu. Aku hisap lebih kuat ujungnya, lalu aku masukkan semua ke mulut sambil aku putar-putar. Irvan mulai merintih-rintih keenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooh…., ssshhh…, gilaaa.., sedap isepan kamu, aaarggh…, kenyot terus, Sayaaang…, yaaahhhh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kocok terus penisnya, kadang pelan, lalu cepat, lalu kupelankan lagi, lalu cepat lagi, pelan lagi, cepat lagi. Begitu terus sambil aku hisap-hisap. Biji pelirnya aku usap-usap. Dia lebih mengangkang. Aku mengerti, kuturunkan mulutku, kukenyot-kenyot buah zakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah…, sssssshhhh…, uugh, enak bangeeet,” Irvan mengerang-erang sambil meremasi buah dada montokku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku gak tahan,” katanya lagi. “Aku mau ngewek sama kamu, mau ngentot sama memek kamu….” Nafasnya ngos-ngosan, tangannya kembali merogoh-rogoh vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Sayang, aku juga pengen banget dientot kontol kamu,” aku menjawab dengan nafas yang tak kalah ngos-ngosan, sambil menciumi dan menjilat-jilat kepala penis Irvan yang merah mengkilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaah…, yuk, di mana ya?” “Mampir hotel aja…, cari yang deket-deket sini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya aku kembali sibuk menghisapi kemaluan Irvan, sementara dia setengah ngebut menuju arah Ancol. Tidak terlalu lama, kami tiba di sebuah hotel kecil yang cukup nyaman dan bersih. Begitu sampai di muka lobby, aku langsung turun, check in, lalu bergegas masuk kamar, sementara Irvan memarkirkan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar aku langsung membuka tanktop, dan melemparnya begitu saja di lantai. Lalu aku masuk kamar mandi untuk buang air kecil. Kubuka rokku, kugantung di pintu kamar mandi. Kini aku telanjang bulat karena celana dalam sudah kutanggalkan sejak di dalam mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari kamar mandi, Irvan persis masuk kamar. Matanya terbeliak melihat tubuh sintalku yang tidak berpenutup sehelai benangpun. “Body kamu bagus banget,” dia memuji sembari mengecup putting susuku yang sudah mengeras sedari tadi. Tubuhku disandarkannya di tembok depan kamar mandi. Lalu diciuminya sekujur tubuhku, mulai dari pipi, kedua telinga, leher, hingga ke dadaku. Sepasang payudara montokku habis diremas-remas dan diciumi. Putingku setengah digigit-gigit, digelitik-gelitik dengan ujung lidah, juga dikenyot-kenyot dengan sangat bernafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Toket kamu fantastis,” desisnya. “Aku udah nafsu kepingin ngenyot ini sejak aku liat dari kaca spion….” “Aku tau,” jawabku sembari meremas tonjolan kemaluannya. Dengan bergegas, kutarik ritslitingnya, lalu kuloloskan celana hingga celana dalamnya. Mengerti kemauanku, dia lalu duduk di pinggir ranjang dengan kedua kaki mengangkang. Dibukanya sendiri kemejanya, sementara aku berlutut meraih batang penisnya, sehingga kini kami sama-sama bugil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak lama aku mencumbu kemaluannya, Irvan minta gantian, dia ingin mengerjai vaginaku. Tapi kataku, “Masukin aja yuk, aku udah pengen ngerasain kontol kamu!” Irvan tersenyum lebar. “Udah gak sabar ya?” godanya. “Iya, pengen dientot, kontolmu pasti enak…, gede, montok…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan menarik tubuhku. Kami berpelukan, berciuman rapat sekali, berguling-guling di atas ranjang. Ternyata Irvan pintar sekali bercumbu. Birahiku naik semakin tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Terasa vaginaku semakin berdenyut-denyut, lendirku kian membanjir, tidak sabar menanti terobosan batang kemaluan Irvan yang super besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Tomi, Irvan nampaknya lebih sabar. Dia tidak segera memasukkan batang penisnya, melainkan terus menciumi sekujur tubuhku. Terakhir dia membalikkan tubuhku hingga menelungkup, lalu diciuminya kedua pahaku bagian belakang, naik ke bongkahan pantatku, terus naik lagi hingga ke tengkuk. Birahiku menggelegak-gelegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah, Sayaaaang…..,” rengekku memohon. “Please…., masukiiiinnn…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan menyelipkan tangan kirinya ke bawah tubuhku, tubuh kami berimpitan dengan posisi aku membelakangi Irvan, lalu diremas-remasnya buah dadaku. Lidahnya terus menjilat-jilat tengkuk, telinga, dan sesekali pipiku. Sementara itu tangan kanannya mengusap-usap vaginaku dari belakang. Terasa jari tengahnya menyusup lembut ke dalam liang vaginaku yang basah merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memek kamu bagus, tebel, pasti enak ngentot sama kamu….,” dia berbisik persis di telingaku. Suaranya sudah sangat parau, pertanda birahinya pun sama tingginya dengan aku. Aku tidak bisa bereaksi apapun lagi. Kubiarkan saja apapun yang dilakukan Irvan, hingga terasa tangan kanannya bergerak mengangkat sebelah pahaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terpejam rapat, seakan tak dapat lagi membuka. Terasa nafas Irvan semakin memburu, sementara ujung lidahnya menggelitiki lubang telingaku. Tangan kirinya menggenggam dan meremas gemas buah dadaku, sementara yang kanan mengangkat sebelah pahaku semakin tinggi. Lalu…, terasa sebuah benda tumpul menyeruak masuk ke liang vaginaku dari arah belakang. Oh, my God, dia telah memasukkan rudalnya….!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak aku tidak dapat bereaksi sama sekali, melainkan hanya menggigit bibir kuat-kuat. Kunikmati inci demi inci batang kemaluan Irvan memasuki liang vaginaku. Terasa penuh, nikmat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooooohhhhh….,” sesaat kemudian aku mulai bereaksi tak karuan. Tubuhku langsung menggerinjal-gerinjal, sementara Irvan mulai memajumundurkan tongkat wasiatnya. Mulutku mulai merintih-rintih tak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuh kan, kontolmu enaaaak …!!!,” kataku setengah menjerit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan tidak menjawab, melainkan terus memajumundurkan rudalnya. Gerakannya cepat dan kuat, bahkan cenderung kasar. Tentu saja aku semakin menjerit-jerit dibuatnya. Batang penisnya yang super besar itu seperti hendak membongkar liang vaginaku sampai ke dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooooohhhh…., tolooooonggg.., gustiiii…!!!” Irvan malah semakin bersemangat mendengar jerit dan rintihanku. Aku semakin erotis. “Aaaahhhh, kontolmuuu…, ooooohh, aaaarrrghhh…, kontollmuuu…, ooohhhh…!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan terus menggecak-gecak. Tenaganya kuat sekali, apalagi dengan batang penis yang luar biasa keras dan kaku. Walaupun kami bersetubuh dengan posisi menyamping, nampaknya Irvan sama sekali tidak kesulitan menyodokkan batang kemaluannya pada vaginaku. Orgasmeku cepat sekali terasa akan meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mau keluar! Aku mau keluaaar!!” aku menjerit-jerit. “Yah, yah, yah, aku juga, aku juga! Enak banget ngentot sama kamu!” Irvan menyodok-nyodok semakin kencang. “Sodok terus, Sayaaang!!!” “Yah, ooohhh, yaaahhh, uuuuggghhh!!!” “Teruuuuussss….., aaarrggghh…., sssshhhh…., ohhh…, sodok terus kontolmuuuu…!” “Oh, ah, uuugghhh…” “Enaaak…., kontol kamu enak, kontol kamu sedap, yahhh, teruuuusssss…, entot aku terus, Sayaaang…, sodok terusssss…., entooootttt…., yaaaahhhhhh…..!!!” “Oooorrrgghhh…., yaaahhhh…., uuuugggghhhh… sssshhhh…, aaarrggghhh…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada detik-detik terakhir, tangan kananku meraih pantat Irvan, kuremas bongkahan pantatnya, sementara paha kananku mengangkat lurus tinggi-tinggi. Terasa vaginaku berdenyut-denyut kencang sekali. Aku orgasme!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku seperti melayang, tidak ingat apa-apa kecuali nikmat yang tidak terkatakan. Irvan mengecup-ngecup pipi serta daun telingaku. Sejenak dia membiarkan aku mengatur nafas, sebelum kemudian dia memintaku menungging. Aku baru sadar bahwa ternyata dia belum mencapai orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuturuti permintaan Irvan. Dengan agak lunglai akibat orgasme yang luar biasa, kuatur posisi tubuhku hingga menungging. Irvan mengikuti gerakanku, batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap menancap dalam vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu perlahan terasa dia mulai mengayun pinggulnya. Ternyata dia luar biasa sabar. Dia memajumundurkan gerak pinggulnya satu-dua secara teratur, seakan-akan kami baru saja memulai permainan, padahal tentu perjalanan birahinya sudah cukup tinggi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menikmati gerakan maju-mundur penis Irvan dengan diam. Kepalaku tertunduk, kuatur kembali nafasku. Tidak berapa lama, vaginaku mulai terasa enak kembali. Kuangkat kepalaku, menoleh ke belakang. Irvan segera menunduk, dikecupnya pipiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu hebat banget,” kataku terus terang. “Kukira tadi kamu udah hampir keluar!” “Emangnya kamu suka kalo aku cepet keluar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum, kupalingkan mukaku lebih ke belakang. Irvan mengerti, diciumnya bibirku. Lalu dia menggenjot lebih cepat. Dia seperti mengetahui bahwa aku mulai keenakan lagi. Maka kugoyang-goyang pinggulku perlahan, ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan melenguh. Diremasnya kedua bongkah pantatku, lalu gerakannya jadi lebih kuat dan cepat. Batang kemaluannya yang luar biasa keras menghunjam-hunjam vaginaku. Aku mulai mengerang-erang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oooorrrgghhhh….., aaahhhhh….., ennaaak….., kontolmu enak bangeeeettt…!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ivan tidak bersuara, melainkan menggecak-gecak semakin kuat. Tubuhku sampai terguncang-guncang. Aku menjerit-jerit. Cepat sekali, birahiku merambat naik semakin tinggi. Kurasakan Irvan pun kali ini segera akan mencapai klimaks. Maka kuimbangi gerakannya dengan menggoyangkan pinggulku cepat-cepat. Kuputar-putar pantatku, sesekali kumajumundurkan berlawanan dengan gerakan Irvan. Cowok itu mulai mengerang-erang pertanda dia pun segera akan orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Irvan menyuruhku berbalik. Dicabutnya penisnya dari kemaluanku. Aku berbalik cepat. Lalu kukangkangkan kedua kakiku dengan setengah mengangkatnya. Irvan langsung menyodokkan kedua dengkulnya hingga merapat pada pahaku. Kedua kakiku menekuk mengangkang. Irvan memegang kedua kakiku di bawah lutut, lalu batang penisnya yang keras menghunjam mulut vaginaku yang menganga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aaaaarrgghhh…!!!” aku menjerit. “Aku hampir keluar!” Irvan bergumam. Gerakannya langsung cepat dan kuat. Aku tidak bisa bergoyang dalam posisi seperti itu, maka aku pasrah saja, menikmati gecakan-gecakan keras batang kemaluan Irvan. Kedua tanganku mencengkeram sprei kuat-kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terus, Sayang…, teruuuusss…!” desahku. “Ooohhh, enak sekali…., aku keenakan…, enak ngentot sama kamu!” “Aku juga, aku juga, memekku keenakaaaan….!” “Aku udah hampir keluar, Sayaaang…., memek kamu enak bangeeeet….” “Aku juga mau keluar lagi, tahan dulu! Terussss…., yaaah, aku juga mau keluaaarrr!” “Ah, oh, uughhh, aku gak tahan, aku gak tahan, aku mau keluaaar….!” “Yaaaahhh teruuuussss, sodok terussss!!! Aku enak, aku enak, Sayaaang…, aku mau keluar, aku mau keluar, memekku keenakan, aku keenakan ngentot sama kamu…., yaaahhhh…, teruuusss…, aaarrgghhh…., ssshhhhhh…, uuugghhh…, aaaaaarrrghhh!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku mengejang sesaat sementara otot vaginaku terasa berdenyut-denyut kencang. Aku menjerit panjang, tak kuasa menahan nikmatnya orgasme. Pada saat bersamaan, Irvan menekan kuat-kuat, menghunjamkan batang kemaluannya dalam-dalam di liang vaginaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ooooooohhhhh….!!!” dia pun menjerit, sementara terasa kemaluannya menyembur-nyemburkan cairan mani di dalam vaginaku. Nikmatnya tak terkatakan, indah sekali mencapai orgasme dalam waktu persis bersamaan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tubuh kami sama-sama melunglai, tetapi kemaluan kami masih terus bertautan. Irvan memelukku mesra sekali. Sejenak kami sama-sama sibuk mengatur nafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enak banget,” bisik Irvan beberapa saat kemudian. “Hmmmmm….” Aku menggeliat manja. Terasa batang kemaluan Irvan bergerak-gerak di dalam vaginaku. “Memek kamu enak banget, bisa nyedot-nyedot gitu…” “Apalagi kontol kamu…, gede, keras, dalemmm…” “Kamu ngantuk gak? Kita nginep di sini aja yuk…!” “Kalo tidur sih mendingan di rumah masing-masing aja!” “Justru itu, aku mau kita ngentot sampe pagi…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata begitu, Irvan bergerak menciumi aku lagi. Kali ini diangkatnya tangan kananku, lalu kepalanya menyusup mencium ketiakku. Aku mengikik kegelian. Irvan menjilati keringat yang membasahi ketiakku. Geli, tapi enak. Apalagi kemudian lidahnya terus menjulur-julur menjilati buah dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irvan lalu menetek seperti bayi. Aku mengikik lagi. Putingku dihisap, dijilat, digigit-gigit kecil. Kujambaki rambut Irvan karena kelakuannya itu membuat birahiku mulai menyentak-nyentak lagi. Irvan mengangkat wajahnya sedikit, tersenyum tipis, lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bisa gak puas-puas ngentot sama kamu…. Kamu juga suka kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum saja, dan itu sudah cukup bagi Irvan sebagai jawaban. Alhasil, malam itu kami bersetubuh tiga kali, dengan entah berapa kali mencapai orgasme. Yang jelas, keesokan paginya tubuhku benar-benar lunglai, lemas tak bertenaga. Hampir tidak tidur sama sekali, sekitar pukul 6 Irvan mengantarku pulang, lalu ke kantor. Di kantor rasanya aku kuyu sekali. Teman-teman banyak yang mengira aku sakit, padahal aku justru sedang happy, sehabis bersetubuh sepanjang malam dengan dua sahabat yang perkasa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7990692257376053478-9058165499198319224?l=storiesaboutlive.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/feeds/9058165499198319224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/senangnya-bisa-bercinta-dengan-2-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/9058165499198319224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7990692257376053478/posts/default/9058165499198319224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://storiesaboutlive.blogspot.com/2010/07/senangnya-bisa-bercinta-dengan-2-orang.html' title='Senangnya bisa Bercinta Dengan 2 Orang Sahabat'/><author><name>Invisible</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://3.bp.blogspot.com/_lLKUrM-l6Do/S_DziaA7-AI/AAAAAAAAALY/ySXY56a8YKQ/S220/Foto+Arumi+Bachsin.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_lLKUrM-l6Do/TE8y2GyKv1I/AAAAAAAAAOY/7yFyNLEfgfM/s72-c/Senangnya+bisa+Bercinta+Dengan+2+Orang+Sahabat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7990692257376053478.post-4356457842528129697</id><published>2010-07-27T12:07:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T12:19:59.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita sex'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan cerita dewasa 17+'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='crita mesum'/><title type='text'>Part 2 - Bercinta dengan Rika dan Linda, sahabat istriku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lanjutan Cerita Dewasa Kemaren, Segera Linda berjingkat masuk ke kamarku, mungkin sekalian membersihkan tubuhnya karena dikamarku ada kamar mandi. Aku tau ada sebersit ekspresi kecewa di wajahnya, karena Linda hampir meledakkan orgasmenya, yang terputus oleh kedatangan Rika, sahabatnya sekaligus sahabat istriku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Part 2 - Bercinta dengan Rika dan Linda, sahabat istriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_lLKUrM-l6Do/TE8vOYlELoI/AAAAAAAAAOQ/vyGcPai6bsE/s1600/Bercinta+dengan+Rika+dan+Linda,sahabat+istriku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_lLKUrM-l6Do/TE8vOYlELoI/AAAAAAAAAOQ/vyGcPai6bsE/s400/Bercinta+dengan+Rika+dan+Linda,sahabat+istriku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498665594205253250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah kupakai kaos dan celana yang kuambil dari lemari dan cuci muka sedikit, aku menuju ke ruang tamu, membuka pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo, mas….’Pa kabar..?” sahut Rika begitu melihatku membuka pintu.&lt;br /&gt;“Baik, dik. Ayo masuk dulu. Tumben nih pagi-pagi, kayaknya ada yang penting?” tanyaku seraya mengajak Rika menuju ruang tengah.&lt;br /&gt;Mataku sedikit terbelalak melihat pakaiannya. Bagaimana tidak?&lt;br /&gt;Kaos ketat menempel dibadannya, dipadukan dengan celana spandex ketat berwarna putih. Aku melihat lipatan cameltoe di selangkangannya menandakan bahwa didaerah itu tidak ada bulu jembutnya, dan saat aku berjalan dibelakangnya, tak kulihat garis celana dalam mebayang di spandexnya.&lt;br /&gt;Hmm…mana mungkin dia gak pake CD..mungkin pake G-string, pikirku.&lt;br /&gt;Kami berdua segera menuju ruang tengah. Untung saja, film bokep yang aku setel udah selesai, jadi Rika nggak sempat melihat film apa yang tengah aku setel.&lt;br /&gt;“Ini lho mas, aku mau anter oleh-oleh. Kan kemarin aku baru dateng dari Jepang. Nah, ini aku bawain ….sedikit bawaan lah, buat kamu sama Indah. Itung-itung membagi kesenangan.”&lt;br /&gt;“Wah…tengkyu banget lho…kamu baik banget”&lt;br /&gt;“Ah, biasa aja lageee..hehehe”&lt;br /&gt;Kami berdua sejenak ngobrol-ngobrol, karena memang sudah beberapa bulan Rika nggak berkunjung ke rumahku. Rika ini adalah salah satu sahabat istriku, selain Linda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam-diam, akupun juga terobsesi dapat menikmati tubuhnya. Ya, Rika seorang wanita yang mungil. Tinggi badannya nggak lebih dari 155cm. Bandingkan dengan tinggiku yang 170. Warna kulitnya putih, tapi cenderung kemerahan. Hmm..aku sering berkhayal lagi ngent*tin Rika, sambil aku gendong dan aku rajam memiawnya dengan tongkolku. Pasti dia merintih-rintih menikmati hujaman tongkolku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hey…bengong aja…ngeliatin apa sih..” tegur Rika.&lt;br /&gt;“Eh…ah…anu…enggak. Cuma lagi mikir, kapan ya gw bisa jalan-jalan sama kamu…”&lt;br /&gt;Eits..kok ngomongku ngelantur begini sih. Aduh…gawat deh…&lt;br /&gt;“Alaaa..mikirin jalan-jalan apa lagi ngeliatin sesuatu?” Rika melirikku dengan pandangan menyelidik.&lt;br /&gt;Mati aku…berarti waktu aku ngeliatin bodynya, ketahuan dong kalo aku melototin selangkangannya. Wah….&lt;br /&gt;“Ya udah, mas. Aku pamit dulu, abis Indah pergi. Lagian,dari tadi kamu ngeliatin melulu. Ngeri aku…ntar diperkosa sama kamu deh..hiyyy…” Rika bergidik ambil tertawa.&lt;br /&gt;Aku Cuma tersenyum.&lt;br /&gt;“Ya udah, kalo kamu mau pamit. Aku gak bisa ngelarang.”&lt;br /&gt;“Aku numpang pipis dulu ya.”Rika menuju kamar mandi di sebelah kamarku.&lt;br /&gt;“Iya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat saat Rika masuk kamar mandi, sambil berjingkat Linda keluar dari kamarku.&lt;br /&gt;Aku terkejut, dan segera menyuruhnya masuk lagi, karena takut ketahuan. Ternyata CD Linda ketinggalan di kursi yang tadi didudukinya waktu sedang aku jilat memiawnya. Astagaaa…untung Rika nggak ngeliat…atu jangan-jangan dia udah liat, makanya sempat melontarkan pandangan menyelidik? Entahlah…&lt;br /&gt;“Cepeeeett..ambil trus ke kamar lagi.”perintahku sambil berbisik.&lt;br /&gt;Linda mengangguk, segera menyambar Cdnya dan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ceklek….!”&lt;br /&gt;Pintu kamar mandi terbuka, dan saat Rika keluar, kulihat wajahnya terkejut melihat Linda berdiri terpaku dihadapannya sambil memegang celana dalamnya yang belum sempat dipakainya. Ditambah keadaan Linda yang hanya memaki kaos, tetapi dibawah tidak memakai celana jeansnya. Akupun terkejut, dan berdiri terpaku. Hatiku berdebar, tak tahu apa yang harus kuperbuat atau kuucapkan. Semuanya terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan tak terelakkan. Kepalaku terasa pening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Linda…? Kamu lagi ngapain?” Rika bertanya dengan wajah bingung campur kaget.&lt;br /&gt;“Eh…anu…ini lho…”kudengar Linda gelagapan menjawab pertanyaan Rika.&lt;br /&gt;“Kok kamu megang celana dalem? Setengah telanjang lagi?” selidik Rika. “Oo…aku tau…pasti kamu berdua lagi berbuat yaaa…?”&lt;br /&gt;“Enggak Rik. Ngaco kamu, orang Linda lagi numpang dandan di kamarku kok.” Sergahku membela diri.&lt;br /&gt;“Trus, kalo emang numpang dandan, ngapain dia diruangan ni, pake bawa celana dalem lagi.” Udah gitu telanjang juga..Hayo!!!” Rika bertanya dengan galak.&lt;br /&gt;“Sini liat.” Rika menghampiri Linda dan cepat merebut celana dalam yang dipegang Linda, tanpa perlawanan dari Linda.&lt;br /&gt;“Kok basah…?”Rika mengerutkan keningnya. “Nhaaaaa..bener kan…hayooooo….kamu ngapain…?”&lt;br /&gt;”udah deh, Rik…emang bener, aku lagi mau ML sama Linda. Belum sempet aku ent*t, sih. Baru aku jilat-jilat memiawnya, keburu kamu dateng.” Aku menyerah dan memilih menjelaskan apa yang barusan aku lakukan.&lt;br /&gt;“Kamu tuh ya…udah punya istri masih doyan yang lain. Ini cewek juga sama aja, gatel ngeliat suami sahabatnya sendiri.” Rika memaki kami berdua dengan wajah merah padam.&lt;br /&gt;“Terserah kamu lah…kamu mau laporin aku sama Linda ke polisi…silakan. Mau laporin ke Indah…terserah….”ucapku pasrah.&lt;br /&gt;“Hmm…kalo aku laporin ke Indah…kasian dia. Nanti dia kaget.Kalo ke polisi….ah…ngrepotin.” Rika meninmbang-nimbang apa yang hendak dilakukannya.&lt;br /&gt;“Gini aja mas. Aku gak laporin ke mana-mana. Tapi ada syaratnya.” Rika memberikan tawarannya kepadaku.&lt;br /&gt;“Apa syaratnya, Rik?”&lt;br /&gt;“Nggak berat kok. Gampang banget dan mudah.”&lt;br /&gt;“Iya, apaan syaratnya?” Linda ikut bertanya&lt;br /&gt;“Terusin apa yang kamu berdua tadi lakuin. Aku duduk disini, nonton. Bagaimana?”&lt;br /&gt;“WHAT?” aku dan Linda berteriak bebarengan. “Gila lu ya, masa mau nonton orang lagi ML?”&lt;br /&gt;“Ya terserah kamu.Mau pilih mana…?”Rika mencibir dengan senyum kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Linda saling berpandangan. Kuhampiri Linda, kubelai tangan dan rambutnya. Linda seolah memahami dan menyetujui syarat yang diajukan Rika.&lt;br /&gt;Segera saja kulumat bibirnya yang 
