ABG|NGSEX|NGENTOT
Pukul 19.30 Linda sudah berada dalam mobil bersama saya, dengan memakai rok jins
span warna biru dipadu dengan kaos ketat warna putih selaras dengan warna
kulitnya. Aduh mak, makin cantik aja nich ABG, pikirku."Kita kemana Om?""Bandara
Selaparang""Ngapain ke sana?" tanyanya heran."Udah nggak usah banyak tanya,
nanti juga tahu""Linda ama Papa cuma dikasih ijin satu jam lho Om""Maka itu, Om
mau kasih hadiah buat Linda""Wah, terima kasih Om" jawabnya sambil mencium pipi
saya mesra. Saya pilih bandara itu agar bisa romantis dan bisa lebih pribadi,
tahu khan pembaca maksud saya, he.. he.. he...Setelah sampai di bandara, saya
parkir mobil di tempat yang agak sepi, kebetulan juga kacanya hitam pekat. Saya
ajak Linda pindah ke tempat duduk belakang mobil Kijang itu agar lebih leluasa
kalau mepet-mepetan."Mana hadiahnya Om?" tanya Linda tidak sabaran, karena tidak
tahu apa hadiahnya."Om cuma mau kasih hadiah seperti kemaren" selidik saya
menunggu tanggapannya."Maksud Om?""Iya, seperti yang Om ajarkan kemarin, nah itu
hadiahnya, tapi Linda mau nggak?""Idih, si Om maunya.." jawab Linda sambil
tersipu.Bagi saya itu sudah cukup merupakan tanda setuju dari Linda hingga tanpa
menunggu jawaban dari Linda, saya langsung mencium bibirnya dan tangan saya
sudah mendarat pada pahanya. Saya elus-elus pahanya yang putih dan masih
terbalut oleh jins biru yang sangat seksi hingga memperlihatkan lekuk-lekuk
bodinya. Linda juga kelihatannya ingin menghabiskan malam terakhirnya bersama
saya dengan tergesa-gesa membuka celana saya sampai separuh dan melahap kontol
saya yang sudah kencang dari tadi."Teru.. Ss.. Lin.." perintah saya sambil
membuka kaos dan BH putihnya yang berenda itu."Mmh.. Mmbmnb.." celotehnya tidak
jelas karena mulutnya penuh dengan kontol saya yang maju mundur dihisapnya
dengan irama yang cepat."Ud.. Ahh.. Lin.. Om.. Mau.. Kel.. Uar..
Arghh.."Tiba-tiba Linda melepaskan kulumannya, dan berganti posisi dengan saya
yang berjongkok dan Linda yang duduk sambil membuka rok spannya. Pemandangan
yang sangat indah pembaca, Linda memakai CD kuning yang bergambar hati atau
cinta."Ayo Om, jangan diliatin aja""Ya.." jawab saya sambil mencium vaginanya
yang masih terbungkus CD kuningnya, jilatan demi jilatan membuatnya geli hingga
pinggulnya ke kiri ke kanan tak beraturan."Uda.. Hh.. Om.. Buka aja.. Sst..
mmh.." katanya menyuruh saya membuka celana dalamnya.Dengan dibantu Linda, saya
membuka celana dalam beserta sok spannya hingga ia tinggal mengenakan BH saja.
Vaginanya yang ditumbuhi bulu halus itu mengeluarkan aroma harum khas wanita,
beberapa saat saya cium dan jilat pada bagian dalam vaginanya."Sst.. Arggh..
En.. Akk.. Om.. Nah gitu.. Sst""Jil.. At.. Om.. Bagian yang itu.. Ya.. Sst.."
pintanya pada saya yang membuatnya sangat terangsang.Sambil menjilat seluruh
bagian vaginanya, tangan kanan saya masuk ke dalam BH-nya dan meremas
payudaranya dengan lembut dan kadang-kadang memelintir putingnya yang sudah
keras sekali."Ayo.. Om.. Sst.. Linda.. Nggak.. tahan.. Nih.." rintihnya memohon
pada saya.Saya sudah mengerti maksudnya, Linda sudah sangat terangsang sekali
ingin melepaskan hasratnya dengan segera. Kemudian saya berganti posisi dengan
Linda saya pangku berhadapan dengan saya sambil membuka penutup payudaranya itu.
Maka kami berdua sudah bugil di dalam mobil itu, untung saja keadaan bandara
waktu itu belum terlalu ramai karena kedatangan pesawat masih lama."Pel.. Lan ya
Om" kata Linda sambil menggesek-gesekkan bibir vaginanya sebagai pemanasan
dulu."Gimana Lin..?""Udah Om, sekarang aja" ajak Linda sambil memegang kontolku
mengarahkannya pada lubang kemaluannya sambil saya juga menyodoknya pelan,
kemudian pada akhirnya bless.. masuklah semua kontol saya."Arg.. Sst.. Mmh.."
rintih Linda karena masuknya kontol saya yang kemudian maju mundur dengan
lembut.Kontol saya serasa diremas-remas dalam lubang kemaluan Linda yang masih
sangat kencang sekali, denyut-denyut yang menimbulkan rasa nikmat bagi saya dan
tentunya juga Linda yang menggerakkan pinggulnya ke kiri ke kanan meraih
kenikmatannya sendiri."Om.. Sst.. kemot su.. sunya Linda.. Sst.. Mmh..""Mmh..
Mmh.."Sambil menyodok vaginanya, saya menjilat, kadang mengulum kedua
payudaranya bergantian. Posisi itu menimbulkan bunyi yang saya tirukan kira-kira
ceplok.. ceplok.. Beradunya kontolku dalam vaginanya disertai rintihan dan
jeritan kecil dari Linda membuat saya ingin segera memuntahkan lahar putih yang
sudah dari tadi saya tahan."Ce.. Peet.. Sst.. Om.. Linda.. Mau kelu.. Ar..
Sstss.. aahh.." celotehnya meminta saya menyodoknya lebih cepat dan gerakan
pinggulnya semakin cepat."Ya.. Lin.. Ayo.." jawab saya dengan sodokan yang tak
kalah cepatnya dengan pinggulnya dan pada akhirnya muncratlah lahar itu secara
bersamaan crot.. crot.. crot.."Argh.. Ahh.." jerit kecil Linda menyertai
muncratnya lahar itu."Ahh.." kami berdua duduk dengan lemas dan puas dalam
mobil."Trim's ya Lin" jawab saya sambil mencium keningnya."Sama-sama Om" jawab
Linda sambil memeluk saya dengan erat.

0 komentar:

Total Tayangan Laman

 

blogger templates